
...(๑˙❥˙๑)...
...Hai..haii..haiii...👋...
...Back to my story guess. Semoga suka...🙏🙏🙏...
...🎵🎵🎵🎵🎵...
David terbaring di tempat tidur dalam lamunannya. Dia masih ingat kejadian yang berlangsung beberapa bulan yang lalu.
Beberapa waktu lalu, David berkunjung ke rumah Raka untuk membantu Raka yang hendak mengemasi beberapa barangnya karena hendak pergi ke luar kota tempat tinggalnya untuk bekerja di tempat yang baru. Tanpa sengaja David menjatuhkan sebuah album foto lama yang tertata rapi di rak buku Raka. David menikmati memandangi foto-foto masa kecil Raka meskipun tanpa seizin dari pemiliknya. Hubungan mereka memang sudah cukup dekat dan bahkan bisa dibilang sudah layaknya seperti saudara kandung. Jadi apapun yang David lakukan terhadap barang-barang Raka tak perlu lagi mendapat persetujuan darinya.
Selembar-demi selembar dinikmatinya foto-foto tua itu. Banyak sekali foto masa kecil Raka yang masih bertampang innocent dan imut-imut itu. Tapi ketika dia melihat foto seseorang yang berdiri disamping foto masa kecil Raka itu, membuat David terbelalak kaget dan tak percaya. Dia mengenali foto seorang gadis kecil yang tersenyum ceria di samping Raka di sebuah taman. Foto gadis itu tak asing di matanya, seolah dia sudah ribuan kali melihat gadis yang sama dengan gadis di foto itu. Meskipun masih bertampang tembem dan imut dalam foto itu, tapi David bersikeras bahwa foto itu adalah foto gadis yang sering bersamanya saat ini. Diambilnya ponselnya dan dicocokkannya foto dalam ponsel itu dengan foto dalam album yang dipandanginya itu. Setelah dibandingkannya kedua foto itu, barulah dia yakin bahwa dugaannya tak salah.
"Raka, gadis kecil ini...?" tanya David pada Raka dengan menunjukkan foto itu.
"Oh, dia... dia orangnya..,"
"Orangnya? Maksudmu, orang yang selama ini kau cari?"
"Ya..,"
Wajah David pucat pasi mendengar perkataan Raka. Seolah tengah didengarnya dentuman bom yang menggelegar di depannya. Dia tak percaya bahwa gadis yang sering diceritakan oleh sahabatnya itu adalah gadis yang setiap hari mengisi hari-harinya dan gadis yang perlahan-lahan mulai mengisi hatinya. Dia di dera kebimbangan yang cukup dalam, apakah dia harus memberi tahu Raka tentang kebenaran gadis itu, ataukah dia hanya harus menyimpannya saja seumur hidupnya agar dia tetap bisa bersama dengan gadis itu.
Tapi, sungguh egois dirasakannya, ketika dia mengetahui betapa sahabatnya sangat merindukan gadis itu, dan betapa kerasnya bagi sahabatnya untuk dapat menemukan gadis itu. Sampai hatikah dia tetap menyembunyikan keberadaan gadis yang sangat di cintai oleh sahabatnya itu, bahkan lebih dari rasa cintanya terhadap dirinya sendiri. Semua pertanyaan itu berkecamuk dalam pikirannya. Dia pun tak bisa membayangkan bagaimana reaksi Raka setelah dia tahu bahwa baik Raka maupun dirinya mencintai gadis yang sama.
Setelah berpikir panjang akhirnya David memutuskan untuk memberitahu Raka kebenarannya meskipum dia tahu bahwa dia pasti akan terluka. Namun, dia tak mau menyembunyikan kenyataan itu dari sahabatnya. Sejak awal gadis itu adalah milik Raka, dan dia tak mau mengambil sesuatu yang bukan haknya. Lebih dari itu, alasan yang lebih penting adalah karena dia tahu bahwa gadis itu, juga menyimpan perasaan yang sama dengan sahabatnya.
...🎵🎵🎵🎵🎵...
Terdengar dering ponselnya di sela-sela lamunan yang di bangunnya. Setelah di bacanya nama yang tertera di walpapernya itu, dia pun menjawab telpon dari seseorang di seberang sana.
"Oh, loe.. ada apa?"
"Raka, loe dimana?"
"Gue di rumah. Ada apa loe nyari gue?"
"Gue ada di taman deket rumah loe. Ada sesuatu yang pengen gue omongin ke loe. Loe bisa kemari?"
"Ada apa? Apakah sesuatu yang penting?"
"Ya?"
"Kenapa nggak di rumah aja?"
"Gue gak bisa bicarain ini di rumah loe..?"
"Ya, baiklah gue kesana...,"
Raka kembali masuk ke dalam kamar untuk mengganti bajunya. Ia tak tahu apa sebenarnya yang ingin di bicarakan oleh David hingga ia tidak bisa membicarakan hal itu di rumahnya. Usai berganti pakaian Raka pun melesat dengan cepat menuju tempat pertemuannya dengan David.
...🎵🎵🎵🎵🎵...