ALIKA

ALIKA
Bab 16



Saka terbangun dari tidurnya saat mencium aroma masakan dari arah dapur yang ia yakini jika itu masakan dari seorang wanita cantik yang sempat mengganggu pikirannya, di lihatnya jam dibatas nakas menunjukan pukul setengah 5 pagi yang artinya masih terlalu pagi untuk membuat sarapan


Saka melangkah keluar kamar setelah membersihkan diri sebelumnya dan menuju ke arah dapur, dilihatnya seorang wanita dengan cekatan menggunakan alat dapur serta memakai apron ditubuhnya agar tidak kotor, Saka hanya memperhatikan wanita tersebut sembari duduk di meja makan


Saka menghampiri wanita tersebut lalu memeluknya dari belakang hingga membuat wanita tersebut kaget


"Eh sudah bangun" ucap wanita tersebut


"Morning sayang, Cup" ucap Saka memberikan kecupan di pipi si wanita


"Kamu duduk dulu deh biar aku cepat selesai masaknya" pinta wanita tersebut


"Gak mau! aku mau seperti ini" rengek Saka namun wanita tersebut membalikan badan dan menatap tajam ke arah Saka hingga membuat Saka melepaskan pelukannya dan kembali duduk


Selesai memasak wanita itu bergegas menata makanan ke atas meja, namun ia terkejut melihat Saka duduk disana sembari senyum - senyum sendiri, dihampirinya Saka lalu ia melambaikan tangannya tepat di wajah Saka namun Saka tetap tersenyum


"Saka" tegurnya dengan sedikit keras hingga Saka tersadar


"Eh! Sudah selesai memasaknya?" tanya Saka


"Udah! sejak kapan duduk disini? mau saya buatin minuman?" tanyanya


"Ehm boleh deh" ucap Saka malu karena ia baru tersadar bahwa ia tadi hanya berkhayal memeluk wanita tersebut 🤭


"Selamat pagi tuan Saka, buk Alika" Sapa Reza yang juga terbangun karena mencium bau masakan


Wanita tersebut memanglah Alika yang akhirnya menginap di apartemen Saka karena penginapan yang dekat dengan bandara tak ada yang kosong jadi mau tidak mau dia tinggal di apartemen Saka sementara


Flashback on


"Maaf mbak semua kamar full malam ini" ucap Resepsionis sebuah hotel


"Ya udah terima kasih mbak" sahut Alika lalu menghampiri Saka yang menunggu di pintu lobby


"Gimana?" tanya Saka Alika menggeleng


"Ini udah kesekian hotel atau penginapan yang kita datangi tapi semua full" lesuh Alika


"Mungkin karena dekat bandara jadi penumpang yang gagal berangkat nginap disini atau di tempat yang kita datangi tadi" jelas Saka


"Mungkinlah, jadi gimana dong?"


"Ya sudah ke apartemen saya saja, kalau ke hotel lain takutnya full lagi, gak jauh kok dari sini kalo ke bandara cuma setengah jam" tawar Saka


"Ya udah deh maaf ya ngerepotin" senyum Alika


"Gak ngerepotin kok, nanti kamu tidur di kamar saya biar saya tidur sama Reza"


Namun pada akhirnya Saka tidur sendiri di kamar Reza sedangkan Reza memilih tidur di ruang kerja mengunakan kasur lipat


Flashback off


"Maaf ya mas Reza gara - gara saya jadi tidur diruang kerja" ucap Alika saat mereka sedang menikmati sarapan ditengah pagi buta


"Gak papa buk Alika lagian bukan tiap hari" ucap Reza sedikit bergurau


"Eh bukan gitu maksud saya tuan" ucap Reza kaku


"Sudah jangan bertengkar buruan dihabiskan setelah ini saya harus ke bandara karena teman saya akan segera tiba" pinta Alika


Usai sarapan dan mencuci piring Alika bersiap - siap menuju bandara dan kembali ke desa X, Saka sendiri yang akan mengantar Alika ke bandara sedangkan Reza menunggu seorang pelayan yang biasa membersihkan apartemen Saka dan memasak untuk mereka setiap harinya


Tiba di bandara Alika menghubungi temannya untuk menanyakan keberadaan namun tak mendapat jawaban, Saka mengajak Alika untuk menunggu di ruang tunggu yang tersedia di bandara, sembari menunggu Alika membeli cake dan minuman hangat untuk menghangatkan badan di dinginnya pagi yang baru menunjukan pukul 6 kurang tak lupa ia mengirim pesan pada temannya dimana keberadaannya


Saat sedang menikmati cake, Alika mendengar teriakan seorang wanita yang memanggil namanya dengan lantang


"ALIKA MAHARANI SIMANJUNTAK" teriak wanita tersebut tanpa perduli orang sekitar


Alika langsung bangkit dari duduknya menghampiri wanita tersebut dan memeluknya dengan erat


"Olivia Wijaya, bisa gak kalau manggi gak usah teriak gitu mana pakai nama lengkap lagi" bisik Alika dalam pelukannya


Oliv melepaskan pelukannya "Hehe 😁 maaf ya beb abis gue kangen banget sama loe beb"


"Sama gue juga beb, yuk kesana gue kenalin sama temen gue" Alika menunjuk ke arah Saka


"Wait wait wait! loe kemari sama cowok?" Olive menghentikan langkah mereka "Cie ada yang udah move on nih dari mantan" godanya


"Hush sembarangan, dia itu dulu pasien gue terus karena sering ketemu ya udah kita temenan" jelas Alika


"Hemm 🤔 bisa jadi judul FTV nih Mantan Pasienku jadi Kekasihku " ledek Olive


"Udah jangan ngawur, kita harus kembali ke desa X segera" Alika menarik tangan Oliv menuju ke arah Saka


"Saka kenalin ini sahabat aku namanya Oliv" Alika memperkenalkan Oliv pada Saka


"Saka"


"Oliv" keduanya saling berjabat tangan


"Tunggu dulu anda tuan Saka putra dari Tama Group bukan?" tanya Oliv Saka mengangguk


"OMG Al loe kok bisa kenal sama anak dari pengusaha besar" heboh Oliv


"Kan gue udah bilang tadi, dia dulu pasien gue" ucap Alika


"Jangan berlebihan nona Oliv saya bukanlah orang hebat seperti papa saya, saya hanya beruntung saja bisa menjadi putranya namun semua yang kami miliki itu hasil kerja keras papa saya sendiri" Saka merendah


"Ya sudah makasih ya Saka udah antar saya kalau gitu kita balik dulu ya ke desa X" ucap Alika


"Maaf saya gak bisa antar kesana"


"Gak papa, ayo kita keluar" ajak Alika


Mereka bertiga keluar dari bandara, setelah Alika dan Oliv naik taksi menuju desa X Saka naik ke mobil kembali ke apartemen untuk bersiap - siap ke kantor bersama Reza


Sepanjang perjalanan Olive terus bertanya pada Alika tentang kedekatannya dengan Saka, karena yang Oliv tahu jika Saka merupakan pribadi yang tertutup bahkan jarang media mengekspos kehidupannya sebagai anak pengusaha hebat, hanya dalam acara tertentu saja Saka baru diperkenalan oleh pak Pratama dan Oliv mengenalinya saat dia ikut papanya dalam satu acara di perusahaan milik Tama Group