ALIKA

ALIKA
Bab 17



Alika dan Oliv tiba di desa X menjelang tengah hari karena sebelumnya mereka mampir dulu untuk makan mengingat Oliv hanya makan sedikit di pesawat, tak lupa juga Alika membawakan makanan untuk Titin


"Ini tempat kerja loe Al?" tanya Oliv saat tiba di depan puskesmas desa X


"Iya liv, gue tinggal di belakang, masuknya dari depan sini atau dari samping juga bisa" jelas Alika membawa Oliv masuk dari depan melalui puskesmas


Titin menghampiri Alika dan Oliv saat melihat kedatangan Alika "Mbak Alika baru sampai?"


"Iya Tin tadi mampir dulu, oh iya ini makan siang buat kamu dan kenalin ini temen saya namanya Oliv" Oliv dan Titin bersalaman


"Oliv"


"Titin"


"Mbak istirahat aja dulu kebetulan gak terlalu ramai yang datang" Alika mengangguk lalu mengajak Oliv kerumah dan membawanya ke dalam kamar karena Oliv akan tidur bersama Alika


.


.


.


.


.


Saka duduk di kursi kebesarannya di kantor sembari tersenyum mengingat Alika, ia sendiri tak tahu kenapa dengan dirinya yang selalu teringat akan Alika


"Dia udah sampai belum ya" gumamnya


Tok tok


Suara ketukan terdengar dari luar ruangan Saka namun tak mendapat jawaban dari dalam, akhirnya si pengetuk pintu memberanikan diri untuk masuk


"Permisi tuan" ucap Reza sopan namun membuat Saka tersentak kaget


"Ada apa Za" jawabnya sembari menetralkan reaksi terkejutnya


"Ada kenapa tuan?" tanya Reza khawatir


"Ah gak papa Za, ada apa?"


"Ini berkas yang harus di tanda tangani tuan" Reza memberikan map berisi berkas untuk di tanda tangani


"Ada lagi?" tanya Saka setelah selesai menanda tangani


"Tidak ada tuan" ucap Reza membungkukan badan tanda permisi saat akan membuka pintu Reza berhenti sejenak dan melihat ke arah Saka "Maaf tuan, anda disuruh menelfon nyonya karena ponsel tuan tak bisa di hubungi" ucap Reza


"Oh iya ponsel saya lagi di charger, nanti akan saya telefon" jawab Saka, Reza keluar meninggalkan ruangan Saka


Saka melihat ponselnya yang ternyata sudah penuh baterai, dilepasnya colokan charger lalu di aktifkannya ponselnya, setelah itu dia mencari nomor wanita kesayangannya yang sudah melahirkannya


📞📞📞


"Assalamualaikum Saka" suara lembut dari ujung telefon


"Waalaikumsalam ma, mama apa kabar?"


"Mama baik sayang meskipun anak mama gak ingat sama mama" sindir mama Saka


"Maaf ma bukan Saka melupakan mama Saka lagi dapat tugas dari papa buat ngurus perusahaan cabang di Surabaya sebelum memegang perusahaan pusat" sesal Saka


"Mama tahu dari mana Saka cedera?" Saka bingung pasalnya tak ada yang tahu akan hal itu


"Biar bagaimanapun kamu itu anak mama Ka, darah daging mama! orang tua selalu tahu apa yang dirasakan oleh anaknya, mama tahu kamu tertekan dengan sikap papamu tapi mama minta kamu mau berbagi cerita sama mama, meski kita jarang ketemu tapi kita masih berada di langit yang sama nak" Tangis mama Saka


Mama Saka memang sangat susah bertemu dengannya karena larangan dari papanya karena Saka merupakan anak lelaki satu - satunya yang otomatis akan mewarisi perusahaan papanya


Awalnya mama Saka menolak dengan larangan tersebut namun papa Saka tetap dengan keputusannya karena menurut papanya masa depan Saka lebih baik dengannya dari pada dengan mamanya yang hanya sebagai pemilik cafe


Demi agar Saka mendapat pendapat pendidikan yang terbaik setelah selesai SMA akhirnya Mama Saka yaitu Widya menyetujuinya dan memilih tinggal bersama anak perempuannya Sashadia Pratama yang akrab dipanggil Sasha


.


.


.


.


.


Alika, Titin dan Olive menikmati makan malam bersama, setelah itu mereka berjalan kaki menyusuri desa melihat suasana di malam hari, saat tiba di jalan lintas antar desa mereka berhenti karena disana terdapat beberapa penjual makanan


Alika, Titin dan Oliv memilih duduk di tempat penjual bakso sembari memesan 3 porsi bakso


"Mbak Oliv lama disini?" tanya Titin


"Tiga hari Tin soalnya mau balek kuliah lagi" jawab oliv


"Ambil spesialis apa mbak?"


"Bedah Tin, oh ya Al loe gak ada niat buat lanjut?" tanya Oliv pada Alika


"Untuk saat ini belum deh liv, loe kan tahu Ridho baru semester 3 mungkin kalau dia udah selesai aku baru lanjut deh" ucap Alika


"Ambil apa rencana?" tanya oliv


"Belum tahu sih liv, cuma kayaknya pengen kandungan deh" Oliv mendukung apapun pilihan Alika


Pesana mereka pun datang, tanpa ragu mereka langsung melahap bakso mereka masing - masing sembari bertukar cerita, setelah puas berkeliling mereka kembali kerumah untuk istirahat


.


.


.


.


.


Saka merebahkan tubuhnya di atas kasur, tercium wangi aroma parfum milik Alika di bantalnya, diciumnya wangi tersebut dalam - dalam sembari tersenyum


"Apa ini yang namanya jatuh cinta?" tanyanya pada diri sendiri


"Tapi kan aku baru kenal dia, sedangkan selama kuliah aku dekat sama wanita tak pernah seperti ini" gumamnya


Saka terus berbicara pada dirinya sendiri mengenai apa yang dia rasakan saat ini, dia merasa nyaman dengan Alika yang baru dikenalnya namun dia hanya merasa mungkin karena selama ini dia tak pernah mendapat perhatian dari sosok wanita setelah papa mamanya bercerai, sedangkan Saka tak terlalu akrab dengan istri kedua papanya


Saka terus mengingat - ingat wajah Alika dan perhatian Alika saat dia sakit hingga tanpa sadar ia tertidur dengan senyuman