Akai Ito (End)

Akai Ito (End)
Satu Part C



...(๑˙❥˙๑)...


...Hai..haii..haiii...👋...


...Back to my story guess. Semoga suka...🙏🙏🙏...


...🎵🎵🎵🎵🎵...


Di taman David sedang duduk-duduk menunggu kedatangan Raka. Senyum simpul mengembang di kedua pipinya ketika mendapati Raka sudah berdiri di hadapannya. Di berikannya minuman yang telah di belinya itu pada Raka dan menyuruh Raka untuk duduk di sampingnya,


"Duduklah...,"


"Apa yang pengen loe omongin hingga gak bisa di omongin di rumah,"


"Oh, ini tentang foto gadis kecil yang gue tanyakan padamu beberapa bulan yang lalu,"


"Oh, karena dia..,"


"Ya, loe bilang jangan pernah ungkit lagi tentang dia karena loe takut ibu loe akan sedih mendengarnya,"


"Ya...,"


"Karena itulah gue ngajak loe ketemuan disini,"


"Tapi, kenapa loe tiba-tiba pengen tau tentang gadis itu?"


"Gue cuman pengen tahu alasan kenapa loe putus darinya. Apakah karena Rasya? Karena Loe dan Rasya bener-bener.....,"


"Gue gak nyangka loe gak percaya sama gue Dav,"


"Bukan begitu maksud gue, hanya saja, gue.....,"


"Itu bukan karena Rasya. Gue gak pernah ngelakukan itu terhadapnya dan loe juga tahu sendiri kan kalau gue bukan cowok yang sebrengsek itu,"


"Ya, gue tahu. Gue percaya sama loe...,"


"Tapi, kenapa?"


"Dav, kenapa loe bahas sesuatu yang sudah lama berlalu..,"


"Karena gue pengen tahu. Untuk memutuskan sesuatu, gue harus tahu tentang kebenaran itu,"


"Maksud loe...,"


"Raka, loe percaya kan sama gue...,"


"Ya,"


"Jadi gue mohon jelasin semua masalah loe dengannya pada gue tanpa bertanya apa-apa lagi,"


"Ya, apapun yang loe lakuin gue gak peduli. Gue akan ceritakan semuanya sama loe...," ucap Raka.


Cerita panjang di balik kenangan masa lalu yang menyegel hatinya itu pun di ceritakan oleh Raka pada David. Entah berapa banyak dia menahan rasa sakit di hatinya karena mengulang kembali semua kenangan-kenangan itu. Meskipun dengan suara yang parau karena menahan tangisnya, raka menceritakan setiap detail kisah yang terjadi saat itu. Sementara David menyimaknya dengan seksama setiap untaian kata yang keluar dari mulut sahabatnya. Betapa dia begitu tahu sulitnya bagi sahabatnya itu untuk bertahan hidup hingga sekarang. Semua pencapaian yang didapatkannya itu, masih saja tak mampu menghapus luka kesedihan yang tersemat di hatinya. Yang mungkin sudah merekat bagai karang di lautan dalam. Seperti itulah kenangan tentang masa lalunya yang tak pernah bisa dilupakannya itu.


David mengeluarkan sebuah foto kecil di saku celana kanannya. Dan Raka pun terkejut melihat kenapa foto itu bisa berada di tangan David.


"Dav, loe...,"


"Sorry gue ngambil tanpa bilang-bilang ke loe...,"


"Kenapa? Kenapa loe....,"


"Sorry gue hanya pengen mastiin aja seseorang dalam foto itu,"


"Maksud loe...," ucap Raka yang makin bingung dengan teka-teki yang David katakan.


Kemudian David pun mengeluarkan ponsel dari saku kanan celana jinsnya. Dia bukanya flip ponsel itu dan di carinya sebuah foto di dalamnya. Hanya terdapat satu foto itu dalam sekian banyakfoto-foto di ponselnya. Setelah di temukannya apa yang pengen dicarinya itu, ditunjukkannya foto itu pada Raka. Raka memandanginya foto tersebut dan terbelalak kaget setelah menyadari siapa sebenarnya seseorang di foto itu,"


"Ini.....,"


"Ya, bukankah mereka orang yang sama?" ucap David dengan membadingkan foto di tangan kanan Raka dengan foto di ponselnya.


