ALIKA

ALIKA
Bab 2



Seminggu berlalu...


Pagi ini Alika bersiap - siap menuju Surabaya, ia ingin melupakan pernikahannya yang gagal dengan mengabdikan diri di sebuah klinik kecil di desa terpencil di Surabaya tak lupa ia berpamitan pada kedua orang tua Evan yang tak lain mantan calon mertuanya karena ia sudah menganggap kedua orang tua Evan seperti orang tuanya sendiri


Sejak lulus SMA Alika merantau dari Sumatra ke Jakarta untuk menempuh pendidikan kedokteran disalah satu Universitas termuka di Ibukota hingga akhirnya ia bertemu dengan Evan yang merupakan anak dari pemilik salah satu Rumah Sakit tempat Alika magang dan sejak itu orang tua Evan menyayangi Alika seperti anaknya sendiri


drtt....drtt...drtt ponsel Alika berdering sekilas Alika tersenyum melihat layar ponselnya, panggilan dari orang yang ia rindukan


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž


"Assalamualaikum mak"


"Waalaikumsalam nak ku, jadinya kau berangkat nak??"


"Insya Allah jadi mak ini lagi siap - siap tapi sebelumnya Lika mau kerumah mama Ratih (mama Evan) dulu mak buat pamitan"


"Sehat - sehat kau disana ya nak, sabar kau atas apa yang terjadi mamak disini cuma bisa berdoa yang terbaik untuk kau"


"Iya mak doa mamak dan papak yang Lika harapkan"


"Ya sudah hati - hati kabari mamak sama papak kalo kau udah sampek"


"Iya mak Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Huhh!! Alika menghembuskan nafas lega setelah berbicara pada ibunya yang ia panggil mamak karena Alika berasal dari desa kecil di wilayah Sumatera Utara lebih tepatnya di Pulau Samosir


Dengan menenteng koper Alika menaiki taxi online yang akan mengantarkannya ke bandara meski gagal menikah Alika tak pernah menunjukan kesedihannya pada siapapun karena ia tahu jodoh dan maut sudah di atur oleh tuhan


Taxi online membawa Alika kesalah satu perumahan Elite di Jakarta dan berhenti disalah satu rumah mewah yaitu rumah keluarga Evan, terlihat Evan dan kedua orang tuanya serta Selly istri Evan menyamputnya di teras rumah karena mereka tahu tentang kepergian Alika


"Assalamualaikum" Alika mencium tangan mama Evan dan papa Evan


"Waalaikumsalam" sahut semuanya


"Udah sarapan sayang?" tanya mama Evan


"Sudah ma Alika gak bisa lama - lama karena 1 jam lagi pesawat Alika berangkat ma" sahutnya


"Kamu hati - hati disana Al kalo ada apa - apa kabari papa sama mama" ucap papa Evan


"Siap pa" Alika mengangkat hormat tangannya sembari tertawa kecil sontak membuat yang lain ikut tertawa


"Jangan lupakan mama sama papa ya sayang meski kau gagal menikah dengan Evan kamu tetap anak kami" lirih mama Evan Alika melirik ke arah Selly yang menunduk sedih


"Iya dong ma kan kak Evan sekarang kakak aku iya kan kak" senyum Alika


"Eh iya Al" Evan tersenyum kaku pasalnya ia masih mencintai Alika


"Jadi kak Evan harus baik ya sama kakak ipar awas kalo macem - macem aku pukul kakak" πŸ˜‚canda Alika


"Sebelum kamu memukulnya mama yang terlebih dulu memukulnya kalo dia macem - macem sama menantu mama" mama Evan memeluk Selly dari samping membuat Selly tersenyum


"Ya udah Alika pamit ya ma, pa, kak Evan dan kakak ipar" Alika menyalami keluarga Evan bergantian


"Hati - hati kabari kalo udah sampai" ucap Evan


"Ok bos πŸ‘Œ" Alika menyatukan ibu jari dan telunjuknya membentuk O


"Assalamualaikum" pamit Alika


"Waalaikumsalam" sahut keluarga Evan


Alika memasuki taxi onlinenya kembali dan berangkat menuju bandara sembari melambaikan tangan pada keluarga Evan


Alika menarik kopernya saat tiba di Surabaya menuju taksi yang sudah ia pesan sebelumnya, setelah menunjukan alamat yang dituju Alika duduk bersandar di mobil sembari memainkan ponselnya


'Sekarang saat fokus untuk kedepan' gumam Alika


Setelah menempuh perjalanan panjang Alika tiba di desa x tempat ia mengabdikan diri sekarang, taksi berhenti disebuah warung kopi dipinggir jalan Alika keluar dari taksi untuk bertanya pada pemilik warung


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab orang - orang yang ada diwarung


"Maaf buk saya mau tanya rumah pak lurah dimana ya buk?" tanya Alika pada pemilik warung


"Mbaknya lurus aja nanti dipertigaan belok kanan rumah warna biru itu rumah pak lurah mbak" pemilik warung memberi arahan


"Oh makasih ya buk, Assalamualikum" pamit Alika


"Waalaikumsalam"


Alika kembali masuk kedalam taksi menuju arah yang dimaksud pemilik warung tadi


"Sopo yo mbok kok ayu tenan?" tanya salah satu warga


(Siapa ya mbok kok cantik bener)


"Lah mana aku reti mau gak takon karo mbake" sahut pemilik warung


(Lah mana aku tahu tadi gak tanya sama mbaknya)


"Moga - moga mbake isek gadis ben tak ajak rabi" celetuk warga yang lain


(Semoga mbaknya masih gadis biar ku ajak nikah)


"Heleh ora laku sampean karo mbake" sahut yang lain


(Halah gak cocok kamu sama mbaknya)


Alika tiba dirumah yang dimaksud setelah membayar ongkos taksi Alika menyeret kopernya sembari melangkahkan kaki dirumah pak lurah, terlihat seorang lelaki seusia orang tuanya sedang duduk berantai diteras rumah


"Assalamualaikum pak" salam Alika


"Waalaikumsalam, ini pasti nak Alika dokter baru di puskesmas sini ya?"


"Iya pak saya Alika yang dari Jakarta pak"


"Kenalkan saya Pak Sapto lurah dikampung ini, Mari silahkan duduk nak" Pak Sapto mempersilahkan Alika duduk


"Bentar bapak panggil ibu dulu" Alika mengangguk sebelum pak Sapto masuk kedalam memanggil istrinya tak lama keluarlah seorang wanita tersenyum pada Alika


"Wah cantik yo pak buk dokter'e" ucap istri pak sapto


"Makasih buk saya Alika dari Jakarta" ucap Alika sopan


"Panggil saya ibu Lastri, bentar ya ibuk buatkan minum dulu"


"Aduh gak usah repot - repot buk, sebenarnya saya kesini cuma mau tahu tempat tinggal saya selama disini buk biar bisa istirahat" tolak Alika


"Yowes buk bapak tak antar nak Alika dulu ke Puskesmas" ujar pak sapto


"Yowes pak, tapi nanti malam nak Alika makan dirumah ya kan baru sampek" pinta buk Lastri


"Iya buk, Assalamualaikum" Alika mencium tangan buk Lastri


"Waalaikumsalam" sahut buk lastri sembari melihat suaminya mengantarkan Alika ke puskesmas menggunakan motor