
"Tin buruan nanti kita kesiangan" teriak Alika pada Titin
"Iya mbak maaf Titin kesiangan" sahut Titin dengan bersalah
Alika melajukan motor matic fasilitas puskemas menuju pasar tradisional, seperti biasa setiap minggunya untuk membeli kebutuhan pangan selama seminggu, Alika dan Titin menikmati udara pagi yang terasa sejuk di tambah pemandangan pagi hari sungguh indah matahari masih belum tampak memunculkan diri
Sesampai dipasar Alika dan Titin siap berburu bahan pangan yang mereka butuhkan, mereka bekerja sama dalam memilih sayuran, ikan serta daging yang akan mereka beli, satu jam sudah mereka membeli kebutuhan pangan sehari - hari Alika dan Titin kembali pulang dengan membawa dua keranjang bahan makanan
Alika dan Titin menyusun bahan makanan kedalam lemari es dan membuat sarapan bersama - sama sebelum mengawali hari ini yang kebetulan hari minggu sehingga akan banyak kegiatan yang mereka lakukan bersama warga desa yaitu bergotong royong
"Mbak Titin Ibadah dulu ya" pamit Titin pada Alika yang sedang membersihkan rumah
"Iya Tin, oh ya nanti sore mbak mau keliling desa ya Tin mau lihat - lihat kan udah hampir sebulan mbak disini belum pernah keliling" ucap Alika
"Oke mbak nanti Titin temani, kemungkinan tengah hari nanti Titin udah pulang" Titin berlalu meninggalkan Alika yang baru saja selesai membersihkan rumah
.
.
.
.
.
"Tuan ini sarapan paginya" ucap Reza sembari membawa sarapan pagi untuk Saka
"Hemm letakan saja di meja za" Saka membersihkan diri di dalam kamar mandi, tak lama Saka keluar dengan tubuh yang lebih segar
"Tuan apa hari ini kita akan ke desa X ?" tanya Reza
"Apa hari libur para pekerja tetap bekerja Za?" tanya Saka kembali
"Tidak Tuan, namun kita bisa melihat sejauh mana proses pembanguannya" sahut Reza
Saka tampak berpikir sejenak "Baiklah za kita ke desa Z saja karena saya akan tinggal dirumah nenek selama seminggu untuk melihat perkembangan pembangunan rumah sakitnya" ucap Saka
"Saya akan menyiapkan segala sesuatunya tuan" Reza meninggalkan kamar hotel Saka dan menghubungi suruhannya untuk menyiapkan keperluan Saka selama dirumah mendiang Neneknya
.
.
.
.
.
Alika melajukan motor dengan kencang hingga membuat Titin mengeratkan pegangannya pada pinggang Alika, bukan tanpa sebab Alika melaju kencang saat sedang berkeliling desa Alika mendapat telfon bahwa ada seseorang yang akan melahirkan dan sudah menunggu di Puskesmas
Alika langsung memarkirkan motor saat tiba di Puskesmas dan Titin dengan sigap membuka pintu puskesmas, terlihat seorang wanita yang merintih menahan sakit akan melahirkan ditemani dengan suaminya
"Silahkan masuk pak" pinta Titin sembari membantu wanita hamil tersebut untuk masuk ke ruang rawat
Alika mencuci tangan dengan sabun lalu memakai baju ke Kebesarannya serta tak lupa sarung tangan, Alika menghampiri wanita hamil tersebut untuk memeriksanya
"Sudah sesering apa buk sakitnya?" tanya Alika
"Cukup sering dok namun terkadang hilang" sahut wanita itu
Alika meminta si ibuk hamil untuk mengangkat kedua kakinya dengan posisi mengangkang untuk memeriksa pembukaan jalan lahir pada ibuk hamil itu
"Sudah pembukaan tujuh ya buk pak, kita tunggu untuk pembukaan lengkap, apa ini anak pertama?" ujar Alika
"Bukan dok ini anak kedua kami" sahut sang suami yang setia menemani istrinya, Alika berpikir ini tak akan sesulit anak pertama karena jalan lahir sudah pernah terbuka sebelumnya
Satu jam kemudian wanita hamil itu kembali merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya, Alika memeriksa pembukaan kembali dan ternyata sudah lengkap Alika meminta Titin menyiapkan air hangat untuk membersihkan si bayi nanti dan Alika meminta si ibuk hamil untuk mengikuti arahan darinya yang meminta mengejan kita terasa ada dorongan dari dalam
oek oek oek
suara tangisan bayi mungil berjenis laki - laki membuat yang ada diruangan itu menghela nafas lega, Alika meletakan bayi tersebut tepat didada sang ibu untuk melakukan IMD terlihat bayi tersebut berusaha mencari sumber kehidupannya yang dimiliki ibunya setelah selesai Alika membersihkannya lalu meminta sang ayah untuk mengendong anaknya karena Alika dan Titin akan membersihkan sang ibu
Selesai proses persalinan wanita tersebut Alika meminta sang suami untuk memberi data diri pada Titin dan memperbolehkan suami istri tersebut untuk pulang keesokan harinya karena kondisi sang ibu tak ada masalah sama sekali