
Khaaaa Prrrruuuuuuuu Khhhhaaaaa Phrrruuuuuuu.....
"RYUUUUU BANGUN!!!!" Sebuah teriakkan membuat telingaku bocor setengah, karena teriakkan Sonia yang udah kayak marah akibat kehilangan Tuperware.
"Iya-iya, aku bangun ..." Aku menjawab dengan malas, lalu pergi ke kamar mandi.
Selesai mandi, aku memakai baju santai sambil bersolek di depan kaca. Melihat gimana wajah Tampan yang sebenarnya. Tanpa sadar, Sonia melihatku dari belakang sambil menahan tawa cekikikannya.
"Ngapain sih? Khukhukhukhu ..." Sonia tiba-tiba mengganggu imajinasiku yang sedang liar. Aku langsung sadar dan langsung berusaha mencari alasan dengan wajah yang sedikit memerah malu.
"Ehhh itu anu, aku cuma liat biar-"
"Jangan banyak alasan, itu Ibu sudah nungguin dari tadi." "
"Ahhh... Haik..." Aku menunduk, lalu mengikuti Sonia dari belakang.
Saat di bawah, aku mencium bau Masakan ang sangat harum ibarat Bunga Edelwis yang udah di tumis.
"Ryu. ayo sarapan dulu. Kalian berangkat hari ini kan?" Ibuku melihatku yang sudah Tampan dan wangi kek Joey Tasliem.
"Iya Bu, Hari ini kami akan Tour bersama teman sekelas. Dan aku akan pergi bersama Sonia dan Mia."
"Baiklah, Sonia juga ayo sarapan lalu segera berangkat biar gak terlambat."
"Iya, Bu. Siap!" Sonia dengan pose Tentara Elite memberikan hormat bendera kepada ibuku.
Aku dan Sonia duduk di meja makan bersama Ibuku, lalu kami bertiga makan bersama-sama. Dan Porsi makanan Sonia berkurang begitu Drastis sejak dia meminum darahku.
Selesai makan, aku dan Sonia berpamitan dengan Ibuku lalu berjalan menuju Sekolah. Dan kenapa aku sangat Antusias dengan Tour ini, karena Sahabatku Wahyu juga ikut sebagai Tour Gabungan.
Saat sampai di sekolah, ternyata Wahyu dan Mia sudah nungguin di depan Pagar seperti biasa waktu dulu kami berangkat sekolah bersama. Dan kini, kami hanya bisa bertemu saat ada kegiatan sekolah saja.
"Halo Yung. Maaf lama," Aku langsung menyapa Ayung duluan.
"Ahhh, palingan kamu Ritual di kamar mandi dulu kan?" Ucap Ayung sambil menatapku menyeringai.
"Bisa aja luh Softeks basah ..." Aku memalingkan wajahku dari Ayung.
"Dan Shiro, lama gak bertemu. Bagaimana kabarmu. Ayung tidak melakukan hal mesum kepadamu kan?" Aku mengelus kepala Shiro dengan lembut.
"Aku baik-baik saja, Ryu-Nii. Tapi, kemarin Wahyu mengintipku dari dalam kamar mandi." Shiro dengan wajah datar dan polosnya itu menunjuk Wahuy secara langsung.
"Hoho... " Aku dengan mata Iblisku menatap wahyu dengan tatapan membunuh.
"dasar... dasar.. TEMAN LAKNATTT!!!!!!" Aku berteriak dengan sangat kuat, lalu memukul Wahyu hingga terlempar melewati gedung Sekolah.
"Ohhh. Mia. Maaf terlambar tapi, Selamat Pagi ..." Aku melihat Mia yang sedari tadi hanya menunduk murung.
"Pagi, Ryu." Mia menjawab dengan nada lemas.
"Jangan di pikirkan lagi yah, Mia. Nanti juga kamu akan dapat seseorang yang lebih dari dia kok," aku mengelus kepala Mia dengan lembut, lalu mencubit pipi Chubby nya itu.
