Bidadari is Wasted

Bidadari is Wasted
Episode 19



*


*


*


🍁🍁🍁📖 Selamat Membaca 📖🍁🍁🍁


*


*


*


------- -------- -------- -------


Ini Aku Kim Sohyun!


Cahaya mentari pagi yang masuk melalui celah jendela kamar berhasil mengusik tidur ku. Reflek aku membuka mata sambil menguap lalu merenggakan otot-otot tubuh ku masih dalam posisi berbaring.


merasa pergerakan ku cukup aku mengibakan selimut yang menutupi setengah tubuh ku lalu bangun. Sebelum ke kamar mandi aku merapikan kasur ku lebih dulu.


Selesai buang air kecil dan membasuh muka aku memutuskan untuk bersih-bersih apartemen.


Selesai! Tinggal kamar Taehyung yang belum di bersihkan. Aku ingin masuk kesana untuk membersihkan kamar Taehyung. Tapi aku belum punya nyali untuk masuk setelah apa yang terjadi di antara kami dua malam berturut-turut ini.


Aku memilih duduk santai di kursi tamu dari pada masuk kamar Taehyung. Merasa bosan aku memilih masuk kamar untuk mandi. Siapa tahu setelah aku mandi Taehyung sudah bangun.


Selesai mandi aku langsung keluar. Aneh! Aku belum melihat Taehyung keluar dari kamarnya. Apa dia masih tidur? Masak ia sih? Inikan sudah siang. Apa hari ini dia tidak kuliah? Atau apa dia sudah berangkat kuliah? Kalau iya. Tumben dia tidak berpamitan? Biasanya sebelum pergi dia selalu pamitan pada ku.


Kruk!


Asataga perutku bunyi. Sepertinya aku mulai kelaparan. Bagaimana ini? Aku tidak punya kekuatan untuk membuat makanan siap saji. Apa yang harus aku lakukan sekarang ya? Sementara Taehyung tidak ada disini.


Sepertinya aku harus belajar memasak. Pun aku langsung bergerak ke arah dapur dan membuka kulkas. Astaga! Kulkas sebesar ini tidak ada isinya. Isinya cuma ada air dan dua butir telur. Dengan terpaksa aku mengambil telur itu untuk aku goreng. Tapi bagaimana cara menggorengnya ya?


Daripada pusing akan hal itu lebih baik aku melihat nasi di reskuker ajak dulu. Sama! Nasinya juga kosong. Aku membung napas berat. Selama aku bersama Taehyung dia kan tidak pernah memasak.


Kalau mau makan dia selalu pesan makanan dan kalau dia ingin makanan makanan rumah dia menyuruh salah satu maidnya datang ke apartemen hanya untuk memasakannya. Pun aku tidak pernah memperhatikan bibi itu masak. Soalnya dia kesini baru dua kali selama aku disini. Kalau tidak salah.


Aaaa! Aku ingat. Dia kan pernah makan Ramen. Sepertinya Taehyung hanya bisa memasak ramen. Reflek aku mencari ramen di dalam lemari. Aku tersenyum. Ternyata ada beberapa ramen di dalam lemari. Aku mengambilnya satu. Tapi aku tidak tahu cara memasaknya. Bagaimana ini? Sementara perutku sudah meronta ronta ingin di isi segera.


Kembali aku membuang napas berat. Biasanya sebelum pergi Alien itu pasti meninggalkan makanan untukku. Apa kali ini dia benar-benar marah padaku? Entahlah. Sepertinya aku akan memakan ramen mentah ini saja. Dari pada aku mati kelaparan. Belum tentu dia akan pulang cepat.


*


*


*


Tiba-tiba bel apartemen Taehyung berbunyi. Saat itu Sohyun tengah makan ramen mentah sambil nonton drama Goblin.


Siapa? Pikir Sohyun. Soalnya kalau itu Taehyung dia akan langsung masuk. Sohyun kemudian ingat akan pesan Taehyung. Dimana Sohyun tidak diizinkan menerima tamu jika Taehyung tidak ada di rumah. Paling tidak sebelum Sohyun membuka pintu Sohyun harus melihat orang yang datang melalui layar monitor.


Dengan wajah was-was Sohyun bangkit dan segera melihat tamu yang datang melalui layar monitor. Dari belakang tampak tamu yang datang seorang gadis. Gadis itu berbalik dan menekan tombol lagi.


"Bukankah dia Tzuyu?!" Kaget Sohyun di depan layar monitor.


"Kenapa dia kesini? Aaa, Apa dia pulang bareng Taehyung? Sepertinya tidak! Kalau dia datang bareng Taehyung dia pasti akan langsung masuk bersama Taehyung." Lanjut Sohyun pada dirinya sendiri.


Mengingat Tzuyu adalah kekasih Taehyung mau ngak mau Sohyun terpaksa membuka pintu.


"Kamu!" Kaget Tzuyu.


"Iya ini aku! Kim So Hyun!"


"Tunggu?! Bagaimana bisa kamu ada disini? Bukankah kamu anak dari salah satu maid yang ada di rumahnya?!"


"Iya... Makannya aku ada di sini. Ada perlu apa? Jika kedatanganmu hanya untuk menemui tuan muda Taehyung maaf. Dia tidak ada di rumah. Dia sedang kuliah."


"Justru karena dia tidak berangkat kuliahlah alasan aku ada di sini! Jadi jangan coba-coba membodohiku! Apalagi membohongi ku!"


