
Matahari pagi mulai menunjukkan wujudnya, begitu pun dengan Daisy yang sudah bangun dengan wajah yang menahan amarah.
Ya wanita itu sedang kesel karena lagi lagi tidak menemukan sang kakak didalam apartemen.
Daisy mulai menyakini jika Leyna sedang menyembunyikan sesuatu, dan sekarang apalagi? Kenapa tiba-tiba perasaannya tidak enak.
Apa kali ini yang disembunyikan menyangkut dirinya? Seketika Daisy menyesal datang kesini, padahal belum tahu insting nya benar atau tidak, tapi ia sudah dapat merasakan sepertinya memang tidak ada yang beres.
Karena terlalu sering dibohongi oleh sang kakak, membuat Daisy selalu berpikiran negatif kepada Leyna. Kali ini Daisy berharap hal ini tidak akan menghancurkan niatnya liburan kemari.
Daisy mulai menghubungi ponsel Leyna, tetapi ponsel itu tidak aktif. Daisy mencebik kesel, kenapa sekarang nomor wanita itu tidak aktif.
"Seharusnya aku menaruh curiga sejak awal padamu Leyna saat kau ngotot ingin aku mengunjungi mu"geram Daisy menahan kekesalannya pada sang kakak.
Leyna lah salah satu alasan Daisy berada disini, wanita itu meminta Daisy berlibur kemari untuk melepas rindu. Tetapi lihatlah ketika Daisy sudah datang Leyna malah tidak menunjukkan dirinya.
"Aish apa dia berniat meninggalkan aku sendirian dinegara ini?"tanya Daisy sendiri.
"Lalu dia pergi kemana? Ah sudahlah biarin, dia pikir aku bakal takut ditinggal sendirian, untung mama memberi uang saku banyak"
"Lihat saja Leyna jika aku bertemu denganmu akan ku cakar wajahmu itu"sarkas Daisy lalu pergi ke kamar mandi, hari ini ia berniat berjalan jalan sendirian tanpa harus menunggu sang kakak.
Dia sudah tidak peduli lagi pada Leyna, terserah lah apa yang sedang dilakukan wanita itu saat ini. Yang penting Daisy akan bersenang senang sendirian menikmati waktunya.
°°°
Kingston company
Pria tampan bertubuh tegap sedang menatap tajam sebuah foto yang ia genggam ditangan besarnya, sejenak menatap gadis yang ada di foto tersebut.
"Jadi dimana dia sekarang?"tanyanya kepada lelaki yang sedari tadi setia berdiri disampingnya.
"Dia berada di taman kota sekarang tuan" jawabnya dengan wajah datar khas miliknya.
Pria itu tersenyum sinis.
"Berani sekali gadis murahan sepertimu bermain main dengan seorang Sean Richard"imbuhnya.
"Lihat saja apa yang ku lakukan padamu Leyna sayang"lanjutnya kembali menatap foto itu dengan tatapan membunuh kemudian meremuknya.
°°°°
Daisy memasuki sebuah taman kota yang tampak ramai siang ini, sebenarnya ia tidak berniat datang kemari. Tetapi hanya inilah tempat yang bisa sedikit menghiburnya, jika dibandingkan dengan pergi ke mall.
Faktanya Daisy lebih suka pergi ke tempat perbelanjaan, tetapi mengingat saat ini Leyna sedang tidak bersamanya ia harus menghemat uang saku yang diberikan oleh mama nya walaupun sebenarnya baginya uang itu juga cukup banyak.
Lihat lah sampai sekarang Leyna bahkan belum ada kabarnya, wanita itu belum ada sama sekali menghubunginya kembali.
Daisy pun memutuskan lusa dia akan kembali ke Indonesia, percuma berada disini namun sendirian. Lebih baik dia di negaranya, ada sahabatnya yang bisa ia ajak bermain sebelum Daisy benar benar turun dalam dunia pekerjaan.
Tiba tiba sebuah panggilan video tersambung dari ponselnya, Daisy menekan tombol hijau pada layar ponsel. Seketika terpampang lah wajah kedua sahabatnya yang berada di Indonesia.
"Hai curut cemanew liburannyee"suara cempreng milik Neysa menghias panggilan mereka.
"Ho'oh acem banyak cogan kah?" Sella ikut menambahi.
Daisy menatap malas kelayar ponselnya, ia lagi tak berniat video call'an seperti ini. Daisy tidak ingin kedua temannya tahu bahwa ia ditinggal kakaknya sendirian disini dan hanya menyisakan kesedihan baginya.
Namun di detik berikutnya.
"Senang lah gilaa!! Dan kalian tau?! Disini cowoknya blesteran surga semua anjir"balas Daisy tiba tiba antusias agar menunjukkan bahwa ia baik baik saja.
"Wahhh kalau begitu kenalin sama yang dibelakang lo itu dong Dai"suruh Sella, Daisy mengerutkan alisnya mendengar ucapan gadis berkacamata itu.
Langsung saja kepalanya menoleh ke belakang, dan terpesona melihat lelaki tampan sedang berdiri dihadapannya.
