ALIKA

ALIKA
Bab 4



Usai melaksanakan sholat subuh Alika memasak di dapur sedangkan Titin menyapu lantai dan membersihkan halaman belakang rumah mereka, setelah selesai Alika dan Titin mencuci pakaian mereka masing - masing namun mereka kerjakan berbarengan


Setelah mencuci dan menjemur pakaian di halaman belakang Alika dan Titin segera menuju meja makan untuk sarapan sebelum mulai bekerja, melihat masakan Alika Titin tergiur ingin segera mencicipinya


Alika tersenyum melihat tingkah titin yang melihat makanan seperti orang tak makan berhari - hari, sebelum makan mereka berdoa menurut agama masing - masing, usai berdoa Titin langsung menyendokan nasi dan sayur kangkung kedalam piringnya di ikuti oleh Alika


"Emmh ternyata masakan mbak Alika enak ya" ucap Titin dalam kunyahannya


"Pelan - pelan tin nanti kamu tersedak" tegur Alika


"Hehe 😁 maaf mbak abisnya enak mbak, kalo gitu mulai sekarang mbak aja yang masak ya soalnya masakan Titin gak enak" cengir Titin


"Saya kan belum nyobain Tin masa udah kamu bilang gak enak, siapa tahu masakan kamu lebih enak" balas Alika


"Pokoknya gak enak mbak jadi mbak Alika aja yang masak" tegas Titin tak mau dibantah


"Terserah kamu deh tin, tapi kamu harus bantu saya juga dong" pasrah Alika


"Siap mbak 👌" Titin memberi tanda O pada Alika


Titin membersihkan meja makan dan mencuci bekas makan mereka sedangkan Alika merapikan kursi dan menyimpan bekas makan yang dicuci Titin, setelah itu mereka bersiap - siap kerja


Titin dan Alika terkejut saat membuka pintu Puskesmas pasalnya beberapa warga yang semuanya lelaki telah berkumpul sembari meringis kesakitan


"Astagfirullah" ucap Alika sangking terkejutnya


"Assalamualaikum buk dokter" ucap bapak - bapak tersebut


"Waalaikumsalam, bapak - bapak ada apa kok pagi - pagi sudah kumpul disini?" tanyanya


"Kita mau berobat buk dokter" jawab mereka serempak sembari memperlihatkan wajah kasian mereka


"Ya sudah saya periksa satu persatu ya pak, silahkan dari bapak dulu" Alika menunjuk salah satu warga yang berada di dekatnya


Titin meminta bapak tersebut masuk ke ruang periksa sembari menyiapkan keperluan Alika, Alika membasuh tangan terlebih dahulu sebelum memeriksa dan mengenakan sarung tangan


Alika bertanya keluhan bapak tersebut sembari memeriksanya menggunkan stetoskop namun tak ada hal aneh yang Alika rasakan dari tubuh bapak tersebut


"Semuanya normal pak, tensi dan detak jantung bapak baik - baik saja" ucap Alika


Alika melakukan pemeriksaan lagi namun tak menemukan keanehan, titin mengelengkan kepala saat melihat bapak tersebut tersenyum saat Alika menempelkan stetoskop ke dadanya sembari menekan dadanya menggunakan tangannya


"Mbak Alika coba biar Titin yang periksa siapa tahu ketahuan apa penyakitnya" ucap Titin


"Buk Titin gak percaya sama buk dokter?" ucap bapak tersebut


"Bukan gak percaya bapak buk Alika kan masih baru jadi mungkin belum terbiasa" ucap Titin sembari mengedipkan matanya pada Alika


Alika yang mengerti maksud Titin langsung mengizinkan Titin untuk memeriksa, melihat raut wajah Titin yang sedikit terkejut bapak tersebut merasa heran


"Buk Titin ada apa?" tanyanya


"Bapak perokok ya pak?" tanya Titin


"Dulu iya buk sekarang udah gak memangnya kenapa ya buk?" bapak tersebut penasaran


"Bapak menderita penyakit serius pak dan sepertinya harus oprasi" ucap Titin tegas


"Apaa???" bapak tersebut terkejut "Mana mungkin buk wong saya gak kenapa - napa kok saya sehat - sehat saja buk" ucapnya hingga membuat Alika dan Titin tersenyum


"Loh kata bapak tadi dadanya sesak" sahut Titin


"Ehh anu buk saya bohong" bapak tersebut mengaruk kepalanya lalu pamit undur diri


Alika dan Titin tertawa melihat tingkah bapak tersebut


"Kamu kok tahu Tin bapak itu bohong?" tanya Alika


"Udah biasa mbak ngadepi kegenitan warga sini, dulu pertama kali saya tugas disini juga gitu maunya saya yang periksa bukan buk Desi" jelas Titin


Setelah bapak tersebut pergi Titin memangil warga yang lain bergiliran dan tentu saja dengan penyakit bohongan mereka hingga membuat Alika tersenyum geli melihat tingkah konyol warga setempat


Terdengar kegaduhan dari luar membuat Titin dan Alika keluar, ternyata para istri - istri dari bapak - bapak yang pura - pura sakit sedang memarahi suami mereka yang mencoba menggoda Alika, ada yang membawa sapu, ada yang menjewer suaminya bahkan ada yang merepeti suaminya hingga ke rumah


Alika dan Titin hanya tersenyum sembari menggeleng kepala melihatnya, sungguh ini pengalaman pertama Alika melihat warga desa yang mencoba menggodanya