Become Strong With Skill Cheat And System

Become Strong With Skill Cheat And System
Meet My Best Friends



Setelah jam pelajaran ke dua selesai,  aku langsung naik ke atap sekolah untuk memakan bekalku yang belum sempat ku makan.


Belum sempat aku membuka kotak bekalku, udah ada 20 orang lebih datang kepadaku.  Aku langsung panik, tapi aku tahan kepanikan ku.


Aku sempat dengar desas-desus kalau di sekolahku ini, ada seorang anak yang mempunyai kekuatan setara 1000 orang dewasa. Kata mereka, anak itu pernah memukuli 1 kompi tentara khusus karena salah razia.


Setelah itu, semua orang sudah siap memukuliku, aku hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi berikutnya. Aku pun mulai memasang kuda-kuda ku.


"Tunggu sebentar, biar aku yang melawannya!" Ucap seseorang di belakang para murid barbar itu, dan mulai maju kedepan.


"Sialan kau! Beraninya ka- Ehh?" Kata-katanya terhenti bersamaan saat aku melihat wajah yang tidak asing dan ternyata.


Ehhh si ******! Aku pun berlari ke depan seolah-olah ingin memukulnya, dan para orang bar-bar itu mulai bersikap melawan.


Lalu, *Wushhhhh*


Aku langsung memeluk tubuh Wahyu dengan air mata yang berlinangan.


"Eeehhhhhhh!!!" Semua murid langsung berteriak kebingungan saat melihat tingkah kami yang Aneh.


"Kenapa kamu hidup gak bilang-bilang?" Tanyaku dengan penasaran.


"Gimana cara aku bilang ****, sedangkan aku tertidur selama 10 tahun. Aku tidak tau kenapa aku tetap jadi bocah kayak gini" Wahyu memandangi tubuhnya sendiri.


"Yasudah lah, yang penting kita masih hidup,  jadi aku mau makan dulu. Banyak yang ingin aku tanyakan padamu tapi aku sangat lapar sekarang!" Suara perutku memberikan sinyal darurat jika Cacing Alaska di perutku sudah masuk ke pemukiman para warga perut.


"Baiklah, aku mau kembali ke kelas, nanti istirahat ke 3 aku datang ke kelasmu." Wahyu langsung berbalik dan kembali ke kelasnya.


Teman Bar-barnya mengikuti Ayung, lalu kembali menyendiri di atap sekolah sambil memakan bekalku.


....................…………………………


Setelah jam ke-3, aku dihujani ribuan pertanyaan oleh Mia hingga membuatku malas kesal.


Tiba-tiba, para murid-murid sekalian mulai membicarakan tentang Ketua Gank terkuat di Kota, sedang menarik pajak di tiap kelas.


Bahkan para guru katanya tidak berani melarangnya karena takut menjadi korban seperti para prajurit tentara Elite itu.


"Hei-hei, Geng destroyer sudah dekat, cepat siapkan uang kalian!" Ketua kelas kami langsung panik, dan tidak tau apa yang di perbuat.


Mia pun hanya memegang tanganku dengan erat, dan aku berusaha melepaskan tangannya dariku. Mia pun melepaskan tanganku, tapi malah bersembunyi di belakangku. Lalu....


|Brakkkk|


Suara pintu di tendang dengan keras. Seisi kelas langsung hening, dan saat aku melihat siapa yang masuk, aku langsung berlari ke arahnya.


GERONIMO!!! *Syuuuuuhhhhh..... Jdarrrrr*


Aku berteriak, dan menghantam tepat dikepala Ayung.


"Itta- Hei siapa yang berani berbuat itu?" Ayung berteriak dengan kesal sambil mencari keberadaan ku.


"Itu aku ******!" Ucapku kesal kepada Ayung.


"Ehh, Ryu-kun." Ayung berdiri dengan cepat lalu menghadap  ke arahku.


Aku melingkarkan tanganku ke leher Wahyu, dan menjitaknya sekuat mungkin.


"Adududududu...maaf Ryu." Ayung berusaha melepaskan dirinya, tapi mustahil. Hahqhqhaha


Aku melepaskan tanganku dari Ayung  lalu menunduk kepada teman-temanku.


"Maaf semuanya, dia adalah temanku. Dia sikapnya emang kek gini, tapi tenang saja, dia udah jinak." Aku masih dalam keadaan menunduk.


