Become Strong With Skill Cheat And System

Become Strong With Skill Cheat And System
The conspiracy of the Elf King and the 10 World Magicians



Saat aku sampai di Kota Elf, entah kenapa pandangan mereka terhadapku seperti tidak suka dan menolak kedatanganku.


Aku pun tanpa memperdulikannya, aku terus berjalan mencari penginapan yang bisa aku tinggali sementara.


Saat aku tengah kebingungan, aku melihat seorang gadis kecil dengan Gaun berwarna hijau putih, dengan pita berwarna Biru di depannya. Aku pun mendekatinya secara langsung.


"Permisi, bolehkah aku bertanya?" Aku setengah menundukkan badanku.


"Kamu siapa?" Gadis itu menatapku heran.


'Lah Nih anak di bocah di tanyain malaah balik nanya!' ucapku dalam pikiran.


"Saya, Hikaru Ryu. Pengelana." Aku sekali lagi menunduk ala Ksatria.


"Aku Luna. " Gadis itu tersenyum lembut kepadaku.


"Itu saja?" Aku menatap Gadis itu heran.


"Apanya?" Gadis itu kebingungan.


"Apa namamu hanya Luna?" Aku kembali bertanya.


"Aku tidak mempunyai nama keluarga, aku saja bahkan tidak tau siapa orang tuaku." Gadis itu dengan santainya berkata seperti itu.


"Kasian ..." Aku menatapnya dengan mata sedih.


"Kamu menghinaku yah?" Gadis itu mengembangkan pipinya, dan itu membuat darahku naik seperti yang aku alami dulu.


"Bercanda hehehehe..." Aku tertawa masam di depannya.


"Apa yang mau kau tanya?"


"Apa kamu tau dimana Penginapan di sekitar sini?"


"Oh, kamu lurus aja, dan di sebelah kiri ada palang berwarna merah. Kamu masuk aja."


"Oke, terima kasih. Sampai jumpa!" Aku mengangkat tanganku kepada gadis itu.


"Umhhh, Sama-sama." Gadis itu berjalan menuju ke depan, aku pun menuju ke Penginapan yang di tunjukkan.


Saat sampai di sana, entah kenapa mereka saling bisik sambil menatapku. Yah aku sih Bodo amat. Aku kan GBLOK.


Aku berjalan ke arah Mba elf yang kek nya sih Resepsionis. Jadi, aku mendekatinya untuk memesan kamar.


"Emang kamu bisa bayar?" Mba Elf itu menatapku dengan sinis.


Aku penasaran dengan apa yang terjadi, lalu aku bertanya lagi kepada.Mba resepsionis itu.


"Kenapa Kamu malah menjawab seperti itu?" Aku menatap Mba elf dengan heran


"Kamu Pahlawan gagal yang di rumorkan itu kan? Yang saat melawan Behemoth malah nyuruh Pacar kamu?" Mba elf itu makin ngelantur.


"Oh, begitu yah? Tenang Mba saya bisa bayar kok." Aku tersenyum menatap Mba elf itu.


Aku mengeluarkan 1 emas, lalu memberikannya kepada Mba Elf itu.


"Silahkan di kamar atas paling di ujung. Makanan gratis akan di berikan pagi dan malam saja." Ucap Mba Elf itu dengan sinis. Seakan gak Nerima keberadaan ku.


Sad benar aku njirr!


Tanpa menghiraukan ucapan Mba Elf, aku pergi ke kamarku untuk istirahat.


Keesokkan harinya, aku berjalan-jalan mencari kehidupan di desa Elf ini, tapi entah kenapa kok tempat ini damai banget gitu.


Sampai aku melihat ada sekumpulan Elf laki-laki yang membawa cewe dengan mulut di Isolasi. Pasti mereka mau G4n9134n9


Tanpa pikir panjang, aku mengikuti mereka sampai ke Gang yang berada sangat jauh dari pusat kota.


mereka menendang gadis itu, sampai memuntahkan darah, tapi tak di pedulikan. Banyak katmut yang keluar, dan itu membuat telingaku sakit.


Aku mendekati mereka, dan bermaksud untuk membawa gadis itu bersamaku. Mayan ada teman buat menjelajahi Dunia.


"Oy-oy-oy... Yarisugi Janai? (Itu berlebihan bukan?)" Aku sambil memegangi kepalaku, menggelengkan kepalaku saat menatap mereka.


"Kamu siapa hahhh!? Mau sok jadi jagoan?" Salah satu dari mereka ngegas ke aku.


"Ahaha ... Kalian cuma bisa menggonggong yah? Pertanyaan gua cuma gini. Lu Mampu Gak Bos!?" Aku memberikan jari tengahku sebagai lambang pertemanan.


(Pertemanan ndasmu!)


"Kamu sepertinya meremehkan kita. Semuanya, ayo sikat!"


Mereka maju menyerang ku, ada yang menggunakan pedang dan ada juga yang sihir. Tapi, hanya dengan one klik Knock selesai sudah. Ahahahaha.