Tanpa aba aba tangan pria itu sudah meraih ponsel Daisy dan mematikan video call yang berlangsung antara Daisy dengan para sahabatnya.
"Apa yang kau lakukan? Siapa kau?"tanyanya sedikit berteriak.
Tadinya Daisy cukup terkagum dengan pria dihadapannya ini namun ketika melihat perilakunya, Daisy menarik semua kata-katanya.
Pria itu melipat tangannya didepan dada, kakinya melangkah mendekat kearah Daisy. Daisy yang risih berjalan mundur.
Merasa wanita dihadapannya terus menghindarinya, tangan pria itu langsung mencengkal lengan Daisy.
Daisy mulai ketakutan, ia ingin melepaskan cekalan pria ini tapi cengkraman di lengannya terlalu kuat.
"Apa kau mendadak amnesia?"tanyanya dengan tatapan yang tajam. Daisy bingung apa dia mengenal pria ini sebelumnya? "Setelah membuat masalah dan menghilang dariku kini kau berpura pura tidak mengenaliku?"lanjutnya dengan smirknya.
"Katakan siapa kau? Aku benar-benar tidak mengenalmu! Lepaskan ini!"teriak Daisy meminta tangannya dilepaskan dari cengkraman pria itu.
"Apa kau benar-benar tidak mengenal ku sayang? Sean Richard"ucap pria yang bernama Sean itu sambil membelai lembut dagu Daisy.
Daisy merasa jijik dengan panggilan Sean. Ia menepis tangan Sean dengan kasar.
"Jangan coba coba memanggilku dengan sebutan menjijikan itu"imbuh Daisy yang kini mulai menatap pria aneh dihadapannya ini yang diyakininya bernama Sean Richard.
Seketika pikirannya mulai berkelana, ia teringat sesuatu.
"Oh tunggu"ucapnya kembali.
Sean tersenyum sinis, apa wanita ini mau mengakui kesalahan yang telah ia perbuat?
"Sepertinya aku pernah mendengar nama Sean Richard disalah satu buku referensi skripsiku, apa kau yang disebut raja bisnis itu?"tanya Daisy dengan polosnya membuat Sean melongo, begitu juga dengan pengawal pribadi pria itu yang berdiri tak jauh dari Sean dan Daisy berada.
Apa ini wanita yang sama? Pikir mereka.
"Ck! Ternyata aktingmu bagus sekali, apa kau pikir kali ini aku akan tertipu"ucap Sean yang semakin membuat Daisy bingung.
"Luke bawa dia!"suruh Sean lalu berjalan deluan yang diikuti oleh Luke yang sudah membawa Daisy.
Tentu saja Daisy berontak, tetapi tenaga Luke ternyata jauh lebih besar ketimbang gadis itu.
"Hey pria gila kau mau membawa ku kemana ha?!!"teriak Daisy histeris, meminta bantuan sekeliling pun tidak mungkin melihat para pengunjung sepertinya juga ketakutan akan keberadaan Sean dan para pengawalnya.
"Apa kau bilang?"Sean memberhentikan langkahnya dan kembali menghadap ke arah Daisy, menatap tajam pada wanita tersebut.
Dirinya tidak terima dengan ucapan Daisy yang mengatakan bahwa ia gila.
"Nona tolong jaga ucapan mu kepada tuan muda"ingat Luke karena sangat tak baik jika membuat seorang Sean Richard marah.
"Seharusnya tuanmu itu yang menjaga sikapnya kepada orang baru, dia tiba-tiba menyuruh pengawal bodoh sepertimu dan dirinya untuk membawaku bersamanya"sarkas Daisy sambil melirik seorang bodyguard Sean yang berada di sebelah kanannya, sementara Luke berada di sisi kirinya.
Luke terdiam akan ucapan Daisy, kenapa sangat berbeda dengan wanita yang ia kenal.
"Hentikan sandiwara mu itu Leyna, kau harus bertanggung jawab atas semua ini"bentak Sean emosi.
Pria itu marah karena Daisy bukan hanya menghina dirinya namun juga pengawal yang ia perkerjakan.
Daisy yang mendengar nama Leyna keluar dari mulut Sean merasa bingung, ada hubungan apa Leyna sampai seorang Sean Richard bisa menyebut nama wanita itu dari bibirnya. Mengingat Sean bukanlah orang biasa jika dibandingkan dengan kakaknya yang aslinya seorang siluman.
"Leyna? Kau mengenalnya? Dimana dia katakan!"desak Daisy ingin mengetahui dimana kakaknya berada.
"Cukup Leyna, berhentilah seperti orang bodoh. Jika melihat tingkah murahan mu ini sebenarnya aku sangat enggan melanjutkannya, tetapi ini demi nama baikku dan keluarga ku. Kita tetap harus menikah"
"Bawa dia!"setelah mengatakan itu Sean langsung berlalu memasuki mobil deluan dan meninggalkan Daisy bersama beberapa pengawalnya.
"Menikah? Hey apa maksudmu!! Kenapa kita harus menikah, dasar pria gila!!!"teriak Daisy histeris karena tak mengerti maksud perkataan Sean.
Luke langsung saja memasukkan Daisy kedalam mobil dan membawanya ke kediaman tuan Sean.