"Emang kamu kira aku ini hewan apa!" Ayung melengus kesal kepadaku


"Bodo amat!" Aku menatap Wahyu dengan kesal.


"Wahhh, Ryu kamu kenal mereka?" Mia langsung datang mendekatiku.


"Nggak!" Aku memalingkan wajah dari Ayung.


"Hai, Misa, apa kabar?" Ayung langsung merubah sikapnya 360° saat melihat Mia.


"Jangan dekat-dekat denganku, aku sudah jadian Ryu." Mia menatap Wahyu dengan sinis.


"Ehhhh! Benarkah!?" Wahyu langsung terduduk lemas mendengar perkataan Mia.


Aku pun kaget, tapi saat aku bersuara Mia langsung menutup mulutku lalu menarikku keluar.


Wahyu hanya melongo menatapku, tapi aku tidak tau apa yang akan terjadi berikutnya. Dan kami pun sampai di atap sekolah.


"Oy... Oy kenapa membawaku kesini?" Aku heran dengan sikap Mia yang tiba-tiba.


"Kenapa kamu bisa akrab sama si monster itu?" Mia bertanya dengan sikap mengintrogasi.


"Oh itu, aku bersahabat dengan Wahyu sudah dari kecil. Dia memang kuat, tapi dia akan menjadi lemah di dekatku." Jelasku kepada Mia, lalu aku duduk di pinggiran beton.


"Ohhhhh......" Mia ber oh panjang, sambil mengangguk.


"Lalu, kenapa tadi kamu menyebutku pacar kamu?" Tanyaku serius, sambil menatap Mia penasaran.


"Ah, itu, anu. Aku hanya bercanda. Tapi, kecuali kamu mau." Mia berusaha memalingkan wajahnya yang memerah, dan kepalanya mengeluarkan asap saat dia mengatakan kalimat terakhirnya.


"Pertama, maaf ya Mia. Aku tidak tertarik dengan pacaran, lalu aku juga mempunyai banyak urusan. Aku tidak mau kamu menungguku terus-menerus sedangkan aku sedang menyelesaikan urusanku."


Mia menunduk sedih, dan terlihat dengan sangat kalau Mia itu sangat ingin pacaran denganku. Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak mau ada orang yang kusayangi mendapatkan masalah saat berada di dekatku.


"Kecuali, kamu mau menjadi sesuatu selain pacar, aku pasti akan dengan senang hati menerimanya." Aku menggaruk pipiku. Jujur saja kata-kata itu sangat memalukan bagiku.


"Gimana kalau kamu menjadi kakak aku saja. Soalnya, kamu agak mirip dengan kakakku,  walau hanya sedikit" Mia menatapku dengan tatapan penuh harapan.


"Ba-baiklah, aku menerimanya." Aku merasa malu dengan itu, tapi ya sudahlah setidaknya itu tidak membuatnya sedih.


"Baiklah, kak ayo kita kembali ke kelas," ajak Mia dengan panggilan yang membuatku sedikit memerah malu.


"Baiklah, adikku tercinta..." Aku membalas candaannya, dan berhasil membuatnya menjadi Semerah tomat dan menjadi salting di depanku. Aku hanya terkekeh melihat sikapnya itu.


Saat kami tiba di depan kelas, aku bingung dengan suasana kelas yang heningnya udah kayak lagi Rapat dunia. Saat kami masuk, ternyata Wahyu masih duduk di tempat dudukku sambil merenung.


"Ehhhh, si ******, ngapain masih disini?" Aku langsung berdiri di depan Wahyu sambil berkacak pinggang.


"Ryu, sebenarnya ada yang ingin aku omongin sama kamu penting, tapi gak disini." Wahyu menjadi sedih, tapi tidak dia tunjukkan.


"Mia, kamu disini saja yah, aku akan segera kembali ke kelas,mungkin. Jadi jangan menungguku." Aku memperingati Mia, karena dia pasti akan mencariku kemanapun sampai ketemu.


"Kamu mau bolos yahhh!!!" Mia menatapku dengan tatapan membunuh.


"Ummm, mungkin, jadi aku tidak akan kembali ke kelas. Tapi, nanti pulang sekolah aku akan kembali ke sini"


"Benar yah, jangan lupa!" Mia langsung menurut.


