Against Blessing

Against Blessing
Part 19



"Sepertinya, aku musti ke Aldera deh. Ininya nanti aja deh, pilih bareng dia. Jadi ga tenang gini deh aku. Maleeeeesss". Gerutunya sembari berjalan lemas menuju Aldera.


"Eh eh.. Kenap lu". Ucap Aldera memeriksa suhu badan Nana karena khawatir kepada Nana.


"Gua ada something yang sedang gua sembunyiin dari lu. Jangan tanya apa dulu ya, gua lagi pusing nih. Ya Allah". Jelasnya lemas.


"Ih, kenapa sih". Tanya Aldera sembari tidak sengaja memegang sikut Nana yang sedang sakit perihal peristiwa tadi.


"Auuw.. Sakit Al.. Ih". Rengeknya dengan mengelus kembali sikutnya yang sakit


"Eehh lu kenapa sih, abis jatuh. Apa gimana sih. Ini kamu pucet banget loh kamu". Ucap Aldera khawatirin Nana


"Aduuh. Udah deh aku mau beli minuman dingin dulu di chatime deh. Kamu lanjut aja nyari bukunya. Nanti aku ceritain, janji deh. Lu mau aku beliin juga gak?". Jelas Nana sembari berdiri dari kursi baca yang tersedia disana.


"Iya deh, terserah lu aja". Masih bingung dengan sikap sahabatnya itu.


"Lu mau dibeliin rasa apa?". Tanya Nana


"Kayak biasanya aja. Thaitea aestetik sama tambah rainbow jelly". Pesan Aldera


"Oh, oke. Gua tunggu ditempatnya yaa. Tapi lu jangan lama-lama loh. Awas aja". Ucap Nana memastikan


"Iya, apa sekalian aku ikut lu aja, gak papa deh cari bukunya kan bisa kapan-kapan aja". Ujar Aldera yang masih khawatir dengan keadaan Nana


"Lah, kagak usah Aldera Sarale. Aku gak papa, aku cuma butuh ruang aja kok. Kamu lanjut dulu cari apa yang mustinya selesai dan kita dapatin hari ini. Nah aku yang ngatur tempat nongki kita. Okeh, percaya deh sama aku. Aku gak papa". Jelas Nana


"Bener nih". Tegas Nana memastikan


"Ayo lah Al, come on. Masa lu gak percaya sama gua sih. Ihhh.. Yaa udah ih, gua udah dehirdrasi banget ini. Oke.. Aku cabut dulu". Jawab Nana sembari pergi meninggalkan Aldera yang masih berdiri mematung karena sikapnya.


"Ya ya.. Oke hati-hati". Ucap Aldera melepaskan


...


Pov Nana


"Mas pesan dong". Ucap Nana kepada pelayan chatime.


Ditempat stand Nana membeli minuman tidak begitu antri dan terlihat lumayan lengah, jadi dia bisa langsung memesan tanpa harus mengantri lebih lama lagi untuk mendapatkan minuman yang diinginkannya itu.


"Baik kak, mau pesen rasa apa?". Sahut pelayan


"Hazelnut + boba satu, sama Thaitea aestetik + rainbow jelly satu". Jawab Nana


"Siap, untuk ukurannya sendiri mau yang large apa yang normal aja". Tanya pelayan.


"Large semua mas". Singkat Nana


"Oke, ini". Timpal Nana


"pesanannya mau ditunggu apa kita yang antar kakak". Tanya pelayan


"Diantar aja"


"Baik, atas nama siapa".


"Nana mas". Singkatnya


"Oke baik, ini papan nomornya, silahkan kakak".


"Oke terimakasih". Sembari jalan meninggalkan stan dan mencari tempat duduk yang sudah ia bicarakan dengan Aldera sebelumnya.


"Waaah gila jantung gua. Gini ya rasanya nahan cerita. Gak enak banget cuiii. Apalagi nahannya itu sama orang terdekat sendiri. Ya Allah, kenapa jadi ribet sendiri dah". Gerutunya di meja yang sudah dipilihnya untuk menunggu minuman yang dipesannya.


Tidak menunggu lama pesanan pun datang, dia duduk disana sekaligus menunggu Aldera selesai dengan memilih-milih buku.


"Maaf Al, gua gak bisa langsung terus terang ke lu, gua panik Al. Soriiiii banget". Ucapnya dalam hati sembari menelungkupkan wajahnya kemeja


Selama Nana menggerutu terus menerus dalam hatinya tiba-tiba Pesanan minumannya pun akhirnya datang.


"Permisi, pesanan atas Nama Nana" sapa pelayan chatime


"Eh, iya mbak. Saya Nana". Jawabnya spontan karena merasa namanya yang dipanggil.


"Hazelnut + thaitea kan". Tanya pelayan chatime


"Iya benar mbak". Jawabnya


"Baik, ini kakak pesanannya. Selamat menikmati". Ujar pelayan tersebut


"Terimakasih mbak". Singkat Nana


"Baik kak sama-sama". Jawab pelayan tersebut.


Nana mengambil minumannya dan segera meminumnya.


"Subhanalloh, segernya minuman ini". Setelah merasakan segarnya minuman yang dipesannya itu.


"Der, buruan deh lu.. Nih pesenan minuman lu udah selesai dibikinin". Tulisnya pada pesan singkat yang ia kirimkan melalui gawainya.


Nana melanjutkan aktivitasnya yaitu bermain dengan gawainya. Sesekali menyeruput minuman yang sudah ia pesan itu.


BERSAMBUNG