Bidadari is Wasted

Bidadari is Wasted
Episode 7



đź“–Selamat Membacađź“–


*


*


*


*


*


*


*


Langit gelap di kota Seoul telah kembali biru. Suara kenadaraanpun mulai ramai terdengar sebagai pertanda jika masyarakat Seoul mulai beraktivitas kembali setelah mengistirahatkan fisik mereka kala malam tiba.


Sementara Kim Taehyung penghuni Apartemen yang ada di lantai 40 itu masih tertidur lelap bersama Kim Sohyun dengan posisi saling membelakangi.


Mungkin itu sudah menjadi ciri khas bagi Kim Taehyung selalu bangun siang walau saat ini ia hanya beralas karpet tipis.


Tidak hanya itu, ruangan itu terlihat sangat terang dikarenakan jendela apartemenya sangat lebar dan transparan. Pun hal itu mampu memberi penampakan lagit biru bercampur awan putihnya. Langit pun seakan nampak seperti di alam Catumaharajika. Pun mentari mulai menyembul dari upuk timur sana.


Semenit kemudian Sohyun mulai bergerak dan mengambil posisi tidur terlentang sambil mengerakkan tangan dan kakinya. Alhasil pergerakan tangannya mengenai kepala Taehyung cukup keras dan kaki kirinya ia letakan di atas bokong Taehyung. Reflek sang empu membuka mata.


Merasa terusik dengan tangan Kim Sohyun, Taehyung menyingkirkan tangan dan kaki Sohyun cukup kasar. Setelah itu, ia bukannya bangun tapi Taehyung malah sedikit menjauh dan memperbaiki posisi tidurnya lagi dan kembali memejamkan mata. Dasar alien pemalas!


Kim Sohyun langsung membuka mata setelah tangan dan kakinya disingkirkan oleh Taehyung. Bukannya melirik ke samping tatapan Sohyun langsung tertuju pada pada luar jendela yang transparan.


Entah angin apa. Tiba-tiba senyum terpatri di wajah anggunnya. Sedetik kemudian Sohyun bangun dan langsung berlari ke arah Jendela.


Apa yang dia lalukan? Jangan-jangan Sohyun berpikir saat ini ia berada di alam Catumaharajika? Bisa jadi.


Sohyun berpikir jika hukumannya sudah berakhir di alam manusia. Dalam waktu sesaat Sohyun merasakan kebahagiaan yang tak terhingga.


Kini Sohyun pun mulai berhayal tak karuan. Kalau Dewa Langitnya ada di atas awan yang menyambut kedatangannya. Ia pun terus berlari...


Sampai?


"Buk!!!"


Seketika badan Sohyun menempel di jendela apartemen Taehyung. Taehyung langsung bangun begitu mendengar suara itu saking kerasnya bunyi tumbuh Sohyun yang terbentur jendela.


"Ya! Apa yang kamu lakukan disana eoh?!" Teriak Taehyung belum sepenuhnya sadar dari tidurnya. Itu tergambar jelas saat ia mengucek ngucek mata.


Sohyun bukannya menjawab. Tapi tubuhnya malah oleng ke belakang dengan mata tetap terbuka tanpa berkedip sedikitpun.


"Bak!!!"


Taehyung langsung sepenuhnya sadar. Reflek Taehyung bangkit dari duduknya dan berlari ke arah Sohyun berada.


Andai kata kaca itu bukan anti pecah mungkin Sohyun sudah jatuh ke bawah sana dan dapat dipastikan mungkin tubuhnya sudah tidak terbentuk sekarang. Apalagi ia jatuh dari lantai 40. Iii ngeri sekali!


Jika itu benar-benar terjadi. Pastinya akan ada isu jika ada seorang gadis yang melompat dari lantai 40 di apartemen elit itu dan tersangka utamanya adalah Kim Taehyung.


"Waecere?"


Tanya Taehyung di atas badan Kim Sohyun dengan posisi membungkuk sambil melihat wajah Sohyun yang matanya tetap terbuka seperti tidak berkedip sedikit pun.


Taehyung tidak mendapat jawaban dari Sohyun. Apa yang sebenarnya terjadi pada Sohyun? Apakah dia pingsan, geger otak, atau.....? Mungkin inilah yang ada dibenak  Taehyung saat ini. Pun Taehyung mulai cemas dibuatnya.


"Ya! Kim Sohyun?! Apa kamu baik-baik saja eoh?!"


Teriak taehyung sambil duduk bersimpu lalu meletakan kepala yeoja itu dipangkuannya.


"Ya! Dewi Langit! Sadarlah!!!" Teriak Taehyung lagi meneriakan nama asli Kim Sohyun sambil menampar pelan pipi chuby Sohyun beberapa kali.


Semenit kemudian Sohyun langsung mengedipkan mata beberapa kali.


"Apakah aku sudah ada di alam Catumaharajika?"


Tanyanya pelan lalu bangkit dari tidurnya dan mengambil posisi duduk. Seketika Taehyung tersungkur ke belakang karena kaget plus lega kalau Sohyun baik-baik saja dan tidak terjadi hal buruk padanya. Sohyun memutar badan menghadap Taehyung.


Lirih Sohyun begitu menyadari jika dirinya masih berhadapan dengan manusia aneh Taehyung. Pun ada raut kecewa di wajah Sohyun.


