
Setelah aku melakukan itu, tiba-tiba system kembali mengeluarkan suara khasnya.
«New notification - Congratulations, you get
15+ STR
150+ Exp
Congratulations, you managed to go up to level 2. You managed to get
New Skill - Imagine Create
New Skill - Instant Mastery»
Wahhhh, akhirnya aku naik ke level 2. Tapi, apa maksudnya dengan Imagine Create? Kalau Instant mastery, aku paham karena aku bisa mempelajari sesuatu dengan mudah, tapi imagine create? Aku pun membuka kembali statusku.
Name : Hikaru Ryu
Age : 16th Years
Race : Human
Blood type : B
Level : 2
EXP : 52+
HP : 200/200
MP : 0
STR : 29
Agi : 13
INT : MAX
DEX : 14
Skill : Imagine Create, Instant Mastery.
Tittle : None
'sistem, apakah kamu bisa menjelaskan tentang Skill Imagine Create ini?' Tanyaku melalu pikiran, sambil memegang daguku yang menandakan aku benar-benar bingung sekarang.
«Bisa master, Skill Imagine Create adalah Skill yang bisa menciptakan apapun Tanpa Batas, selama master mempunyai gambaran imajinasi tentang apa yang master inginkan. Bisa dibilang, Skill ini adalah Skill infinity yang membuat penggunanya membuat apapun di manapun tanpa terikat aturan dan Waktu»
Uwwaaahhhh panjang sekali penjelasannya, berarti ini adalah Skill yang bisa juga membuat Skill apapun yang aku mau melalui imajinasi ku. Dan juga, aku bisa menciptakan apapun yang aku mau.
«Benar sekali master, semua yang master inginkan hanya perlu master imajinasi kan, dan master hanya perlu menyebutkan apa yang ada di imajinasi master dengan menambahkan Create di akhir kata master»
Wohhhh, Terima kasih sistem, kamu sangat membantu. Makasih infonya Sistem. Humm, tapi memanggilnya Sistem sangat merepotkan.
"Sistem, apakah aku bisa mengganti namamu juga agar mudah disebut?" Aku bertanya melalui pikiranku,
Jika kalian melihat ekspresi ku saat berbicara dengan sistem, tampangku seperti orang bodoh yang menatap ke luar kaca dengan berbagai ekspresi.
«Bisa Master, silahkan pilih nama dan Genre yang Master berikan padaku»
Hummm, benar juga. Aku pun memegang daguku dan memikirkan nama yang cocok untuk sistem.
"Gimana dengan Sera?" Pikirku dengan ragu.
«Baiklah, nama Sera di Terima. Genre?»
"Wanita"
«Form a system, adjust the system through names and and genres. Berhasil. Selamat malam, Master»
Wahhhh suaranya menjadi suara loli. Yah, tapi aku bukan lolicon. Baiklah ayo sudahi ini. Sampai jumpa lagi Sera,
«Baiklah, master selamat malam»
Suara Sera menghilang dari kepalaku, dan aku pun berbaring di tempat tidurku dengan penuh kegembiraan.
♦♦♦
Keesokan harinya, aku bangun dan langsung mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian, aku turun kebawah untuk makan.
Hari ini ibu masak apa yah? Pasti enak, karena bagaimanapun dia itu pelayan di cafe terkenal, dan salah satu persyaratan untuk bekerja di cafe itu adalah bisa memasak. Hanya untuk jaga-jaga kalau chef mereka sedang malas-malasan di kamar dengan alasan sakit. Padahal ngantuk karena habis nonton Tinju semalaman.
Saat aku sampai di meja makan, hanya ada Sepiring penuh ayam Goreng dan Bakar, dan juga sebuah surat di atas makanannya. Kupikir Lauknya tadi ternyata surat untukku.
Aku pun membuka surat itu dengan harapan mendapatkan uang jajan. Tapi, ternyata pesan ibuku seperti biasanya.
Maaf Nak, ibu sudah pergi bekerja sejak jam 5 subuh tadi. Ibu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu di atas meja. Di makan yah,
Dan jika kamu bertanya tentang uang jajan, maka maaf ibu tidak bisa karena kamu hanya akan bermain Warnet seharian.
