
...Ku ingin kau tahu...
...Ku ingin kau selalu...
...Dekat denganmu setiap hariku (Abinaf)...
...Sudahkah kau yakin...
...Untuk mencintaiku...
...Ku ingin hanya satu tuk selamanya(Aldera)...
...Ku tak melihat dari sisi sempurnamu...
...Tak perduli kelemahanmu...
...Yang ada aku jatuh cinta...
...Karena hatimu...
...Cintaku tak pernah memandang siapa kamu...
...Tak pernah menginginkan kamu lebih...
...Dari apa adanya dirimu selalu...
...Cintaku terasa sempurna karena hatimu...
...Selalu menerima kekuranganku...
...Sungguh indah cintaku (barengan)...
...Sudahkah kau yakin...
...Untuk mencintaiku...
...Ku ingin hanya satu tuk selamanya (Aldera)...
...Ku tak (Ku tak) melihat dari sisi sempurnamu...
...Tak perduli kelemahanmu...
...Yang ada aku jatuh cinta...
...Karena hatimu...
...Cintaku tak pernah memandang siapa kamu...
...Tak pernah menginginkan kamu lebih...
...Dari apa adanya dirimu selalu...
...Cintaku terasa sempurna karena hatimu...
...Selalu menerima kekuranganku (barengan)...
...Sungguh indah cintaku (na) (Abinaf)...
...Cintaku tak pernah memandang siapa kamu...
...Tak pernah menginginkan kamu lebih...
...Dari apa adanya dirimu selalu...
...Cintaku Terasa sempurna karena hatimu...
...Selalu menerima kekuranganku...
...Sungguh indah cintaku (oh)...
...Sungguh indah cintaku...
...Indah cintaku (Barengan) ...
"yeiiiii". Suara sorakan dan tepuk tangan dari pengunjung sangat ramai dan antusias
"Haha, terimakasih sudah mau mendengarkan kita bernyanyi". Ucap Abinaf
Selesai mereka bernyanyi Abianaf mengalihkan kepada vokal aslinya untuk memandu dan meneruskan musik live-nya.
" Waahh, ternyata selain cantik dan ganteng ternyata mereka juga memiliki suara emas yaa. Minta tepuk tangannya sekali lagi dong untuk mereka berdua. Terimakasih kepada kak Aldera sama kak Abi yang sudah ngeluangin waktunya buat menghibur kita dengan membawakan satu buah lagu yaitu cintaku. Kalau aku liat mereka aku jadi pengen nikah juga deh hahah". Ucap Prasetya sang vokalis di grub pengamen jalanan ini. Sembari mendengarkan Abinaf dan Aldera mutusin buat pamit balik duluan.
"Mmm untuk mas Abi sama mbak Aldera nih, ada pesan-kesan gk buat kita sebelum kalian cabut buat balik nih". Ujar Prasetya
"Mmm, kalau pesan buat yang lagi berpasangan entah suami istri atau yang sedang pacaran, hargai pasangan kalian selagi dia masih didekat kita. Rangkai kenangan banyak-banyak sebelum kalian kehilangan satu momen dalam perjalanan cinta kalian heheh sok puitis banget aku kayaknya hehe. Mmm, lalu untuk kesannya. Aku sih berkesan banget ya malam ini karena bisa ngelakuin satu hal yang bisa buat wanitaku bahagia aseeek". Ucap Abinaf sembari memegang tangan Aldera
"waduh-waduh berabe ya pasangan ini, bikin kita iri aja deh hahah. Baiklah terimakasih mas Abi dan mbak Aldera sudah mau bernyanyi bersama kami khusunya bersama pengunjung di tempat makan ini". Ucap Prasetya
Aldera dan Abinaf memutuskan untuk pulang dan berpamitan lebih dulu dan gak lupa juga Abinaf menyisihkan beberapa ratus uang ditempat sumbangsih untuk para pengamen tersebut tanpa sepengetahuan orang banyak dan hanya Dia dan Aldera yang tahu.
"Yasudah lah yaa, kita move dari pasangan romantis itu, kita lanjutkan keseruan kita malam ini dengan satu buah lagu lagi dari kita, selamat malam dan selamat menikmati hidangannya". Ucap Prasetya
"Berapa pak itu tadi pesanan saya. Sate 2 porsi, nasinya satu porsi dan air mineral yang ada dimeja 2 botol totalnya berapa ya pak?. Tanya Abinaf yang hendak membayar makanan sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu.
