
Ayung yang biasanya sangat tenang dengan keadaan, menjadi sangat Syok akibat perubahan dari Sonia yang tiba-tiba. Hanya Shiro saja yang terlihat tenang. Atau? Ahhh dia kan tidak punya Emosi layaknya manusia pada Umumnya.
"Tenang saja Yung. Ayo kita Guncang Dunia dengan seribu Bunga!" Ucapku sambil mengangkat tanganku sangat tinggi.
"Seribu Wanita Oey!" Ayung menatapku malas.
"Ahahaha Iya maaf salah Kaprah!" Ucapku sambil menggaruk kepalaku yang gak gatal.
"Anying lu!" Ayung membuang mukanya.
"Ao kita kacaukan medan Tempur dengan sangat Hebat." Aku menatap Ayung sambil tersenyum
"Oke, The Goblok Tim akan bersatu!" Ayuyng langsung menatapku Yakin.
Aku mencari Sonia dengan Google Maps ku, lalu menemukan Sonia. Hanya saja, Gambar Kuning mengartikan jika Sonia sedang tertidur. Perasaanku tiba-tiba menjadi Aneh, karena aku belum pernah melihat Sonia yang seperti ini.
"Ayo Yung kita Pergi!!!" Aku dan Ayung beserta Shiro berlari menuju Lokasi Sonia.
Saat sampai, aku melihat Sonia yang melayang sambil memeluk lututnya. Matanya yang menjadi Merah, lalu taringnya keluar dari mulutnya. Di bawahnya, ada beberapa Vampir yang sedang membaca Mantra aneh yang aku sendiri tidak mengerti apa yang di bicarakannya.
"Hoiii!!! Vampir Kampret, lu apain Sonia Hahhh!!!!" Aku berteriak sambil memegang pedang Caldiras yang merupakan Pedang terkuat oleh Dewi Pedang zaman Kuno.
"Siapa kalian Hahh?! Jangan mengganggu Ritual kebangkitan Dewi Sonia!" Vampir itu langsung menatapku dengan Amarah yang menggebu.
"Kalian Lanjutkan saja Ritualnya. Biar aku yang melawan para Bocah ini." Ucap seseorang di belakang kami dengan Tampilan Jas kek orang kantor habis kemalingan.
"Hohoooo. Paman mau aku pelintir yah?" AKu langsung memancing Emosinya.
Tercipta persimpangan Tol di kepalanya, yang menandakan dia sudah emosi melihat ketololanku ahahahahahahaha.....
"Dasar Bocah sialan!!!" Dengan cepat Vampir kantoran itu menerjang mencoba menebasku, tapi aku hanya memutar badanku dengan sedikit gerakan menyamping. Tidak ada serangannya yang kena, dan itu membuatnya semakin Emosi.
Saat aku memalingkan wajahku ke arah ayung, ternyata dia juga lagi bermain dengan Anggota si Vampir kantoran yang lain.
"KYAAAAA!!!!!"
Tiba-tiba Sonia memekik, dan tercipta lingkaran yang membungkus seluruh badan Sonia. Itu membuatku sedikit lengah, dan Vampir itu berhasil memukul wajahku hingga membuatku terpental Sejauh 1 KM.
Aku kembali bangun sambil membersihkan Debu yang menempel di bajuku. Aku melesat dengan kecepatan Ultra Sonic yang melebihi kecepatan cahaya, lalu memukulnya tepat di kepalanya. Orang itu terpental lebih jauh dari yang di perkirakan. Yaitu, 10 KM.
Aku menunggu Pak Tua itu sambil makan sambal sate, dan akhirnya dia datang dengan kepala yang penyok sebelah. Dia datang dengan Auranya yang membesar sekian lama makijn membesar.
Aku menatapnya dengan malas, dan seolah mengintimidasi, dia menatapku dengan tatapan penuh haus darah. Aku yang malas meladeninya, menghilangkan seluruh Auraku. Dengan santai aku berjalan mendekati Pak tua itu, dan menatapnya dengan malas.
