Akai Ito (End)

Akai Ito (End)
Tiga Part B



Tiga puluh menit yang lalu, Raka masih bergelut dengan hatinya. Tapi kini dia sudah berdiri dihadapan begitu banyaknya orang yang menyambut kedatangannya. Raka menerima tawaran untuk bekerja di rumah sakit itu beberapa bulan yang lalu atas rekomendasi dari dokter yang telah mengajarnya saat ia masih seorang residen.Hari ini adalah seminar pertama yang di gelar oleh rumah sakit Cedekia Medika setelah pemulihan dan restrukturisasi rumah sakit ini beberapa bulan yang lalu.Dalam seminar ini banyak mahasiswa-mahasiswa dari fakultas kedokteran universitas itu sendiri maupun dari universitas lainnya pasalnya seminar ini terbuka untuk umum tidak hanya untuk mahasiswa yang menempuh studi di bidang kesehatan saja.Semua orang berkumpul di ruang seminar, begitu juga dengan para dokter dan dosen yang di tunjuk oleh pihak fakultas untuk memanajemeni rumah sakit tersebut.


Raka kembali ke ruang kerja para dokter untuk mengambilkan berkas dokter Farhan yang tertinggal.Pasalnya selain dokter Handy, dokter Farhan yang sudah senior itu juga di tunjuk sebagai pembicara.Ditengah perjalanan Raka bertemu dengan Naura yang keluar dari kamar mandi.Gadis itu terlihat pucat dan berkeringat.Melihat Naura yang berjalan tertatih, Raka menyadari ada ketidak beresan pada gadis itu. Tapi tak dihiraukannya gadis yang berada tak jauh beberapa meter darinya itu, dia hanya langsung memasuki kantor dokter dan mengambil berkas-berkas sesuai perintah dokter Farhan. Sebuah kalender yang terpampang di meja tanpa sengaja di jatuhkannya.Ketika memungut kembali kalender itu dan meletakkannya kembali di meja Raka sekilas Raka melihat kalender tersebut.


"Oh, 15 ya..," batinnya. Kemudian diapun kembali bergegas menuju ruang seminar.


*****


Naura masih berjalan lambat menuju tempat seminar.Banyak keringat membasahi pelipisnya.Langkahnya pontang-panting tak karuan menahan rasa sakit yang di deritanya.Dia paling benci saat dirinya yang seperti ini.Pasalnya tiap kali datang bulan dia selalu merasa kesakitan dan kesakitan yang sudah terbiasa itu bisa sangat mengganggu di saat-saat penting seperti ini.


Raka melihat Naura yang berjalan menuju ruang seminar itu dengan tertatih sama seperti yang dilihatnya beberapa menit yang lalu. Gadis itu masih saja kesakitan.Kemudian dihampirinya gadis itu dan diberikannya beberapa obat dari dalam sakunya yang di dapatnkannya ketika singgah sebentar di apotik rumah sakit beberapa saat lalu.Dia juga memberika sebotol minuman dan menyerahkannya kepada Naura bersamaan dengan menyerahkan obat itu.Sementara itu, Naura memandangi lelaki yang kini berada di hadapanya itu dengan terkejut.


"Minumlah, kau akan menjadi lebih baik," ucap Raka tanpa menatap gadis itu.


Naura melihat obat yang kini berada di tangannya itu."Asam mefenamat.Oh, obat nyeri...,"desahnya. Beberapa detik kemudian dia tersadar akan sesuatu. "Ah, Kak Raka, jangan-jangan kau...," ucapnya.Tapi seseorang yang di ajaknya bicara sudah pergi meninggalkannya."Ternyata kau masih ingat. Kak Raka.....," batinnya sembari meminum obat tersebut dan bergegas pergi ke ruang seminar.


*****


"Kau sakit?"Tanya Randy pada Naura.


"Ah, Kak Randy, kenapa kau ada disini?"


"Apanya yang kenapa.Tentu saja aku mencarimu.Ayo, acaranya sebentar lagi dimulai..," ajak Randy. "Oh, yak au benar-benar sakit ya. Wajahmu pucat sekali..," Ramdy bertanya lagi pada Naura sembari berjalan beriringan dengan gadis itu menuju tempat seminar.


"Ah, nggak kok, aku sudah biasa seperti ini. Dan setiap bulan aku memang akan seperti ini. Bukankah ini bukan pertama kalinya kau melihatku seperti ini?"


"Ah, iya sih. Tapi, memangnya kau sakit apa? Kok tiap kali tiba-tiba kambuh..,"


"Oh, itu..urusan wanita...," ucap Naura sembari berjalan satu langkah di depan Randy dan berjalan dengan raut wajah agak malu.


"Oh....," Randy mengerti maksud gadis itu dan cengar-cengir sendiri melihat gadis itu berjalan mendahuluinya untuk menyembunyikan rasa malunya.