
Daisy menggelengkan kepalanya melihat Selin yang menangis terisak di sana. Pria pujaan wanita itu telah meninggalkannya bersama seorang wanita yang muncul tadi.
Begitu banyak pria tampan dan kaya, kenapa Selin sampai begitu jatuh pada sosok Azam.
"Aku akan kesana menenangkannya"pamit Daisy namun lagi-lagi dihentikan oleh Sean.
"Tidak perlu. Kau akan semakin membuatnya menangis"
Ya Selin akan semakin malu jika ada orang yang tahu betapa menyedihkannya dirinya saat ini.
Daisy paham, benar juga. Kedatangannya kesana akan semakin membuat Selin merasa menyedihkan.
"Sean, tak menyangka kita berjumpa disini"
Seorang wanita dengan balutan dress seksinya muncul berada di dekat kedua sepasang suami istri itu.
Sean terpaku. Wajah wanita yang telah masuk ke list manusia yang paling ia hindari.
Sean tak menjawab seruan wanita tersebut. Sementara wanita itu sedikit kecewa pria yang dulu sangat hangat padanya bisa sedingin ini.
Daisy menatap bingung ke arah keduanya.
"Siapa ya?"tanya Daisy.
Wanita itu tersenyum kemudian mengulurkan tangannya ingin menjabat tangan Daisy.
"Perkenalkan aku Angel. Aku..."
Belum sempat wanita itu menyelesaikan perkataannya. Sean menarik Daisy menjauh dari sana, padahal tadi Daisy ingin menyambut jabatan tangan wanita tersebut.
Angel tersenyum kecut melihat kepergian dua sejoli itu.
"Siapa wanita itu?"gumamnya.
"Entah siapapun dia. Kupastikan Sean akan kembali kepelukan ku"ucapnya dengan senyuman smirknya.
Dirinya merupakan wanita masa lalu Sean. Wanita yang telah memberi luka dan kebencian di hati Sean.
°°°
Sean tidak membawa Daisy kembali ke aula pernikahan. Pria itu malah membawa istrinya ke roof top di hotel tersebut.
Daisy sedari tadi kebingungan akan situasi saat ini. Siapa wanita tadi? Ada hubungan apa Sean dengannya?
Keduanya mendudukkan diri di salah satu bangku kayu yang tersedia di rooftop gedung tersebut.
Beberapa menit mengalami keheningan. Daisy yang penasaran memilih diam karena melihat aura suaminya semakin dingin.
"Tanyakan apa yang ingin kau tanya!"
Akhirnya Sean membuka suara memecahkan keheningan.
Daisy memainkan kuku kuku jarinya.
"Ehm wanita tadi siapa?"
Sean menghela nafasnya. Tangannya mengusap wajahnya karena pertemuannya dengan wanita yang paling ia hindari.
"Bukankah dia sudah memperkenalkan diri"
Daisy mencebik kesel. Iya dia tahu, maksudnya hubungan wanita tadi dengan suaminya apa.
"Maksud ku hubungan wanita malam itu denganmu apa?!"
Sean tertawa kecil mendengar sebutan Daisy kepada mantan kekasihnya itu. Daisy tidak salah, Angel pantas di sebut wanita malam karena begitu murah.
"Kenapa kau malah tertawa?!" Daisy menepuk pelan paha Sean, bukannya menjawab pertanyaannya malah tertawa.
Dan aura dingin Sean tadi seketika luntur.
"Kau benar dia wanita malam. Dan sialnya wanita itu pernah jadi kekasihku"kata Sean menatap langit indah di atasnya.
Daisy merutuk sudah berapa mantan pria ini. Sementara dirinya sama sekali belum pernah berpacaran. Beruntung sekali Sean mendapatkannya.
"Kukira hanya kak Leyna mantanmu. Mana yang mendapati gelar mantan terindah di antara keduanya?"
Pembicaraan suami istri pun terlihat santai dibawah langit malam. Biasanya seorang istri sedikit kesel jika membicarakan mantan pasangannya namun Daisy terlihat kepo.
Daisy sedikit berpikir. Ia kembali mengingat pembicaraannya dengan Oma Merry mengenai wanita yang telah membuat sosok Sean begitu patah hati.
"Apa Angel wanita yang telah membuatmu patah hati?"tanya Daisy pelan takut kembali membuka luka Sean.
Sean berdecih.
"Anggota keluarga ku yang mana membahas hal itu denganmu"
Daisy gelagapan. Tak mungkin ia memberi tahu pembicaranya dengan Oma Merry.
"Ada dehh. Jawab saja!"