Tanpa memperdulikan si Orang tua sialan itu, aku hanya berjalan dengan sangat santai. Saat sudah di depannya, aku memegang kepalanya dan memasukkan Aura Of Despair kepadanya. Seketika dia terduduk, dan menatapku dengan wajah Putus asa seperti sedangan berada di depan Malaikat Maut.
"Instant Dead ..." Aku langsung membunuh Jiwa dari Pak Tua itu, dan langsung tergeletak tak bernyawa.
Saat aku melihat kebelakang, tampaknya Ayung dan Shiro juga sudah selesai dengan urusan mereka. Dan sekarang waktunya menyelesaikan urusanku dengan Sonia.
Kami berjalan mendekati Sonia yang sedang dalam Proses perubahan. Saat tinggal beberapa meter dari Sonia, Ayung dan Shiro langsung terlempar beberapa meter, karena terkena Efek hempasan dari perubahan Sonia yang terlalu tiba-tiba.
Aku hanya melihat Sonia dengan perubahannya yang terlihat lebih Cantik dan anggun, Matanya, dan Sayap putihnya begitu indah membentang sangat luas. Dan senyumannya yang melihatku dengan senyuman jahatnya begitu menawanku.
"Ahhh. sudah lama aku tertidur. Sepertinya Zaman sudah berubah?" Sonia menatap sekitarnya, lalu menatapku.
"Apa kamu Pelayanku?" Sonia menatapku sambil menunjukkan senyumannya yang bisa membuatku Mabuk seketika. Fix, aku tentukan jika Sonia akan menjadi Heroinku.
"Ahhh, Bukan. Tapi aku adalah Suamimu ..." Aku dengan Blak-blakkan berkata seperti itu kepada Sonia.
"Ahahaha... Kamu terlalu Bodoh, Bocah." Sonia tertawa melihat kesungguhanku, seakan-akan aku hanyalah bercanda di depannya.
Aku terduduk dengan lemas, karena menerima Damage dari kata-katanya. Aku pun berdiri lagi, lalu menatap Sonia dengan sangat dalma. Dan ternyata benar saja jika Sonia yang ada di depanku, Bukanlah Sonia yang aku kenal, melainkan Sang Dewi Vampir Sonia D Kranata.
Sonia berjalan menuju ke arah Keramaian, dan aku baru ingat jika Vampir akan menghisap darah saat lapar. Sedangkan Sonia yang baru terbangun pasti ingin meminum darah Manusia. Aku pun berusaha untuk menahannya.
"Ahhh, Sonia lebih baik kamu tidak pergi menuju keramaian."
"Siapa kamu yang mencoba menahanku?"
"Lebih baik jangan dah ..." Aku masih berusaha untuk membujuk Sonia
"Jangan menghalangiku jika tidak mau mati!" Sonia menatapku dengan nafsu membunuh yang besar terarah padaku.
"Lebih baik Jangan dah biar gak modar ..." Aku semakin jengkel dengan Sonia yang semakin Melunjak.
"Sialan Kau mau mati Beneran!!!" Sonia mengeluarkan Aura yang sangat Besar.
"Oke, kamu dah gak bisa di bilangin. Storm Jails" Aku mengeluarkan Penjara Listrik, walaupun Tingkat Rendah, setidaknya aku bisa menahannya untuk sementara.
Saat aku berpaling sedikit, Sonia mengeluarkan Aura yang sangat besar, dan warna matanya semakin memerah. Aku tau pasti dia marah nih.
"Dark Reconsige!!!" Sonia langsung membuka kekuatan terlarang yang membuat seluruh manusia yang berada di radius 100 KM akan tertidur tanpa sadar sedikit pun.
"Hari ini adalah hari kebangkitanku. Hahahahaha!!!" Sonia tertawa terbahak-bahak, hingga membuat siapapun akan merinding mendengar nya.