Akai Ito (End)

Akai Ito (End)
Delapan Part C



Raka yang masih penasaran dengan apa yang tiba-tiba membuat gadis itu berubah begitu drastis akhirnya melakukan panggilan kepada seseorang diseberang sana.


Raka Calling


"Hallo...Vid...,"


"Iya, ada apa Ka...,"


"Em...gue mau nanya,"


"Nanya apa, pasti tentang Naura kan?"


"Haahh bagaimana loe bisa tahu? Jangan bilang kalau loe ada di balik keberadaan Naura disini sekarang?"


"Hahaha...bukan hanya gue saja, tapi nyokap dan bokap loe juga dalangnya. Jadi loe gak bisa melimpahkan semua kesalahan ke gue..,"


"Sialan loe...,"


"Hahaha.... Memangnya kenapa sih? Loe sampai nelpon gue malem-malem. Disana lagi tengah malem kan?"


"Ya, gimana gue nggak nelpon loe, gue jadi ngerasa aneh aja dengan kelakuan Naura, kenapa dia jadi berubah seperti itu,"


"Seperti apa lebih tepatnya?"


"Eng...eng...dia jadi sedikit agresif...," jelas Naura.


"Hahaha...bukankah itu bagus?"


"Bagus pala loe, gue malah ngira ada yang salah sama dia. Masak dia sampai berani cium gue, loe bayangin aja. Gimana gue nggak syok coba, sosok sepolos Naura yang gue kenal bisa ngelakuin itu,"


"Hahaha...bukannya enak di loe ya kalau kayak gitu...,"


"Ish..loe nih. Sejak kapan dia bisa nyium orang? Jangan bilang kalau loe yang ngajarin kan? Soalnya pas gue nanya ke dia kenapa dia sekarang manggil nama gue secara langsung tanpa embel-embel kak, dia bilang karna kata loe itu yang dilakukan sepasang kekasih? Jadi bukan tidak mungkin kan kalau loe juga yang ngajarin dia nyium orang. Apa itu ciuman pertama dia?"


"Who knows....?"


"Sialan loe,,,,"


"Ish...dasar ngomong sama loe nggak guna tau nggak sih. Yang ada gue bukannya dapat penjelasan mengenai alasan perubahannya malah semakin bingung,"


"Kenapa loe harus nyari tahu alasan dia berubah sih Ka, jika nyatanya satu-satunya orang yang membuat dia berani melakukan hal seperti itu adalah seseorang yang berada di dekatnya saat ini...,"


"Mak..maksud loe...dia berubah karena gue...?"


"Iyalah, siapa lagi. Duuh gue nggak habis pikir deh sama loe, otak jenius, seorang dokter ahli eh tapi otak loe cetek banget kalau bicara soal cinta..," jelas David.


"Jadi alasan dia kesini adalah....,"


"Buat jemput loe. Buat menebus semua kesalahan yang dia lakukan ke loe,"


"Di..dia berarti sudah...,"


"Ya, dia sudah tahu kebenarannya dari Raysa. Dia tahu bahwa sampai detik ini loe masih mencintai dia terlepas dari rasa benci loe padanya karena sikap egoisnya. Loe nggak akan tahu bagaimana menderitanya dia ketika loe tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Saat melihatnya seperti itu gue rasanya pingin banget terbang ke Jepang cuman untuk nonjok muka loe yang udah bikin dia menjadi seperti itu,"


"Jadi..apa Naura masih mencin....,"


"Kalau masalah itu, loe yang harus cari tahu sendiri Ka. Gue nggak bisa memberitahu loe karena gue gak berhak. Perasaan itu adalah milik Naura, jadi biarkan dia sendiri yang mengatakannya ke loe...,"


"Ba..baiklah...,"


"Oh, ya...satu hal. Jangan bilang ke dia kalau gue yang memberitahu ke loe tentang beberapa hal ini ke loe,"


"Hahaha..loe kenapa? Takut?"


"Sialan loe...loe sih masih belum tahu kan betapa galak dan sinisnya dia kalau lagi marah, ihhh nyeremin banget...,"


"Hahaha...gue mah udah tahu kali Vid. Loe lupa kalau gue kenal dia lebih dulu dari loe?"


"Oh...iya sih...hahaha... Ya sudah gue tutup dulu ya, selamat berjuang deh loe buat ngadepin Naura yang baru...hahaha....,"


"Sialan loe, oke deh..thaks...," ucap Raka mengakhiri percakapannya dengan David.


*****