ALIKA

ALIKA
Bab 11



Usai sholat maghrib Alika menghampiri ruangan Saka memastikan jika ada sesuatu yang diperlukan Saka karena Reza sedang pergi mengantar bibik dan sepupunya pulang serta membeli tongkat untuk digunakan oleh Saka selama masa pemulihan


"Butuh sesuatu Tuan?" tanya Alika yang melihat Saka sedang memainkan ponselnya


"Eh gak buk dokter saya hanya gerah saja ingin mandi" jawab Saka terkejut yang masih memakai kemeja yang ia kenakan tadi siang


"Saya Alika tuan" Alika memperkenalkan namanya


"Oh iya saya Saka" Sahutnya "Terima kasih sudah menolong saya tadi mungkin kalo gak ada dokter keadaan saya bisa lebih parah dari ini"


"Sama - sama tuan, oh iya mau ikut makan bareng atau nunggu asisten tuan?" tawar Alika


"Saya nunggu Reza saja dok, mungkin dia akan bawa makanan dari luar"


Alika mengangguk lalu meninggalkan ruangan Saka menghampiri Titin untuk makan malam bersama namun Titin menolak karena tak enak hati dengan Saka siapa tahu Reza lupa membeli makanan di luar, jadi Alika dan Titin sengaja menunggu Reza datang


Alika memilih duduk di ruangan TV yang sering digunakan sebagai ruang tunggu agar saat Saka memerlukan sesuatu ia bisa mengetahuinya, di ambilnya ponselnya lalu menghubungi orang tuanya yang tadi sempat menghubunginya saat menangani Saka


📹📹📹


"Assalamualaikum mak, pak" salam Alika saat ponselnya menampilkan gambar kedua orang tuanya


"Waalaikumsalam nak, kok baru nelfon balik" terlihat raut wajah kesal mamaknya


"Maaf mak tadi Ika lupa" ringis Alika yang memang lupa saat selesai menangani Saka


"Kau itu ya, sama orang tua sendiri bisa lupa" Geram papaknya


"🙏 pak tadi Ika langsung ngerjain yang lain"


"Udah sholat nak?"


"Alhamdulillah udah mak disana belum ya"


"Belum mungkin bentar lagi"


Alika melepas rindu pada kedua orang tuanya yang selalu mengingatkannya pada sang pencipta, saat sedang asik mengobrol Saka keluar dari kabar dengan berjinjit kaki satu seraya berpegangan dinding dan terlihat Alika sedang membelakanginya melakukan panggilan video dengan orang tuanya, kedua orang tua Alika bertanya - tanya saat melihat Saka berdiri di depan pintu ruangan hendak menuju keluar namun diurungkan


"Ika ise i?" (siapa itu?) Alika menoleh kebelakang dan melihat Saka berdiri di depan pintu


"Pasien Ika mak, tertimpa balok kayu di pembangunan rumah sakit"


"Ah papak ini dikit - dikit calon mantu, kek gak ada lagi pembahasan lain, Ika masih mau sendiri dulu pak"


"Jangan gitu nak, gak baik itu, jangan jadikan yang lalu sebagai trauma, papak sama mamak udah gak muda lagi nak, kau anak perempuan kami satu - satunya"


"Iya pak, Ika gak nutup diri cuma untuk saat ini nanti dulu Ika mau fokus dulu disini"


"Inget nak umur papak udah hampir 60 tahun" terlihat raut cemas pada wajah papaknya


"Ika janji sebelum papak umur 60 Ika udah nikah terus gendong cucu papak" Alika meyakinkan orang tuanya


"Itu artinya 3 tahun lagi nak,. apa mungkin papak masih sehat saat itu"


"Makanya papak sama mamak jaga kesehatan, jangan mikirin biaya hidup ada Ika, sama Bg Fandi, udah saatnya kami membahagiakan papak sama mamak, untuk Ridho biar jadi tanggungan kami" Alika mengusap sudut matanya yang mengeluarkan airmata


"Ya udah kau jaga kesehatan disana sering kabari mamak sama papak, bukan hanya uang mu yang kami butuhkan, papak sama mamak sholat dulu karena disini udah maghrib, Assalamualikum"


"Waalaikusalam mak pak, love you"


Setelah mengakhiri panggilan videonya Alika menuju kamar Saka untuk menanyakan apa ia memerlukan sesuatu hingga ia keluar tadi


"Butuh sesuatu tuan?"


"Eh anu dok" Saka mengaruk lehernya yang tak gatal "Saya ingin ke kamar mandi" lirihnya pelan


"Ya allah tuan kenapa gak bilang dari tadi, saya kira tuan hanya ingin berdiri saja karena bosan tiduran" Alika membantu Saka menuju kamar mandi dengan satu kakinya melompat - lompat


"Saya gak mau ganggu dokter sedang menelfon" ucapnya gugup saat berada di samping Alika meskipun memakai jilbab tetap ia masih bisa mencium wangi rambut Alika


Sesampai dikamar mandi Alika keluar dan meminta Saka untuk mengantung kakinya dengan kursi agar tak basah, tak lama Reza datang membawa sepasang tongkat untuk Saka dan menggantikan Alika membantu Saka yang ternyata membersihkan tubuhnya, Reza memberikan pakaian ganti untuk Saka


Alika dan Titin menghidangkan makan malam di meja lengkap dengan piring untuk 4 orang karena ternyata Reza lupa membeli makanan dari luar, Reza juga membersihkan diri setelah membantu Saka lalu mereka bergabung dengan Alika dan Titin menikmati makan malam


Awalnya Saka dan Reza tak enak hati bergabung dengan Alika dan Titin namun Alika memaksa karena Saka harus minum obat agar cepat sembuh dan obat tersebut harus diminum sesudah makan


Meskipun makanannya sederhana seperti tumis kangkung, sambal udang dan tempe goreng namun mereka menikmatinya, terutama Saka yang rindu masakan mamanya dan masakan Alika mengingatkannya pada sang mama


Usai makan dan membersihkannya Alika memberikan obat pada Saka dan mereka berempat mengobrol diruang tamu, menjelang malam Alika meminta Saka dan Reza istirahat karena ia dan Titin juga Akan istirahat namun sebelumnya Alika sholat isya terlebih dahulu


Reza memilih tidur di sofa yang di gunakan Alika saat menelfon orang tuanya, Titin keluar memberikan selimut dan bantai untuk Reza agar lebih nyaman dalam tidurnya lalu kembali ke ruangan belakang untuk istirahat