
Setelah makan malam dan sedikit berbincang, keluarga Richard memutuskan untuk istirahat karena besok mereka akan melangsungkan pernikahan cucu dikeluarga tersebut.
Daisy yang sudah mendapatkan kamar sendiri dimansion itu pun segera pergi ke kamarnya.
Saat dirinya ingin memasuki kamar miliknya, tangannya dicegat oleh seseorang. Daisy menatap orang yang saat ini berada disampingnya dan sedang menahan tangannya.
"Apa lagi yang kau inginkan? Lepaskan!"Daisy berusaha menghempas tangan besar milik Sean, tetapi pria itu malah menariknya masuk kedalam kamar yang akan ditempati Daisy untuk tidur. Tak lupa pria itu juga menutup pintunya.
Sean menghempas tubuh Daisy untuk duduk di atas ranjang, Daisy meringis pelan karena tangan yang dicengkram oleh Sean tadi terlalu kuat.
"Aish kenapa kau sangat kasar!"keluh Daisy mengelus tangannya yang memerah.
Sean berkacak pinggang menatap tajam Daisy.
"Aku ingin bicara padamu"suara berat Sean berkumandang.
"Tidak mau, pergi sana. Aku ingin tidur"tolak Daisy ingin beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tetapi belum berdiri sempurna Sean sudah menahan tubuhnya untuk duduk kembali.
"Berani sekali kau melawan"cerca Sean mengkesal melihat wanita dihadapannya tidak pernah mau menurut padanya.
"Tentu saja, ingat tanpa aku kau dan keluargamu pasti akan menanggung malu. Jadi kau harus baik padaku"lawan Daisy melipat kedua tangannya, saat ini bukankah Sean sangat membutuhkan dirinya atas larinya kakaknya dari pernikahan yang mereka sudah rencanakan.
"Apa kau lupa bahwa kakakmu lah yang menyebabkan ini semua"Sean dengan mata tajamnya sambil mencengkram kedua pipi Daisy. Daisy tersenyum sinis.
"Kalau begitu kenapa kau tidak mencarinya dan membawanya ke sini? Apa kau tau saat ini dia sedang berada di Indonesia, kau jemput saja dia. Kenapa aku yang harus kau tahan dirumah ini"pekik Daisy dengan emosi, ia juga berharap Sean berubah pikiran ketika mengetahui saat ini kakaknya sedang berada di Indonesia.
Sean tersenyum dengan sinis akan ucapan yang diutarakan oleh wanita itu.
"Cih asal kau tau menyiksa dirimu lebih menyenangkan dari pada membawa kakakmu kembali kesini untuk menjadi mempelaiku"ucap Sean menghempaskan pipi Daisy.
Daisy menahan amarahnya, Daisy tau pria dihadapannya ini bukanlah pria biasa. Sean adalah makhluk iblis, dia akan membalas perbuatan orang yang telah mengkhianatinya dengan sadis.
"Kuingatkan padamu jangan coba-coba melarikan diri dari mansion ini, tunggu saja ketika aku tidak memerlukanmu lagi dan kupastikan" kedua manusia yang akan menikah besok itu tampak saling memancarkan aura kebencian.
"Aku yang akan membuangmu dari mansion ku!"kata Sean dengan aura dinginnya.
"Aku sangat menunggu hari itu tiba tuan Sean Richard"balas Daisy tersenyum manis yang mana membuat Sean semakin mengepalkan tangannya.
Sean tak habis pikir mengapa wanita ini tak takut padanya, Daisy mempunyai banyak cara untuk membuat dirinya kesel.
Sean yang sudah tidak mood lagi membicarakan tujuannya datang menemui Daisy pun langsung melenggang pergi dari kamar wanita itu.
Awalnya tadi ia datang baik baik untuk membahas perjanjian pernikahan selama mereka dinyatakan suami istri nantinya. Tapi Sean sudah keburu kesel dengan tingkah Daisy.
°°°°
Hari ini pernikahan Sean dan Daisy sedang berlangsung. Tadi pagi kedua manusia itu telah mengucap janji suci mereka di hadapan Tuhan, keduanya pun sekarang telah sah dinyatakan sepasang suami istri baik di hadapan Tuhan maupun negara.
Daisy yang masih shock atas kedatangan keluarganya secara tiba-tiba, sedari tadi hanya diam saja.
Kepalanya masih mencerna mengapa keluarganya berada disini. Dan bahkan mereka tak terlihat terkejut melihat anak perempuan mereka menikah dinegeri orang dengan mendadak.
Saat ini Daisy tengah dirias untuk menghadiri resepsi pernikahannya dengan Sean, pria itu tidak mengambil pusing dengan kedatangan keluarga wanita yang di nikahinya.
Menurut sean bisa saja Leyna lah dalang di balik kedatangan keluarga wanita itu mengingat Leyna berada di Idonesia.
Tetapi yang mencurigakan adalah baik Daisy dan Sean sama sekali tidak melihat kedatangan Leyna, padahal hampir seluruh keluarga inti Daisy semua berada disini.
"Daisy mama heran kenapa kamu harus berbohong ingin mengunjungi kakakmu padahal kau sebenarnya mau menikah disini?"tanya Metta pada anak perempuannya. Yap wanita paruh bayah itu saat ini sedang menemani anaknya yang sedang dirias oleh MUA.