"Jika aku sudah ada di alam ku seharusnya di hadapan ku sekarang pasti bukan kamu tapi.... Pangeranku." Kata Sohyun sedih dengan mata yang merah ingin menangis.


"Pangeranku?! Siapa? Apa namjachingunya?! Atau suaminya"


Batin Taehyung penasaran dan entah karena apa ia sedikit tidak terima jika itu benar adalah namja chingu Sohyun atau suami Sohyun.


Sohyun malah menangis!


"Wae? Kenapa kamu menangis eoh?!" Tanya Taehyung sambil mendekat ke yeoja itu.


"Aku... Hiks... Rindu... Hiks... Ayahandaku... dan ibundaku.... Hiks!" Reflek Taehyung mendekat dan membawa Sohyun ke dalam pelukannya sekedar menenangakan Sohyun.


"Selain itu.... Hiks... Hiks... Aku sangat merindukan Dewa langit hiks... hua....aaaaaaaa! " Tangis Sohyun langsung pecah.


"Cup...cup... Jangan menangis terus. Nanti air matamu habis."


Kata Taehyung berusaha menengankan Sohyun sambil menepuk pundak Sohyun lembut. Namun dibalik itu ada yang aneh dengan Taehyung. Ia terlihat kepikiran sesuatu. Kini Sohyun berangsur-angsur sudah mulai tentang dan melepaskan pelukan Taehyung.


"Kamu tahu?!"


Lanjutnya sambil menghapus jejak-jejak bening di mata dan pipi chubynya.


"Aku pikir hukumanku sudah berakhir. Sangking senangnya aku berlari ke arah sini. Aku pikir kalau aku sudah berada di alamku lagi. Tapi.... tahu-tahunya aku malah menempel di sana?!" Kata Sohyun sambil menunjuk kaca di depannya.


"Ha...ha...ha...ha...ha...ha...ha....aaaaaaa!!!"


Seketika tawa Taehyung langsung pecah mendengarnya. Bagaimana tidak?! Kok bisa-bisanya ada gadis cantik seoon itu menurutnya. Pun Sohyun bingung dibuatnya?!


"Yaaa! Kenapa kamu mentertawakanku eoh?"


"Ha...ha..hahahaha! Kamu tahu. Kamu itu sangat lucu hahahahaha. Sudah jelas itu kaca yang kamu tabrak. Hahahahahahhaah untung kaca ini anti pecah. Kalau tidak....tubuhmu pasti sudah hancur di bawah sana." Jawab Taehyung sambil bangkit dari duduknya lalu pergi dari hadapan Sohyun masih dengan tawanya yang seakan tidak henti.


"Kenapa dia begitu lucu dan imut."


Lanjut Taehyung sambi berjalan dengan tawanya. Sedangkan Sohyun masih bingung. Apa yang lucu dari dirinya?! pikirnya.


*


*


*


*


*


Aku Dewa Langit!


Setelah membulatkan tekatku untuk menyusul yeojaku aku menghadap ayahandaku dan ibundaku untuk meminta persetujuan dari mereka.


"Ayahnda! Izinkan aku ke Bumi menyusul Dewi Langit!" Pintaku sambil berjongkok dan menuduk.


"Tidak! Ayah tidak akan mengizinkanmu. Bagaimanapun juga kita dilarang untuk ke Bumi. Jika dewa Hakim tahu maka kamu akan dihukum juga."


"Dewa Hakim tidak akan tahu jika Ayahnda tetap diam dan tidak memberitahu siapapun akan keberadaanku di Bumi."


"Tidak Dewa langit! Ayah dan ibu tidak bisa mengizinkanmu. Walaupun ayah dan ibu tidak memberi tahu dewa hakim. Tetap saja alaram keamanan akan berbunyi dipintu gerbang menuju bumi. Jika kamu ketahuan maka kamu akan dihukum lebih berat lagi dari Sohyun dan itu akan membuatmu semakin lama bertemu Sohyun." Imbuh ibundaku.


"Tapi..... Aku ngak tega melihat dewiku menderita seorang diri disana karena menerima hukaman yang tidak pernah ia lakukan. Kehidupan kita dengan dunia manusia jauh berbeda. Apalagi setelah aku menemui dewa waktu yang mengatakan jika waktu 1 haei di Catumaharajika sama dengan 1 tahun di dunia manusia. Itu artinya Sohyun akan terjebak selama 1 tahun di dunia manusia. Dan itu bukan waktu yang lama di sana."


"Aku tahu akan kekhawatiranmu. Tapi jangan gegabah mengambil keputusan. Bersabarlah untuk menunggunya" Lanjut ibuku.


"Benar apa yang dikatakan ibundamu. Jangan gegabah eoh. Kita akan tunggu sampai Sohyun kembali" Sambung ayahndaku sambil membangungkanku.


Karena tidak mendapat persetujuan dari Ayahnda dan ibundaku, aku terpaksa kembali ke ruangan ku. Aku kembali bukan berarti aku menyerah begitu. Jika cara ini tidak berhasil maka masih ada cara lain. Kuncinyakan ada di alarm itu.


Buat apa aku peduli dengan hukum yang ada di alam ini. Toh mereka yang memulainya lebih dulu tanpa mencari bukti dulu sebelum menjatuhkan hukuman pada dewi ku.


Tbc,___