"Bukan. Wanita itu sudah meninggal"Daisy terkejut mendengarnya, ia pikir wanita itu masih ada dan itu Angel. Terlihat tadi Sean yang tak sudi bertemu dengan wanita tersebut.
"Bersama bayi haramnya"
Kembali Daisy dibuat terkejut mendengar penuturan Sean. Apa maksud suaminya ini.
"Mau mendengar sebuah cerita"
Flashback on
Sean menatap penuh kebencian pada wanita yang saat ini terbaring diberangkas rumah sakit. Tadinya keduanya akan mengucapkan janji suci pernikahan namun wanita cantik bernama Tasya yang menjadi mempelainya pingsan disaat Sean mengucapkan janjinya dihadapan Tuhan.
Seluruh tamu panik melihat pengantin yang pingsan. Wanita itu pun dibawa ke rumah sakit.
Tasya pun melewati beberapa prosedur pemeriksaan. Saat mendengar penjelasan dokter, dunia Sean terasa berhenti.
Wanita yang akan ia persunting kini tengah mengandung. Entah anak siapa. Yang pasti janin itu bukan miliknya. Dirinya tak pernah sejauh itu berhubungan dengan Tasya.
Tasya yang sadar saat itu dan kebohongannya yang ia tutupi telah diketahui semua orang termasuk calon suaminya pun menangis terisak.
"Aku minta maaf Sean. Ini bukan keinginan ku. Aku akan mengugurkan bayi ini jika kamu keberatan"isaknya yang tak menyangka perbuatannya dibelakang Sean akan menghasilkan sebuah janin.
Sean tampak diam. Dirinya masih mencerna segala sesuatu yang menerjangnya. Wanita yang ia cintai dan begitu ia percayai mengandung anak pria lain.
Sean sudah begitu percaya bahwa wanita pilihannya adalah wanita yang paling terbaik dari segala wanita yang ia temui. Namun Tasya menghancurkan ekspetasinya.
Tasya menggenggam tangan Sean yang berdiri disamping brangkasnya.
"Pernikahan kita akan berlanjut kan Sean. Kau tidak mungkin membatalkannya hanya karena bayi sialan ini!"
Tasya memukul mukul perut ratanya. Menyalahkan sosok yang sebenarnya tak bersalah itu.
"Sean kita akan menikah kan"tanya Tasya dengan wajah binarnya.
"Pernikahan tak bisa dilanjutkan!"kata Sean menahan segala kekecewaannya pada sang calon istri atau lebih tepatnya mantan calon istri.
"Apa karena bayi ini. Aku akan membunuhnya Sean. Tolong jangan batalkan pernikahannya"
Tangan Tasya semakin kuat memukul mukul perutnya. Sean tak berniat menghentikan wanita itu yang berniat membunuh anaknya sendiri. Nyatanya Sean kini tidak ingin peduli lagi apapun yang terjadi pada wanita ini.
"Matinya bayi itupun takkan membuatku melanjutkan pernikahan"
Tangan wanita itu berhenti memukul perutnya, dirinya menatap Sean yang tetap kekeh tak mau melanjutkan pernikahan mereka.
"Minta tanggung jawab pria yang menjadi ayah dari bayimu"
Setelah mengatakan itu Sean pergi dari ruangan tersebut. Meninggalkan Tasya dengan teriakan histerisnya yang tetap ingin dinikahi oleh Sean.
Tasya berniat mengejar namun untungnya beberapa staff rumah sakit menahan wanita itu yang mengamuk.
Setelah kejadian itu sosok Sean yang awalnya sudah dingin kembali tambah dingin. Semenjak hari itu juga sosok Sean tak pernah menaruh hatinya lagi pada seseorang yang namanya wanita.
Satu bulan kemudian Sean mendapatkan kabar bahwa mantan kekasihnya itu meninggal dunia bersama janin yang berada didalam kandungannya.
Tasya mengonsumsi obat racun peregang nyawa. Dirinya tak sanggup hidup di dunia ini jika tak bersama dengan lelaki yang ia cintai. Itulah inti surat terakhir yang ditulis oleh wanita itu.
Sean yang awalnya sudah terluka, kembali semakin terluka mendapatkan wanita yang sebenarnya masih ia cintai itu meninggal dunia.
Awalnya Sean mencoba berdamai dengan keadaan karena sampai sekarang pria yang menghamili Tasya tak pernah diketahui. Sean ingin mencoba menerima Tasya apa adanya. Namun ia terlambat, wanita itu lebih dulu mengakhiri hidupnya.
Flashback off
Hoho udah tau kan gimana masa lalu abang Sean. Nyatanya dibalik keangkuhan dan dinginnya abang Sean menyimpan luka. Btw Seannya udah move one belum ya sekarang.