Against Blessing

Against Blessing
Part 21



Kurang dari 15 menit dari tempat mereka mencari buku menuju ke masjid yang dimaksudkan.


"Alhamdulillah". Ucap Nana setelah memarkirkan sepedahnya


Masjid jami' memiliki ukuran masjid terbesar dikota malang. Masjid agung Jami' ini letaknya berada persis di depan Alun-alun kota Malang. Masjid ini juga berdampingan langsung dengan Gereja. Didalam masjid terdapat karpet yang tebal sehingga membuay kenyamanan tersendiri untuk orang jamaah bersholat dimasjid ini, ornamen dan arsitektur kuno masih terjaga dengan baik. Masjid tersebut juga terawat dan terjaga oleh petugas-petugasnya sehingga kenyamanan sangat terasa oleh setiap jamaah masjid tersebut yang hadir untuk menikmati nikmat jamaah di masjid tersebut.


"Na,, bentar-bentar aku mau buang sampah dulu". Bergegas lari meninggalkan Nana untuk membuang sampah.


Aldera lari menuju tong sampah untuk membuang sampah cup gelas bekas minumannya.


"Permisi Bu, mau pinjam mukenanya 2". Ucap Aldera kepada penjaga loker mukena untuk jamaah perempuan


"Ohh, baik mbak ini nggih". Balas Ibu itu dengan senyum ramah.


"Matur suwon Bu". Ucap Aldera yang sedikit kagok mengucapkannya


"Iya mbak, sama-sama". Jawabnya


Aldera berjalan menuju ke toilet putri menyusul Nana yang lebih dulu pergi kesana.


"Naa..". Panggil Aldera mencari Nana.


"Iya Derr,, bentar aku masih dikamar mandi". Balas Nana dari balik bilik kamar mandi


"Oh yasudah.. Aku wudhu duluan aja kalau gitu". Ucap Aldera


"Iya iya..". Singkat Nana mebalas


Aldera melepasi satu persatu jarum pentul yang ia gunakan untuk mengeratkan jilbabnya. Ia gantung jilbab yang menutupi kepalanya itu agar tidak terkena air ketempat yang sudah tersedia di toilet masjid tersebut.


Aldera membersihkan mukanya terlebih dahulu dengan sabun muka yang sudah ia siapkan. Ukurannya kecil dan ia selalu membawanya kemana-mana. Dan sabun itu sudah menjadi penghuni tetep dalam tas Aldera.


"Naiwaitu wudhu'a lirofi'l hadatsil fardholillahita'ala". Niatnya sembari meneruskan wudhunya sesuai dengan urutan yang sudah ia ketahui.


"Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rasuuluhuu, allahummaj’alni minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina, waj’alnii min ‘ibadikash shaalihiina". Bacanya setelah selesai dengan aktivitas berwudunya.


"Na, aku tunggu didalem masjid ya. Aku duluaan". Ucap Aldera karena melihat Nana yang baru saja keluar dari kamar mandi sedangkan dirinya sudah selesai dengan aktivitasnya.


"Oke Al.. Nitip tas dong yaa". Jawab Nana


"Oke hati-hati". Jawan Nana.


Aldera berjalan menuju ke dalam masjid dan mengambil posisi yang ada tempat untuk mengcharger Gawai sembari memudahkan Nana mencarinya.


"Heii". Sapa Nana berbisik sembari menepuk punggung Aldera


"Hai,,, nih mukenanya, Jama'ah yuuk". Jawab Aldera


"Kok aku, lu lah..". Serkah Nana


"Gantian laah,,".. Jawab Nana


"Aelah, yaudah deh". Pasrah Nana


Obralan mereka akhiri dengan keputusan bahwa Nana yang akan mengimami.


...


"Asslamualaikum warrohmatulloh, Asslamualaikum warrohmatulloh". Ucap Aldera diakhir sholatnya sembari diikuti oleh Nana.


Mereka mutusin untuk beristirahat sejenak di dalam masjid namun ditempat peristirahat yang sudah disediakan.


"Rehat bentar ya". Pinta Aldera


"He'eh deh. Lagian masih panas banget diluar. Ini nih (nujukin Gawainya) biar ada isinya dikit, abis batreinya". Jawab Nana.


"iya iya". Balas Aldera singkat.


Aldera merebahkan tubuhnya untuk merenggangkan tulang-tulang yang tegang karena kecapekan.


"Naa, aku tiduran bentar ya, misal aku ketiduran. Tolong lu bangunin yaa ". Pinta Aldera


"Iya,". Jawab Nana singkat.


Bersambung