
Sebuah mobil sport memasuki halaman rumah yang sangat mewah dengan santai keluarlah seorang pria dari mobil tersebut masuk kedalam rumah menghampiri pemilik rumah, dengan tangan di dalam kantong pria itu berjalan menuju meja makan dimana si empunya rumah sedang menikmati makan malam
"Malam pa, tante" sapanya
"Malam nak" jawab orang yang disebut tante
"Duduklah nak, kita makan bersama setelah itu baru kita bicara" ajak Pak Pratama si tuan rumah
Pria tersebut duduk persis disebelah papanya dan mulai mengambil makan malam yang tersedia, tak ada obrolan sedikitpun hanya suara dentingan sendok saja yang berbunyi
Setelah makan pak Pratama mengajak Saka keruang kerjanya, tak lama kemudian masuklah wanita yang dipanggil tante tadi membawa minuman hangat serta cemilan
"Mas ini minuman dan cemilannya" ucapnya
"Letakan saja disitu sayang" sahut pak Pratama pada wanita tersebut yang tak lain adalah Linda istrinya
"Saka papa minta kamu urus pembangunan Rumah Sakit di desa X serta cabang perusahaan yang ada di Surabaya " pinta pak Pratama
"Tapi pa! Bagaimana dengan perusahaan disini?" tanya Saka
"Kamu jangan khawatir itu masih tangung jawab papa, sebelum kamu menikah perusahaan itu belum resmi milik kamu, maka dari itu papa mau belajar kamu pemimpin perusahaan cabang terlebih dahulu" jawab pak Pratama
"Baiklah pa lusa Saka akan berangkat kesana bersama Reza" ucap Saka
"Oke segala sesuatunya sudah disiapkan oleh orang disana dan satu lagi kapan kamu memanggil istri papa dengan sebutan mama"
"Maaf pa untuk itu Saka belum tahu karena Saka hanya punya satu mama yaitu mama Widya, kalau tidak ada lagi Saka permisi pa" Saka bangkit dari duduknya setelah mendapat anggukan dari papanya yang tahu bahwa anaknya belum sepenuhnya menerima pernikahan keduanya namun tak ditunjukan secara terang - terangan
SAKA IBRAHIM PRATAMA Anak Sulung dari pasangan ADI PRATAMA dan WIDYA ANTIKA memiliki dua orang adik perempuan, satu dari pernikahan papanya dan mamanya dan satu dari pernikahan kedua papanya dengan seorang wanita bernama LINDAYANI
Kedua orang tuanya bercerai karena Bu Widya tak mau di madu oleh pak Pratama yang lebih mengutamakan bisnis daripada keluarga, pernikahan kedua papanya terjadi karena bisnis papanya hampir bangkrut dan keluarga istri keduanya akan membantu jika Pak Pratama mau menikahi anak mereka yang sudah hamil dan ternyata Bu Linda merupakan selingkuhan Pak Pratama disaat masih menjadi suami Bu Widya
.
.
.
.
.
"Silahkan tuan" ucap orang suruhan Pak Pratama
"Hemm" ucap Saka
"Terima Kasih pak" ucap Reza
Keduanya memasuki kamar hotel masing - masing, Saka langsung mengistirahatkan tubuhnya hingga tanpa sadar ia tertidur, menjelang sore baru ia terbangun karena ketukan Reza yang memberitahunya untuk menemui pihak perusahaan yang selama ini menjadi kepercayaan pak Pratama
Saka dan Reza memasuki privacy room dimana utusan cabang perusahaan pak Pratama berada, dengan senyum tipis Pak Wira mempersilahkan Saka dan Reza duduk
"Silahkan tuan" Saka dan Reza langsung duduk "Sebelum membahas tentang perusahaan sebaiknya kita makan malam terlebih dahulu tuan" sambungnya sembari memberikan daftar menu makanan restoran tersebut dan memesannya
Usai menikmati santapan makan malam pak Wira langsung memberikan dokumen tentang pembangunan rumah sakit pada Saka untuk dipelajari
"Sudah berapa persen pembangunannya?" tanya Saka
"Baru sekitar 40% tuan, karena baru sekitar 2 bulan yang lalu kita jalankan" sahut Pak Wira
" Baiklah besok saya akan kesana untuk melihat lokasi langsung dan selama proses pembangunan berlangsung saya yang akan memegang kendali cabang perusahaan" ucap Saka pada pak Wira selaku manager cabang perusahaan
"Baik tuan besok akan ada beberapa orang yang mengantar tuan kesana, namun perlu saya ingatkan lagi sebaiknya tuan membawa perlengkapan yang diperlukan karena perjalanan dari sini kesana cukup memakan waktu" ucap pak Wira disambut anggukan oleh Saka dan Reza
Dirasa tak ada lagi yang perlu dibahas Saka dan Reza serta pak Wira membubarkan diri dari restoran tersebut, Saka mengajak Reza untuk berjalan - jalan sebentar di sekitar kota sembari menikmati suasana malam Surabaya
"Huff😤 indah ya pemandangannya tuan" ucap Reza pada atasannya
"Iya, terakhir kali saya kesini waktu SMA saat meninggalnya Nenek" ucap Saka sendu
Nenek dari papanya memang asli Surabaya tepatnya di desa Z yang berbatasan dengan desa X namun sekarang sang nenek sudah tiada dikarenakan sakit jantunh dan tak ada rumah sakit di desa tersebut hingga neneknya tak dapat diselamatkan, maka dari itu papanya ingin membuat rumah sakit di desa X karena disana terdapat tanah yang luas agar warga desa tak perlu menempuh jarak 1 jam untuk kerumah sakit besar