Oh, iya. Ibu memberikan kamu uang 20K di lacimu. Gunakan dengan bijak karena ibu tidak akan bisa pulang selama 3 hari. Jangan lupa untuk membersihkan rumah, karena jika rumahnya berantakan akan ada hadiah yang ibu berikan Kepadamu.
Papay Watashi no Neko-Chan
Tertanda Ibu.
A
paan yang terakhir itu, menjijikan sekali. Dia selalu menyamakan aku dengan kucing. Emang ada yah kucing yang suka makan Ayam sama Bakso? Kan aneh.
Tapi yasudah lah, aku pun berjalan keluar untuk mencari udara segar. Dan di tengah perjalanan, aku teringat dengan Skill imagine create milikku.
Ahhhh, gimana jika aku membuat uang 50K untuk jajan yah? Aku pun memposisikan tanganku seperti meminta uang, dan mengimajinasikan ada uang 50k di tanganku. Dan tiba-tiba ada uang logam 500 pera yang jatuh ke tangan ku.
Aku pun membuka mataku dan melihat tanganku. Di depanku, ada seorang Pria sialan yang menatapku dengan Iba tapi mukanya mengesalkan. Saat aku melihat tanganku, ada uang logam 500 disana.
AKU BUKAN PENGEMIS SIALAN!!! Aku melempar pria itu dengan uang logam 500 nya itu, lalu berjalan dengan kesal meninggalkan pria yang tengah memandangku dengan bingung plus marah.
"Awas kau Pengemis tak mau ngaku!" Pria itu berteriak, sambil mengepalkan tangannya ke arahku.
"Aku bukan pengemis dasar Kecebong Luh SIALAN!" Teriakku dengan kesal kepada Pria itu lalu berjalan tanpa memperdulikan perkataannya yang tidak jelas itu.
Saat aku sudah jauh dari pria tadi, aku melihat wanita cantik yang sedang murung sambil berjalan di tengah jalan.
Aku agak terkesima dengan kecantikan wanita itu, tapi aku segera tersadar saat wanita itu berjalan di tengah jalan dengan mobil dan motor yang melakukan rem panjang dan juga klakson panjang mereka.
Banyak katmut yang keluar dari para pengendara, tapi tak di perdulikan Gadis itu. Hingga akhirnya ada sebuah Truk yang membunyikan Klakson panjang tanpa menginjak Rem nya.
AWAS!!! aku berteriak dan berlari ke arah gadis itu. Badanku terasa ringan, dan kecepatanku agak bertambah. Aku pun langsung melompat ke arah gadis itu, memeluk badannya sambil terbang bebas ke arah pinggiran jalan dan
TENGGGG........
Kepalaku membentur tiang listrik karena tidak mempunyai Rem. Gadis itu memandangku dengan tatapan Aneh.
Aku pun menyingkirkan Gadis itu dari atas tubuhku, lalu berdiri sambil memegangi kepala belakangku yang tadi terbentur Tiang litrik milik PT. CONCH
Aku pun menatap gadis yang memandangku dengan aneh, lalu aku memukul kepalanya sambil marah-marah.
"Kamu kenapa jalan seperti itu hahh?! Kalau kamu ketabrak gimana, kamu mati gimana, dan di reinkarnasi jadi Belatung gimana mau kamu!?" Aku berteriak marah-marah kepada gadis yang sedang memegangi kepalanya yang aku jitak tadi, sambil menunduk sedih.
"Ah, maaf maaf. Aku tadi hanya sedang berpikir saja, dan di reinkarnasi jadi Belatung... Hiiii" gadis itu tersenyum sambil mengatakan sesuatu yang tidak jelas, lalu bergidik di akhir katanya sendiri.
"Yasudah, perhatikan langkahmu. Sampai jumpa" aku pun mengangkat tanganku sambil tersenyum, lalu berjalan kembali ke tujuanku yang tidak jelas sambil memegangi kepalaku yang sakit.
Sudah dua jam aku berjalan tanpa tujuan, aku pun pulang ke rumah dan melakukan bobo cidapku lagi. Dan tanpa aku sadari, aku terbangun jam 4 pagi. Saat aku sedang duduk termenung dengan mata setengah sadar, suara telepon rumah berbunyi.
Krrrriiiiinnnggggggg
Halo?
Krrrriiiiinnnggggggg
Kok gak ke angkat? Ah inikan sendal ******!!!
