Against Blessing

Against Blessing
Part 15



"Al. Jelasin ke Aku apa maksud semua ini. Sandiwara apa yang sedang kalian mainkan sampai aku gak ngerti jalan ceritanya". Serka Nana meninggikan suaranya dihadapan Aldera yang menandakan bahwa dirinya merasa dibodohi oleh teman yang dia percayai.


"Kita jalan dulu, nanti aku jelasin. Yang penting kita pergi dulu dari sini. Suasana sedang tidak baik". Jawab Aldera sembari tidak meperhatikan Nana dan mengenakan helmnya.


"Gak!. Aku gak mau jalan sebelum kamu jelasin semuanya ke aku!". Tolak Nana.


"Menurutmu apa bisa aku jelasin semuanya disini. Menurutmu apa bisa aku bebas bicara dengan mu mengenai hubungan ku dan Abinaf disini. Menurutmu situasi yang rumit seperti sekarang itu bukan pilihan yang sulit hah!. Tolong hargain aku... Aku paham kamu kecewa ke aku, tapi tempatin posisinya. Please!". Serka Aldera dengan nafas yang sudah mulai tidak teratur karena menahan emosi dan tangisnya.


"Waw, sekarang kamu yang merasa paling dikhianati disini!. Hebat Aldera hebat!". Ucap Nana dalam balutan emosi, sembari bertepuk tangan dihadapan Aldera.


"Terserah!!.. Cabut atau gak usah jalan sekalian". Ucap Aldera kesal dengan sikap Nana yang masih belum kondusif.


"Aku bawa motor sendiri". Jawab Nana singkat sembari meninggalkan Aldera sendiri.


Aldera bingung memikirkan cara untuk menenangkan hati Nana yang sedang kecewa dengan kesalahan yang dia sendiri tidak tahu pasti, apakah kejadian ini bisa dibilang sepenuhnya salah dia.


Aldera berjalan kembali menuju motornya yang sebelumnya sudah dia siapkan.


"Duluan aja". Ucap Nana dingin


"Hmmm". Jawab Aldera


"Pak Yono tolong bukain pintunya dong". Teriak Aldera kepada satpam rumah yang sedang berada didalam post satpam.


"Iya Non cantik". Jawab pak Yono sedikit takut dan berlari kecil, sesegera mungkin pak Yono membukakan pintu gerbangnya.


"Terimakasih pak". Ucap Aldera.


"Terimakasih pak. Assalamualaikum..". Pamit Nana ramah.


Pak Yono yang melihat sikap dingin Aldera kepadanya menyimpulkan bahwa majikannya itu sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


"Mari mbak, Wassalamualaikum wr.wb. Hati-hati ya mbak". Jawab Pak Yono.


Pak Yono menutup gerbangnya dan kembali kepos satpam tempat ia berteduh.


...


Aldera memberhentikan motornya ditaman kota atau yang biasa disebut Alun-alun dan tempatnya berada ditengah-tengah kota.


"Daripada diem-dieman mending lu tanya deh. Apa dulu yang mau kamu tahu". Ucap Aldera memecahkan keheningan yang tercipta diantara mereka.


"Ya lu jelasin lah, apa yang belum aku tahu dari cerita mu". Jawab Nana dengan nada yang tidak mengenakan.


"Banyak yang belum kamu tahu tentang aku dan Abinaf Na. Masih banyak.. Huhuhu". Ucap Aldera. Akhirnya air mata yang ia tahan agar tidak meluap namun tumpah juga.


Nana yang melihat Aldera sudah menundukkan mukanya kemeja karena menangis, Nana yang meihat itu luluh dan merasa tak tega dengan temannya yang satu itu.


"Al.. Maafin Nana..". Ucap Nana merasa bersalah.


"Gak papa kok Na, aku cuma kehabisan cara bagaimana nenangin kamunya". Jelas Aldera yang masih dalam keadaan menundukkan kepalanya


"Udah kok Al, aku juga salah karena berlebihan ke kamu. Aku udah selesai kok marahnya". Ucap Nana menenangkan Aldera sembari berjalan kesamping Aldera


Aldera hanya bisa diam dan tidak membalas ucapan Nana. Dia merasa dia juga perlu menenangkan emosinya sendiri saat ini.


"Iihhh, udahan dong Al.. Kan Nana udah gak marah sama Aldera. Ayo Aldera ceritain aja kenapa mas Abinaf bisa ada dirumah tamte Ninda. Dan kenapa Aldera gak pernah ceritain perihal itu ke Nana. Apa Aldera udah gak sayang dan gk percaya lagi sama Nana". Ucap Nana panjang lebar namun kali ini nada yang ia buat selembut mungkin agar sahabatnya itu tidak salah paham.


"Sayang lah, orang cuma lu aja temen ku. Gila kali aki gak sayang sama kamu. Kamu gak liat apa sesedih apa aku sekarang ini saat gak bisa hadepin sikapmu yang kerasa kek tadi hmm". Ucap Aldera sembari mengangkat kepalanya yang itu artinya bahwa Dia sudah selesai dengan drama tangisannya.


"Nah gitu dong udahan. Kalau gini kan enak, keliatan cantik lagi". Ucap Nana dan menampakkan senyum termanisnya kepada sahabatnya itu.


"Yasudah, ini aku cerita sekarang apa nunggu nanti aja pas pulang dari kita hunting cari buku referensi". Tanya Aldera memberikan pilihan kepada Nana.


"Nanti aja deh. Kita sekarang hunting cari buku aja.. Kuy". Semangat Nana.


"kuy..". Jawab Aldera.


Mereka berdua mutusin untuk berjalan tanpa harus nunggu-nunggu lagi.


"Eh.. Btw kita kan naik sepedah masing-masing yak. Hahaha. Ini beneran mau hunting bukunya naik sepeda motor sendiri-sendiri". Tanya Aldera sembari tertawa menertawakan drama yang mereka buat sendiri.


"Aaahhh. Iya juga yaa, gak asik dong Al..". Rengek Nana kepada Aldera.


"Hahaha. Ya elu sih, pakai acara ngambek-ngambek segala. Dasar miss drama lu". Ucap Aldera.


"Yee, tuhkan lu lupa siapa yang bikin gua marah-marah heh!". Serka Nana gemas dengan sikap sahabatnya itu.


"Haha.. Iya iya maaf. Marah-marah mulu lu. Awas darting (Darah Tinggi) lu ih". Ejek Aldera.


"Yee, elu sih suka lupaan kalau udah bikin kesalahan". Ucap Nana.


"Iya, iya maaf ih". Jawab Aldera menyelesaikan perbicangan yang saling tidak mau kalah ini.


...Bemenangis,...