"mm semuanya 47 mas,". Jawab pedagang sate itu
"ini pak, kembaliannya ambil aja pak". Ucap Abinaf sembari menyodorkan uang 50 ribuan kepada pedagang itu.
"Iya mas, terimakasih".
"sama-sama pak". Jawab Abinaf
Mereka berjalan menunju ke parkiran sepeda motor
"Mas Abi, Aldera sayang banget sama mas Abi". Ucap Aldera sendu dan sangat dalam
"Sama sayang, mas Abi juga sayang banget sama Aldera". Jawab Abinaf sembari mengusap pangkal kepala Aldera
...
"Mas taetea satu ya yang large". Pesan Abinaf kepada barista Kopi Kenangan.
"Aldera mau ikut mas Abi apa nunggu disini". Tanya Abinaf
"Hah?. Mas Abi mau kemana emangnya". Tanya Aldera
"itu mau beliin tante Ninda martabak manis di samping sini biar selesainya barengan, gimana mau ikut apa disini aja". Tawar Abinaf.
"Mmm gimana ya". Jawan Aldera bingung
"Yaudah gk usah deh, kamu tunggu disini aja yaa, kasian capek nanti kamu. Mas Abi cuma sebentar kok. Oke".
"Iya boleh,. Daa. Tunggu sini ya jangan kemana-mana". Pesan Abinaf sembari berjalan meninggalkan Aldera di tempat tunggu
"Iya mas hati-hati".
Tiba-tiba Aldera bertemu dengan Bella ditempat ini
"Hai Al..". Sapa Bella kepada Aldera
"Hai.. Bell". Balas Aldera
"Kamu sama, siapa kesini". Tanya Bella basa-basi
"Sama mas Abinaf, tapi orangnya masih disebelah beli martabak kalau kamu sama siapa kesini". Jawab Aldera
"Ohh aku sendiri aja, boleh aku duduk sini juga gak". Ijin Bella
"Ohh iya , duduk aja Bell". Jawab Aldera
Sebenarnya hati Aldera takut, tapi Aldera berusaha untuk menutupi ketakutannya itu, takut bukan ke orangnya tapi takut kalau dia akan berbuat suatu hal yang membuat Aldera tersakiti.
"Aldera Sarale". Panggil seorang barista
"Saya Mas". Jawab Aldera sembari mengangkat tangannya yang menandakan bahwa dirinya pemilik nama itu
"Oh ini mbak pesanannya, terimakasih ya, selamat menikmati". Ucap Barista itu
"iya mas, terimakasih kembali". Ucap Aldera
"Bel, aku duluan yaa". Pamit Aldera kepada Bella sembari menyalami dan cipika-cipiki
"Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam".
Aldera sesegera mungkin meninggalkan Cafe ini agar dia bisa sejauh mungkin berjarak dengan Bella.
"Mas Abi..". Panggil Aldera
"Iyaa..". Jawan Abi sembari menoleh ke pusat namanya dipanggil.
"Loh sayang, udah?". Tanya Abinaf
"Udah ini". Jawab Aldera sembari menunjukkan minuman yang dibawanya
"Siip, pinter. Ini juga sepertinya kurang dikit lagi selesai kok". Ucap Abinaf sembari menunjuk martabak pesanannya.
Aldera sengaja tidak menceritakan mengenai pertemuannya dengan Bella yang tidak disengaja itu. Dia merasa tidak begitu penting mungkin bagi Abinaf. Lagian juga malam ini Abinaf menjadi miliknya sepenuhnya.
Pesanan Abinaf sudah selesai, Abinaf membayar martabaknya dan mereka pun menuju ketempat parkir motor untuk mengambilnya dan segera pulang. Tanpa.diduga Mereka berdua berpapasan dengan Bella.
"Hei Bel". Sapa Abinaf ketika Abinaf dan Bella tidak sengaja bersenggolan
"Eh Mas Abi,". Ucap Bella
"Sama siapa Bell,".
"Sendiri mas, loh Aldera gak cerita kalau tadi kita ketemu didalam". Ucap Bella memojokkan Bella dan ingin membuat mereka berdua bertengkar
"Oh, emang iya sayang". Tanya Abinaf kepada Aldera yang saat itu disebelahnya
"Iya kita ketemu di dalem, lagian mas Abi gak nanya kan Aldera tadi didalam ngapain aja dan ketemu siapa, ya Aldera gak cerita dong". Jelas Aldera sedikit membela diri dan menampakkan wajah tidak sukanya dengan keadaan seperti ini
"Eh iya ya, maaf ya sayang. Gak papa kok. Mas Abi gk marah loh". Ucap Abinaf menenangkan Aldera yang saat itu sedang kesal dengan sikap Abinaf.
