
Daisy didudukkan disalah satu kursi yang berada di sebuah ruangan megah, jangan lupa tangan mungil dan kakinya juga ikut terikat agar tidak kabur.
Jangan tanya apakah Daisy menangis atau tidak. Jawabannya adalah tidak, karena apa? Sudah dikatakan bahwa pria dihadapannya ini adalah pria gila. Tidak mungkin sosok gila dapat mengasihani orang lain.
Dari pada menangis, sedari tadi Daisy malah mengumpat dan menyumpahi Leyna karena telah membawanya kembali dalam masalah wanita itu.
"Apa kau tidak ingin mengatakan maaf atau kata penyesalan?"tanya Sean datar, pria itu duduk dihadapan Daisy dengan menyilangkan kedua kakinya.
"Untuk apa aku mengatakan atas apa yang tidak aku lakukan"cetusnya Daisy menatap geram kearah Sean.
Sean berdecak sinis.
"Bahkan disituasi seperti ini kau masih belum merasa bersalah Leyna"
Daisy mulai paham, ternyata pria dihadapannya ini sedari tadi mengira bahwa dirinya ialah Leyna.
Kalau begitu jika ia memberitahu bahwa dirinya bukan Leyna, ia akan dibebaskan bukan.
"Perlu kau ketahui tuan, aku bukanlah wanita yang kau maksud. Aku Daisy bukan Leyna"ucap Daisy.
Sean berdiri dari duduknya, ia berjalan mendekati Daisy dengan senyuman yang mengerikan membuat wanita itu sedikit ketakutan.
Sean mendekatkan wajahnya ke wajah Daisy. Daisy ingin menjauh tetapi tangan dan kakinya diikat membuat ia tak bisa bergerak.
Sean mencengkram pipi Daisy. "Hentikan omong kosong mu Leyna, apa kau pikir aku sudi untuk kembali lagi bersamamu? Jika saja tidak ada tanggung jawab besar yang ku genggam, aku benar benar tidak sudi menikahi wanita murahan sepertimu"ucap Sean menyentak wajah Daisy kasar.
Suasana hening sesaat sampai tiba tawa Daisy menghiasi ruangan kosong dan megah itu.
"Hahaha"tawa Daisy menggelegar.
Sean mengernyit mendengar tawa wanita itu. "Apa kau pikir ini lucu?"tanya Sean.
"Tentu saja lucu tuan,aku mengerti sekarang. Ternyata kau adalah lelaki ke 38 yang telah diberi harapan palsu olehnya"desis Daisy tersenyum remeh.
Sean kembali mengernyit dengan ucapan wanita dihadapannya ini.
"Maksudmu?"
"Tuan kau memiliki segalanya tetapi kenapa kau tak bisa menggali informasi wanita yang kau jadikan kekasih"imbuh Daisy.
Daisy sudah paham akan situasi dihadapannya saat ini. Ini bukan pertama kalinya Daisy dihadang oleh lelaki yang menyangka dirinya adalah Leyna.
Sudah ada 37 pria yang selalu menghampirinya ketika Leyna mencampakkan mereka semua. Para mantan Leyna selalu menghampiri Daisy yang mereka sangka wanita gila itu.
Menanyakan mengapa tiba-tiba mencoba menjauh dan akhirnya menghilang.
Satu satunya cara menghindari korban sang kakak hanya dengan menunjukkan KTP, baru lah para lelaki itu percaya bahwa ia bukanlah Leyna yang mereka cari.
Terkadang Daisy menyesal mengapa ia memiliki wajah yang mirip dengan sang kakak padahal mereka bukan anak kembar.
Tetapi sejauh ini bagi Daisy ini lah yang paling mengerikan, mengingat pria dihadapannya bukanlah orang biasa. Apalagi katanya mereka akan menikah.
Setau Daisy, Leyna tak akan bertindak sejauh ini dalam hubungan.
"Jangan meremehkan ku!"
"Aku bukan meremehkan mu tuan tetapi kau harus tahu fakta bahwa aku bukanlah Leyna. Aku adalah Daisy, adik dari wanita yang telah menipumu"
Sean tertawa sarkas, ia masih belum percaya pada ucapan Daisy. Sean pikir ini adalah akal akalan Leyna agar bisa lepas darinya.
