
Pagi yang indah, membuat mataku sedikit menyilau. Tapi, satu hal yang teringat olehku adalah aku tidak boleh memperlihatkan kekuatan asliku di depan Mereka.
"Sonia, ayo bangun!" Aku menggoyangkan badan Sonia dengan pelan.
"Umhhh... Ryu, apa sudah pagi?" Sonia menatapku dengan sayu.
"hhhmm Iya apa kamu mau mendengarkan permintaanku?" Aku menatap Sonia serius.
"Permintaan apa?" Sonia memiringkan kepalanya kepadaku.
"Aku mau kamu menggunakan Mode Transform, dan berubah menjadi Putri Kerajaan ini?" Aku menatap Setengah memohon.
"Ehhh!? Nande Nande?" Sonia langsung berubah sedih.
"Aku mau mencari kebenaran di balik dunia ini." Aku menggunakan alasan yang kuat biar dia percaya.
"Baiklah, tapi nanti kamu kesepian kalau sendiri?" Sonia berubah sedih.
"Tenang saja, aku akan membawa Lily!" Aku dengan perasaan senang tanpa sadar membuka rahasia ku.
"Apa!" Sonia tiba-tiba mengeluarkan aura hitamnya.
"Shimatta ..." Aku tiba-tiba langsung mengeluarkan keringat dingin.
*Plak*
Tamparan segar di pagi hari membuatku tak berani berbicara kepada Sonia. Dan tanda tamparan yang membekas membuat Raja hanya diam saja menatapku dengan heran.
"Baiklah, Putri Lily. Aku ingin kamu ikut denganku sebentar." Aku menatap Lily dengan tajam.
"Ba-baiklah ..." Lily dengan wajahnya yang menunduk mengikuti seakan sedih.
"Sonia, apa kamu tau tugasmu?" Aku juga menatap Sonia dengan tegas.
"Bodo!" Sonia dengan jutek tak memperdulikan aku.
Aku pun tersenyum masam, lalu memikirkan sebuah cara yang bisa meluluhkan Sonia seketika. Dan terpikirkan satu ide yang membuat para Jones menangis membayangkannya.
"Sonia, mendekatlah!" Aku menatap Sonia dengan tatapan yang sangat dalam.
"Gak!" Sonia tetap menolak.
"Ayo dekat!"
Aku menarik kepala Sonia, dan langsung mencium bibirnya dengan lembut. Lalu mendekatkan kepalaku di telinganya.
"Aku mohon padamu, karena ini adalah tugas dari Pemimpin ku." Bisikku kepada Sonia lalu berjalan meninggalkan Sonia.
(Sialan Lu Pake nama Gua!)
"Gapapa lah, yang penting gua bebas sementara!"
(Jan gitulah Sob? walau lu MC nya gua ganti lu!)
"Ijin lah, Thor. Gua lagi pengen Harem nih!"
(Puasa ngen***)
"Ehehehe... Bye!"
(Awas lu Karakter sialan!!!)
Tanpa memperdulikan si Author bgst dan Sonia yang sedang dalam mode Pink, aku langsung memegang tangan Lily dan membawanya meninggalkan kerajaan.
"Kita mau kemana?" Lily menatapku dengan bingung.
Tapi, aku malah salfok sama Dada dan wajahnya yang rupawan. Jujur saja, Sonia lebih cantik dari pada dia, tapi dadanya lebih besar dari Sonia.
'Sialan nih Milf bikin gua bringas aja!' Umpatku dalam pikiran.
"Kita akan pergi menjelajahi Dunia, sambil melatihmu untuk menjadi ksatria." Aku tanpa menatap Lily terus berjalan menuju ke arah depan.
"Oh Sera, Pagi."
"Apa itu, Sera?" Aku langsung menatap keatas seakan melihat langit, padahal sedang bingung dengan penuturan Sera.
"Ehhh? Apa maksudmu Sera?" Aku langsung kepikiran dengan kata-kata Sera.
Sera tidak menjawab panggilanku, dan aku pun tiba-tiba terpikirkan sesuatu yang nantinya akan merepotkan di hari yang mendatang.
Tanpa pikir panjang, aku langsung berbalik ke Kerajaan.
"Kenapa kita kembali?" Lily kembali menatapku.
"Ughh... i-itu?" Aku langsung kehilangan kata-kata, karena tatapannya yang membuatku tidak bisa menahan rasa Maluku.
