Against Blessing

Against Blessing
Part 6



Lanjutan


Aldera dan Abinaf mengekor dibelakang pelayan CS yang hendak mengantarnya ketempat tinta printer yang ingin dibelinya.


"Ini kakak tinta-tintanya silahkan, selamat berbelanja". Ucap pelayan CS itu dengan ramah


"Iya mbak, terimakasih yaa". Jawab Aldera


Abinaf langsung mencari tinta printer yang ingin dibelinya, sedangkan Aldera hanya memberikan pendapat saja kepada Abinaf saat kekasihnya itu membutuhkan pendapat. Pendapat apa saja, mulai dari pendapat harga, kualitas, dll.


"Udah deh, ini aja". Tunjuk Abinaf kepada barang yang sudah ditentukannya


"Yaudah yuk bayar". Ajak Aldera


"Kamu tidak ingin beli apa-apa sayang?". Tanya Abinaf


"Enggak ah,, ATK Dera masih banyak dan Lengkap kok.. Mmmm,, Mas Abinaf mau tau tidak apa yang saat ini Aldera mau"..ujar Aldera


"Hehe apa sayang, kamu mau apa?". Tanya Abinaf


"Aldera mauu mas Abinaf makan, kan tadi mas Abi belum makan". Rengek Aldera kepada Abinaf


"Iya sayang, kamu temani aku makan ya". Ajak Abinaf.


Tak terasa sekarang mereka sudah ada di antrian kasir 5, Yaps mall mini milik Royale ATK ini terdapat banyak kasir karena memang pengunjung di mall mini ini terdiri dari berbagai kalangan yang sedang berbelanja keperluan Alat sekolah, atau pun Alat perkantoran disini. Ditempat ini selain lengkap barang-barangnya disini juga memiliki harga ATK yang pas dikantong anak sekolah alias murah. Selang beberapa menit saja, sekarang giliran mereka yang harus menyerahkan barang ke kasir dan membayar total belanjaan yang mereka beli.


"Udah Ini aja pak?". Tanya mbak-mbak kasir


"Iya mbak itu aja". Jawab Abinaf singkat


"Totalnya 563.200 ribu pak, mau bayar pakai debit atau cash". Ucap pelayan kasir membacakan total belajaan Abinaf.


"Debit aja mbak, ini". Jawab Abinaf sembari menyerahkan ATM miliknya


"Baik pak". Jawab mbak kasir sembari mengetik nominal pembayaran yang harus dibayar oleh Abniaf pada Kartu ATM tersebut


"Silahkan Pak sandinya". Pinta mbak kasir kepada Abinaf.


Abinaf mengetikkan sandi ATMnya di mesin EDC yang tersedia di kasir tersebut. Setelah selesai mengetikkan sandinya Abinaf menyerahkan kembali mesin EDC tersebut ke penjaga kasirnya.


"Ini ya pak struk belajannya, terimakasih sudah berbelanja disini". Ucap penjaga kasir


"Iya mbak, sama-sama". Jawab Abinaf


"yuk sayang,". Ajak Abinaf kepada Aldera.


"Mas Abi mau makan apa mas?". Tanya Aldera


"Makan sate ayam yu". Ajak Abinaf


"Yeiii.. Ayuk". Jawab Aldera kegirangan mendengar Abinaf mau makan, karena dia tahu bahwa Abinaf sebenarnya menahan lapar, hanya saja dia tidak enak jika harus makan di rumah tante ninda terus-terusan maka dari itu Aldera terus memaksanya makan walaupun harus makannya diluar rumah dan Aldera hanya menemaninya saja.


....