Aku dan Ayung langsung keluar dari kelas. Kemudian aku mengajak Wahyu ke toilet.


"Yung, yok ke toilet"


"Yaelah aku masih normal kale Ryu." Ayung memandangku dengan jijik.


"Bukan, ******, ada yang ingin aku tunjukkan kepadamu!" Aku langsung menjitak kepala Wahyu, lalu berjalan duluan ke arah toilet.


Saat di toilet, kamu berdua saling berpandangan. Lalu, aku menatap hpku sendiri.


"Kenapa kita kesini?" Tanya Wahyu risih.


"Apa kamu merasakan sesuatu setelah 10 tahun ini?" Aku menatap Ayung serius.


"Iya, aku bisa melihat papan transparan seperti yang ada pada game, dan kekuatanku bertambah?" Wahyu menjelaskan situasinya, sambil melihat kebawah.


"Baiklah, bentar." Aku memanggil Sera didalam pikiranku.


'sera, tempat sepi didekat sekolah apakah ada?'


«Ada, master. Apakah anda mau pergi kesana dengan cepat?»


'iya, aku mau kesana tapi bagaimaba caranya?'


«Apakah master mau membuat Skill Teleportasi?»


'Ya, coba buatkan. Semoga kita bisa berpindah dengan cepat.'


«Analyze the system.


Make a place transfer skill - Berhasil


Get a teleportation skill.»


'oke, open status'


Name : Hikaru Ryu


Age : 16th Years


Race : Human


Blood type : B


EXP : 51+


Level : 2


HP : 200/200


MP : 0


STR : 29


VIT : 0


INT : MAX


DEX : 14


Skill : Imagine Create, Instant Mastery, Teleportation


Tittle : -


"Yosh, Ayung ayo kita pergi. Teleportation!"


Kami berpindah secara Instant ke  tempat yang sudah di tandai oleh Sera.


"Wahhh, kamu hebat Ryu bisa menggunakan sihir!" Ayung menatap kagum kepadaku.


"Hehehe.." aku membusungkan dada dengan bangga.


"Aku gak tau pasti kenapa aku bisa menggunakan sihir, tapi yang jelas aku menjadi seperti ini saat bangun. Mereka tidak tau jika kita sudah 26 tahun. Hahahaha!!!" Aku dan Ayung tertawa terbahak-bahak, karena berhasil menipu seisi kelas, tidak. Seisi sekolah, bahkan dunia.


"Yung, kekuatanmu apa aja?"  Tanyaku serius kepada Ayung.


"Ummm?, Yang aku lihat, hanya Booster, dan juga Haste?" Ayung kelihatannya sedang melihat papan semi transparannya, dengan ragu.


"Berarti kamu bisa melihat pukulan seseorang dengan lambat dong?" Aku kagum dengan Skill nya Ayung.


"Tapi, aku mengharapkan sebuah system yang bisa berbagi informasi dan juga bisa di ajak curhat olehku. Apalagi dia nyata, aku ingin kalau dia Loli ..." Ayung berubah sedih, aku juga merasa sedih dengan yang barusan dia katakan. Dan tiba-tiba aku mempunyai ide yang bagus.


'Sera, apakah kamu tau Skill yang bisa membaca Status orang lain?'


«Iya, Master. Dia adalah Observating.»


'yosh, Observating, create.'


«Ding... Skill Observation di dapatkan.»


'wawwww, mudah sekali. Sekarang, Observation'


Name : Wahyu Paputungan


Age : 26th Years


Race : Human


Blood type : O


EXP : 135+


Level : 3


HP : 450/450


MP : 200/200


STR : 50


VIT : 75


INT : 22


DEX : 40


Skill : Booster, Haste, Quick, Punch of victory.


Tittle :


Hummm, statusnya lebih tinggi dariku. Tapi, dia kalah dalam kekuatan. Baiklahz aku akan membantumu Yung.


"Yung, emang kenapa kamu sangat ingin mempunyai AI Loli?" Aku bertanya penuh rasa penasaran, demi menggali informasi yang cukup dari Wahyu.


"Kenapa? Kamu Taukan suara mereka yang imut, apalagi saat mereka bilang 'Onii-Chan' rasanya aku ingin ada yang memanggilku begitu. Kapan lagi aku bisa bersama gadis LOLI ..." Ayung semakin sedih saat dia menegaskan kata 'LOLI' di akhir katanya.


