ALIKA

ALIKA
Bab 3



Alika dan Pak Sapto tiba di Puskesmas desa x disambut oleh seorang wanita yang merupakan perawat di Puskesmas tersebut


"Nah ini namanya Titin buk dokter dia ini perawat yang akan membantu buk dokter disini sekaligus menemani buk dokter tinggal disini" ujar pak Sapto


"Saya Titin buk dokter" Titin mengulurkan tangannya pada Alika


"Panggil saja Alika jangan pake embel - ember dokter saya juga masih baru jadi dokter" ucap Alika


Setelah pak Sapto kembali pulang Titin mengajak Alika masuk dan menunjukan kamar Alika yang sudah disiapkan sebelumnya, Puskesmas tersebut memang menjadi satu dengan rumah yang akan ditinggali Alika dan Titin bedanya Ruang perawatan berada di bagian depan sedangkan tempat tinggal mereka berada dibagian belakang


Sesampainya dikamar Alika langsung membuka jilbab yang ia kenakan lalu berganti pakaian, tak ada yang mewah dari kamar tersebut namun memiliki kamar mandi masing - masing sehingga Alika tak perlu keluar kamar untuk ke kamar mandi


Tak lupa Alika mengabari orang tuanya serta orang tua Evan jika ia telah sampai ditempat tujuan, setelah itu Alika membereskan pakaiannya kedalam lemari lalu sholat sebelum istirahat


Menjelang magrib Alika dan Titin duduk santai diruang TV sembari menonton, mereka pun bercerita sembari mengakrabkan diri agar tak canggung


"Tin sebelum saya kesini kemana dokter sebelumnya?"


"Beliau ikut suaminya mbak pindah tugas ke Kalimantan, tapi katanya cuma setahun aja mbak"


"Pantesan saya disini cuma setahun Tin, oya Tin dari sini ke pajak jauh ya??"


"Pajak? maksud mbak Alika?" bingung titin


"Ah maaf maksud saya pasar tin, soalnya kalo dikampung saya bilangnya pajak" kekeh Alika


"Memangnya mbak Alika asli mana?"


"Asli Medan Tin cuma kuliah di Jakarta" jelas Alika


"Oh pantesan logatnya agak beda mbak, titin sampek bingung" titin mengaruk tengkuknya yang tak gatal


"Hehe iya tin soalnya kalo di Medan biasa Aku, Kamu atau kau tin bukan saya dan kamu" senyum Alika


"Dibuat senyamannya mbak Alika aja" ucap titin


"Pasarnya gak jauh sih mbak paling cuma 10 menit dari sini" ucapnya lagi


"Ya udah mulai besok kita belanja untuk kebutuhan kita ya tin untuk malam ini kita makan tempat pak lurah" titin mengangguk


Adzan maghrib berkumandang Alika bergegas melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, awalnya Alika ingin beribadah bersama Titin namun setelah tahu jika Titin bukan muslim Alika mengurungkan niatnya


Usai sholat Alika dan Titin menuju rumah pak lurah mengendarai motor yang merupakan fasilitas puskesmas, setibanya dirumah pak lurah mereka langsung disuguhkan oleh masakan buk Lastri dan mereka menikmati makan malam dengan lahap


Setelah membereskan sisa makan malam Alika dan Titin di ajak ngobrol dengan pak lurah dan istrinya, saling bertukar cerita dan asal tempat tinggal Alika serta alasan Alika mau di tempatkan di desa terpencil ini


Menjelang pukul 10 malam Alika dan Titin kembali kerumah untuk istirahat karena besok Pak Sapto akan mengenalkan Alika pada warga desa, Alika langsung menuju kamar mandi mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat isya sebelum tidur


Alika dan Titin bersiap - siap belanja ke pasar untuk membeli kebutuhan makan sehari - hari sekaligus menyediakan cemilan untuk acara penyambutannya sebagai dokter baru di desa x tersebut


Alika memilih beberapa sayur mayur serta ikan dan buah - buahan segar untuk mengisi lemari es yang memang tersedia di Puskesmas, meskipun terbilang kecil namun puskesmas tempatnya bekerja memiliki fasilitas yang bagus dan semua itu masuk ke dalam biaya anggaran desa


Puas berbelanja Alika dan Titin kembali ke rumah dan memasukan belanjaan ke tempat yang sudah disediakan, tak lama datanglah bu lastri bersama beberapa ibu - ibu ke rumah mereka


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, bu lurah ada apa nih rame - rame" ujar Alika yang terkejut melihat bu lastri beserta ibuk - ibuk yang lain


"Loh kan hari ini mau ada penyambutan buk dokter sekaligus mengenalkan pada warga jadi ibuk bersama yang lain mau membantu menyiapkan semuanya" ujar bu lastri


"Masya Allah buk saya jadi ngerepotin" segan Alika


"Gak papa toh buk dokter itu udah kewajiban kami buat bantu sesama" ujar salah satu ibuk - ibuk yang bersama buk lastri


"Terima kasih kalo gitu buk maaf kalo logat saya agak aneh soalnya saya dari Sumatera" sahut Alika


"Loh buk dokter dari Sumatera toh? ponakan saya ada loh buk di Sumatera kalo gak salah di Riau" ucap ibuk yang lain lagi


"Wah jauh buk dari tempat saya kalo saya Sumatera di daerah Toba buk" sahut Alika


"Oh Danau Toba yang terkenal itu ya buk yang pernah ada kapal tenggelam"


"Iya buk saya dari sana" Sahutnya


Alika dan Ibuk - ibuk setempat pun mengobrol sembari menyiapkan acara penyambutannya, Pak Sapto sebagai lurah sudah menyiapkan beberapa makanan ringan seperti kue basah khas daerah tersebut sebagai cemilan


Menjelang siang usai melaksanakan sholat dzuhur rumah yang ditempati Alika dan Titin ramai di datangi warga sekitar yang ingin tahu dokter baru yang akan bertugas di Puskesmas desa mereka mengantikan dokter yang lama


Dengan balutan baju berwarna tosca serta baju kebesarannya yaitu blazer putih yang menjadi ciri khas seorang dokter dengan jilbab hitam membuat hampir semua pria yang hadir terpana dengan kecantikannya hingga membuat para ibuk - ibuk tersenyum kesal dengan tingkah suami mereka yang melihat Alika dengan pandangan berbeda


"Assalamualaaikum Warramatullahi Wabarakatuh" ucap Pak lurah membuka Acara


"Waalaikumsalam Warramatullahi Wabarakatuh"


"Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh warga yang hadir disini dalam rangka penyambutan dokter baru yang akan mengantikan Buk Desi yang sudah pindah tugas, Sini buk Alika silahkan perkenalkan diri" Pak lurah meminta Alika maju ke depan


Alika mengenalkan dirinya beserta asal usulnya kepada warga, warga dengan antusias menerima kehadiran Alika di sana terlebih lagi para pemuda - pemuda desa mereka jatuh cinta pada dokter muda tersebut pada pandangan pertama


Menjelang sore acara penyambutan Alika selesai, para warga yang hadir sudah kembali kerumah masing - masing begitu pula Alika dan Titin yang hendak beristirahat karena esok hari pertama Alika mulai bekerja