"Pak pesen sate 2 porsi dan nasinya satu aja". Pesan Abinaf saat sudah sampai pada lokasi makan yang ditujunya bersama Aldera


"Iya mas, tunggu sebentar nggih". Jawab bapak penjual sate itu dengan sopan dan ramah


"Biak pak, saya tinggal ditempat duduk ya pak". Ucap Abinaf kepada pedagang sate tersebut memastikan


"Oke-oke mas". Jawab bapak tersebut


"Mas Abiii". Rengek Aldera kepada Abinaf


"Iya sayang, kenapa?". Tanya Abinaf


"Aldera pengen sate juga heheh. Tapi gak pakai nasi hihi". Ucap Aldera sembari tersenyum memperlihatkan deretan gigi rapihnya


"Iya Sayang, sudah mas Abi pesanin kok". Jawab Abi enteng


"Loh kok bisa, kan Aku belum kasih tau". Tanya Aldera yang tidak percaya akan perilaku Abinaf yang tiba-tiba terasa romantis


"Ya bisa lah, mana mau mas Abi liat kmu ga ikutan makan bareng mas Abi. Gak tega dong sayang". Jawab Abinaf simpel


"Uuuuccchh, melelehnya aku". Goda Aldera yang sebenarnya memang dia menyukai sekali perilaku laki-laki didepannya ini


"Mas Abinaf, Aldera sayang banget sama mas Abi, semoga kita bisa sama-sama terus sepertinya". Batin Aldera sembari memandang laki-laki didepannya itu.


Abinaf tidak menyadari bahwa perempuan yang didepannya saat ini sedang melamuninya. Sedang menyimpan banyak sekali harapan-harapan seperti wanita pada umumnya, yaitu dimilik secara "HALAL" dengan kata "SAH".


"Oh iya mas, terimakasih ya". Ucap Abinaf


"Al... Heeiii (sembari melambaikan tangannya didepan muka Aldera). Kenapa sih, melamun kamu ya. Makanannya udah datang nih". Serkah Abinaf yang memergoki Aldera sedang melamun


"Eh..(mengedipkan matanya) iya mas, hehe maaf-maaf". Jawab Aldera merasa tidak enak dengan Abinaf.


"Ngelamunin apa sih, serius amat". Tanya Abinaf sembari menata makanan sesuai dengan posisi yang diinginkannya


"Awas aja ketahuan ngelamunin abang-abang lain, tak tinggal disini kamu haha. Biar disuruh bantuin jualan disini sama bapak satenya hahha". Sambung Abinaf sembari menggoda Aldera


"Ya bukan Abang-abang lain dong, kan Aldera udah ada abang heheh.. Abang Abi Wkwkwk". Ujar Aldera sembari tertawa renyah karena dia merasa menang dapat membalas Abinaf dengan merayunya.


"Hahaha, sudah bisa gombal kamu ya sekarang". Ucap Abinaf


"Iya dong,, siapa dulu dong.. Aldera gituloh". Jawab Aldera dengan bangga


"haha.. Udah ah, makan gih". Perintah Abinaf


Aldera hanya membalas Abinaf dengan senyum tulusnya. Mereka makan sembari menikmati udara malam yang sejuk dan bau asap khas dari sate yang sangat enak dan semerbak.


"Aku bergetar disentuh dia


Mataku terbang sampai ke langit


Tubuhnya pun indah kupandangi


Putih mulus dan seksi". Lirik lagu dari setia band yang sedang dibawakan oleh pengamen tersebut juga mengiri makan malam sederhana yang tercipta diantara mereka.


"Tak jauh seperti sang bidadari


'Kan kupeluk dia sampai mati


Rambutnya pun indah bagai putri


Mirip iklan di TV". Aldera pun bernyanyi mengikuti alunan musik yang diiringi oleh pengamen tersebut sembari tersenyum kegirangan.


"Haha.. Boleh aku lakukan sesuatu yang membuatmu senang?". Ujar Abinaf kepada Aldera.


Abinaf tahu bahwa kekasihnya itu senang sekali bernyanyi, dan saat ini tepat di depannyalah wanita yang dicintainya bernyanyi mengikuti Alunan musik pengamen yang jaraknya lumayan jauh dari tempat duduk mereka.


"Boleh,, mas Abi mau ngelakuin apa". Tanya Aldera bingung


"Bentar, kamu tunggu sini". Pesan Abinaf kepada Aldera.


