
Semingu sudah Alika berada di desa X menjalankan tugasnya sebagai dokter, ia bersyukur warga setempat menerimanya dengan baik meski terkadang tak jarang para lelaki mengodanya
Usai menjalankan ibadah subuh Alika keluar rumah untuk menikmati udara segar pedesaan, Alika berjalan santai disekitar puskesmas merilekskan tubuhnya di hari libur
Puas berjalan santai Alika membersihkan tubuh lalu membuat sarapan bersama titin setelah itu mereka sarapan bersama, usai sarapan Alika duduk santai di ruang TV sembari memainkan ponselnya, Titin keluar kamar dengan memakai rok span berwarna hitam serta baju brukat berwarna hijau sembari membawa sebuah Al Kitab
"Mbak Titin ibadah dulu ya" ucapnya pada Alika
"Eh iya Tin, kamu hati - hati ya naik motornya" sahut Alika
"Iya mbak bye" pamit Titin Alika membalas lambaian tangan Titin
Seperginya Titin ke Gereja Alika memutuskan untuk keluar rumah menikmati suasana pedesaan yang hampir mirip dengan kampung halamannya, dengan berjalan kaki Alika melihat para warga yang ternyata sedang bergotong royong setiap hari liburnya, Alika menghampiri para ibuk - ibuk yang membersihkan sampah di jalanan sedangkan para bapak - bapak membersihkan parit - parit yang tersumbat sampah
"Assalamualaikum ibuk - ibuk" salam Alika
"Waalaikumsalam"
"Buk Alika sendiri aja? buk Titin kemana?" ucap salah satu ibuk - ibuk
"Iya buk, Titin sedang ibadah di Gereja" Sahut Alika
"Wah ternyata buk titin taat agama juga ya" sambung ibuk yang lain
"Iya ya, gimana buk Alika nyaman gak kerja sama Titin? secara kan buk Alika dan buk Titin beda keyakinan?"
"In sya Allah nyaman buk, apapun keyakinan kita tujuannya hanya satu yaitu tuhan" ucap Alika
"Masya Allah ternyata selain cantik buk Alika sholehah ya"
Alika tersenyum mendengar omongan para ibuk - ibuk tentangnya, karena apapun agama Titin tak jadi masalah untuk Alika selagi tak mengganggu Ibadah Alika sendiri
tok tok
Terdengar suara ketukan pintu saat Alika baru saja selesai sholat isya, Alika membuka pintu kamar dan terlihat Titin menghampirinya dengan wajah resah
"Apa ada Tin?"
"Anu mbak ada pasien yang pingsan" Alika langsung menuju ke ruang perawatan terlihat seorang pria sedang mengkhawatirkan istrinya yang tiba - tiba pingsan, Alika mengambil stetoskop untuk memeriksa keadaan pasien tersebut serta memeriksa denyut nadi pasien, terlihat senyum Alika mengembang sesudah ia memeriksa pasien
"Mas Tomo tenang aja, mbak dewi hanya kelelahan" jelas Alika pada pria tersebut
"Beneran buk dokter? soale saya khawatir buk karena Dewi dari tadi muntah - muntah terus gak mau makan" Jelasnya
"Itu wajar mas karena mbak dewi sedang hamil sekarang" Mendengar ucapan Alika pria yang dipanggil mas Tomo bersujud syukur karena istrinya hamil
Alika memberikan resep obat, setelah pasien siuman sang suami langsung pamit undur diri istrinya tidak mau dirawat karena akan mual jika mencium bau obat - obatan, Titin membantu Alika membereskan alat - alat medis yang tadi digunakan
"Tin, saya mau masak dulu ya buat makan malam" pamit Alika
"Iya mbak nanti kalo udah selesai saya bantu"
Alika membuka lemari es untuk melihat sayuran apa yang tersedia, setelah bingung memilih akhirnya Alika memilih memasak jamur crispy dan tumis brokoli yang menurutnya menu yang paling simpel
Titin membantu Alika menata masakan yang sudah matang di atas meja lengkap dengan peralatannya, setelah itu mereka makan malam bersama Alika senang Titin tak pernah protes dengan masakannya justru malah terkesan cuek karena menurut Titin masakan Alika sesuai dengan seleranya
Usai makan Alika dan Titin duduk bersantai di ruang TV mengobrol sambil memainkan ponselnya memberi kabar kedua orang tuanya tentang kehidupannya selama di desa X tersebut
Menjelang larut malam Alika dan Titin kembali ke kamar untuk beristirahat namun sebelumnya mereka memeriksa apakah pintu dan jendela sudah terkunci dengan baik
Pagi ini puskesmas terlihat ramai dengan ibu - ibu yang membawa balitanya karena hari ini merupakan jadwal posyandu rutin setiap bulannya, Titin membantu Alika dengan menimbang berat dan tinggi badan balita tersebut lalu menyuntikan imunisasi seusai umur dan tak lupa pula mereka memberika bingkisan yang memang selalu diberikan setiap posyandu agar para ibu - ibu rajin membawa balitanya posyandu, bingkisan tersebut bisa berupa biskuit balita, susu, snack, buah -buahan atau bahkan makanan seperti bubur