Become Strong With Skill Cheat And System

Become Strong With Skill Cheat And System
Jamuan Berdarah



Aku menunjuk mereka dengan ujung tanganku, dan mereka langsung mati dengan Badan yang menghitam dan mata yang berwarnah Putih. Yah, itu karena aku menggunakan "Instant Dead" Kepada mereka sih.


"Apa kamu gak apa-apa, Gadis kecil?" Aku menatapnya dengan malas.


"Jangan panggil aku Gadis kecil! Hmph!" Gadis itu memalingkan wajahnya dariku.


"Kamu memang gadis kecil kan?" Aku memalingkan wajahku ke samping.


"Kamu ini yah! Tapi kamu kuat juga untuk Pahlawan yang gagal!" Gadis itu mendekatkan wajahnya sangat dekat denganku.


"Biasa aja kok. Aku tidak terlalu kuat juga?" Aku sedikit memerah karena merasa malu saat wajahnya di dekatkan kepadaku.


"Tapi, apakah benar kamu pahlawan yang gagal?" Gadis itu semakinn mendekatkan wajahnya kepadaku hingga tersisa beberapa Senti saja.


"Menjauhlah!!!" Aku mendorong wajah gadis itu menjauh dariku hingga beberapa CM.


"Kenapa sih!!" Gadis itu malah protes, dikiranya aku gak akan ngarungin dia.


"Menjauhlah dasar gadis aneh!" Aku semakin medorong wajahnya menjauh.


"Wah-wah, kalian sepertinya sangat Akrab?" Tiba-tiba, ada seorang Pria Elf yang mengganggu kesenanganku.


"Anda siapa?" Aku menatapnya dengan wajah yang dingin.


"Ah, maaf saya belum memperkenalkan diri. Saya Rey Collin. Saya adalah Salah satu dari 10 Penyihir Dunia." Si ****** itu menunduk dengan kepala yang hampir jatuh.


"Aku Ryu. Jadi, apa yang kamu inginkan?" Aku menatapnya dengan tatapan yang tidak suka. Dasar wajah Lolicon.


Luna hanya diam saja, dan tergambar wajah takutnya saat melihat Pria itu. Sepertinya Luna mendapatkan Trauma dengan Pria ini. Aku pun menjadi sedikit marah saat mengetahui apa yang di rencanakan oleh si Tua sialan ini.


"Ahh, karena sebelumnya kamu mengalahkan para Behemoth, aku ingin mengundangmu ke Pesta Jamuanku. Tentu saja Gadis itu juga boleh ikut." Si Rey itu tersenyum jahat, saat menatap Luna.


"Ryu, kenapa kamu menerimanya?" Luna menatapku dengan sedikit Khawatir.


"Tenang saja, Luna. Aku akan melindungimu apapun yang terjadi." Aku meyakinkan Luna, dan menatapnya dengan yakin.


'Ahaha... Melindungi? Apa yang bisa kamu lakukan terhadap kami, dasar Pahlawan Gagal!' Gumam pak tua itu dengan senyum jahatnya.


"Baiklah, kalau begitu saya mohon pamit, Pahlawan." Pria itu pergi, dan akupun berencana untuk membantai seluruh Penyihir yang ada di dunia ini.


"Ayo, Luna. Kita akan pergi ke jamuannya." Aku tersenyum menatap Luna.


"Umn ..." Angguk Luna singkat, lalu kami pergi ke Penginapanku.


Saat tiba di penginapan, aku membeli sebuah Gaun untuk di pakai oleh Luna. Dan saat malam tiba, aku memakai pakaian hitam dengan Pedang Kayu di bagian belakangku. Yah, karena aku lebih ke Mage, aku tidak memerlukan Pedang sih.


"Selamat datang, pahlawan. Ada yang ingin kami perbincangkan dengan anda. Bisakah anda ikut kami ke Ruangan pertemuan kami?" Seorang raja yang merupakan Raja Elf menatapku dengan wajah kebencian.


Aku dan Luna mengikutinya hingga Ruang pertemuan, lalu ada sepuluh orang dengan Pakaian ala Witch yang masuk dan duduk di depan meja panjang. Raja itu duduk di Singgasana miliknya.


"Baiklah, silahkan duduk Pahlawan." Raja itu menatapku dengan wajah dinginnya. Yah, kalau dia macam-macam, hancurkan aja sekalian sama Kerajaannya yang busuk ini.


"Jadi, apa yang kalian inginkan dariku?" Aku menatap mereka dengan tatapan dinginku.


"Saya hanya meminta, jika kamu tidak pantas berada di dunia ini. Tapi, jika kamu mau menjadi bawahanku aku tidak akan membunuh kamu dan wanitamu."


"Heh? Kenapa aku harus menerima permintaanmu?" Aku menatap Raja itu dengan cuek.


"Hoho... Kamu tidak mau yah? Prajurit!" Raja itu menatapku penuh amarah, dan berteriak memanggil Prajuritnya.


Saat aku melihat Prajurit itu datang, aku melihat seorang wanita yang terikat dan banyak sekali luka dan darah yang mengalir dari balik tubuhnya. Aku pun tanpa sadar mengeluarkan Aura yang sangat besar hingga membuat keseimbangan dunia sedikit terganggu.


Petir yang menyambar di ke tujuh Galaxy, dan Dewa-dewa yang mulai khawatir terhadap perubahan cuaca dan Aura membunuh tak berujung terus merembes Ke Tujuh Galaxy di 7 dunia lain.


10 Penyihir itu menjadi sangat takut, dan badan mereka berhenti bergerak. Aku menatap Raja itu penuh amarah.


"Wahai Raja yang bodoh. Kamu telah melakukan 1 kesalahan yang paling fatal. Yaitu membuatku marah!" Aku berjalan mengeluarkan Pedang kayuku, lalu berjalan kearah raja dengan santai dan pelan.


Tiba-tiba badanku terkena sebuah bola Api yang melayang ke arahku. Aku menatap ke arah belakang, lalu mengatakan 1 kata. "Mati" dan 10 penyihir Dunia itu mati seketika. Aku terus berjalan dengan santai, lalu saat sampai di depan raja itu, aku megayunkan pedangku 10 kali dalam 1 detik. Raja itu berhenti bergerak. Tiba-tiba, badannya terpenggal menjadi 10 bagian.


Aku pergi ke arah Sonia, lalu Prajurit itu hanya menatapku dengan mata kosongnya. Aku memeluk Sonia, lalu menatap Luna.


"Kamu mau ikut?" Aku menatap Luna yang juga sangat takut saat menatapku.


"I-iya." Luna mendekatiku dengan ragu, lalu aku memegang tangan Luna lalu berteleportasi ke kamar kerajaan.


Aku merasa tertekan, karena kali ini aku tidak bisa melindungi Sonia yang sedang lemah. Dan Luna memegangi tanganku dengan erat.


"Maaf Luna, aku merasa sangat tertekan dengan kekuatanku sendiri."


"Jangan sedih, Ryu. Cukup pergunakan untuk kebaikkan saja." Luna menatapku dengan seyumannya yang imut.


"Terima kasih, Luna ..." Aku tersenyum menatap Kepolosan Luna, dan aku pun menatap Sonia yang masih terbaring penuh darah.


Aku mengangkat tanganku, lalu menutup mataku.


"Revive HP, Recovery Mp, Being life, Skill Open, Auto Heal!" Aku menggunakan beberapa Skill Penyembuh, dan dalam sekejap Sonia terbangun.