Against Blessing

Against Blessing
Part 20



POV Aldera


"Kenapa sih anak itu, bikin khawatir aja deh". Umpatnya lirih


Setelah kepergian Nana yang membuatnya merasa bingung itu. Aldera melanjutkan memilih dan memilih buku yang dia cari.


"Ini bagus deh kayaknya, beli deh". Ucapnya ngomong sendiri karena memang tidak ada satu orang pun disebelahnya.


"Emm, mas.. ". Panggil Aldera kepada Pekerja yang ada toko buku tersebut.


"Iya Kak, ada yang bisa saya bantu". Tanyanya.


"Buku non-fiksi sebelah mana ya, kaya buku yang mengandung mapel-mapel gitu mas". Jelasnya


"Oh ada Kak, di rak sebelah sana (sembari menunjuk rak buku), di sebelah kasir juga ada kak". Terang Pekerja tersebut


"Oh oke, makasih ya mas".


Setelah menemukan buku yang diinginkan Aldera bergegas ke kasir untuk membayar buku tersebut. Tiba-tiba ada notifikasi dari gawainya dalam tas


"Der, buruan deh lu.. Nih pesenan minuman li udah selesai dibikinin". Isi dari pesan singkat yang dikenalnya itu


"Iya, ini udah mau bayar bukunya kok tunggu ya". Balas Aldera pada isi pesan tersebut.


"Mmm, ini mbak". Ucapnya sembari menyerahkan beberapa buku yang dibelinya kepada pelayan kasir


"Baik kak". Menjawab sembari menyeken buku-buku Aldera


"Totalnya 456 RB kak. Mau bayar pakai debit atau cash". Sambung pelayan kasir


"Pakai debit aja mbak". Sembari menyerahkan kartu ATMnya


"Baik (menunggu sebentar). Silahkan kak pin-nya".


"Oke (Sembari mengetikkan nomer ATMnya). Sudah mbak". Jawab Aldera


"Ini struknya dan ini belanjaannya kak. Terimakasih selamat datang kembali". Ucap pelayan kasir ramah


"Sama-sama mbak". Balas Aldera tak kalah ramah.


Aldera keluar dari toko buku dan lanjut menuju ke stand chatime di mall yang sama dengannya membeli buku.


"Halo Na,, kamu disebelah mananya yaa, ini aku dikit lagi mau sampe nih". Tanya Aldera disebrang telpon


"Aku duduk tempat chatime paling belakang deket jendela". Jawab Nana


"Oh oke kalau gitu aku". Ucap Aldera


"Iya iya, Waalaikumsalam". Balas Aldera tanda memutus telpon.


...


"Haii.. Gimana-gimana. Kamu kenapa". Tanya Aldera langsung setelah dia datang menghampiri Nana


"Dih, Assalamualaikum dulu kali Al, langsung nyodorin pertanyaan aja ih. Dosa lu". Serkah Nana sebel


"Astaghfirulloh Nana, gitu doang masa bisa dosa sih. Gila nih". Balas Aldera


"Ya abis lu sih, gk ada sopan-sopanya lu sama gua, adabnya tu ya kalau orang datamg itu ucap salam. Gk langsung nyodorin pertanyaan. Aneh nih". Serka Nana


"Iya iya maaf, udah kek ngambeknya". Rayu Aldera


"Emang kamu lagi kenapa sih?". Tanya Aldera menyambung percakapan


"Nanti aja lah, lagi males ngebahas apapun aku". Jawab Nana lemas


"Yah, kok gitu sih. Katanya ada something yang lu mau ceritain ke aku. Tapi kenapa sekarang gak jadi sih bete deh". Ucap Aldera kesal


"Ayo lah Al, lagi gak mood buat cerita itu disini. Janji deh, kalau aku udah siap dan mau terima konsekuensinya aku bakal cerita ke kamu. Kamu percaya sama aku kan". Jelas Nana menyakinkan


Kali ini ucapan Nana terlihat serius dan menunjukkan adanya sesuatu yang benar-benar sedang ia tata untuk diungkapkannya kepada Aldera.


"Heii, sori-sori.. It's oke kok kalau kamu gak mau cerita sekarang. Ceritanya kapan-kapan aja kalau kamu udah merasa siap buat cerita. Aku gak masalah Na. Ngeri deh kalau lagi serius gini hmm". Jawab Aldera merasa tidak enak kepada Nana karena sudah memaksanya untuk menceritakan something yang sedang ia tutup rapat itu.


Nana kembali menatap Aldera dengan penuh perasaan bersalah. Nana mengerti banget gimana hancurnya perasaan Aldera nanti setalah dia tahu cerita sebenarnya mengenai dirinya dan seseorang ini.


"Ya tuhan, kenapa jadi kehimpit gini sih posisiku". Gerutunya dalam hati


"Na, udah dong badmood nya. Kan niatnya mau jalan-jalan fun Na,". Sambung Nana sembari menggoyang-goyang Nana agar kembali better mood lagi.


"Iya, gimana kalau kita sholat asar dulu aja. Jam berapa sih sekarang". Jawab Nana


"Jam 15.35. Setengah empatan berarti. Kuy deh kalau mau sholat dulu". Ucap Aldera bersemangat.


"Yaudah deh, yuk. Sholat di masjid jami' deket alun-alun kota aja yaa". Ajak Nana mecoba kembali better


"Yuuk, tapi Nana yang bawa motornya yaa, kan aku sekalian abisin minumanku hehe". Cengir Aldera


"He'eleh. Bisa aja Neengg". Timpal Nana merasa dicurangi


"Ha..ha..ha". Tawa Aldera renyah