
"Rindu."
Rindu terkejut dengan kehadiran Keyla, dia bergegas masuk ke ruang khusus karyawan.
Keyla berniat mengajar gadis itu, tapi dia sudah terlanjur masuk tak mungkin jika Keyla ikut masuk ke ruangan itu.
Keyla berjalan untuk mencari meja yang tepat, dia ingin mengawasi Rindu siapa tau gadis itu keluar.
Setelah selesai memesan, Keyla menunggu sambil memainkan hp nya, tak menunggu waktu lama pesanan nya datang, Keyla tersenyum dan beralih menatap Pegawai itu berniat mengucapkan terimakasih. Keyla terkejut karna Rindu lah yang mengantarkan pesanan itu.
"Rindu." ucap Keyla.
Rindu hanya tersenyum singkat dan berniat pergi, namun tangannya berhasil di pegang Keyla.
"Apa?"
"Lo kemana? kenapa ga masuk sekolah?" tanya Keyla khawatir.
Rindu tak menjawab, dia hanya menatap Keyla sambil menahan tangis nya. Keyla cukup terkejut saat Rindu menahan tangis, dia memeluk gadis itu berharap dapat menenangkan nya.
"Nangis aja, kalo itu bisa buat Lo tenang." ucap Keyla.
Akhirnya Rindu menangis dipelukan Keyla meluapkan kesedihan yang selama ini dia tahan, dia juga sudah lelah menahan semua dan menyembunyikan nya dari teman-teman nya.
Setelah rasa tenang, Rindu melepas pelukannya dan tersenyum manis.
"Makasih, gue sedikit lega." kali ini senyum Rindu benar-benar tulus.
"Rindu, gue ga tau masalah Lo apa. Tapi jangan beranggapan kalo Lo sendiri, masih ada gue, Senja, Fely, dan Kyra yang bakal selalu ada buat lo." ucap Keyla.
"Maafin gue, gue cuma takut jadi beban buat kalian." ucap Rindu sambil menunduk, dia kembali ingin menangis.
"Lo bukan beban Rin, jangan takut buat minta tolong. jadi kenapa Lo disini?" tanya Keyla, dia memang sudah tau jika Rindu disini bekerja, dia hanya ingin Rindu sendiri yang mengatakan nya.
"Gue kerja Key, gue kerja buat bayar biaya rumah sakit." Ucap Rindu.
Keyla mengajak Rindu untuk duduk, Rindu mulai menceritakan semua yang di alaminya, dan itu cukup membuat Keyla terkejut dan prihatin dengan nasib gadis itu.
Keyla mulai sadar dan menyesal karna tak pernah bersyukur dengan apa yang dia miliki sekarang, dia sudah cukup beruntung jika dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki masalah rumit.
Keyla mendengar semua cerita Rindu dan berusaha untuk menghibur gadis itu. Itulah gunanya teman, teman akan selalu ada di saat kita sedih, dan menjadi orang pertama yang tersenyum lebar disaat kita bahagia. Bukan dia yang tak peduli di saat kita sedih, dan datang disaat kita senang.
...*****...
Keyla sangat males untuk pergi ke sekolah, seribu alasan sudah dia berikan kepada ibunya untuk tidak sekolah, tapi ibu nya memiliki lebih banyak alasan, alhasil dia dengan terpaksa pergi ke sekolah.
Kini Keyla dkk duduk di pinggir lapangan sambil ghibah, ya ya ghibah adalah makanan sehari-hari manusia.
"Liat deh luka di wajah kak Alaskar." ucap Senja sambil menunjuk ke arah Alaskar.
"Kenapa?" tanya Keyla, maklum anak kepo.
"Kak Alaskar kan ketua geng motor, jadi luka-luka gitu hal yang wajar. Tapi gue kasian sama dia." ucap Kyra.
"Dih kenapa kasian?" tanya Rindu.