"Dav, bagaimana bisa loe.....,"


"Dia seseorang yang gue kenal,"


"Maksud loe....,"


"Sorry gue baru ngasih tahu loe. Awalnya guenggak yakin bahwa mereka orang yang sama. Tapi setelah gue konfirmasi ke loe hari ini gue jadi yakin bahwa mereka orang yang sama. Seberapapun berubahnya dia sekarang, gue tahu kalau loe pasti masih bisa mengenalinya dengan baik. Sorry Raka, gue gak bermaksud...,"


"Raka...,"


"Sorry, gue hanya pengen tahu,"


"Dia baik. Keadaannya baik-baik saja. Dia....,"


"Syukurlah kalau begitu, aku lega mendengarnya...," ucap Raka memotong perkataan David.


"Raka, gue.... Gue tahu dimana gadis itu sekarang. Gue bisa bawa loe menemui dia..,"


"Tidak usah. Gue sudah denger dari loe kalau dia baik-baik saja. Tak ada alasan lagi bagi gue untuk menemuinya..,"


"Tapi Raka loe udah nyari dia kemana-mana. Loe...,"


"Gue hanya pengen tahu keadaannya saja. Gue gak..........,"


"Berhenti membohongi diri loe sendiri. Gue tahu loe pengen banget menemuinya....,"


"David.............,"


"Raka, loe harus............,"


"Loe juga gak bisa bohongin gue...,"


"Maksud loe..?"


"Loe juga ada rasa sama gadis di foto itukan...?"


"Raka...,"


"Sudahlah, mungkin saja mereka hanya mirip. Bisa saja aku salah mengenalinya. Ini sudah 10 tahun lamanya...,"


"Karena itu, loe harus temuin dia buat nyari tahu kebenarannya,"


"Lantas apa ada yang berubah jika memang benar itu dia...,"


"Raka...,"


"Harusnya loe tak perlu ngasih tahu gue tentang dia padahal loe sendiri juga menyukai gadis itu,"


"Raka, bagaimana mungkin gue nyembunyiin itu dari loe. Dia milik loe, gue gak berhak buat merebut dia dari loe,"


"Dia bukan milik gue Dav, dia milik dirinya sendiri,"


"Ya, tapi hatinya hanya milik loe...!!"


"Dav...,"


"Gue ngelakuin ini bukan hanya buat loe. Bukan karena loe sahabat gue. Tapi, gue lakuin ini sepenuhnya karenanya. Karena sepertinya yang loe bilang gue menyukainya. Karena itu gue harus ngelakuin ini meskipun nyakitin,"


"Sudahlah gue nggak mau bahas ini lagi,"


"Gue gak tahu pastinya bagaimana perasaannya ke loe. Tapi, selama gue kenal dia, dia gak pernah bisa buka hatinya untuk orang lain. Termasuk untuk gue,"


"Dav...,"


"Jadi, gue mohon, sebagai sohib loe gue mohon jangan menghindar lagi darinya. Kalian berdua harus menyelesaikan semua permasalahan diantara kalian..,"


"Tapi....,"


"Jangan-jangan loe gak mau ngelakuinnya karena gue...," ucap David. Loe takut nyakitin gue...?" tanya David dengan kembali pada dirinya yang biasanya.


"Dav...,"


"Loe gak usah khawatirin gue. Gue ini David Alata, gue nggak akan sakit hati hanya karena gagal dapetin satu cewek yang gue suka. Diluar sana masih banyak gadis-gadis yang masih mau ngantri untuk gue. Lagipula gue udah bosen di tolak terus sama cewek itu,"


"David loe...,"


"Gue serius, lagipula ini semua sudah takdir bahwa loe harus bertemu dengannya.Dan sejak awal ini sudah menjadi keputusan loe, karena itu gue gak mau loe merusak rencana hidup loe karena loe tahu bahwa dia akan ada disana...,"


"Karena itukah loe ngasih tau gue di awal tentang dia, agar gue gak lari?"


"Ya...," ucap David. "Tapi, lebih dari itu, gue lakuin semua ini karena dia...," gumam David.


*****