Abinaf berdiri dari tempat duduknya, dan meninggalkan Aldera sendiri yang ditemani oleh kebingungannya. Tak perlu menunggu lama-lama Aldera melihat Abinaf datang kearah meja makan yang ditempatinya, namun kali ini bukan Abinaf seorang diri, melainkan dengan 3 orang yang sepertinya itu adalah pengamen jalanan yang sering mangkal ditempat ini. Aldera yang melihat itu nampak bingung dan sesegera mungkin menyambut kedatang Abinaf dan para pengamen itu.


"Mas Abinaf,, mas Abi mau ngapain sih?". Tanya Aldera


"Aku mau kamu nyanyi buat aku, dan aku yang gitarin kamu. Gimana, apa kamu bisa". Jawab Abinaf sembari memberikan senyuman kepada Aldera.


"Bi..bisa sih, tapi kan malu mas dilihati banyak orang". Ujar Aldera sembari menyembunyikan tubuh kecilnya dibelakang punggung Abinaf.


"Heii, jangan malu dong. Kan mainnya sama-sama kita". Yakin Abinaf kepada Aldera


"Boleh deh, tapi mas Abi deket-deket aku aja yaa, Aldera malu dilihatin banyak orang". Ucap Aldera sedikit berbisik kepada Abinaf


"Iya cantik,, udah yuk duduk". Perintah Abinaf


Sembari Abinaf dan para pemain musik jalanan itu menata tempat sesuai dengan keinginannya yaitu seperti live musik pada umumnya untuk penataan tempat duduk kami pun dia setting menghadap kepada para penikmat makanan sate ditempat itu. Kami seperti band libe musik yang mau perform. Karena Abi menata tempat duduknya seperfect dan senyaman mungkin.


"Mmm. Selamat malam semua". Ucap Abinaf kepada seluruh pengunjung ditempat makan tersebut.


"Salamat malam". Jawab Penonton


"Maaf nih, udah mengganggu waktu makan kalian, kita disini mau mempersembahkan satu buah lagu sambil nemenin kalian yang sedang berpasang-pasangan dan yang sedang jomblo dimalam minggu ini haha . Mmm, oh ya, Kita disini hanya seru-seruan aja sambil kalian nikmatin hidangan kalian, dan jika kalian berkenan, boleh kalinya sisihin uang jajan kalian buat bantu perekonomian mas-mas pengamen disini. Gimana Setuju gak". Ucap Abinaf tenang sembari berorasi.


Aldera yang melihat sikap Abinaf tak bisa berkata-kata lagi, yang ada dibenak Aldera saat ini hanyalah KAGUM kepada laki-laki yang dicintainya ini.


"Oh ya, sebelum memulai live musiknya, ga afdol rasanya kalau kita tidak saling kenal ya kan. Haha.. Kenalin. Namaku Abinaf Fahri Ulum, kalian bisa panggil dengan panggilan apa aja, asal jangan sayang, haha. Karena udah sold out. Wkwkwk. Dan wanita paling cantik diantar kami ini namanya Aldera Sarale dan wanita inilah yang menjadikan aku laki-laki yang tidak jomblo pada malam minggu ini hahaha.. Lalu, untuk cowok disebelah kiri saya ini namanya mas Prasetya dan yang pegang Gitar Bass sebelah kirinya itu namanya mas Ali, dan yang sebelah kanan istri saya itu namanya mas Dimas. Nah, untuk lengkapnya kalian bisa kontak mereka sendirilah ya hahah". Sambung Abinaf berbasa-basi


Yaa, dimalam minggu ini, Aldera adalah wanita paling bahagia dan wanita paling beruntung, karena Abinaf mengakuinya sebagai istri bukan sebagai pacar. Walau sebenarnya Aldera tahu itu hanya pembohongan publik saja karena memang status mereka bukan itu yang sebenarnya. Aldera diam dan hanya bisa senyum saja.


"Oke kita akan bawain satu buah lagu yang berjudul cintaku yang dipopulerkan oleh Vanessa Angel dan Niki Tirta".


...Bersambung ...