"Terus lah mengoceh hal bodoh seperti itu, aku tidak akan terpengaruh. Bersiap siap lah nanti malam kau akan bertemu keluarga ku, Luke urus dia!" Setelah mengatakan itu Sean melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tersebut.
Daisy terus berteriak meminta dibebaskan, namun percuma lelaki itu benar benar tidak peduli.
"Leyna sialan!! Selalu saja seperti ini!"teriaknya mengumpati sang kakak.
Dada Daisy kembang kempis karena teriakannya yang berontak.
"Nona tenanglah, kau hanya menghabiskan tenaga mu saja"suruh Luke datar, karena wanita ini melakukan hal yang tidak berguna dihadapannya.
"Hey kau bilang pada tuanmu, lepaskan aku! Aku bukanlah Leyna yang kalian inginkan"rontak Daisy.
"Nona hentikan omongan konyol mu, jangan membuat sandiwara mu sendiri"
"Ck! Kau pikir aku berbohong? Malah aku yang dibohongi oleh kakakku sendiri!"
"Nany rias nona Leyna, karena hari ini keluarga besar akan berkunjung kemari untuk pernikahan yang dilangsungkan besok"suruh Luke pada pelayan yang sudah berdiri disana sedari tadi.
"Dan kau nona Leyna jangan coba coba berniat melarikan diri jika kau tidak ingin menghadapi neraka mu"ancam Luke dengan tatapan menusuk membuat Daisy tertegun, dari segi wajah Daisy akui Luke lebih mengerikan ketimbang Sean.
"Lepas ikatannya"Luke meninggalkan Daisy yang akan diurus oleh beberapa pelayan yang akan membantunya.
"Nona ayo saya bantu bersiap"ucap Nany tersenyum ramah kepada Daisy.
Nany tersenyum mengelus lembut rambut Daisy "Bibi juga sebenarnya tidak terlalu mengerti situasi ini, tapi bibi yakin pasti ada jalan keluar dalam masalah yang kau hadapi. Yang penting sekarang nona harus bersiap untuk bertemu tuan besar dan nyonya besar"
Daisy menghela napas berat, ingin rasanya kabur tetapi tidak mungkin, mengingat ancaman Luke terlalu mengerikan baginya.
Daisy pun akhirnya memilih menurut. Para pelayan membantu Daisy bersiap, mulai dari mandi hingga berdandan. Setelah selesai Daisy menjelma menjadi sesosok putri kerajaan yang sangat cantik.
"Wah kau cantik sekali nona"puji pelayan-Lela yang ikut membantu Daisy.
Daisy mengulas senyumannya tetapi tidak hatinya, ia masih merutuki kejadian yang menimpanya ini. Lela pun pamit untuk mengurus hal yang lainnya.
Beberapa saat kemudian ponsel Daisy berdering, tertera nama Leyna sang kakak disana. Langsung saja Daisy mengangkat nya tanpa mengulur waktu.
"Leeynaaa!!!"teriak Daisy diawal panggilan mereka.
"Heyy kenapa kau berteriak seperti itu ha?"tanya Leyna pura pura tidak tahu.
"Kau jangan berpura pura bodoh, apa ini semua?! Kenapa kau selalu saja berulah"geram Daisy akan tingkah kakaknya yang suka sekali memacari pria, tetapi selalu ditinggalkan dengan alasan yang tidak jelas ataupun wanita itu mau tiba tiba menghilang.
"Maaf, ini untuk terakhir kalinya Daisy"suara lirih terdengar disana, mendengar suara sendu kakaknya Daisy merendahkan emosinya.
"Aku mendengar kepulangan Niko kembali kenegara kita"lanjutnya. Daisy cukup terkejut, sudah lama tidak mendengar nama pria itu lagi.
"Kau masih mengharapkannya?"tanya Daisy tak habis pikir.
Niko adalah pria pertama yang berada di hati Leyna, Leyna sangat mencintai pria itu bahkan sampai Niko memutuskan hubungan mereka.