"Halo?"
"Nak, apa kamu sudah bangun?" Ternyata ibuku yang nelpon.
"Nggak ibu, aku masih tidur ..." Jawabku dengan nada polos.
"Ya sudah, ayo bangun, karena besok kamu akan bersiap untuk sekolah, oh iya. Karena Hpmu yang dulu sudah rusak, ibu membelikanmu Hp baru. Ada di dalam lemari pakaianmu. Di situ juga ada pakaian sekolah mu, besok hari pertama sekolah mu, jangan sampai TELAT!" Ibuku menekankan kata akhirnya dengan suara menyeramkan, lalu menutup telponnya.
Aku pun mandi lalu memakai seragam yang sudah di beli oleh ibuku. Ternyata Masih di sekolah yang dulu yaitu SMA Garuda, hanya saja ada tambahan Elite di belakang Garuda nya. Aku tidak menyangka sekolah itu jadi sekolah kemiliteran.
Setelah aku selesai berpakaian, aku melihat kotak hp yang bertuliskan 'Real You' di atasnya. Aku membuka kotak itu, dan ternyata benar Handphone. Aku kira ibu akan meletakkan Kecoa atau Cicak lalu ada surat dengan kata 'Prank' besar di atasnya.
Aku pun mulai mengotak-atik hp itu, sampai aku terfikir ide gila di pikiranku.
"Sera? Kamu sudah bangun?" Aku berbicara santai tanpa lewat pikiran, karena rumah sedang sepi.
«Aku tidak pernah tidur master, hanya dalam Mode Off saja. Apa ada yang bisa saya bantu Master?»
"Sera, apakah kamu bisa membuat Hp ini mengeluarkan Uang secara instan?"
«Bisa Master, apakah anda ingin Smartphone ini menjadi canggih?»
"Iya, kenapa tidak. Tolong yah Sera."
«Dimengerti Master!
Check the system on the smartphone - SUCCESS
Build a data base - Success
Merging on Smartphones - SUCCESSFUL
Changing the Smartphone to High AI - Successful
Success system modification. Check the problem - no problem.
Smartphone has become a magic smartphone, modification successfully.
Silahkan di lihat Master»
Wahhhh, sungguh hebat, aku menatap hp baruku dengan kagum. Aku tidak menyangka akan mempunyai perangkat masa depan seperti ini.
"Apa saja fitur tambahan pada hp ini Sera?" Aku menatap hp itu dengan kagum, sampai-sampai aku takut menyentuhnya lalu rusak.
«Answer : Smartphone Anda di lengkapi dengan jaringan Internet tanpa batas yang dapat di gunakan dalam kondisi apapun dan di manapun.
Baterai yang tidak perlu di isi kembali atau di charger, karena baterai mempunyai Mana Absorpting yang menghisap mana alam terus menerus.
Fitur-fitur canggih, dan mempunyai kepintaran yang setara dengan semua Perangkat Canggih seperti Laptop, Komputer dan Smartphone lainnya tergabung menjadi 1 dan tercipta di Smartphone anda.
Wahhh, banyak sekali, dan tunggu aplikasi apa ini? Tampilannya kek ATM online, tapi kok namanya ABC?
«Itu adalah Aplikasi ATM Bank Central, yang membuat anda dapat mengambil uang dengan mudah tanpa ke ATM. »
Aku mengangguk, lalu membuka aplikasi itu. Hanya ada 3 tulisan di layar hp ku. Yaitu, Ambil Uang, Transfer Uang, lalu yang terakhir PlayShop.
PlayShop apaan anjing?
«PlayShop adalah aplikasi Toko Ajaib yang menjual apapun. Semuanya ada di Shop ini.»
Ummm begitu yah? Baiklah, terima kasih Sera. Aku lalu turun untuk sarapan, lalu berangkat ke sekolah karena jam sudah menunjukkan jam 6 tepat.
Aku berjalan santai ke sekolah, dan melihat ada nenek-nenek yang kebingungan mau nyebrang. Yaelah nenek, bukannya dirumah malah kelayaban kesana kemari.
"Nenek, ayo aku bantu ..." Aku berbicara sehalus mungkin, biar si nenek gak teriak aku mau mencabulinya. Yaelah nenek aku masih normal tau.
