
Melangkahkan kaki meninggalkan pak Yono.
"Assalamualaikum". Sapa Aldera kesemua isi rumah sembari menutup kembali pintu
"Waalaikumsalam". Jawab serentak isi rumah
Aldera menemani tante Ninda yang sedang menikmati martabak kesukaannya yang mereka bawa dari luar
"Gimana bu, enak ga". Tanya Aldera basa-basi.
"Ya enak atuh neng, ibu kan sering dibeliin kamu, jadi ibu gak heran kalau ini enak. Ibu teh udah familiar gitu ceunah. Haha". Jawab Tante Ninda
"Hahaha, Nah loh sundanya keluar gak tuh haha". Ledek Aldera yang melihat tingkah lucu Tante Ninda yang dianggapnya ibu itu.
"hahahahaha". Semua orang yang ada dimeja makan itu tertawa bahagia melihat tingkah tante Ninda.
"Aku permisi ke kamar dulu yaa, mau siap-siap". Pamit Abinaf kepada orang yang berada di meja makan itu
"Iyaa". Jawab tante Ninda dan diikuti anggukan dari Aldera.
Aldera masih ditempat yang sama dengan Tante Ninda. Mereka berdua menghabiskan martabak yang dibeli Aldera dan Abinaf beli sedangkan Faris masih asik dengan game onlinenya itu di ruang tengah
"Tan, Al. Aku mau pamit pulang nih". Ucap Abinaf
"Buru-buru banget sih nak. Gak nginep aja apa". Ujar Tante Ninda
"hehe, Besok Abinaf ada kerja pagi tante, jadi Abi takut gak keburu kalau berangkat dari sini. Nanti lain waktu pasti Abi nginep deh disini ya". Jelas Abinaf
"Iya juga ya, yasudah hati-hati ya Bii. Nyetir mobilnya jangan sambil ngelamun ya". Pesan tante Ninda
"Iya tantee". Jawab Abinaf sembari menyalimi tangan tante Ninda dan memeluknya
"Aku anterin mas Abi sampai depan bentar ya Bu". Ucap Aldera
"Iya sayang". Jawab Tante Ninda.
"Kalau gitu Ibu masuk kamar duluan aja ya Al". Sambung Tante Ninda
"Oh iya bu, nanti Aldera juga langsung ke kamar aja. Biar itu Aldera aja yang beresin meja makannya". Jelas Aldera
"Yausudah". Jawab Tante ninda singkat
Aldera berjalan kedepan rumah menyusul Abinaf sedangkan Tante Ninda masuk ke kamarnya. Aldera berjalan menuju pos satpam untuk menunggu Abinaf yang sedang mengeluarkan mobilnya yang sedari tadi dia datang terparkir rapih digarasi rumah Tante Ninda
"Terimakasih pak Yono". Ucap Abinaf
"Mas abi kabarin Aldera ya kalau udah sampai apartemen". Pesan Aldera sembari menyalami Abinaf
"Iya sayang". Jawab Abinaf. Abinaf selalu mengusap ujung pakal kepala Aldera jika mau berpegian seperti sekarang yang dia lakukan ke Aldera.
"Assalamaualaikums semuanya". Cakap Abinaf ke semua orang yang ada disana
"Waalaikumsalam, hati-hati ya mas Abi". Jawab Aldera dan juga yang lainnya.
Aldera berjalan masuk kembali ke dalam rumah. Seperti janjinya tadi, dia akan bersih-bersih meja makan sebelum masuk kekamarnya. Dirumah ini diisi oleh 4 orang yaitu Tante Ninda, bang Zul dan Faris. Sebenarnya dirumah ini juga ada mbak ART yang membatu tante ninda dirumah, tapi mbak ARTnya tidak tinggal dirumah itu tapi mbaknya pulang pergi saja, karena memang si mbak ART juga dari warga kampung deket perumahan ini jadi, beliau memutuskan untuk bekerjanya pulang pergi aja tidak menetap.
Setelah selesai dengan urusan dapur dan meja makan Aldera mutusin buat masuk ke kamarnya dan berniat untuk bersih-bersih diri lalu sholat.
"Bang Faris, kalau nyariin aku, aku dikamar yaa". Pesan Aldera ke Faris
"Iya cil, bentar lagi juga aku mau masuk kamar kok". Jawabnya sembari tetap fokus melihat layar hpnya
"Iya bang,, eh iya,, teruss, Kalau misalkan Abang Faris nyariin minumannya yang tadi dibeli, Aldera udah masukin kulkas ya". Jelas Aldera
"Iya bocil, bawel ih". Kesal Faris
"Yaudah, kalau mau masuk kamar jangan lupa lampunya pastiin udah pada mati ya, awas aja kalau engga. Aldera bejeg-bejeg lu yaa". Ancam Aldera
"Iyaa Nyoyaaaaaa". Jawab Faris kesal.
"Seppp". Balas Aldera singkat
Setelah selesai dengan semua kegiatannya Aldera memutuskan untuk memainkan telpon genggamnya sembari rebahan diatas kasur.
"Mas abi kemana sih, kok sampai jam segini belum kabarin Aldera,". Batinnya
"Apa aku hubungin mas Abi aja kali ya. Tapi kalau nanti aku hubungin mas Abi, terus bukan dia yang pegang hpnya gimana, aduh kok jadi serbah salah gini sih aku". Ucapnya kepada diri sendiri
Aldera menunggu lama kabar dari Abinaf, sudah hampir satu jam abinaf belum juga mengabarinya. Waktu sudah menunjukkan setengah sebelas malam, tapi Abinaf belum juga memberinya kabar. Rasa khawatir yang besar sangat mengganggunya. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Namun dengan memberanikan diri, dia menelpon Abinaf untuk memastikan apa yang terjadi dengan Abinaf dan sedang apa Abinaf sampai larut malam seperti ini dia belum juga kunjung mengabarinya
"Aku telpon aja kali ya". Sambungnya lagi
"mas abi, mas abi kemana sih. Dichat kenapa gak bales-bales". Tulis pesan Aldera kepada Abinaf
"Kalau sepuluh menit lagi mas Abi gak balas-balas pesan dari aku, aku telpon yaa". Sambungnya dalam pesan tersebut
Akhirnya sepuluh menitpun tiba, Aldera memberanikan diri untuk menelpon Abinaf.
...Bersambung ...