
Beberapa jam kemudian bis sudah memasuki lokasi penginapan mereka. Sebuah villa besar bertengger menunggu untuk mereka masuki.Semua bersorak sorai dan merasa puas. Perjalanan nan panjang dan melelahkan itu akhirnya dapat terobati dengan pemandangan yang indah di sekitar villa. Satu persatu turun dari bis dengan membawa serta barang bawaan mereka masing-masing. Pembagian kamar pun dilakukan setelah mereka memasuki ruangan besar bak aula tempat mereka berkumpul.Naura mendapat Sifa sebagai teman sekamarnya dan itu membuat mereka berdua tampak begitu senang.Pasalnya sifat Sifa yang periang sangat di sukai oleh Naura karena dia tak kaku kalau di ajak bicara.Usai pembagian kamar semua di izinkan untuk beristirahat di kamarnya masing-masing untuk beristirahat melepas lelah karena berada dalam perjalan kurang lebih setengah harian.
Pukul 04.00 mereka berkumpul untuk membahas kegiatan yang akan dilakukan selama tiga hari ke depan. Kegiatan sepenuhnya di mulai dari esok pagi hingga menjelang sore hari. Dengan kegiatan mencari harta karun di hutan. Beberapa sudah di bagi ke dalam regu masing-masing dan mereka hanya perlu mencari bendera kecil yang disembunyikan di hutan untuk mendapatkan petunjuk dimana harta karun itu berada. Harta karun yang tersimpan sesuai dengan jumlah regu yang ada sehingga masing-masing regu harus berusaha secepat mungkin untuk menemukan harta karun mereka karena penilaian dilakukan berdasarkan waktu siapa yang paling cepat menemukan harta karun itu.
Mentari tlah menyingsing di ufuk barat.Terik sinarnya mengintip di balik jendela kaca tempat tidur mereka. Mereka hanya memicingkan mata karena sinar itu mengganggu tidur mereka tanpa mereka sadari bahwa hari sudah mulai menunjukkan jam 08.00 pagi. Suara sirine tanda berkumpul berbunyi dan itu sontak membangunkan mereka semua dari tidur panjangnya.Mau tidak mau mereka harus segera bersiap untuk sarapan dan berkumpul di bawah.Usai makan kegiatan pun di mulai.Suara peluit panjang melepas kepergian tujuh regu ke hutan untuk menyelesaikan misi mereka. Yang tertinggal di penginapan hanyalah dr.Farhan, dr. Melisa, dr. Handy, dr. Raka, perofessor Daniel dan beberapa bapak ibu dosen Fak. Ekonomi yang turut serta.Sementara tujuh regu yang diberangkatkan terdiri dari komposisi asiten dosen dan karyawan rumah sakit.
Naura, Sifa, Randy, dan 3 orang karyawan rumah sakit berada dalam satu tim yang sama. Mereka berhasil menemukan satu per satu tanda bendera yang mengantarkan mereka ke lokasi dimana harta karun itu berada. Pukul 17.00 tepat mereka sudah menemukan harta karun itu dan segera bergegas untuk kembali ke tempat berkumpul. Di aula berkumpul ternyata sudah ada dua regu yang sampai terlebih dahulu di banding regu Naura.Tapi mereka tetap senang. Meskipun bukan yang pertama tapi setidaknya mereka bukanlah regu yang paling akhir menemukan harta karun itu. Tapi tiba-tiba Naura tersadar bahwa ada sesuatu yang hilang dan dia panic mencari barang itu.
"Kau kenapa Ra...," tanya Sifa yang mendapatinya sibuk mencari sesuatu.
"Aku mencari sesuatu...,"
"Apa?Apa yang kau cari?"
"Ah, bukan, bukan apa-apa.Mungkin jatuh di hutan saat perjalanan pulang tadi. Aku akan mencarinya ya...,"
"Tap...tapi Ra. Kau akan mencari sendiri ke dalam hutan...,"
"Iya taka pa Sifa. Mumpung belum malam, aku akan mencari sekarang dan akan segera kembali ya...," ucap Naura dengan bergegas pergi meninggalkan Sifa yang masih duduk termangu dan kebingungan.
"Baiklah hati-hati dan cepat kembali...," ucap Sifa pada Naura yang kini sudah Nampak jauh dari pandangannya.
Randy yang melihat hal itu bertanya pada Sifa tentang apa yang terjadi. Dan Sifa pun menjelaskan pada Randy bahwa Naura hendak pergi sebentar ke dalam hutan untuk mencari barangnya yang terjatuh.
*****
Hari mulai menjelang malam.Semua regu pun sudah berkumpul di Aula penginapan. Beberapa saat lagi pengumuman pemenang pencarian harta karun dan serangkaian outbond yang telah mereka lakukan selama beberapa hari kemarin akan diumumkan. Panitia penyelenggara mengecek kelengkapan anggota masing-masing regu.Tapi tiba-tiba terhenti ketika Professor Daniel tiba-tiba bertanya pada Sifa dan Randy keberadaan Naura.
"Sifa, Randy, dimana Naura?"
Randy dan Sifa pun bingung hendak menjawab pertanyaan Professor Daniel pasalnya Naura pergi ke hutan dan belum kembali-kembali sampai saat ini.
"Naura....," Sifa terbata-bata.
"Kenapa dia balik ke hutan?" tanya professor Daniel penuh selidik.
"Ada barangnya yang hilang prof, dia pikir itu jatuh di hutan..," jelas Sifa.
"Kami pikir hanya sebentar prof, tapi sampai sekarang belum kembali juga...," jelas Randy.
Sifa menangis sesenggukan mencemaskan keadaan Naura.Pasalnya dia merasa bersalah karena tadi tidak berniat untuk membantu Naura mencari barangnya yang hilang.Rasa kecemasan terlihat di beberapa panitia penyelenggara.Termasuk Raka yang mendengar bahwa Naura belum kembali juga sampai saat ini.
"Segera telfon tim sar untuk mencari Naura," ucap dr Farhan yang juga di setujui oleh panitia lainnya.
Raka yang duduk di antara mereka di penuhi dengan kecemasan.Dia langsung mengambil jaket di sebelah tempat duduknya dan bergegas pergi meninggalkan mereka.
"Kau mau kemana dokter Raka?" tanya dokter Melisa yang mendapati Raka beranjak dari tempat duduknya.
"Mencari Naura..," ucap Raka.
"Kita tunggu saja sampai tim sar datang dr. Raka," ucap dokter Farhan.
"Tidak bisa dokter....," ucap Raka.
"Jangan gegabah dokter Raka, nanti kalau kamu hilang jug......," ucap Prof Daniel yang belum selesai dan dipotong pembicaraannya oleh Raka.
"Aku tidak bisa menunggu. Dia takut gelap...........," seru Raka sembari beranjak pergi ke dalam hutan.
Semua panitia dan peserta pun heran dengan kelakuan Raka.Mereka tak habis piker kenapa Raka begitu khawatirnya dengan mahasiswi yang hilang itu.Dan mendengar dari omongannya yang mengatakan bahwa Naura takut gelap membuat mereka menduga-duga hubungan di antara keduanya.Termasuk Professor Daniel. Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sendiri hari ini juga beberapa minggu yang lalu. Dia sudah menyimpan curiga itu sejak lama, tentang hubungan di antara keduanya.
"Apa hubungan mereka sebenarnya...," gumam Prof. Daniel dalam kecemasannya akan keadaan Naura.
*****