"Wah, terima kasih anak muda, kamu memang jahat." Nenek itu tersenyum kepadaku, tapi apa-apaan kata terakhir itu Jahat katanya?
Setelah nenek kampret itu sudah di seberang jalan, di depan mataku muncul tulisan lagi.
[Mendapatkan Char +5]
Poin Char apa ya? Aku baru tau ada ini di statusku?
«Char adalah poin karisma yang akan didapatkan saat orang-orang menyukaimu. Poin Char dapat berubah sesuai Suasana»
Begitulah, oke lanjut ke sekolah. Aku berjalan kembali ke sekolah, dan akhirnya sampai juga. Suasana yang dulu aku rasakan di sekolah ini, susah sedih, dusta maupun duka ada disini.
Yang jelas gak ada senang Ama bahagianya. Sial terus aku bawaannya, dasar sekolah.
Saat sudah sampai di lapangan, begitu pula Bell untuk berbaris di bunyikan. Sialan, padahal aku baru sampai, istirahat dikit Napa? Dasar.....Sekolah.
Skidipapap Time aja, akhirnya barisan membosankan itu selesai. Aku pun masuk ke kelasku, yang di penuhi Pria cabul and masokis, karena telat mimpi basah.
Dan yah, kembali ke suasana dulu, dimana aku menyendiri tanpa ada yang menemani. Malah nyanyi ******.
"Hei, kamu yang kemarin kan?" Tiba-tiba ada suara gadis di sebelahku dan langsung menunjukku seperti penyihir yang akan mengutukku.
"Bukan, aku baru sampai." Jawabku tanpa memandang wajahnya.
"Aku serius, kamu yang menyelamatkan aku kemarin kan?" Gadis itu menatapku dengan tajam, dan aku hanya menatapnya dengan malas.
"Ohhh, kamu si gadis Galau itu yah?" Aku mengatakan dengan datar, dan itu hanya akan menambah pertanyaan baru.
"Aku gak galau! Dan terima kasih karena sudah menyelamatkan aku kemarin." Gadis itu berteriak kesal kepadaku, lalu berterima kasih dengan wajah murung nya.
"Iya, beda-beda." Jawabku datar.
"Sama-sama Anjerrrr!" Gadis itu berkacak pinggang dan menatapku dengan kesal.
"Oh iya, sama-sama." Balasku memperbaiki kataku lalu menatap ke depan.
"Oh iya, siapa namamu?" Tanya gadis itu dengan senyuman manis.
"Bukannya tidak sopan menanyakan nama seseorang tanpa memperkenalkan namanya terlebih dahulu?" Aku menyipitkan mataku kepada gadis itu.
"Ahhhh, maaf. Aku Misanaria Clarabell. And You?" Gadis itu memajukan kepalanya hingga tinggal beberapa senti di depan wajahku.
Tapi, aku bukan masokis yang akan memasukkan dia kekarung hanya karena dia Loli.
"Ehhh, ore wa Hikaru Ryu Desu. Yoroshiku BAKKA Onna..." Aku menggunakan bahasa Jepang mengenalkan diri dan menegaskan kata 'Bakka(Bodoh)' di akhir kalimat.
"Ehhh, apa yang kamu katakan?" Gadis itu bertanya dengan polosnya sambil memiringkan kepalanya.
Ahhhh, imutnya. Seandainya aku ini lolicon, udah ku embat nih cewe.
"Kataku, namaku Hikaru Ryu. Salam kenal gadis cantik." Aku memandang mata gadis itu, lalu tersenyum tulus.
Dan alhasil gadis itu wajahnya memerah, dan langsung salting di depanku. Aku pun membuka Smartphone ku, lalu memainkan hpku tanpa memperdulikan sikap malu-malu nya itu.
"Ryu? Ryu? Ryuu?" Mia memanggilku, tapi tak ku hiraukan, dan akhirnya dia.... Marah.
"R-Y-U K-U-N!!" Dia menatapku dengan tatapan membunuh.
*Gluk*
Aku menelan Saliva ku dengan kasar, dan menatao Mia dengan ngeri. Mia tersenyum miring seperti siap membunuhku, dan...
"Ryu jahat, Ryu jahat, Ryu jahat, JAHAAAATTT!!!" Mia mencubit pipiku dengan kasar, dan berteriak di depan wajahku.