Pria yang Leyna dekati selama ini hanya ia anggap sebagai hiburan semata sambil menunggu kepulangan Niko dari Singapura. Karena pria itu sudah berjanji jika urusannya telah selesai ia akan mengunjungi dirinya.
Seketika Leyna berharap hubungan mereka yang kandas dapat bersatu kembali.
"Daisy kau tau dia..."
"Jika kau memang sangat mencintainya jangan bermain-main dengan pria lain, kau bukan hanya menyakiti mereka tetapi kau juga menyakitiku"tangis Daisy tiba-tiba meluruh.
Leyna merasa bersalah karena telah memberi masalahnya kepada sang adik.
"Maaf Daisy aku benar-benar menyesal"lirihnya.
Daisy mengusap air matanya. "Kembalilah kemari, bukannya kau akan menikah dengan pria yang bernama Sean itu"pinta Daisy.
"Aku tidak bisa Daisy"ucapan Leyna memberi sengatan listrik yang menjalar dalam tubuh Daisy.
"Apa maksudmu?"
"Daisy tolonglah aku kali ini, kau saja ya yang menikah dengannya"suruh Leyna memohon, Daisy membelalakkan matanya.
"Apa kau gilaa!!!"
"Ya aku memang gila, kakak mu memang gila Daisy. Aku tak ingin menikah dengan pria lain kecuali Niko"elak Leyna dengan suara melasnya.
"Lalu kenapa kau mau sampai tahap ini dengannya?!"sentak Daisy tak habis pikir.
"Aku kira tak kan ada harapan lagi untuk kembali bersama Niko, makanya aku menerima ajakan menikah Sean, mengingat dia bukanlah orang biasa. Tetapi setelah mengetahui kepulangan Niko dan dia meminta ku untuk bertemu, hatiku lebih memilih dia ketimbang harus menikah dengan lelaki kaya raya"jelas Leyna yang membuat Daisy semakin tak habis pikir dengan kakaknya.
Daisy memijat pelipisnya yang mulai terasa berdenyut. "Kak Leyna tolonglah kembali, aku tak bisa menikah dengannya. Cobalah bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan"suara Daisy terdengar mulai putus asa.
"Daisy aku tidak bisa, aku sudah tiba di Indonesia. Pernikahan itu berlangsung besok, kumohon gantikan aku. Aku yakin kau akan bahagia bersamanya. Bukankah kau sedari dulu menginginkan suami seorang CEO kaya raya, ingat Sean adalah raja bisnis dunia. Kau tidak akan menderita hidup bersamanya"imbuh Leyna membujuk Daisy agar mau menikah dengan Sean.
Ketika diumurnya menginjak 16 tahun, Daisy memang memiliki keinginan untuk menikah dengan CEO tampan dan kaya raya. Salahkan novel novel yang selama ini ia baca, membuatnya menginginkan calon hidup yang sebenarnya jika dipikir sulit untuk didapatkan.
Tetapi walaupun Daisy berharap memiliki suami CEO, bukan dengan cara seperti ini yang Daisy inginkan.
"Jika itu bukan bekasmu mungkin aku akan berlapang dada, kau tau bahkan dia mengira aku adalah kau"sarkas Daisy.
Jika diawal Sean adalah pria yang tiba tiba mengajaknya menikah karena cinta pandangan pertama padanya mungkin Daisy akan menerimanya dengan senang hati.
Tetapi masalahnya pria itu mengajak Daisy menikah karena mengira bahwa dirinya adalah Leyna.
"Daisy menikahlah dengannya ku mohon"pinta Leyna memohon.
"Tidak mau, aku akan kabur dari sini"
"Jangan, tolong jangan lakukan itu Daisy. Kau tak ingin keluarga kita kenapa napa kan, kau tau Sean bukanlah orang yang dianggap enteng"cegat Leyna pada sang adik untuk tidak melakukan hal gila yang memancing amarah Sean.
"Jika kau tahu dia berbahaya kenapa kau harus berhubungan dengannya"teriak Daisy emosi.
"Ya aku menyesal maafkan aku Daisy, tolong gantikan aku. Aku akan berhutang budi padamu, selamat tinggal sampai bertemu kembali"Leyna langsung saja memutuskan panggilan tersebut.
"Ck! Lihat saja kau Leyna"