'hummm, begitu yah. Sera, bisakah kamu membuat sebuah AI sesuai dengan karakter yang di sukai Ayung?'


«Karakter seperti apa Master?»


Hummmmm?


"Yung, tipe loli yang kamu suka itu gimana sih?" Aku menatap Ayung dengan mata serius.


"Aku ingin dia seperti Shiro-Chan, mempunyai suara imut yang selalu membuat hati para pria menjadi cair ..." Ayung menjelaskan tanpa rada curiga kepadaku.


«Memproses data...


Mencari Karakter Shiro-Chan - Gagal.


Karena terlalu banyak karakter yang bernama Shiro-Chan, maka Gagal


'benar juga, maka kamu yang urus yah, Sera. Jangan lupa jika karakter yang dimaksud oleh Ayung adalah karakter jenius yang mempunyai IQ di atas 3000 dengan Kepintaran komputer. Karakternya adalah Shiro dari Anime NGNL'


«Dimengerti, Master»


«Data processing  ....


Looking for data from the Shiro character from Anime NGNL .... Completed.


Creating NPC Creator Skills - Successfully.


Creating a character's human body -  Successfully.


Projects the intelligence - Successfully


Instill absolute adherence to the owner - Berhasil.


Character Charges.... Successfully


Creating character emotions - Successfully


Perfect Shiro Character Creation - Finish.


Scan the problem on the character... Not found the problem.


Add default skills Fire, Water, Earth, Wind ... Successfully.


Check the problem ... Not found damage, problems or anomalies on the body of the character.


Character activation code - 1.6.1.1.0.2


The creation of the perfect Shiro character is complete»


"Baiklah, Yung apakah sebegitu inginnya kamu mempunyai Rekan kawaii?" Tanyaku antusias kepada Ayung, dengan ekspresi mengejek.


"Sialan kau Ryu, sudah kau tau aku sudah lama menginginkannya." Ayung berteriak kepadaku dengan ekspresi kesalnya.


'Sera, buat Shiro hanya patuh kepadaku dan Ayung. Dan setel Shiro agar dia muncul di balik Pohon besar agar tidak di ketahui oleh Ayung.'


«Baiklah, Master.


Import data ... finish.


Set the appearance of the character ... characters will appear in 3 .... 2 ..... 1 ..»


Tiba-tiba, seorang gadis kecil Loli muncul dari balik pohon, dengan ekspresi Polos. Desain Karakternya sangat nyata. Mempunyai ekspresi wajah Natural, persis seperti yang ada di Game NGNL.


(Jika kalian yang belum tau apa itu Anime NGNL, itu adalah Anime No Game No Life yang merupakan Adik dari 空 Sora yang bernama Shiro 白 Untuk kanji Jepang dari No Game No Life adalah ⟨ゲームなしの人生なし⟩ Mungkin)


"Ano... Permisi?" Gadis itu menyapa kami, dengan ekspresi Polos. Suaranya emang persis Loli dan Postur badan sangat cocok dengan yang ada di Anime.


"Di..di...dia kan Ehhh!!!" Ayung suaranya terbata-bata. Melihat tingkahnya, aku menjadi kesal. Dia memang lemah saat di depan cewe. Sebenarnya aku juga, tapi yah dia kan ciptaan ku. Ciptaan Sera sih, tapi aku sebagai perantara hehehehe.


"Diamlah!" *Choppp* aku memberikan Chop di kepala Ayung, dan dia langsung diam.


"Perkenalkan namamu siapa?" Aku mengulas senyum paling manis, agar Ayung tidak curiga.


"Ano, aku Shiro. Aku kesini untuk mencari Master Ayung dan Ryu."


Kawaii!!! Khum!


Aku benar-benar terkesan dengan Ekspresinya, karena walaupun dia hanya AI-NPC buatanku, tapi aku bahkan dibuatnya tersipu malu.


"Y-yah itu kami." Ayung dengan antusias menjawab pertanyaan Shiro.


"Baiklah, Shiro kamu berbincang dulu dengan Temanku di tempat duduk sebelah sana. Ada yang ingin aku perbuat sebentar" aku menunjuk ke arah Pondok sederhana, yang ada di sebelah pohon besar dekat dengan kemunculan Shiro.


"Baik, Ryu/Master" Shiro dan Ayung menjawab dengan cepat, lalu berjalan menuju pondok.