Kalau dia tidak ke kampus itu artinya Taehyung masih tidur di kamarnya. Apa iya sih? Pikir Sohyun.


Sementara Tzuyu terus memanggil nama Taehyung tiada henti. Saat Sohyun menutup pintu Dewa Langit keluar dari apartemen sebelah. Cukup jauh sih. Sebab terhalang oleh satu apartemen lagi.


"Kok dia tidak menyaut sih?!" Geram Tzuyu.


"Eee kamu anak babu!" Panggil Tzuyu pada Sohyun.


"Kamar Taehyung di mana?"


Sohyun langsung menunjuk kamar Taehyung tanpa suara. Tzuyu langsung berjalan ke arah kamar Taehyung dan membuka pintu kamar Taehyung.


Taehyung tidak ada di kamarnya? Tzuyu masuk lebih dalam lagi untuk mencari keberadaan Taehyung. Tidak ada! Tzuyu kemudian mengentuk pintu kamar mandi Taehyung. Tetap tidak ada jawaban dari sang empu. Tzuyu tidak menyerah! Pun ia mencoba membuka pintu kamar mandi Taehyung. Taehyung juga tidak ada disana. Tzuyu bingung kemana Taehyung sembunyi darinya.


"Ya! Taehyung tidak ada di kamarnya!"


Sohyun kaget! Jika Taehyung tidak ada di kamarnya lalu kemana Taehyung pergi? Pikir Sohyun. Pun ia langsung mengecek keberadaan Taehyung di kamarnya. Benar Taehyung tidak ada di kamarnya. Lalu dimana dia? Bingung Sohyun.


"Apa kamu menyembunyikan Taehyung dariku?"


"Tidak! Aku juga tidak tahu dia ada dimana?"


Tzuyu menelisik wajah Sohyun! Untuk memastikan apakah Sohyun berbohong atau tidak. Sepertinya tidak! Setelah itu, Tzuyu tampak menghubungi Seseorang melalui via telpon.


"Beritahu Taehyung kalau aku ada di apartemenya!" Kata Tzuyu setelah panggilannya tersambung. Setelah menutup telpon Tzuyu langsung melihat Sohyun dengan tatapan tak terbaca.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Sohyun sedikit gugup.


"Apakah benar kamu anak dari salah satu maid Taehyung?"


*


*


*


Alam Catumaharajika!


Dewi mawar kembali ke istana Dewa Langit untuk mengajak Dewa Langit bermain di beberapa taman yang ada di alam Catumaharajika. Orang tua Dewa Langit bingung. Kenapa Dewa langit putranya selalu menyambut kedatang Dewi Mawar dengan hangat. Bukankah Dewa Langit tidak seperti biasanya.


Biasanya sang putra hanya menyambut hangat kedatang Dewi Lotus. Bukan Dewi lain. Anehnya lagi dengan sikap Dewa Langit yang tidak keberatan akan ajakan Dewi Mawar untuk bermain di Taman bersamanya. Dewa Langit tidak pernah mau pergi dengan Dewi lain kecuali hanya dengan Dewi Lotus.


"Sudahlah. Biarkan putra kita pergi. Yang penting dia bisa tenang dan tidak berpikiran untuk menyusul Dewi Lotus lagi ke Bumi sampai masa hukuman Dewi Lotus berakhir." Kata Ayah Dewa Langit menenangkan sang istri.


"Tapi... Aku hanya takut. Bagaimana kalau perasaann putra kita akan berubah untuk Dewi Langit?"


Ayah Dewa Langit langsung terdiam. Apa yang dikatakan sang istri ada benarnya juga. Walau demikian mereka hanya bisa berpikir positif kalau perasaan putra mereka tidak akan berubah sedikitpun untuk Dewi Lotus sampai ia kembali.


Disisi lain Dewa Teratai dan sang istri baru keluar dari kediaman Dewa Waktu. Pun mereka keluar dengan raut muka sedih. Ada tiga hal yang membuatnya sedih.


Pertama; Mereka sedih karena masa hukuman Dewi Lotus di Bumi berlangsung selama satu tahun dan itu waktu yang cukup lama bagi manusia pada umumnya.


Kedua; Mereka takut akan kekuatan Dewi Lotus yang bisa hilang kapan saja. Itu artinya sang putri tidak akan bisa menggunakan kekuatannya untuk melindungi diri dari acaman manusia di Bumi. Lalu bagaimana nasib Dewi Lotus selama di Bumi? Pikir mereka.


Dan fakta ketiga yang membuat mereka lebih khawatir lagi adalah; Fakta Sohyun bisa saja mati seperti manusia pada umumnya terutama saat kekuatannya sudah lenyap total. Jika Sohyun mati di Bumi itu artinya Dewi Langit tidak akan bisa kembali ke alam Catumaharajika lagi.


"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan untuk putri kita?"


Lirih Dewi Teratai dengan suara gemetar. Dewa Teratai langsung membawa tubuh mungil sang istri kedekapannya untuk menenangkannya.


"Gwenchana. Semoga tidak terjadi hal buruk pada putri kita. Intinya kita akan melihat setelah satu hari full ini. Jika dia tidak kembali setelah masa hukumannya berakhir aku akan berontak. Bagaimana pun putri kita tidak melakukan kesalahan apapun."


Kata Dewa Teratai mulai emosi.


------ ------- ------ ------


Tbc,__