ALIKA

ALIKA
Bab 19



Sesuai perkataan Saka, saat ini ia dan Alika dalam perjalanan menuju desa X meski awalnya Alika menolak namun pada akhirnya ia menyerah karena Saka begitu gigih untuk mengantarkannya


"Kenapa gak pakai supir aja tadi Ka? nanti kamu lelah loh" ucap Alika


"Saya lebih enak seperti ini Al mumpung saya punya teman" balas Saka


Alika membuka cemilan yang ia beli tadi sebagai teman perjalanan mereka tak lupa ia menawari Saka cemilan yang ia makan


"Nih cemilan Ka biar gak ngantuk" Alika menyodorkan cemilan pada Saka


"Saya lagi nyetir Al, bisa kamu suapi saya" ujar Saka


Alika terlihat ragu melakukan itu karena ia dan Saka belum sedekat itu sebagai teman namun merasa tak enak hati karena makan cemilan sendiri akhirnya Alika menyingkiran rasa ragunya dan memberikan cemilan ke mulut Saka


Dengan hati senang Saka menerima cemilan dari tangan Alika, entah kenapa ia merasa nyaman dengan Alika dan ingin lebih dekat lagi dari ini namun dia menampik bahwa ia menyukai gadis yang berprofesi sebagai dokter ini


Setelah menempuh perjalanan panjang Saka dan Alika tiba di kota yang artinya 1 jam lagi perjalanan mereka menuju desa X, Saka menghentikan mobilnya di tempat pengisian bahan bakar lalu keluar menuju toilet yang tersedia disana


Alika ikut keluar sembari meregangkan tubuh yang terasa lelah karena duduk berjam jam di mobil tak lama Saka datang dari arah toilet dengan wajah berair karena habis mencuci wajah


"Capek ya?" Alika mengangguk lalu memberikan tisu pada Saka


"Saya ke toilet sebentar ya" pamit Alika pada Saka


Sembari menunggu Alika dari toilet Saka merebahkan tubuhnya di kursi belakang mobil melepas rasa lelahnya, Alika merasa kasian melihat Saka yang terlihat lelah karena mengantarkan dirinya pulang


"Ka minum dulu nih biar pinggangnya gak sakit kelamaan duduk" Alika menyodorkan air mineral pada Saka


"Makasih Al" Saka meneguk hampir setengah botol air tersebut


"Makan dulu yuk pasti laper" ajak Alika


"Nanti aja Al kalo udah sampai tanggung takut kemalaman"


"Ya udah saya aja yang nyetir kamu istirahat aja" tawar Alika


"Kamu bisa nyetir?" Alika mengangguk "Ya ampun Al tahu gitu kan bisa gantian kita tadi" tawa Saka


"Kamu gak nanya" Alika ikut tertawa


Melihat tawa Alika membuat lelah Saka seketika menghilang dan semangat menyetir menuju desa tanpa harus memberikan kesempatan Alika menyetir


Hampir tengah malam mereka tiba di depan rumah dinas Alika terlihat Titin yang sempat tertidur menyambutnya dengan hati senang karena memang Alika sudah memberi kabar bahwa ia akan pulang larut dan di antar oleh Saka, tentu saja Titin tak mempermasalahkan itu karena ia memang suka melihat kedekatan Alika dan Saka


"Mbak Al" teriak Titin memeluk Alika erat


"Apaan sih Tin kayak gak ketemu 1 tahun aja" ledek Alika


Titin melepaskan pelukannya "Hehe biar alay dikit mbak, mas Saka apa kabar?"


"Loh gak mampir dulu mas Saka makan minum dulu gitu" ajak Titin


"Iya kita tadi kan belum makan Ka cuma makan cemilan doang" ucap Alika


Saka melihat jam masih menunjukan pukul 11 lewat "Boleh deh saya juga laper sebenernya" Saka mengusap perutnya membuat Alika dan Titin tertawa


"Kenapa tadi gak makan mbak? kan gak mungkin gak ada yang jualan selama di perjalanan?" tanya Titin


"Tadinya saya ajak makan Tin tapi tanggung katanya karena sebelum berangkat tadi kita memang udah makan terus diperjalanan makan cemilan"


"Oh, ayo masuk mas Saka" ajak Titin


Alika dan Saka langsung menuju belakang tempat dimana ruangan makan dan dapur berada sedangkan Titin masuk ke kamar, Alika membuatkan teh jahe untuk Saka agar tubuhnya hangat


"Diminum dulu Ka" ucapnya memberikan teh jahe yang ia buat


"Makasih Al"


"Kamu mau makan apa?" tanya Alika


"Apa aja Al asal simpel gak ribet masaknya" jawab Saka yang memang sudah merasa lapar


Alika membuka lemari es melihat apa yang bisa ia masak dengan cepat, ia mengambil beberapa telur dan menunjukan ke Saka setelah Saka mengangguk Alika langsung mengolah telur tersebut menjadi omlet dengan diberi irisan daun bawang, tomat, sosis dan cabai sedikit, setelah itu Alika mengiris tipis - tipis daun selada, timun dan kol yang sudah dicuci lalu dimasukan ke wadah dan diberi mayones di atasnya


Setelah semua makanan siap Alika menyajikan di atas meja makan dimana Saka menunggu sembari memainkan ponselnya, Alika menyendokan nasi sedikit ke piring Saka hingga membuat Saka heran


"Tengah malam gini kalau makan berat gak bagus buat kesehatan, cuma karena tadi kamu belum makan sama sekali makanya saya kasih sedikit aja, kalau mau di tambah juga gak papa kok" ucap Alika


Saka benar - benar merasa diperhatikan oleh Alika, selama ini tak ada yang memperhatikan kesehatannya selain mamanya, dilihatnya Alika mengaduk salad sayur


"Kenapa?" tegur Alika


Saka menggenggam tangan Alika "Al boleh gak kalau saya terus dekat dengan kamu?'


"Ma maksudnya" gugup Alika


"Saya merasa nyaman berteman dengan kamu Al karena selama ini saya tak pernah merasakan punya teman" jelas Saka


"Te teman?" entah kenapa Alika merasakan hatinya menolak kata teman


"Iya Al! kamu mau kan?"


Alika melepas genggaman tangan Saka sembari tersenyum "Iya saya mau berteman lebih dekat dengan kamu, ya udah makan dulu udah larut malam ini" ucap Alika


Mereka menikmati makan tengah malam dengan santai terlebih Saka yang merasakan bahagia karena Alika ingin menjadi teman dekatnya, usai makan Saka langsung pamit pada Alika untuk pulang kerumah paman dan bibinya, tak lupa Alika mengucapkan terima kasih pada Saka karena sudah mengantarnya sampai rumah.