"Soalnya kak Alaskar selalu ngelarang siapapun buat nyentuh luka dia-" dengan cepat Kyra memotong ucapan Fely.
"Siapa juga yang mau luka nya di sentuh tolol, ya sakit lah." ucap Kyra.
"Bukan gitu, maksud gue buat ngobatin." jawab Fely kesal.
"Kenapa ga di obatin?" tanya Keyla lagi.
"Karna katanya yang boleh ngobatin luka dia cuma orang yang berarti buat dia, bahkan kak Alaskar paling anti kalo di sentuh." jawab Fely.
"Lah, gue tidur di bahu dia." gumam Keyla, Namun sayangnya semua teman-teman nya mendengar perkataan Keyla.
Keyla menutup mulutnya, apa yang baru saja dia katakan, aih bodoh.
Keyla menatap teman-teman nya yang juga menatap nya meminta penjelasan.
"Ga, gue cuma bercanda." ucap Keyla sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Ck, Lo ga pinter bohong." ucap Kyra sambil menyentil dahi Keyla.
"Sakit ish, gue jujur ko." Kini Keyla dengan yakin menatap mereka secara bergantian, berusaha meyakinkan tapi usaha nya gagal.
Dengan terpaksa dia menceritakan semua, dari awal dia yang pergi ke taman dan berakhir tidur di bahu Alaskar.
"BHAHAHAHA, LO DI DORONG? HAHAHAHA." tawa Senja pecah saat mendengar cerita temannya itu.
"Sialan Lo, ga lucu banget sumpah." ucap Keyla kesal.
"Kaya nya hubungan Lo dekat banget sama kak Angkasa." ucap Fely.
"Ga, itu cuma kebetulan." jawab Keyla.
Mereka menyudahi pembicaraan karna bel masuk sudah berbunyi.
-
"Key, gue sama Rindu duluan ya." ucap Senja.
Keyla mengangguk, dia berdiri di depan gerbang menunggu jemputan, tiba-tiba ingatannya tentang novel itu muncul, membuatnya merinding.
"Hai."
"Gue hari ini ga bawa novel itu sumpah." jawab Keyla cepat.
"Novel apa?" tanya Fely dengan dahi berkerut.
"Aih kalian ternyata." ucap Keyla lega.
"Hayoloh mikirnya siapa, jangan-jangan kak Angkasa." ucap Fely tepat sasaran.
"Cieee, kaya nya bakal ada yang pacaran nih, kalo itu beneran gue minta traktir makan bakso 10 mangkuk." goda Kyra.
"Apaan sih, ga bakal ada yang pacaran."
"Udah ah, jemputan gue udah sampai gue duluan." ucap Keyla sambil berjalan masuk ke dalam mobil.
Kyra dan Fely saling tatap, mereka berdua tersenyum misterius, dan kemudian melanjutkan langkah mereka untuk pulang ke rumah.
Diperjalanan Keyla terus mengumpat, bahkan sang supir hanya bisa geleng-geleng kepala melihat nona muda nya yang mulai gila.
"Aih mereka kenapa muncul terus sih? ish ga ga, ini pasti karna gue benci." ucap Keyla.
Keyla berusaha untuk menutup matanya, dan mencoba tidur selama perjalanan.
"AAKKHHH, KENAPA MUNCUL LAGI SIH!" teriak Keyla, dia tak memperdulikan orang-orang yang berada di luar.
"Biasanya itu karna suka neng, makanya muncul terus dipikiran." ucap mang Udin (supir pribadi).
"Masa sih pak? tapi ada dua orang loh." ucap Keyla.
Mang Udin terkekeh, dia tak menyangka jika nona muda nya ini menyukai dua orang secara bersamaan.
Sedangkan Keyla sibuk memikirkan perkataan mang Udin, apa benar dia mulai jatuh cinta? tapi pada siapa?
Keyla terus memikirkan nya tanpa sadar dia mulai tertidur dan masuk ke dunia mimpi.