"Kenapa?" Lily memiringkan kepalanya, dan semakin rasanya pikiran di campur aduk oleh si Milf sialan ini.
"Ahhhh!! jangan banyak tanya" Aku langsung merasa depresi, lalu memacu kuda secepatnya.
Saat sudah di depan kerajaan, aku melihat ada 3 Ekor Behemoth yang sedang menghancurkan benteng pertahanan kerajaan.
Raja hanya menatap dengan mata yang terbelalak takut, karena 3 Hewan legendaris menyerang kerajaan dengan sangat tragis.
1 Behemoth saja, bisa menjadi bencana yang akan menghancurkan dunia, dan 3 Hewan legendaris itu langsung menyerang kerajaan manusia.
Para Prajurit bergetar ketakutan, bahkan tidak mampu mengangkat senjata mereka sendiri.
Aku langsung memacu kudaku sangat cepat, dan Lily juga ketakutan dan langsung memelukku.
Aku terus memacu kudaku, tapi aku tak bisa Fokus karena ada sebuah tonjolan hebat yang menempel di dadaku. Rasanya adikku bangun terlalu cepat.
Aku kehilangan fokus, dan tanpa sadar satu Behemoth langsung melancarkan bola api ke arah ku. Aku tidak sempat menghindar, dan langsung melemparkan Lily ke arah samping dekat dengan Raja.
Aku terkena bola api itu, dan langsung terbakar. Aku langsung berguling-guling di tanah.
Behemoth itu kembali mengeluarkan Bola api, tapi sebelum bola api itu sampai, Sonia langsung muncul di depanku dan menghempaskan bola api itu dengan elemen Air.
"Takkan ku maafkan kalian jika kalian menyentuh Ryu!" Sonia langsung mengeluarkan Aura Merah dan melesat menyerang Behemoth itu.
Behemoth itu terlempar sejauh 5 meter, dan langsung berdiri lagi. Monster sialan itu mengeluarkan Great Turtle, Perisai yang susah sekali di tembus. Behemoth yang satunya, mengeluarkan Skill Power Rise, dan yang satunya mengeluarkan Dark Fire.
Sonia terlempar dengan darah yang mengalir dari sudut bibirnya, aku pun melihat Sonia dengan rasa kasihan. Aku pun membuka 5% kekuatan Sonia yang aku segel. Yaitu kekuatan dari Dewi Vampir Kranata.
Tiba-tiba, gigi taring Sonia keluar sepanjang 2cm, dan matanya mengeluarkan warna merah yang terang menyala.
Sonia melesat sangat cepat, dan memukul salah satu Behemoth. Behemoth itu langsung tumbang, tapi langsung kembali berdiri karena skill Great Turtle yang di gunakan oleh Behemoth itu.
Sonia tersenyum miring, lalu mengambil pedang salah satu dari Prajurit yang tumbang.
Aku kira Sonia akan menggunakan pedang itu, ternyata dia malah mengiris tangaannya sendiri. Dan darah pun mengalir ke atas dan membentuk sebuah pedang.
Aku pun melihat pedang itu adalah purwarupa dari pedangnya Sonia. Pedang Ecylups yang di gunakan Dewi Vampir pertama untuk membunuh setengah manusia di dunia dalam sekali hempasannya. Tapi untung bukan pedang yang asli. Jika asli, aku tidak tau apa yang akan terjadi pada Behemoth yang malang itu.
Aku Sonia mulai menebas Behemoth itu tanpa ampun. Aku pergi ke samping Lily dan Raja, sambil melihat Sonia.
"Apa kamu gak membantunya?" Raja menatapku heran.
"Ahhh, Mustahil aku bisa mengalahkan satu Behemoth itu." Aku dengan tampang bodoh menjawab raja itu, tanpa menatapnya.
"Ehhh...? Bukannya kamu pahlawan?" Raja itu menatapku dengan kaget.
"Aku bukan pahlawan, dan aku tidak mau menjadi pahlawan." Aku menolak segala yang di ucapkan raja itu.
Saat semua Behemoth itu mati, Sonia tertawa terbahak-bahak lalu menatapku dengan matanya yang menjadi lebih terang. Dia berjalan sambil membawa pedang yang ada di tangan kanannya.
