ALIKA

ALIKA
Bab 18



Alika dan Oliv tengah bersiap - siap untuk berangkat ke Surabaya, hari ini Oliv akan kembali ke Jakarta terlebih dahulu baru lusa akan berangkat keluar negeri untuk kuliah, mobil jemputan yang akan mengantar mereka ke Bandara sudah menunggu di luar


"Tin saya sama Oliv pamit dulu ya, mungkin sore udah sampai sini lagi" Ucap Alika


"Iya mbak Al, mbak Oliv hati - hati ya sering - sering main kesini kalo pulang" Sahut Titin


"Pasti Tin karena loe sekarang jadi temen gue sama seperti Alika" Titin dan Oliv berpelukan sebelum Alika dan Oliv masuk ke dalam mobil


Mobil yang mengantar Alika dan Oliv melaju meninggalkan desa X sepanjang perjalanan Alika dan Oliv tak habis - habisnya mengobrol walaupun sebelum tidur tadi malam mereka sudah banyak mengobrol


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam mereka tiba di Bandara, pesawat yang membawa Oliv akan lepas landas sekitar 1 jam lagi sehingga mereka masih sempat duduk bersantai di sebuah cafe di bandara


"Loe langsung balik Al?"tanya Oliv


"Kayaknya iya deh Liv"


"Ya kali loe mau jalan - jalan dulu, jarang - jarang loh loe bisa ke Surabaya"


"Gue gak tahu daerah sini Liv, oh ya loe jangan lupa kabari gue kalo udah sampai Jakarta, salam buat tante sama om juga trus aku udah kuliah kabari gue lewat email" cecar Alika


"Iya - iya bawel loe jadi cewek ntar gak laku loh" goda Oliv


"Sembarangan" Alika memukul lengan Oliv hingga mengaduh


"Tapi inget kata gue tadi malam loe harus buka diri loe untuk lelaki lain, Evan udah bahagia sama kehidupannya sekarang" pesan Oliv


"Iya! walaupun awalnya kak Evan terpaksa dengan pernikahannya gue tahu lambat laun dia akan menerima lagian kan dia dan selly udah bersahabat lama" senyum Alika


Akhirnya jadwal penerbangan Oliv segera tiba, Oliv langsung memeluk sahabatnya dengan erat diiringi dengan tangisan rindu yang sangat mendalam di diri mereka masing - masing karena setelah ini Oliv dan Alika tak akan bertemu selama 1 tahun kedepan


Alika keluar bandara saat pesawat Oliv lepas landas dilihatnya jam menunjukan pukul 11:45 menit yg artinya sudah tengah hari, Alika mengambil ponselnya untuk memesan taksi namun belum sempat memesan ponselnya berdering dengan panggilan dari nomor baru sontak Alika menjawabnya karena ia berpikir barangkali penting


📞📞📞


"Assalamualaikum"Salam Alika


"Waalaikumsalam" terdengar suara lelaki di ujung telefon membuat Alika heran "Alika kamu dimana?" tanya orang tersebut


"Maaf ini siapa ya? saya lagi di Bandara"


"Disebelah mananya? saya juga lagi di Bandara ini tapi gak lihat kamu"


"Saya di luar bandara mau pesen taksi, ini siapa?"


"Eh kamu jangan pesan taksi dulu saya keluar sekarang, jangan dimatikan"


"Alika" panggilnya sembari ngos ngosan lalu mematikan sambungan telefonnya


"Saka!! 😯" Alika terkejut dengan kehadiran Saka yang terlihat seperti orang berlari "Kamu kenapa? kok kayak habis lari - larian gitu?" tanyanya


"Saya takut kamu pergi makanya saya lari - lari dari dalam kesini, saya cari kamu di dalam gak tahunya kamu udah keluar" jelas Saka mengatur nafasnya


"Kamu cari saya?" Alika heran


"Iya, saya tadi nelfon bik mirna katanya kamu ke Surabaya ngantar Oliv makanya saya kesini susulin kamu"


"Trus dapat nomer aku darimana?"


"Bik mirna, katanya dapat dari Titin" Alika hanya ber "Oh" mendengar ucapan Saka


"Udah makan siang?" Alika menggeleng "Ayo kita cari makan dulu sebelum kamu pulang" Ajak Saka


"Tapi sholat zuhur dulu ya" Saka mengangguk lalu mengajak Alika menuju mobilnya yang terparkir


Alika tak habis pikir dengan sikap Saka yang tiba - tiba menghampirinya di Bandara namun ia merasa senang dan terharu dengan sikap Saka


Saka membawa Alika kesebuah masjid untuk beribadah setelah itu mengajak Alika makan siang bersama di restauran, saat asik menikmati makan siang tiba - tiba Saka membersihkan bibir Alika yang terdapat sisa makanan menggunakan tisu membuat Alika seketika terkejut hingga refleks memegang tangan Saka yang memegang tisu


Saka merasakan ada yang aneh dalam dirinya saat Alika memegang tangannya begitu juga Alika yang kembali merasakan getaran aneh seperti saat ia bersama Evan dulu


"Eh maaf" ucap Saka yang tersadar kemudian


"Itu tadi ada sisa makanan di bibir kamu" ucapnya canggung


"Ehm makasih, saya cuma terkejut aja tadi" Alika tak kalah canggung lalu mereka kembali menikmati makan mereka hingga selesai


"Habis ini mau kemana?" tanya Saka saat mereka meninggalkan restauran


"Langsung balik deh takut kemalaman"


"Gak mau jalan - jalan dulu, nanti saya antar sampai rumah"


"Gak deh nanti ngerepotin kamu kan harus kerja" tolak Alika halus


"Padahal saya seneng loh, makanya saya sengaja jemput kamu di Bandara karena jujur ya Al saya itu seneng dekat sama kamu, selama ini saya gak pernah punya teman sedekat ini" Saka terlihat sedih membuat Alika tak enak hati


"Ehm boleh deh tapi sore saya balik ya biar gak terlalu malam bangat sampainya" Wajah Saka terlihat senang lalu menarik Alika menuju mobilnya dan membawa Alika keliling Surabaya


Melihat raut wajah Saka yang terlihat senang membuat Alika juga ikut senang karena ia tahu bagaimana kehidupan Saka selama ini yang segala sesuatunya dibawa kendali sang papa bahkan untuk urusan teman sekalipun