Because My Sist

Because My Sist
A | Berkunjung



Tangan beberapa manusia itu terus melambai sambil mengucapkan sampai jumpa kepada gadis yang saat ini sedang menggeret kopernya memasuki kabin pesawat.


Hari ini gadis yang bernama Daisy Baker akan berkunjung ke Seoul untuk mengunjungi sang kakak. Wanita itu akan pergi sendirian karena anggota keluarganya yang lain tidak bisa ikut.


Daisy berencana akan berlibur di kota tersebut, tempat kakak perempuannya yang bernama Leyna merantau.


Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, ia berniat untuk mencari hiburan atas penatnya selama ini menampung materi kuliah. Dan Daisy berharap akan bersenang senang dengan kakaknya nanti disana.


Daisy mulai menduduki tempat duduknya sesuai tiket yang ia miliki, sejenak wanita itu menatap ke arah jendela pesawat. Lamunannya terhenti ketika mendengar notif pesan masuk dari ponselnya.


Leyna👹


"Apa kau sudah berangkat?"


Setelah membaca pesan itu, jari jari lentik Daisy mulai membalas pesan dari sang kakak.


^^^"Ya pesawatku akan landing"^^^


Leyna👹


"Baiklah, kabari aku jika sudah sampai"


Setelah membaca pesan terakhir, Daisy menghidupkan mode pesawat pada ponselnya karna pesawat akan lepas landas.


Sebuah senyuman terukir di bibir wanita yang baru saja menyelesaikan studi perguruan tingginya, ia sudah tidak sabar akan menghabiskan waktu dengan kakak perempuannya.


Sudah 3 tahun Leyna merantau di kota Seoul dan membuat mereka sudah jarang menghabiskan waktu bersama. Bertemu pun hanya dihari besar saja, Daisy yang sibuk kuliah dan Leyna yang sibuk mencari nafkah di negeri orang.


Dirinya sama sekali tidak mau mengikuti jejak kakaknya yang bekerja di negara asing, sebisa mungkin ia akan mendapatkan pekerjaan di negaranya sendiri.


Daisy tidak akan pernah sanggup jika harus bertahun tahun berpisah dengan keluarganya, apalagi sang mama. Daisy sangat mencintai sosok wanita paruh bayah itu, sebenernya ia sedikit ragu berpergian sendiri seperti ini. Tetapi dari pada menetap dirumah, pergi mengunjungi Leyna mungkin lebih baik disaat dirinya dalam kategori pengangguran seperti ini.


Setelah menghabiskan waktu sekitar 8 jam'an akhirnya Daisy tiba di kota Seoul. Ia menikmati udara yang terasa segar dikota tersebut.


"Wahh segar sekali"gumamnya membiarkan wajahnya diterpa angin, pas sekali musim dingin sebentar lagi akan menghujami negara itu.


Daisy merogoh ponselnya didalam tas sandangnya, ia membaca pesan yang berisikan alamat apartemen kakaknya.


Ia juga sudah mengabari kepada Leyna bahwa dirinya telah tiba.


Daisy menghentikan sebuah taksi, memperlihatkan alamat tersebut kepada supir dan meminta untuk mengantarkannya kesana.


Taksi yang ditumpangi Daisy berjalan membelah kota Seoul yang indah. Daisy menatap keluar jendela melihat pemandangan yang ia lewati. Matanya dibuat kagum oleh negara ini.


Satu jam kemudian Daisy telah tiba di apartemen Leyna, ia menggeret kopernya ke kamar yang sudah diberitahu oleh wanita itu.


Apartemen Leyna terletak dilantai 47. Setelah sampai didepan pintu kamar,  Daisy memencet bel tetapi pintu tersebut tak kunjung terbuka.


"Kemana sih dia?"rutuknya lalu mencoba menghubungi sang kakak.


"Kau dimana? Kenapa pintunya belum terbuka"pekik Daisy sedikit teriak karena mulai kesel.


Leyna disebrang sana tertawa, merasa sepertinya adiknya mulai kesel padanya.


"Kau masuk sajalah dulu, kodenya ulang tahun pernikahan mama papa. Aku sedang ada kerjaan, nanti sore baru pulang. Okey dear, selamat istirahat"balas Leyna langsung memutuskan panggilan.


Bibir Daisy mencebik kesel, padahal kan ia ingin memeluk Leyna tetapi wanita itu malah tidak ada.


Daisy menekan kode apartemen dan melangkahkan kakinya masuk kedalam, Daisy sedikit kagum akan apartemen yang dimiliki oleh sang kakak.


"Sepertinya kak Leyna memiliki pekerjaan yang bagus"komentarnya, kemudian ia membuka koper dan mengambil satu setelan baju.


Daisy mencari kamar mandi lalu membersihkan diri karena merasa tubuhnya sudah lengket.


Sudah hampir jam 9 malam tetapi tanda tanda Leyna akan pulang pun tidak ada.