Saat sudah beberapa meter dariku, aku langsung menyegel lagi 4% kekuatan Sonia. Dan tiba-tiba Sonia pingsan dengan bekas sayatan di tangannya. Aku pun menyentuh tangan Sonia, dan pendarahannya terhenti. Aku pun membopong Sonia dan membawa Sonia ke dalam Kamar.
"Hei kamu!" Seseorang dengan pakaian seperti bangsatwan, menatapku dengan tajam.
"Kamu siapa?" Aku menatap orang itu dengan lebih tajam.
"Kamu bukan pahlawan kan?" Orang itu menunjukku dengan sombong.
"Aku mengakui jika aku bukan Pahlawan, memang kenapa?" Aku menjadi kesal, karena kelakuannya yang membuatku kesal.
"Aku adalah penyihir ke-3 dari 10 Penyihir Dunia. Lebih baik kamu enyah dari Kerajaan ini, dari pada nantinya kamu mati!" Orang itu menatapku dengan tatapan yang menandakan permusuhan.
"Aku tidak suka di atur-atur, lebih baik kamu diam deh. Aku gak suka dengan orang gila yang hanya mengandalkan kekuatan dan kekerasan untuk menundukkan seseorang!" Aku dengan tegas menolaknya.
"Ohohoho .... Lebih baik kamu mati. Dan aku juga akan membunuh Wanita di dalam kamar!" Orang itu tersenyum Smirk lalu menjentikkan tangannya.
Tiba-tiba aku terpindah ke sebuah Bukit yang sangat luas, dan ada sekitar 100.000 orang yang mengelilingiku dengan berbagai macam aura di tubuh mereka.
"Dimana ini, Sera?" Aku hanya menatap orang-orang itu yang sedang tersenyum miring.
"Begitu yah. Baiklah, berarti aku bisa membunuh mereka semua." Aku menatap mereka dengan tatapan Miring.
"Kamu akan mati disini Pahlawan lemah!" Mereka menunjukku dengan pedang mereka.
"Hehehe begitukah?" Aku pun menundukkan kepalaku dengan senyuman Psychopath.
"SERA~NG!!!" Mereka berteriak, dan langsung berlari ke arahku.
"Power Of Nebula Destroy. Explosion!" Aku mengeluarkan Skill tingkat Dewa, dan sebuah bola seukuran kelereng dengan cahaya Gelap turun dengan sangat pelan ke tanah.
Mereka terhenti saat melihat bola itu, dan mundur perlahan ke belakang.
Saat bola itu menyentuh tanah, sebuah ledakan besar menghancurkan seluruh Area sekitarnya dan menghancurkan planet-planet di sekitarnya.
Aku juga tak lupa menangkap salah satu orang yang merupakan komandan pemimpin pasukan itu. Dia menatap kehancuran Dunia dengan tatapan yang sangat ngeri. Kehancuran Dunia seakan-akan seperti Teori Big Bang dalam pelajaran sekolah.
"Waktunya Pulang, Teleport!" Aku ber-teleportasi ke dalam kamar Sonia.
Aku menatap Komandan itu, dan tatapannya berubah menjadi tatapan ngeri ke arahku. Dia meringkuk di sudut kamar, dan tanpa memperdulikan nya, aku hanya duduk di samping Kasur Sonia.
Tiba-tiba orang dengan baju bangsawan itu masuk ke kamar dengan pedang di pedangnya.
"Ke-kenapa kamu ada disini?" Dia kaget saat melihatku berada di kamar Sonia.
"Ehh? Aku hanya kembali ke sini?" Aku memberi jawaban yang membuatnya bingung.
"Dan Komandan bukannya kamu penduduk dari dunia lain?" Orang itu menatap orang yang sedang meringkuk di sudut kamar.
"Itu bawahanmu? Bawa saja ..." Aku dengan malas mengatakan itu dengan pose mengusir.
Orang itu membopong Komandan itu keluar dari kamar.
"Kamu pasti akan merasakannya!" Ucao Bangsatwan itu lalu keluar dari kamar.
★★★★★
Bangsawan itu membawa komandan dari dunia lain itu ke kamarnya. Setelah itu membaringkannya dan memberikannya air.
"Katakan apa yang terjadi?" Bangsawan itu bertanya pada orang itu.
"O-orang itu adalah monster. Sekalipun 10 Penyihir Dunia di kumpulkan, tidak ada yang bisa mengalahkannya. Aku ...Aku ...Aku !" Komandan itu menjadi depresi saat mengingat kembali kejadian itu.