Aku langsung duduk di bawah pohon rindang, dan mulai memikirkan apa yang akan ku perbuat berikutnya.


'Sera, apakah ada cara untuk meningkatkan manaku secara cepat?'


«Ada Master. Ada dua cara untuk menaikkan Mana secara cepat. Yang pertama melalui kultuvasi. Dengan kultuvasi, Master dapat menambahkan Mana ke tubuh secara perlahan. Namun, ccara ini terbilang lama karena tergantung seberapa lama Master berkultivasi, maka mana juga akan bertambah sesuai dengan kapasitas yang ada di tubuh master. Yang kedua, dengan menggunakan skill Imagine Create, Master dengan instan dapat membuat Mana Master menjadi max secara Instan, atau juga seluruh kekuatan Master.»


'begitu yah...? Tapi, untuk sekarang aku belum terlalu memikirkan itu, aku akan meningkatkan manaku secara perlahan, dan apakah bisa di reset semua kemampuanku?'


«Bisa master. Master bisa mereset kekuatan master sesuai dengan keinginan master.»


'Hebat, kamu memang sistem yang hebat Sera' aku tersenyum hangat, karena takjub dengan Sera.


«Terima kasih, Master. Saya sangat senang bisa di sanjung oleh master» Sera dengan suara datarnya menjawab sanjunganku.


'Sera, apakah kamu bisa meniru suara Koneko di HSDXD?'


«Bisa master.


Tracing Koneko's sound data from HGDXD.


Managed to find sound data.


Apply Koneko sound in the system. Successfully»


'Jika sudah, Sera Kamu terapkan, dan jangan memanggilku Master tapi Ryu'


«Di mengerti Ryu.. Nyaa»


"Saikyoooooo!!!" Aku berteriak dengan kuat, tanpa memikirkan sekitar. Tiba-tiba Shiro dan Ayung datang ke arahku dengan panik.


"Kenapa Ryu?" Ayung bertanya dengan nada yang panik kepadaku


"Iya, master kenapa anda berteriak?" Shiro ikutan panik.


"Ahhh, maaf-maaf. Aku hanya terlalu bersemangat ..." Aku tertawa garing, sambil menggaruk belakang kepalaku yang tidak gatal.


"Kirain apaan. Yasudah, Shiro ayo kita kembali." Ayung mengajak Shiro kembali ke pondok.


"Kalian pada ngapain?" Aku melihat Ayung dan Shiro yang sangat serius dengan urusan mereka.


Aku mengikuti mereka sampai ke pondok. Dan akhirnya aku melengus kesal ternyata Ayung mengajak Shiro bermain catur. Ayung sangat BODOH karena mengajak Shiro dengan IQ 10.000 bermain catur. Apalagi kemampuannya di tambah oleh Sera.


"Arrrggghhhh... Sial! Kalah lagi!" Ayung berteriak depresi, karena tidak bisa mengalahkan Shiro sekalipun.


"Ya iyalah ******! Emang kamu bisa mengalahkan orang yang sudah mengalahkan Tuhan Permainan Hahh!"


Aku berteriak kesal kepada Ayung atas kebodohannya yang sudah melebihi IQ -100000.


"Hehehehe maaf. Oh iya, coba kamu bermain bersama Shiro. Biar kamu tau bagaimana kemampuan Shiro dalam Game" Ayung dengan nada menantang, menatapku dengan tatapan merendahkan.


Otomatis, aku terpancing dengan Ekspresinya itu. Maka akan aku tunjukkan bagaimaba kemampuanku dengan Intelligence yang sudah MAX.


"Oke, siapa takut. Shiro keluarkan seluruh kemampuanmu!" Aku menatap Shiro dengan serius.


"Ba-baik master, akan aku usahakan." Shiro dengan ekspresi takut mulai menyusun kembali bidak catur dengan sempurna.


1 jam kemudian.


"SKAKK!" Teriakku dengan perasaan gembira.


"Aku menyerah. Aku tak menyangka Master sejenius itu." Shiro dengan nafas lelah menyerah dan berakhir dengan kemenangan ku.


"Be-benar saja, Shiro Ratu Game kalah dengan Ryu si Bodoh..." Tatap Ayung gak percaya kepadaku, sambil mengejekku.


