
"Oh, aku punya ide. Gimana kalau motornya aku kita titipin di mall aja. Terus kita jalannya pakai motormu aja, gimana?". Ucap Nana menyampaikan idenya.
"Yaaps, gitu aja. Lebih baik". Jawab Aldera.
"Yaudah Ayok. Tapi kamu jalannya duluan ya". Pesan Nana.
"Iya oke,". Singkat Aldera
....
Setelah selesai dengan urusan penitilan motor Nana. Mereka menyegerakan perjalanan mereka menuju gramedia diakrenan cuaca saat itu mendung namun tidak begitu menunjukkan kepekatan warna di awan.
"Cepet Der.. Kayaknya mau hujan deh". Ujar Nana menginfokan.
"Iya, kuy.. Btw kamu ada mantel satu lagi gak di motormu. Buat jaga-jaga aja sih". Ucap Aldera
"Ada sih, tapi masa iya kita mau keparkiran lagi. Males aaah". Rengek Nana
"Yaudah kita beli aja nanti dijalan. Semoga aja gak hujan deh". Jawab Aldera
"Iya". Jawab Nana singkat.
Selama perjalanan mereka pecah dengan kesibukan dengan pikiran masing-masing. Aldera fokus kepada jalan karena memang dirinya yang sedang menyetir. Sedangkan Nana sedang sibuk dengan pikirannya.
"Al.. Lewat Alun-alun kota aja, biar cepet. Kayaknya mau turun hujan deh. Bakal deras banget rupanya". Teriak Nana memberi arahan kepada Aldera.
"Iya-iya oke". Jawab Aldera sembari sedikit berteriak juga.
Tiba-tiba rintikan hujan turun. Namun tidam begitu banyak. Sehingga Aldera memutuskan untuk tetap jalan dulu. Agar segera sampai di gramedianya.
"Kita berteduh dulu apa lanjut aja nih". Tanya Aldera sedikit berteriak.
"Apa Al.. Gajelas perkataanmu. Bersiki nih". Jawab Nana yang tidak mendengar dengan jelas ucapan Aldera.
"Kita mau berteduh dulu ta. Karena, hujannya ini agak gedean airnya yang turu". Ulang Aldera
"Aduuh Al.. Gak jelas sumpah". Jawab Nana gemas karena kebisingan dengan suara rintikan air hujan yang menerpa helmnya
"Siapa yang sedang bergaduh sih, lagian ngapain dia ngurusin orang yang sedang bergaduh sih.. Ih gak paham aku sama pikiran ni anak. Sumpah deh". Dumel Nana dalam sela-sela perbincangannya dengan Aldera.
"Siapa yang bilang gaduh sih oon ih... Emang dasarnya budek sih lu. Haduuhhh". Serka Aldera kesal
"Lah. Kenapa marah neng. Sumpah aku gak denger apa-apa". Jawab Nana
"Udah deh. Nanti aja". Jawab Aldera
Aldera memutuskan untuk berteduh di warung bakso depan Alun-alun kota. Sebenarnya tinggal sedikit lagi mereka akan sampai pada tempat tujuan yang mereka tuju. Tapi hujan turun lebih deras dan tidak memungkin untuk dirinya dan Nana untuk meneruskan perjalanan. Karena tidak ada mantel satu lagi untuk Nana.
"kamu bilang apa sih tadi Al. Sumpah aku gak denger. Bising tadi tuh". Ucap Nana menanyakan kembali pertanyaannya.
"ah udah lah. Keburu bete aku. Lagian udah neduh juga". Jawab Aldera kesal.
"Oh. Neduh. Hahahah. Aku dengernya gaduh anjirr. Ya maaf Al..". Serka Nana geli
"Boleh.. Yuk masuk". Jawab Nana sembari berjalan masuk ke warung bakso lebih dulu.
"Aelah, jalannya buru-buru amat neng. Kelaparan apa gimana nih". Ledek Aldera sembari menjawil dagu Nana
"Iihh, resek yaa. Laper dong hahaha". Ucap Nana sembari tertawa karena memang hanya laper mata saja.
"Bang aku Baksonya satu porsi ya bang". Ucap Nana memesan.
"Aku cari duduk dulu yaa. Kamu masih milih kan". Sambunv Nana berucap kepada Aldera.
"Iya iya. Lebih baik gitu deh". Jawab Nana.
"Yaudah, aku kesana dulu". Tutur Nana
"Oke". Jawab Nana singkat
"Mmm.. Bang, aku baso telurnya satu. Baso yang kecil-kecilnya 5 dan gorengnya 2 aja. Terimakasih bang. Oh iya bang, untuk ngantarnya jadiin satu sama perempuan yang tadi ya bang. Kita satu meja kok". Jelas Aldera
"Oke siap neng cantik". Ucap abang yang melayaninya
"Hahah. Oke bang. Saya tinggal dulu". Singkat Aldera
"Baik neng". Singkat pelayan.
Aldera pergi meninggalkan pesanannya supaya disiapin oleh petugasnya. Dia berjalan menuju ke meja yang sudah di siapkan oleh Nana sebelumnya.
"Gila, malang gak maen-maen ya hawanya". Dumel dia.
"Ya namanya aja kota dingin Na". Tutur Aldera menegaskan
"Btw tadi kamu udah pesen minum belum". Tanya Nana
"Eh iya, lupa aku. Nanti aja deh, kalau abang-abangnya pas nganterin pesanan kita aja". Tegas Aldera.
Selang berapa menit, ditengah-tengah perbincangan Nana dan Aldera. Pesenan mereka sudah datang.
"Permisi neng, ini bakso komplit satu porsinya dan ini bakso dengan satu baso pentol, lima baso kecil dan dua gorengan terpisah. Sudah benarkan. Apa ada yang mau ditambah pesanannya?". Tanya pelan kepada mereka.
"Mmm terimakasih bang. Sudah ini sudah benar pesanannya. Dan yaa. Kita mau nambah pesananan yaitu minum bang. Aku es jeruk. Kalau kamu Na". Jelas Aldera sembari melempar pesanan kepada Nana
"Saya teh Anget aja mas". Sambung Nana
"Baik neng. Ada lagi". Tanya pelayan
"Udah bang, itu aja". Jawab Aldera
"Siap, tunggu sebentar ya neng, akan kami siapkan minumannya". Jelas pelayan ramah.
"Oke bang". Jawab Nana dan Aldera bersamaan.
...Bersambung ...