
"Apakah kamu itu Raja Iblis sungguhan atau hanya cosplay jadi Uzumaki bjorka?" Aku menunjuk nya dengan wajah yang menahan tawa.
"Sembarangan aja! Ini topeng Kuroichi tau!" Raja iblis itu menatapku dengan kesal.
"Kuroichi kok kayak Prajurit Starwars lagi BAB aja ..." Aku menaikkan tanganku seakan mengolok-olok nya.
"Bajingan Kampret akan ku pindahkan kau ke Isekai ke dua! Kame-Hamemekha!!" Teriaknya yang kemudian sebuah Cahaya terang keluar dari kedua tangannya dan menciptakan Laser besar yang langsung menghancurkan hampir setengah dari kerajaannya.
Aku refleks melindungi Lily dan Luna dengan Absolute Barier. Aku juga melihat para Iblis yang bersiap untuk memulai Perang. Sonia mengeluarkan Pedang Ecylups dari Ruang Spacial miliknya.
Aku pun memegang Pedang Demon Sword yang ada di punggung ku dengan pose memasang kuda-kuda.
"Pedang itu kan Demon Sword? Seharusnya pedang itu milikku. Ayo berikan!" Raja Iblis itu berjalan ke arahku sambil memajukan tangannya.
"Emang kamu kira Gratis! Bayar dong Nego atau ** juga boleh!" Jawabku sambil menatapnya tajam.
"Sialan kau kira market Place hah!!! kalau begitu aka kurebut dengan paksa!!" Raja iblis itu maju lagi dengan tangan yang di baluti aura hitam.
Dia melesat dengan sangat cepat, dan hendak menembus jantungku. Tapi, aku menepisnya dengan Demon Sword dan membaluti pedang demon sword dengan Api hitam.
"Kamu boleh juga Pahlawan!" Raja iblis itu tersenyum miring.
"Tengok kaki jee ..." Jawabku sambil menggoyangkan kaki ku.
"Pffttt ..." Raja Iblis itu menahan tawa sambil menatapku.
Dia pun mengeluarkan pedang God Sword yang di baluti Aura merah darah. Aura di dalam ruangan menjadi sangat mencekam, dan udaranya terasa berat.
Aku memberikan Debuf untuk Sonia dan lainnya, agar mereka lebih leluasa dalam bertarung. Yah walaupun Lily dan Luna hanya meng beban. Kami pun lanjut berperang sambil beradu Pedang.
Sonia sedang melawan gadis kecil yang memakai topeng kucing. Mungkin dia loli yang di paksa oleh raja iblis untuk mengabdi padanya karena terlilit Hutang.
Sonia terus beradu Pedang dengan gadis kecil itu, tapi yang paling tidak ku kira adalah Belati yang di pegang oleh gadis kecil itu bisa menyamai pedang Ecylups milik Sonia. Seharusnya itu mustahil tapi aku begitu terkagum dengan gerakan Gadis itu yang menghindari Serangan Sonia dengan sangat tipis.
Aku juga terus terfokus pada Lily dan Luna yang hanya saling memeluk satu sama lain karena para iblis yang berusaha menghancurkan Perisai yang aku buat. Walaupun dalam hati aku tertawa terbahak-bahak melihat kerandoman para iblis itu tapi aku menghargai mereka yang terus bertekad menghancurkan Perisai itu walaupun mustahil.
Kami saling bertukar serangan secara terus-menerus, hingga tanpa sadar azan magrib berkumandang. Ehh malah sudah tiba.
Aku pun berniat untuk mengakhiri serangan karena takut di marahin emak. Aku mengeluarkan Skill Mainstrell of Arcana, Skill bawahan milik God Of Supreme Beings untuk mengakhiri itu.
Sebuah ledakan besar mulai menyebar dengan sangat Dahsyat, tapi aku hanya membatasi ledakan itu sekitar 30M jauhnya.
Saat aku membuka mata, tak kusangka aku juga sedikit mendapatkan dampaknya. Topengku menjadi retak, dan perlahan-lahan mulai pecah. Raja iblis itu terduduk sambil memegangi perutnya dan mulut yang mengeluarkan darah.
Tak kusangka jika mereka bisa menahan kekuatan itu. Padahal itu adalah skill penghancur yang gak mungkin bisa di tahan oleh siapapun kecuali dia di akui oleh Sang God Arcana.
"Khu-huk ... Kamu hebat juga Pahlawan mampu membuatku tak berdaya seperti ini. Silahkan lakukan apapun yang kamu inginkan ..." Raja iblis itu tersenyum sambil memegangi perutnya.
"Berhenti jangan bunuh dia!!!" Seorang gadis kecil juga yang memegang Pedang dengan topeng kucing juga menunjukku dengan pedang.
"Hoho ada lagi tapi kek nya dia lemah?" Aku menatap gadis itu sedikit tertawa.
"Hentikan, kamu tidak akan bisa mengalahkan nya ..." Ucap raja iblis itu menghentikan gadis itu.
Gadis itu berhenti bergerak, tapi dia menatap raja iblis itu khawatir. tiba-tiba topeng kami berdua sama-sama retak, dan gadis kucing tadi kembali memegang tangannya. Topeng kami pecah saat gadis dengan belati itu melesat ke arahku. Topeng nya sudah Terbuka, dan di saat yang tepat wajah kami bersama-sama saling menatap.
Gadis yang awalnya memegang belatinya dengan erat dengan kecepatan abnormal yang bahkan tidak mampu di lampaui oleh Sonia, langsung melepas Belatinya dan memelukku dengan sangat erat.
"TUAN!!!" Shiro memelukku dengan sangat erat sambil meneteskan air matanya.
"Shiro?!" Sonia juga berlari dan memelukku, lebih tepatnya dia mau meluk Shiro.
"Ryu!!" gadis bertopeng kucing yang ternyata Mia juga malah memelukku.
"Hahh Shiro dan Mia aku sangat rindu pada kalian. Tak kusangka kalian juga bereinkarnasi ..." Aku memeluk mereka semua dengan sangat erat.
Akhirnya si gblk bertopeng Starwars membuka topengnya Dan ternyata itu Ayung. Pantasan Skill Arcana tidak mempan ternyata karena itu adalah si bngke Ayung.
Aku menjulurkan tangan ke arah Ayung, dan menarik dia berdiri. Lily dan Luna masih kebingungan karena melihat Musuh alami malah berubah menjadi Reuni.
"Yung kok kamu jadi Raja Iblis?" Aku menatap Ayung penasaran.
"Hmmm ceritanya panjang nanti aku ceritakan semua." Ayung memegang dagunya ragu.
"Okelah aku akan mendengarkan semua penjelasanmu ..." Ucapku sambil memegangi bahunya.
Kami berjalan menuju belakang Tahta, dan saat Ayung memutar kepala Gagak pintu terbuka dan saat masuk aku sedikit terkagum karena bentuknya sama dengan kamar Ayung yang terbawa dengan nuansa kewibuan yang tinggi.
"Wah hebat yah, bagus sekali ..." Puji ku sambil menatap seluruh area ruangan.
"Iya dong, Ayung!" Ayung berpose bangga sambil membusungkan dadanya.
"Kamu akhirnya jadi Wibu paten yah ...!!" Ucapku sambil memukul dada Ayung.
"****** kau!" Ayung menatap ku kesal lalu mengedarkan pandangannya.