
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
~A Thousand Years, Cristina Perri~
Hari sudah malam ketika Raka dan Naura sampai di Bandara Soekarno Hatta. Kedatangan mereka di sambut oleh kedua orang tua Raka dan Naura, serta tak lupa pula David pun turut hadir di sana.
"Akhirnya kalian pulang...," ucap Mama Raka yang langsung memeluk putra semata wayangnya itu dan setelahnya ia pun memeluk Naura dan mengecup kening wanita itu.
David mencoba untuk menghentikan acara temu kangen itu, karena hari sudah begitu larut, hingga akhirnya mereka pun naik ke mobil Avanza Silver menuju ke rumah orang tua Raka. Sesampainya di rumah orang tua Raka, beberapa pelayan menyiapkan makan malam dan disana pula Naura melihat Raysa dan putrinya, Aurora.
Aurora kecil berlari menuju Raka dan Raka pun menggendongnya. Walau bagaimanapun sekalipun Aurora bukanlah anak kandung Raka, Raka tetap menyayangi gadi kecil itu seperti anaknya sendiri. Raka mencium kening gadis kecil itu dan gadis kecil itu mencium kedua pipi Raka sembari berkata dengan suara cadelnya itu.
"Akhirnya papa pulang, Aulola kangen sama papa," ucap gadis kecil yang masih berada di gendongan Raka itu.
"Iya sayang, papa juga kangen sama Aurora...," ucap Raka. Aurora yang melihat Naura berdiri di samping Raka pun langsung meminta untuk di gendong olehnya. Naura mengernyitkan keningnya dan kemudian memenuhi keinginan gadis kecil itu.
"Tante, tante mama balu Aulola kan?" tanya gadis kecil itu dan tentu saja membuat Naura bingung. Sementara semua yang berada di sana senyum-senyum melihat kebingungan Naura.
"Kata Bunda sama nenek, Aulola akan punya mama balu...," cetus gadis kecil itu lagi.
"Maksud Aurora apa sayang?" tanya Naura dengan lembutnya.
"Kan mama Naula akan menikah dengan papa Laka jadi mama Naula akan jadi mama Aulola juga," jelas gadis kecil itu yang tentu saja membuat pipi Naura memerah karena malu.
"Oh, jadi kalian sudah merencanakan semua ini dari awal...?" tanya Naura yang tentu saja membuat yang lainnya tertawa. "Ide gila siapa ini?" tanya Naura. Dan semua orang pun menunjuk pada satu orang yaitu David. "Oh, jadi kamu dalangnya heh...," ucap Naura sembari mencubit lengan David. Namun kemudian, Aurora melarang Naura dengan keras karena Naura melakukan hal itu.
"Jangan mama, jangan sakiti ayah Aulola....," jelas Aurora.
"Iya, ayah, Ayah David adalah suaminya Bunda, jadi Aulola panggil ayah...,"
"Hahh...sejak kapan kamu jadi suaminya Raysa, Vid. Eh salah..maksudku kapan kalian menikah?" tanya Naura.
"Sejak kamu pergi meninggalkanku untuk mengejar Raka," cetus David yang disambut kekehan oleh semua yang ada di sana.
Semua orang tahu bahwa David memang mencintai Naura sejak lama. Namun, mereka pun tahu bahwa hati Naura telah dimiliki oleh Raka sejak awal, karenanya David menyerah atas Naura dan membiarkan Naura kembali pada cinta sejatinya, yaitu Raka, yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.
Karena makanan sudah tersedia di meja, mereka semua pun memutuskan untuk makan malam bersama terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembicaraan. Naura menatap David dan mata itu seolah berkata pada David, aku butuh penjelasan. Setelahnya David pun mengiyakan dan mereka semua pun menyelesaikan acara makan malam keluarga.
*****
Acara makan malam pun selesai dan Naura segera duduk di kursi ruang keluarga di rumah Raka itu. David meminta izin terlebih dahulu kepada Naura untuk membaringkan Aurora sebelum member penjelasan atas semua hal yang terjadi.
"Sejak kapan kamu merencanakan semuanya?" tanya Naura.
David mendudukkan dirinya di kursi. "Sejak lama, aku sudah mulai merencanakan drama ini," jawab David.
"Astaga, sungguh tega ya kamu, menjadikanku seperti orang kebingungan karena tidak tahu apa-apa,"
"Hehe...sorry Ra, habisnya aku bosen deh liat kamu dan Raka main kucing-kucingan terus dan gak nyatu-nyatu. Makanyalah aku buat ide gila ini. Dan orang tua kamu dan orang tua Raka pun setuju, ya sudah deh semuanya berjalan mulus kan? Raka sudah melamar kamu kan?" tanya David.
"Tap...tapi...kan...,"
"Sudahlah sayang, bukankah dengan begini akhirnya kita bisa bersama?" tanya Raka yang kini duduk di sebelah Naura dengan melingkarkan kedua tangannya di perut Naura dari belakang.
"Tapi kan Raka, aku...aku....,"
"Kenapa? Kamu malu karena beberapa waktu lalu kamu berubah jadi agresif karena ulah David?" tanya Raka dan membuat Naura menjadi malu.
"Hahaha....kalau aku nggak ngajarin kamu jadi seagresif itu, aku nggak tahu deh gimana jadinya hubungan kalian," ujar David. "Sorry, aku nggak bermaksud merubah kamu Ra, hanya saja aku ingin kamu lebih bisa sedikit terbuka dan mengatakan isi hati kamu. Aku tahu betul bagaimana cowok di samping kamu itu udah kayak orang gila yang nyari-nyari kamu bertahun-tahun, tapi sayangnya ketika ia ketemu dengan kamu, ia malah bingung mau berbuat apa karena ia tidak tahu sebenarnya seperti apa perasaanmu padanya. Makanya dia lebih memilih kabur ke Jepang karena lelah menerka-nerka apa yang ada di dalam kepala kecil kamu itu," jelas David.