"Siapa yang kau bilang bodoh hahh!!!" Aku menatap Ayung dengan tatapan membunuh, lalu mengambil kepalanya lalu menjitaknya.


"Aduh..aduh,  maaf Ryu!" Ayung berusaha melepaskan diri dari jitakkan mautku, namun itu sia-sia.


"Master, ini sudah hampir sore. Apakah master tidak pulang?" Shiro bertanya kepada kami, dan kami tidak sadar jika memang matahari mulai kabur karena ketemu bulan


"Yaudah, ayo kita pulang."  Aku menatap Shiro dan Ayung, lalu berbalik.


"Shiro, dimana rumahmu?" Ayung bertanya kepada Shiro.


Aku lupa jika Shiro tidak mempunyai rumah, tapi aku akan mendengarkan alasan Ayung bagaimana caranya.


"Aku tidak mempunyai rumah Master." Shiro menunduk sedih, dan Ayung menjadi bambang eh bimbang.


"Shiro, kamu tinggallah bersama Ayung mulai sekarang. Aku rasa dia tidak akan keberatan." Aku menunjuk Ayung, sambil menatap Shiro.


"Ehhh, tapi bagaimana dengan ayahku? Yang ada aku akan di jadikan samsak para banteng kalau ketahuan bawa loli ke rumah. Dirumahmu aja ya Ryu.." Ayung menatapku dengan mata memohon. Melihat matanya, aku hanya menahan tawa..


"Tidak, yang ada aku di jadikan Daging cincang ibuku, lalu dijadikan makanan burung!" Aku menutup mataku, dengan pose membelakangi Ayung.


'sera, apakah kamu bisa memberikan skill Menghilang kepada Shiro, dan juga buat agar aku bisa menghubungi Shiro melalui Telepati'


«Baik Ryu, silahkan pegang tangan Shiro, lalu aku akan menerapkan perintah Ryu ke Shiro, Nyaa »


Aku memegang tangan Shiro, lalu  mulai muncul pemberitahuan dari Sera dengan suara Koneko. Kalau menurutku ini adalah Koneko Versi Robot, Hahahaha.


«Creating transparent body skills, finished.


Add Telepathy skills, complete.


Channel the skill to the target. Finished »


Setelah itu, Shiro menutup matanya, lalu


"Ahhhh....hmn.. Ooouuuhhhh" Dia mendesah karena Penyaluran Skill dari Sera.


Sialan, Ayung menatapku dengan tajam, setelah selesai, aku langsung melepaskan tangan Shiro, lalu mengaktifkan Telepati.


Aku mengelus kepala Shiro, lalu tersenyum kepadanya, lalu terlihat jika Shiro menyukai Elusanku.


"Shiro, tolong jaga Temanku yah, dan tetaplah bersamanya..." Aku menatap Shiro dengan penuh arti.


"Umn" Shiro mengangguk riang, lalu menuju ke arah Ayung.


"Tapi, Ryu bagaimana dengan Orang tuaku?" Ayung bertanya dengan nada sedih  plus takut.


"Tenanglah, terima saja hukumanmu, aku yakin cuma kamu yang kena kok. Shiro gak bakalan ..." Aku tersenyum mengejek kepada Ayung, sambil mengeluarkan lidahku.


"Sialan kau Ryu,  aku akan membalasmu nanti"  Ayung menatapku kesal, namun tak ku hiraukan.


"Baiklah, ayo kita kembali ke sekolah..." Aku langsung berteleportasi ke sekolah, lalu berpisah dengan Ayung dan Shiro, karena aku berbeda kelas dengan Ayung.


Sekolah sudah kosong, dan banyak aura aneh yang ada di sekolah ini. Tapi, aku biasa aja tuh. Setan pun akan ku hajar kalau berani muncul, tapi lebih baik jangan muncul.


Setelah aku mendapatkan Tasku, aku langsung keluar dari kelasku. Saat di pintu keluar sekolah, aku melihat Mia sedang duduk termenung di tangga sekolah.


"Lah, kamu ngapain Disini? Dimakan Setan kualat Lo!" Aku langsung bertanya kepada Mia dari belakang, hingga membuat Mia meloncat ketakutan.


"Uwahhh!!! Sialan kau Ryu, kalau aku mati gimana, jantungku copot gimana?!" Mia berteriak kepadaku dengan kesal, aku pun hanya menutup telingaku kesal


"Ahahaha, maaf-maaf. Kenapa kamu belum pulang?" Aku bertanya kepada Mia, dengan penasaran.


