ALIKA

ALIKA
Bab 22



Saka beserta mama dan adiknya tiba di desa Z untuk ziarah ke makan kakek dan neneknya, mereka di sambut dengan penuh kerinduan oleh Mirna dan keluarga


"Assalamualaikum" ucap Saka dan kedua kesayangannya


"Waalaikumsalam" sahut suara manja sembari membuka pintu


"Bude wid" teriak tiwi langsung berhambur memeluk widya


"Oh ponakan bude yang manja, bude kangen" widya menghapus sudut matanya yang berair


Tiwi melepas pelukankan pada Widya lalu beralih pada Sasha dan Saka, tak lama Mirna keluar karena mendengar keributan di depan rumahnya


"Masya Allah mbak Widya apa kabar?" Mirna menyalami dan memeluk mantan kakak iparnya


"Mbak baik Mir, kamu sendiri?"


"Alhamdulillah baik mbak, ayo masuk" ajak Mirna


"Bik" Sapa Sasha menyalami tangan Mirna


"Wah ini Sasha ya, udah gadis sekarang" Mirna memeluk keponakannya lalu beralih ke Saka


Tiwi keluar dari dapur membawa minuman dan cemilan untuk bude dan sepupunya, lalu duduk disamping Sasha dan memeluknya erat


"Ada apa mbak Wid tiba - tiba kerumah?" tanya Mirna penasaran pasalnya semenjak bercerai dengan suami yang tak lain abangnya Widya tak pernah datang berkunjung ke rumahnya


"Mbak mau ziarah ke makam bapak sama ibu Mir kan bentar lagi Rumah sakit yang di dedikasikan untuk mereka akan diresmikan jadi mbak ingin berkunjung" jelas Widya


"Iya mbak kemungkinan lusa mas Tama akan kesini"


"Maka dari itu mbak kesini dulu, kamu tahu kan gimana mas mu itu bahkan untuk ketemu Saka aja mbak susah padahal kita sama - sama di Jakarta" terlihat raut sedih di wajah Widya


"Maafin mas Tama ya mbak hanya karena bisnis dia sampai rela berpisah dari mbak"


"Semua sudah terjadi Mir gak ada yang perlu di sesalin"


"Tiwi pikir bude kesini mau ngelamar mbak Al untuk mas Saka" celetuk Tiwi hingga mendapat tatapan tajam dari Saka


"Al? siapa? apa pacar kamu Ka?" pertanyaan beruntun dari Widya untuk anak lelakinya


"Bukan ma cuma temen, jangan di dengerin omongan Tiwi" sahut Saka sebal dengan Tiwi yang hanya cengengesan


"Kenalin dong Mas sama kita, ya kan ma" imbuh Sasha


"Orangnya begini 👍 mbak, cantik dokter lagi" sahut Tiwi sembari mengacungkan jempolnya


* * *


Disaat Saka sedang menikmati waktu berkumpul dengan keluarganya berbeda dengan Alika yang saat ini sedang duduk memeriksa data - data pasien yang akan ia kunjungi nanti


"Mbak sepertinya Pak Tarno harus segera dibawa ke Rumah Sakit deh, soalnya fasilitas kesehatan kita tidak memadai" ucap Titin yang melihat rekam medis pasien


"Iya Tin kamu benar tapi kamu sendirikan beliau tidak mau di bawah ke Rumah Sakit"


"Iya sih mbak, tapi kalau kita coba bujuk pelan - pelan saja mbak"


"Ya baiklah abis mbak kerumah bu dewi yang baru lahiran mbak akan kerumah pak tarno terlebih dahulu baru ke rumah pak sopian" ucap Alika tentang rencana kegiatannya siang ini


"Ya udah titin siapin dulu yang mau mbak bawa mbak ibadah dulu aja terus kita makan siang"


"Makasih ya tin" Alika beranjak masuk ke kamarnya untuk melaksanakan ibadah zduhur


Usai sholat Alika dan Titin menyantap makan siang bersama, lalu Alika bersiap - siap pergi mengunjungi para pasien dengan membawa tas besar beriri alat medis dan obat - obatan Alika mengendarai motor fasilitas yang ia terima dari pemerintah setempat


Tak berapa lama kepergian Alika sebuah mobil masuk ke pekarangan puskesmas, pengendara mobil keluar sembari menenteng papar bag di tangan


"Assalamualaikum" ucapnya di pintu bagian samping yang merupakan pintu tempat Alika dan Titin tinggal


"Eh mas Saka selamat siang" ucap Titin tanpa menjawab salam Saka


"Selamat siang Tin, Alikanya ada?" tanyanya


"Mbak Al baru aja pergi mas periksa pasien, duduk dulu mas" Saka duduk di bangku teras yang tersedia


"Lama gak kira - kira?" tanyanya lagi


"Sepertinya ia mas, siang ini 3 pasien yang harus di kunjungi mbak Alika"


"Hem, gini deh nanti sore saya kesini lagi ya tin dan ini oleh oleh buat kamu dan Alika" pamit Saka


"Aduh makasih ya mas, jadi gak enak hati" ucap titin walau dalam hati senang


"Gak papa saya permisi dulu selamat siang"


"Selamat siang mas"


Saka kembali masuk kedalam mobil dan meninggalkan titin yang berdiri di teras, tadinya Saka ingin mengajak Alika bertemu dengan mama dan adiknya karena mamanya terus mendesaknya untuk mempertemukan mereka dengan Alika


Sesampainya di rumah Mirna terlihat raut kecewa di wajah Widya karena tak bisa bertemu dengan Alika wanita yang diyakini widya yang membuat Saka menjadi orang yang hangat dan lebih banyak senyum