"Maksudnya ma?"Daisy mengernyitkan kedua alisnya.
"Alah tidak usah pura pura bodoh lah kamu nih,coba saja kamu dari awal bilang mau nikah muda, mama pasti restuin kok toh juga suami mu kan kerjanya bagus"
"Untung saja kakakmu bisa ngejelasinnya bagus-bagus sama mama dan papa. Coba tidak, sudah mama coret nama kamu dari kartu keluarga"jelas mama Metta, Daisy menyimak penjelasan mamanya.
"Jadi dimana kakak?"tanya Daisy.
"Dia tidak bisa ikut karena bulan depan ia akan menikah dengan Niko, jadi dia sibuk mempersiapkan pernikahannya. Kakakmu berharap kau dan Sean menghadiri pernikahannya nanti"jawab mama Metta.
Daisy tertawa dalam hati.
"Apa mungkin Sean mau menghadiri pernikahan wanita penipu itu?"batinnya.
"Tapi mama salut deh sama mu Dai, kok bisa sih kenal sama Sean. Kenalnya dimana gitu? Kan kamu selama ini mama lihat bertapa terus di dalam kamar"
"Paling kalau keluar cuma kekampus atau main bentar sama teman. Cerita dong sama mama, gimana kenalnya, anaknya ganteng banget tau"ucap mama Metta tersenyum bahagia karena mendapat menantu seperti Sean.
"Ganteng tapi ngk ada akhlak untuk apa juga sih ma"lirih Daisy tapi masih bisa didengar oleh mama Metta.
"Apa?"
Daisy tersadar akan ucapannya, tak mungkin juga ia cerita yang sebenarnya disaat orang tuanya bahkan sudah merestui pernikahan mereka.
Ya walaupun pernikahan ini berlangsung karena dirinya yang menggantikan Leyna, tetapi semua orang tau bahwa wanita yang dinikahi Sean adalah Daisy. Mau tidak mau dia harus mulai menerima takdirnya ini.
"Ehk tadi memangnya Daisy ngomong apa ma?" Mama Metta menggeleng gelengkan kepalanya melihat putrinya mulai ling-lung.
"Sepertinya kamu kecapean, malam nanti ditunda saja dulu bilang baik baik sama Sean"ucap mama Metta yang dibalas bingung oleh Daisy.
"Nunda apaan emangnya ma?"
Bukannya mendapat jawaban dari pertanyaannya, Daisy malah mendapatkan toyoran kecil di kepala dari sang mama.
"Aduhh Daisy nikah sama bule mah ngk usah sok polos atuh kamunya, sok suci tau ngk. Gelai mama dengarnya"cetus mama Metta dengan bahasa gaulnya yang baru ia dapat dari salah satu video tiktok yang ia tonton kemarin.
"Mama jangan kebanyakan buka tiktok ih, dah tua ingat umur"gerutu Daisy bingung mengapa mamanya suka sekali bermain aplikasi tersebut.
Ini pasti ajaran Daren, adik laki-lakinya. Pria lembek itu yang pasti telah mempengaruhi ibunya.
"Karena sudah tua makanya cari hiburan biar awet muda hihi"tawa kecil menghiasi wajah paruh bayah itu, tak lama dari situ seorang lelaki remaja memasuki kamar yang ditempati Daisy dan ibunya.
"Apa sudah siap? Papa menyuruh kalian turun"ucap Daren adik laki laki Leyna dan Daisy.
"Sebentar lagi yang ganteng"sahut staff MUA yang sedang menata rambut Daisy.
Daren bergidik ngeri melihat pria yang dirasuki roh wanita itu. Daisy dan mama Metta tertawa kecil melihat wajah geli dari Daren.
"Kembaran Dar"celetuk Daisy.
Daren memang memiliki jiwa yang lembut dan gemulai. Tetapi walaupun begitu bukan berarti dia bersikap seakan dirinya wanita, ingat Daren masih waras.
Karena memiliki jiwa yang lembut tak jarang baik Daisy maupun Leyna sering meledek lelaki yang baru menginjak usianya yang ke tujuh belas tahun itu sebagai pria lembek ataupun letoy.
Ingin rasanya Daren marah, tetapi memang pembawaannya yang lembut membuat Daren sulit untuk marah. Jika ia merasa kesal, paling dirinya hanya menghindar dari kedua kakaknya.
"Heh lambe mu"ucapnya lalu duduk disamping sang ibu.
"Kenapa tidak turun?"tanya Metta melihat putranya malah duduk disampingnya sambil memainkan ponselnya.
"Malas, Sultan semua dibawah ngk kuat adek"balasnya tanpa menoleh kearah ibunya.
"Haha tapi kan ada rombongan bibi Ola disana"
Tentu saja tamu yang datang akan di dominasi dari kalangan pengantin pria, keluarga Daisy yang datang hanyalah ibu,ayah, adik dan keluarga bibi Ola yang merupakan adik dari Mama Metta.
"Ck! Bahkan bibi Ola dan lainnya pada ngungsi ke taman belakang sambil makan kue ngehindar tamu tamu"tawa di ruangan itu seketika meledak kecuali Daisy, ia hanya tertawa kecil.
Inilah resiko orang sederhana seperti mereka menikah dengan orang kalangan atas seperti Sean. Semoga saja kehidupan Daisy tenang dalam keluarga Sultan ini.