Daisy menjadi khawatir akan sang kakak yang belum menampakkan dirinya padahal sudah berjanji akan pulang sore hari.


"Kemana sih dia, kenapa belum pulang juga?"decaknya sambil mencoba menghubungi Leyna kembali.


Setelah melewatkan beberapa panggilan akhirnya panggilan itu tersambung.


"Kau dimana? Kenapa jam segini belum pulang?"teriak Daisy menyerbu Leyna saat itu juga.


"Tidak usah berteriak juga, kau tidurlah deluan. Aku hari ini lembur, sepertinya besok kita akan berjumpa"sahut Leyna di sebrang sana.


"Kau sedang tidak mengerjai ku kan Leyna"Daisy mulai curiga terhadap kakaknya, aneh saja tadi Leyna sudah berjanji pulang sore ini mengapa jadi lembur.


Apa Leyna berusaha menghindari dirinya?


"Hey sopan sedikit kau pada kakakmu"ingat Leyna mengingat Daisy tadi memanggil nya tanpa memakai embel kakak.


"Jika kau terus membuatku kesel jangan harap aku memanggilmu kakak"sarkas Daisy berkacak pinggang mewakilkan kekesalannya.


"Haha kau harus menerima takdir mu yang menjadi adikku"tawa Leyna di sebrang sana.


"Cepat selesaikan lah lembur mu, aku takut sendirian diapartemen mu ini"ucap Daisy dengan wajah yang sangat mengharapkan Leyna agar cepat kembali.


Inilah alasan mengapa dirinya tidak ingin merantau. Daisy tak akan sanggup hidup sendirian. Ia sudah terlalu nyaman hidup ditengah tengah keluarga hangatnya.


"Iya sebentar lagi aku pulang, awas ada...."belum lagi Leyna menyelesaikan ucapannya, panggilan itu sudah terputus oleh Daisy.


"Leyna sialan"umpatnya kesel karena Leyna mencoba untuk menakutinya.


Daisy menduduki dirinya disofa ruang tamu yang ada di apartemen itu, ia menatap langit ruang tamu tersebut. Tiba tiba dirinya mulai berpikiran negatif.


"Sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan oleh kak Leyna, mengapa ia seperti menghindari ku"gumamnya sambil melipat kedua tangannya.


"Apa jangan jangan ia hamil diluar nikah terus malu bertemu dengan ku makanya dia berusaha menghindari ku?" Pikiran buruk  mulai masuk kepikirannya yang paling dalam mengenai tingkah sang kakak.


Mengingat Seoul termasuk negara bebas, mungkin saja Leyna sudah terkena pergaulan bebas di negara ini.


"Wah kau benar benar Leyna, dasar perempuan..."ucapannya terhenti karena mengingat sesuatu.


"Tapi sepertinya tidak deh, kemarin kami baru video call dan perutnya tidak besar"


Daisy mengacak rambutnya frustasi


"Ah sudahlah, kita lihat saja besok. Jika ia masih tetap menghindari ku berarti ada sesuatu yang di sembunyikannya"


Daisy langsung saja membaringkan tubuhnya di sofa karena ia akan tidur diruang tamu, jangan tanya kenapa tidak tidur dikamar saja? alasannya satu, ia tidak berani tidur dikamar jika ia sedang di apartemen sendirian seperti ini.


Sementara dirumahnya saja kadang ia sering ngacir kekamar adik laki lakinya karena terkadang juga suka takut tidur sendirian.


Daisy memang mudah menaruh rasa curiga terhadap kakaknya mengingat wanita yang lebih tua 4 tahun dari dirinya itu suka menjahilinya atau pun menipunya.


Sedikit pemberitahuan walaupun mereka memiliki jarak umur 4 tahun, wajah Daisy maupun Leyna sangat mirip. Orang orang yang melihatnya pasti mengira mereka adalah anak kembar padahal nyatanya mereka adalah saudari yang berbeda 4 tahun.


Hanya dimata keluarga mereka lah Daisy dan Leyna memiliki wajah yang berbeda, sementara orang orang selalu mengatakan mereka anak kembar.


Karena itulah Leyna sering membuat Daisy dalam keadaan yang sulit. Orang orang mengira Daisy itu adalah Leyna dan Leyna itu adalah Daisy.


Pernah waktu itu Leyna mengikuti kencan online, tetapi karena tidak memiliki waktu ia meminta Daisy untuk menggantikannya. Rasanya Daisy ingin memaki Leyna, tetapi mengingat Leyna bukanlah sebayanya, ia harus menahan emosinya untuk tidak memaki wanita yang lebih tua darinya itu.


Berusaha menghindari keributan, Daisy pun bersedia menggantikan Leyna untuk mengikuti kencan online tersebut. Untung saja Daisy sangat menyayangi sosok Leyna, meskipun terkadang menyebalkan tetapi Leyna lah sumber uang jika Daisy dilanda kekosongan dompet.