"Aku menunggu kamu tau! Aku mencarimu kemana-mana, tapi tidak ada. Aku..aku.. Hiks... Takut kamu kenapa-kenapa!" Mia menangis sesenggukan, karena dia mengira aku tengah di pukuli oleh Gengnya Ayung.


"Maaf-maaf, aku gak bilang-bilang. Aku tadi merasa tidak enak badan, lalu aku bolos deh. Maaf ya" Aku menjadi kasihan dengan Mia, karena itu salahku juga sih. Aku pun menarik kepala Mia, lalu Mia menangis di pelukanku. Ahhh enaknya, kapan lagi bisa meluk loli seperti ini.


Setelah Mia mulai tenang, tiba-tiba Mia langsung menjauh dariku dengab wajahnya yang sangat-sangat merah.


"Maafkan aku..." Mia menunduk malu, lalu memalingkan wajahnya dariku.


"Ahahah, gak apa-apa. Suatu kehormatan bagiku bisa menjadi penenang untuk gadis manis sepertimu." Aku meletakkan telapak tangan kananku ke dadaku berpose seperti ksatria kurang kerjaan.


"Apaan sih, bodoh!" Mia langsung tertawa, sambil menghapus sisa air mata di wajahnya yang sembab akibat menangis.


"Siapa yang bodoh hahh!" Ucapku kesal kepada Mia.


"Bercanda bercanda, hehehe!" Mia kembali ceria, lalu tersenyum manis kepadaku.


Lalu dari jauh Ayung dan Shiro datang.


"Cieee cieee... Udah ada aja nih yang pacaran." Nada sialan datang menyapaku dengan angin yang langsung lari karena malas bersentuhan dengan si Bodoh Ayung.


"Siapa yang pacaran hahhh!!" Teriak aku dan Mia bersama.


"Tuh, kalian aja teriak bersama. Kalian memang cocok..." Ayung mengacungkan jempol kepadaku, dan tersenyum ceria.


"Si.. siapa gadis imut ini!" Mia langsung memeluk Shiro, lalu mengelus kepala Shiro dengan semangat.


"Siapa gadis tak sopan ini master?" Tanya Shiro dengan datar, tapi matanya menutup tanda dia menikmati elusan dari Mia.


"Hahhh... Perkenalkan ini gadis tak tau diri ini Mia, lalu gadis imut ini Shiro." Aku menghela nafas bosan, lalu memperkenalkan keduanya dengan malas.


"Siapa yang kau panggil gadis tak tau diri?!"  Mia menatapku dengan Aura ingin membunuh.


"Tapi, walau dia memang tak tau diri, tapi elusan nya sangat nikmat Master..." Shiro mengatakannya tanpa malu, sungguh gadis polos yang berani.


"Terserah kalian ..." Aku mengalihkan pandanganku dengan malas, lalu berjalan keluar dari bangunan sekolah.


"Hei, kamu mau kemana? Tunggu aku! Shiro, ayo" Ayung berteriak kepadaku sambil mengejarku, lalu mengajak Shiro pergi


Mereka semua menyusulku dengan berlari, dan bernafas tersengal-sengal setelah berhasil sampai di sampingku.


Suasana di antara aku dan Wahyu sangat hening, karena aku malas mengobrol, lalu Ayung yang masih memikirkan nasibnya dirumah nanti. Sedangkan Mia serius mengobrol dengan Shiro.


"Sampai jumpa Ryu, Mia!" Ayung mengangkat tangannya.


"Iya, sampai jumpa, Yung, Shiro, Mia." Aku membalas sapaan mereka.


Mia hanya tersenyum, lalu kami berpisah di perempatan jalan. Rumah kamu beda arah semua.


Saat aku sampai di rumah, aku langsung membaringkan badanku di tempat tidur, karena walaupun badanku tidak akan merasakan kelelahan, tapi secara mental aku sangat lelah. Tak berapa lama aku tertidur.....


Zzzzzzzzzzz...


Zzzzzzzzzzz


Zzzzzzzzzzz


Zzzzzzzzzzz


Zzzzzzzzzzz


Zzzzszzz


Zzzzzzzzzzz


Zzzzzzzzzzz


Zzzzzzzzzzz..........