
"Berapa bang?". Tanya Aldera
"Bayarnya jadi satu apa sendiri-sendiri Neng". Tanya abang-abang yang menjadi kasir
"Jadi satu aja bang". Jawab Aldera
"Oh siap.. totalnya 45 ribu neng". Ucap abang kasir
"Oh, ini bang (menyodorkan selembar uang 50 ribuan), kembaliannya ambil aja. Mari bang". Ucap Aldera
"Waah, Makasih ya Neng". Ucap abang kasirnya
"Sama-sama bang. Yuk Na". Ajak Aldera setelah selesai dengan pembayaran makanan dikasir
"Yuk,". Jawab Nana
"Kamu yang bawa motornya apa aku nih". Tawar Aldera setelah sampai diparkiran
"Aldera dong pasti". Kata Nana spontan yang terucap dari mulut Nana
"Yee kunyuk". Serka Aldera
"Hehehe". Cengir Nana
Nana meminta tolong juru parkir ditempat itu untuk mengeluarkan sepedahnya sembari menyerahkan uang parkir kepadanya.
"Terimakasih pak". Ucap Aldera
"Sama-sama Neng,, mau kearah mana ini". Tanya jukir
"Kebarat pak". Jawab Aldera
"Oalah siaap". Sigap jukir membalas
"mari pak". Ucap Aldera
"Makasih bapak". Ucap Nana
"Yooi Neng sama-sama". Jawabnya
....
mereka sampai pada mall dan segera menuju ketempat buku yang mereka tuju.
"Yaudah yuk masuk". ucap Nana
"Ayok". Jawab Aldera
Mereka berjalan menelusuri lantai pertama dan berjalan melewati beberapa buku yang sengaja didisplay dimeja dan disusun sesuai dengan genrenya. Sesekali mereka berhenti dan membaca potongan cerita yang biasa berada dibelakang bagian cover belakang.
"Eh Na, ada jas hujan tuh, mau beli disini aja gak. Takut nanti hujan lagi". Tanya Aldera ditengah-tengah keheningan yang tercipta diantara mereka karena fokus dengan buku-buku yang sedang mereka lihat
"Ahh, enggak deh.. Kan aku ada dijok sepedahku". Jawab Nana menolak
"Lah, nanti kalau pas pulang kehujanan lagi gimana. Mau lu ujan-ujanan dijalan. Masuk angin ribet lagi". Serka Aldera
"Aduh, gimana ya Al. Aku males belinya Al, buat apa coba aku punya banyak-banyak jas hujan". Tanya Nana
"Yaudah aku yang beli kamu yang pakai tapi balikin ke aku lagi. Gitu bisa kan". Kekeh Aldera
"He'eleh.. Ngomong aja males keluar duit. Dasar emang". Serka Aldera.
"Gitu juga boleh ha..ha..ha". Sumeringah Nana karena merasa menang dar Aldera.
"Yaudah pilij gih, tapi sekalian yang bagus ya. Awas lu asal-asalan pilihnya". Tegas Aldera
"Iya baweeel. Kek ibu-ibu lu banyak aturan kalau beli-beli". Ucap Nana kesal
"Yaudah sih". Sahut Nana kembali melihat buku yang dipegangnya
Nana berjalan menuju ke rak display jas hujan yang tersedia di gramedia tersebut. Disela-sela kesibukannya memilah dan memilih jas hujan sesuai dengan pesan Aldera, tiba-tiba ia dikagetkan dengan seseorang yang tidak sengaja menabraknya dari arah samping rak yang sama denganya.
"(Gubraaakk,,).. Innalillahii.. Ya Allah maaf-maaf yaa" Ucap sesorang itu
"Adduuuh,, sakit..". Ucap Nana yang memegang sikutnya yang sakit karena menghantam pinggiran rak diarea itu.
"Ya Allah, maaf ya.. Apanya yang sakit nih". Tanya orang itu
"ininya nih..". Sembari menunjukkan sikutnya ke orang yang menabraknya
"Ah.. Ma..mmma..masss Tamm". Sambung Nana yang kaget dengan seseorang yang menabraknya.
"Loh, Nana to". Ucap Orang yang menabraknya
"Hihihi (nyengir senang dan nahan sakit).. Iya mas Tama ini Nana. Sendirian aja mas". Ucap nana sembari tetap mengelus-elus tangannya yang masih terasa nyeri karena benturan.
"Iya saya sendirian aja, aduh.. Gimana Na itu pasti sakit banget yaa. Apa perlu aku antar ke rumah sakit buat pastiin tanganmu yang sakit itu".
"Ohhh,, hehe.. Gak mas, gak usah.. Nanti juga pasti baikan kok ini. Cuma benturan kecil aja kok. Gak papa ini mah, its oke". Ucap Nana menenangkan Tama
"Maaf ya Na. Aku gak liat tadi pas lari". Ujar Tama
"Iya, udah gak papa mas Tama lupain aja, nanti juga baikan kok ini. Btw ngapain mas Tama lari-lari (celingukan). Emang ada yang ngejar mas Tama, atau buru-buru". Tanya Nana penasaran.
"Masya'Allah.. Lupa aku. Aku lagi ada janjian jadi buru-buru deh". Ucap Tama menjelaskan
"Oh yaudah, mas Tama duluan aja. Aku sudah baikan kok tangannya". Jelas Nana sembari mengayunkan tangannya
"Bener nih kamu udah gak papa. Kamu kesini sama siapa sih. Apa sendirian aja. Apa sekalian aku antar kamu pulang". Tawarnya
"Eh eh.. Gak usah mas Tama aku sama temen kok kesini nya. Dia lagi di atas cari buku. Gak papa mas Tama duluan aja". Ucap Nana menolak
Dalam hati, Nana merasa bersalah karena tidak bicara sejujurnya kepada Tama. Yang dimana sebenarnya dirinya berada ditempat yang sama dengan mantannya yaitu Aldera. Dia tidak mau membuat keadaan semakin tak terkendali, makanya Nana memutuskan untuk tidak memberitahunya mengenai teman yang dimaksudkannya. Nana mau Aldera tetap dalam koridor rencananya dengan Abinaf. Mungkin nanti Nana akan menceritakan pertemuannya dengan Tama kepada Aldera.
"Oh, atau gini aja. Boleh kamu kasih nomer kamu ke aku, biar aku bisa pastiin bahwa kamu pulang selamat. (diam sedetik). Mmm. Maksud aku, orang yang aku tabrak pulang dalam keadaan baik-baik saja. Itupun kalau kamu bersedia kalaupun tidak gak apa-apa kok". Jelas Tama sembari menyodorkan gawai nya kepada Nana
"Oh boleh kok Mas". Diambilnya gawai Tama dan ia meninggalkan nomor telponnya di sana.
"Ini mas sudah".
"Oke, terimakasih.. Kalau gitu, aku duluan ya Na.. Kamu hati-hati dan have fun Ya. Oh iya salam juga buat temanmu ya Assalamu'alaikum". Ucapnya sembari menitip pesan
"Oh iya Mas, hati-hati juga ya. Waalaikumsalam". Balasnya
"Waahh gila tu orang. Pakai titip salam segala lagi. Apa iya dia tau kalau temen yang aku maksud Aldera ya.. Ya Allah, kenapa aku harus dihadapkan dengan manusia-manusia yang ribet seperti mereka bertiga siiih". Umpatnya lirih
BERSAMBUNG