"Baiklah, ayo kita pulang ke dunia mu!" Bangsawan itu berpindah ke dunianya komandan itu.
Saat sudah sampai, Bangsawan itu menjadi sangat heran.
"Aneh? Apakah aku salah lokasi?" Bangsawan itu melihat dunia yang hancur berkeping-keping di depannya.
"Tidak, Dunia kami sudah hancur. Semua orang di dunia ini sudah mati. Hanya dalam satu kalimat, seluruh Planet hancur karenanya ..." Komandan itu mengeluarkan air mata.
"A-apa maksudmu ini ulah pahlawan itu?" Bangsawan itu terbelalak kaget.
Dalam pikirannya itu mustahil, tapi dia tau Komandan itu tidak mungkin berbohong. Bahkan pendeteksi kebohongannya tidak aktif.
"Baiklah, untuk sementara kamu tinggal di kastil bersamaku." Bangsawan itu kembali ke kamarnya sambil membaringkan kembali Komandan itu.
Bangsawan itu terus terpikir tentang apa yang terjadi, tapi dia tetap tenang. Akhirnya dia pun berhenti untuk memikirkannya.
★★★★★
Setelah menunggu lama, akhirnya Sonia tersadar. Saat Sonia sadar, menatapnya dengan senang.
"Sonia, kamu sudah sadar. Kamu gak apa-apa?"
"Aku gak apa-apa."
"Baiklah, kalau begitu aku ingin cepat-cepat pergi dari kerajaan ini sendirian. Aku ingin kamu menjaga Kerajaan ini." Aku menatap Sonia sambil tersenyum.
"Apa kamu tidak mengajak Putri Lily?" Sonia menatapku sedih.
"Tidak, aku tidak mau dia terlibat masalah denganku. Lebih baik aku pergi sendiri."
"Apa aku tidak bisa ikut denganmu?" Sonia menatapku dengan sendu.
"Tidak, kamu harus melindungi Kerajaan ini. Ada yang mau aku berikan kepadamu."
Aku mengeluarkan Handphone ku dari sakuku lalu membuka Playshop ku. Aku membeli pedang Ecylups, lalu mengeluarkannya di depan Sonia.
"Pedang itu kan!"
"Yaps, itu adalah pedang milikmu. Karena kamu adalah pewaris darah Dewi Vampir Pertama, kamu bisa menggunakan pedang ini sesuai kehendakmu"
"Terima kasih, Ryu!" Sonia memelukku dengan erat.
"Iya sama-sama ..." Aku membalas pelukan Sonia dengan hangat.
"Oh, iya mana Hpmu biar aku buat sama denganku"
Sonia memberikan Smartphone nya, lalu aku membuat Hp milik Sonia mempunyai jaringan tak terbatas, agar bisa berkomunikasi denganku.
"Baiklah, aku mau pergi dulu. Kamu jaga tempat ini yah, jangan sampai Raja Iblis menyerang dan mengambil alih dunia ini dengan mudah." Aku tersenyum kepada Sonia.
"Baiklah, Ryu. Aku akan berjanji melindungi kerajaan ini dengan nyawaku." Sonia langsung tersenyum indah seperti yang dulu biasa kami lakukan bersama.
"Sampai jumpa ..." Aku langsung menghilang dari hadapan Sonia, dan muncul di sebuah hutan dekat dengan kerajaan.
"Akhirnya Petualangan ku di mulai. Welcome a new World!" Aku berteriak kegirangan, lalu berlari ke arah depan dengan sangat semangat.
Aku terus berlari, dan bertemu dengan Bandit.
"Serahkan barang-barang mu!"
"Gak!"
"Sialan!"
Bandit itu menyerang ku, dan aku hanya menjentikkan tanganku. Semua bandit itu mati tanpa bisa bergerak lagi. Aku pun kembali melanjutkan perjalananku.
Aku pun berhenti sejekan untuk makanz dan langsung saja aku membeli Roti dan selai kacang dari Playshop. Dan makan dengan lahap lalu kembali melanjutkan perjalanan.
Akhirnya aku sampai di Kerajaan Elf, yang katanya hanya segelintir orang yang bisa masuk kesana. Aku pun terkagum-kagum dengan pemandangan Para elf yang indah. Ehhh maksudnya kota elf yang sangat indah itu.