"Yaudah ya Bell, kita duluan. Kamu hati-hati dijalan ya Bell, Assalamualaikum Bell". Pamit Abinaf sembari berjalan menuju tempat motor mereka diparkir
"Iya mas, Hati-hati Waalaikumsalam". Jawab Bella yang kesal dengan sikap Abinaf namun ia tutupi dengan senyuman
Aldera awalnya hanya ingin berjalan mengekor dibelakang Abinaf, namun Abinaf yang melihat akan hal itu dia memutuskan untuk berjalan mundur dan mensejajarin langkah Aldera dan menggandeng Aldera dengan penuh sayang. Aldera yang melihat itupun akhirnya tersenyum dan bersyukur sekali, bahwa Laki-laki yang saat ini bersamanya ternyata lebih memilih untuk mengertinya daripada membuatnya kesal.
Mas Abi, maafin Aldera yaa". Ucap Aldera sembari menundukkan kepalanya karena merasa bersalah
"Maaf buat apa sayang, kan Aldera tidak ngelakuin kesalahan apapun". Tanya Abinaf tenang
"Ya tadi soal Bella,, sebenarnya memang aku tidak mau cerita ke mas Abi perihal pertemuanku dengannya, aku takut aku cemburu. Mas Abi mengerti kan maksud Aldera". Kali ini Aldera menghentikan langkah Abinaf dengan menarik tangan Abinaf yang sedari tadi menggandengnya
"Sayang, dengerin aku yaa, Apapun hal yang membuatmu tidak nyaman jangan lakukan, dan lakukan hal yang membuatmu nyaman aja, dan dengan kamu nyaman tidak cerita perihal pertemuanmu dengan Bella, mas Abi bisa mengerti. Oke cantik". Jelas Abinaf menenangkan Aldera.
"Udah ya jangan bahas lagi, yuk pulang". Sambung Abinaf
"Iya, makasih ya mas". Ucap Aldera
"Sama-sama sayang". Jawab Abinaf sembari mengeluarkan motornya dari baris bagian depan dan dibantu oleh JUKIRnya.
"Ini mas". Sembari Abinaf memberikan uang lima ribuan ke tukang parkir itu
"Ini kembaliannya mas". Ucap JUKIR
"Gak usah mas, kembaliannya buat mas aja". Jelas Abinaf
"Waa, makasih ya mas". Jawab JUKIR merasa senang
"Sama-sama mas. Tapi tolong sebrangin yaa". Pinta Abinaf
"Wooh siap mas". Jawab parkir tersebut.
Aldera pun menaiki jok motor bagian belakang, diapun menyerahkan minuman yang tadi dibawanya kepada Abinaf supaya diletakkan digantungan yang ada didepan bagian bawa setir. Mereka berdua menghabiskan perjalanan dengan diam dan hanya suara deru motor yang menemani.
Tin...tin.. Abinaf membunyikan klakson motornya mengisyaratkan kepada Penjaga rumah untuk membukakan gerbang rumah tersebut
"Makasih pak Yono". Ucap Aldera setelah turun dan jok motor
"Sama-sama neng". Jawab satpam tersebut
"hari ini pak Yono jaga sendiri tah?". Tanya Aldera
"Engga neng sama Doni". Jawab Aldera
"Oh yaudah, nih buat pak Yono sama Doni ya hehe". Sembari memberikan makanan yang mereka bawa dari luar
"Waah, makasih neng". Ucap pak Yono
"Sama-sama, tapi itu bukan dari Dera, tap dari mas Abi, dia yang belii". Jawab aldera menjelaskan
"Oh iya Neng, sampaikan rasa terimakasih kami ya Neng hehe". Ucap pak Yono
"hhehe, iya pak nanti Aldera sampaiin, yaudah mas Abi mungkin langsung masuk, aku masuk juga ya pak. Langsung dimakan aja pak, mumpumg anget dan minumannya masih dingin haha". Balas Aldera sembari Melangkahkan kaki meninggalkan pak Yono.
...Bersambung ...