Tak berapa lama, Bus datang bersama dengan Guru pembina yang akan membawa kami menuju Lokasi Tour kami. Tanpa membuang waktu, kami langsung masuk kedalam Bus dan memilih tempat duduk sesuai Selera. Dan berakhir Sonia duduk di sebelah Ayung dengan wajah kesal, sedangkan Mia dan Shiro duduk di sampingku.
Sambil berjalan, Mia tertidur pulas di bahuku, sedangkan Shiro asik memainkan Game di Hpnya. Aku juga saking Gabutnya hanya memainkan Game di Hp ku sambil menunggu kapan kita akan sampai ke Lokasi.
Setelah 15 jam perjalanan, Akhirnya perjalanan Panjang itu berhasil. Dan satu yang paling aku bahagiakan sampai sekarang adalah? KITA MENGINAP DI PANTAI!!!!!!!!!!!
Coba bayangin, cewe plus baju renang. Wah kebahagiaan dunia Cok... Sungguh Surga yang sangat indah.
Selesai makan malam, aku dan Wahyu menuju ke pemandian Air Panas Onsen di belakang. Aku sambil mendekatkan Minuman Whiskey di depanku, aku merendam seluruh Badanku kedalam air panas itu. Nikmatnya kehangatan yang Berpadu menjadi 1, membuatku seperti terlepas dari Beban hidup selama ini.
Ayung hanya sibuk mencari cara untuk mengintip Cewe yang sedang mandi di balik Papan yang membatasi antara Pemandian Laki-laki dan perempuan.
Selesai mandi. aku langsung masuk kekamar, sambil mencari tahu gimana kabar Sera sekarang. Padahal, dia yang memberiku kekuatan Super Over Power ini, Hingga membuatku Kebal dan memberiku kesempatan untuk menikmati hidup seperti ini.
Sambil memikirkan itu, mataku sudah semakin berat menahan Kantuk yang mulai berkelabat di mataku. Dan aku pun terlelap dalam tidurku yang sangat panjang dengan mimpi bersama para Haremku. You Know lah. Hehehehhe
Keesokan Harinya, Sonia, Mia serta Shiro membangunkan aku hanya untuk mencari alasan agar tidak ikut Tour. Wahyu juga ikut membujukku, dan akhirnya kami semua bolos dari pelajaran dan tidak mengikuti Study Tour.
Kami asik bermain, dan berbelanja menggunakan Kartu Rekeningku yang jujur saja di dalamnya ada uang yang Luar biasa banyak dan tidak akan pernah habis. Terakhir, kami bersenang-senang di pantai. Aku sudah menunggu Momen ini, dimana para Gadis dan Imut memakai Pakaian Renang setengah telanjang dengan tampang imut yang membuat Gula darah siapapun akan naik secara Signifikan hanya dalam Hitungan detik.
Tiba-tiba, ada beberapa Lelaki yang memakai Jubah yang menuju ke arah kami. Mereka dengan santai berjalan melewati kami, lalu tiba-tiba salah satunya mengeluarkan Pisau yang bercorak aneh lalu mengarahkan Pisau itu kepada Sonia.
Dengan kecepatan yang tinggi, orang itu melesat, tapi untung saja kau sempat menangkisnya lalu menghempaskan orang itu dengan sedikit tekanan di tanganku. Saat orang itu akan menyentuh tanah, dia mengeluarkan Bom Asap, lalu langsung menghilang bagai di telan kegelapan.
Jika aku lihat, mereka memakai Skill Telerpotasi, karena kami ada di pantai yang sangat jauh dari pemukiman warga. Perkiraan, mereka bukan manusia biasa atau bisa saja mereke memang bukan seorang manusia.
Dan satu hal yang membuat aku sangat marah, Mia menghilang. Tiba-tiba Auraku menyebar dengan sangat cepat, hingga membuat orang yang sedang Tour di sekitar kami Pingsan. Dan tiba-tiba Sonia memelukku dari belakang.
"Tahan, Ryu. Jangan Emosi dulu!" Sonia susah payah menahanku, lalu dengan satu tarikan nafas, aku menarik seluruh Auraku lagi kedalam.
"Aku akan segera menyelamatkanmu, Mia!" Gumamku sambil mengepalkan tanganku dengan sangat kuat.
///////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////