Saat Mia menggembungkan pipinya yang chubby itu, rasanya diabetes ku naik. Tapi, di balik pintu masuk kelas, ada seorang lelaki yang yang menatapku dengan tajam. Aku sih hanya memalingkan wajahku ke wajah Chubby Mia yang imut ini.
"Mia, kamu agresif bet dah!" Aku mencoba bercanda dengan Mia, tapi dia tidak membalasnya. Mungkin dia masih kesal.
Saat Mia mengeluarkan cermin dari sakunya, aku langsung merampas cermin itu, dan melihat wajahku yang di cubit habis-habisan oleh Mia tadi.
"NANI!!!! Ap..apa yang kamu lakukan Mia?!" Aku berteriak saat aku melihat wajahku yang berwarna biru kek cemong.
"Rasain tuh, siapa suruh mengabaikan ku sekarang kamu udah biru gitu" Mia cekikikan melihat wajahku yang sedang panik.
"Wajahku biru kek badut di pulau Samosir anying, sialan kamu Mia!" Aku berteriak lagi kepada Mia, dan aku tidak sadar kalau seisi kelas sedang menonton kelakuan kamu dari pertama sampai akhir. Kayak nonton Drama aja, dasar....manusia.
|Ting....Tang....Tung|
Akhirnya suara Bell berbunyi. Ternyata Mia sekelas denganku, dan pelajaran pertama pun di mulai.
Pelajaran pertama adalah matematika, dan yang aku permasalahkan bukan pelajarannya, tapi Mia yang duduk tepat di sebelahku.
Di saat aku sedang sakit kepala karena pelajaran tak jelas ini, Mia selalu menggangguku dengan segala tingkah. Bahkan dia selalu menusuk perutku dengan Bolpoin, hingga membuatku geli sakit gimana gitu.
Aku pun sudah tidak tahan dengan tingkah Mia.
"HENTIKAN!!!" Aku berteriak hingga membuat pak guru dan murid kelasku menatapku dengan wajah heran.
Mia hanya cekikian menahan tawa, sambil menjulurkan lidahnya. Apes, apes memang hidupku ini.
"Kamu, kenapa berteriak?" Guru itu menatapku dengan Aura membunuh.
"Eh, anu aku tadi tertidur dan bermimpi sekolah ini sedang di mutasi oleh Gadis disebelah ku ini." Ucapku polos sambil menunjuk Mia yang sedang cekikikan.
"Lah? Kok saya?" Mia langsung berhenti tertawa dan menatapku dengan tajam.
"Kenapa kamu tertidur?" Guru itu bertanya dengan tegas, sambil memegang mistar panjang. Aku pun bergumam 'Yosh, saatnya serangan mental'
"Anu pak, tadi malam aku bekerja sampai pagi, dan tidak sempat tidur. Ibuku sedang sakit, jadi aku yang bekerja banting tulang untuk membelikan ibuku obat" Aku memasang ekspresi sedih, hingga membuat seisi kelas menunduk sedih, termasuk pak guru dan juga Mia.
"Baiklah, tidak apa-apa. Tapi, sebagai hukuman kamu jelaskan apa yang pak guru jelaskan barusan!" Yah, bencana. Kirain udah selesai, tapi baguslah serangan mental' berhasil.
Aku pun maju dan bertanya kepada Sera
"Sera, apakah kamu bisa menjelaskan apa yang ada di papan?" Aku mengambil spidol dari pak guru, sambil pura-pura mencari tau jawaban dari papan.
«Baiklah Tuan, jawabannya....»
Aku menulis setiap apa yang muncul di layar semi transparan ku. Pak guru pun melongo sambil memegangi kacamatanya mencoba mencerna apa yang barusan terjadi.
Setelah selesai, aku duduk kembali dan Mia pun menatapku dengan kagum. Aku pun menjulurkan lidahku kepadanya.
"Ryu, apakah benar semalam kamu tidak tidur karena bekerja?" Mia berbisik kepadaku.
"Oh, gak. Itu cuma alasan, kamu aja tau aku gak tidur barusan." Ucapku sambil menahan tawaku lalu kembali mengeluarkan lidahku.
"Sialan kau, awas yah habis pelajaran." Mia langsung kesal kepadaku, dan memalingkan wajahnya dariku. Setidaknya kali ini dia menyerah.
Saat istirahat pertama berbunyi, aku langsung keluar dari kelas demi menghindari Mia yang sedang dalam modenya. Saat aku akan keluar , aku menabrak seorang laki-laki yang agak besar dan kekar.
"Hei apa kamu punya mata hahh! Jalan tuh pake mata!" Laki-laki itu memegang kerah bajuku, sambil berteriak dengan marahnya.
"Ehhhh? Bukannya jalan pake kaki yah?" Aku bertanya dengan polos, tanpa mengetahui bahaya yang ada di depan mataku.
"Tau ****, tapi liat liat kalau jalan!" Lelaki itu berteriak, lalu mendaratkan pukulan telah di wajahku.
Aku meludahkan sedikit darah, karena bibirku pecah. Tapi, rasanya tidak sakit, lalu salah satu temannya datang.
"Dia ini kan, yang mengambil Wanita yang di cintai Bos." Ucap teman laki-laki itu sambil menatapku dengan tajam.
Mereka berdua pun memukuliku dan menendang ku dengan kasar. Mia melihatku dengan Iba, tapi dia di terjepit oleh kerumunan yang sedang menonton ku.
Aku pun merasa sudah cukup, bukan karena harga diriku jatuh, tapi baju baruku kotor. Aku pun menahan salah satu kaki teman laki-laki itu, lalu mendorongnya sekuat tenaga.
Teman laki-laki itu terlempar sejauh 2 meter, dan membentur tiang. Alhasil malah tiduran, eh maksudnya pingsan.
Laki-laki yang tadi menatapku dengan marah, lalu memukulku secara membabi buta.
Aku menghindar sekuat tenaga, tapi ternyata rasa sakit dari pukulan mereka masih terasa. Ya iyalah, gua kan di pukulin
Aku menangkap tangan lelaki itu, lalu memukul wajah orang itu hanya dengan 1 pukulan KO. Akhirnya lelaki itu langsung tepar. Sedangkan aku, kembali ke kelas dengan badan penuh luka lebam dan duduk dengan penuh suka cita di tempat dudukku.
"Ryu, kamu gak apa-apa?" Mia berlari ke arahku, dengan ekspresi khawatir.
"Ah, aku baik, sehat 5 sempurna!" Ucapku malas sambil menyenderkan kepalaku di kursiku.
"Tapi, kamu berdarah. Sini aku obati dulu." Mia menarik tanganku, lalu membawaku ke UKS.
Aku hanya bisa pasrah dengan perlakuan Mia, dan saat di UKS Mia langsung mengambil kotak P2K dan mulai mengobatiku..
"Ssshhhiiiii.... Sakit tau!" Ucapku kesal kepada Mia.
"Iyalah sakit, kalau enak orang-orang pada mau tiap hari terluka!" Jawab Mia dengan kesal.
Setelah selesai, aku menatap keluar kaca untuk melihat siswi yang sedang olahraga. Terlihat jelas sepasang gunung kembar yang mempunyai tombol aktif yang menonjol di balik baju mereka.
"Ryu ..." Mia memanggil namaku dengan berbisik di telingaku. Refleks aku langsung menghadap Mia dan
*Cup*
Tanpa sengaja bibir Mia yang mungil itu menempel di pipiku. Mia langsung memerah, dan menjauhkan wajahnya dariku.
Butuh beberapa menit bagiku mencerna apa yang terjadi hingga,
*Blusssshhhh*
Wajahku ikut memerah. Kami pun menjadi malu plus canggung, hingga aku mencoba untuk membuka obrolan.
"Ma..maaf" ucapku terbata bata, karena kejadian yang tadi masih membuatku malu. Yah wajar saja, itu kali pertama aku dicium cewe walau tidak disengaja.
"Tidak apa-apa." Mia membalasku tanpa melihat wajahku.
"Ayo kembali ke kelas, Jam pelajaran mungkin sudah di mulai..." Aku mencoba mencari alasan, dan Mia hanya mengangguk lalu kami pun kembali ke kelas bersama-sama.
Saat di kelas, ternyata gurunya belum masuk, setelah menunggu 5 menit akhirnya guru mapel pun datang.