3A

3A
18



Keyla and circle duduk di pinggir lapangan menunggu guru olahraga, Mereka menghibah seperti biasa.


"Key lo gapapa?" tanya Rindu, yang lain juga menatap khawatir ke arah Keyla.


"Ah? gapapa." gumam Keyla.


"Wajah lo pucat banget, mending lo jangan ikut olahraga dulu deh." ucap Kyra.


"Ga usah lebay, gue gapapa." ucap Keyla, gadis itu berusaha tetap kuat walaupun dia juga merasa ada yang salah dengan dirinya hari ini.


"Hm, oke. Tapi kalo ada apa-apa langsung kasi tau kami." ucap Rindu, percuma melawan Keyla yang tak akan mau mendengarkan ucapan mereka.


Keyla mengangguk lemah, tak menunggu waktu lama akhirnya guru itu datang sambil memerintah semua murid untuk berbaris dan keliling lapangan sebagai pemanasan.


"Datang-datang nyuruh keliling, ga ada akhlak emang." gumam Senja.


Semua mulai berlari, mengelilingi lapangan cukup melelahkan karna lapangan yang terbilang cukup luas ditambah terik matahari yang seperti berada tepat di atas kepala.


Keyla tertinggal jauh di belakang, gadis itu berhenti sambil ngos-ngosan, pandangan nya mengabur, Keyla mendengar teriakan teman-teman nya sebelum akhirnya gadis itu pingsan.


-


Keyla membuka matanya, dilihatnya Angkasa sedang menatapnya dengan senyuman.


"Eh?"


"Tadi lo ambruk di lapangan, makanya kalo lagi sakit jangan coba-coba ikut olahraga apalagi keliling lapangan." ucap Angkasa menasehati.


"Maaf, kan ga tau kalo harus keliling lapangan." ucap Keyla lirih.


"Terus pas di suruh kenapa ga minta izin buat ga ikut? ga mungkin guru itu ngelarang apalagi wajah lo juga pucat." ucap Angkasa.


Keyla tak berani menjawab, lagian yang di katakan Angkasa ada benar nya, memang dia nya saja yang bodoh.


"Makasih." ucap Keyla tulus.


"Hm? ah.. iya." jawab Angkasa.


Angkasa mengambil teh hangat dan menyuruh Keyla meminumnya, Keyla hanya menurut.


"Pulang nanti biar gue yang antar." ucap Angkasa.


"Ga usah kak, gue di jemput ko." tolak Keyla.


"Gue ga minta persetujuan lo."


Keyla menghela nafas, kali ini dia tidak ingin banyak membantah, kepalanya benar-benar pusing.


...*****...


Keyla datang terlalu pagi karna sedang ngambek dengan bunda nya, Ratna meminta untuk Keyla tetap di rumah tapi Keyla menolak dengan tegas dan mengatakan jika dia sudah sembuh. Memang Keyla sudah sembuh, Ratna hanya khawatir jika Keyla kembali pusing daripada merepotkan orang lain lebih baik diam di rumah, begitu pikir Ratna.


Keyla duduk di depan kelas, dia menunggu teman-teman nya.


"Duh laper banget masa, seharusnya tadi gue makan dulu baru marah." gumam Keyla.


Keyla mengerutkan keningnya saat tiba-tiba ada seseorang yang berhenti di depan nya, Keyla menatap orang itu.


"Bodoh." ucap Alaskar.


Keyla mendengus mendengar ucapan Alaskar, apa-apaan baru datang sudah mengatai nya bodoh.


Alaskar mengulurkan tangan dan menempelkan nya di kening gadis itu, dia menatap tajam Keyla, Keyla bergidik melihat tatapan tajam Alaskar.


"Ck, nih makan." Alaskar meletakkan bekal dan susu kotak di tangan Keyla lalu pergi tanpa mengucapkan apapun.


Keyla terpaku, dia berusaha mencerna apa yang terjadi. Setelah Alaskar sudah jauh dia baru paham, aih dia lupa mengucapkan terimakasih.


-


"Jadi kak Alaskar datang dan ngasih bekal ini?" tanya Senja.


Keyla mengangguk, gadis itu sedang memakan bekal yang di berikan Alaskar.


"Huh~ gue curiga kak Alaskar suka sama lo." ucap Kyra, diangguki yang lain.


"Apaan, cuma ngasih bekal dibilang suka?" protes Keyla.


"Ck lo ga tau aja, semalam dia panik banget liat lo pingsan, sampai-sampai dia lari kaya di kejar anjing buat nangkap lo." ucap Fely.


Keyla tersedak mendengar ucapan Fely, dia menatap teman-teman nya tak percaya, jadi yang menolongnya Alaskar? tapi kenapa Angkasa yang pertama kali dia liat saat bangun?


"Terus kak Angkasa?" tanya Keyla.


Keyla terdiam, ternyata Alaskar tak seburuk yang dia pikir, lelaki itu masih memiliki hati.


"Aaaa gue oleng ke kak Alaskar masa, tipe gue banget dingin-dingin perhatian." pekik Senja.


"Lo mah semua juga tipe lo, orgil komplek juga tipe lo." ucap Kyra.


Keyla tiba-tiba berdiri membuat teman-teman nya terkejut dan menatap Keyla bingung.


"Mau kemana?" tanya Rindu.


"Nyari kak Alaskar." ucap Keyla, gadis itu melangkah pergi, sebenarnya dia juga tak tau dimana Alsakar sekarang.


Keyla berjalan menulusuri lorong kelas XI, kelas demi kelas dia datangin untuk menanyakan keberadaan Alaskar, tapi tidak semudah itu. Setiap dia menanyakan tentang Alaskar semua murid menatap nya tajam, tapi itu tak membuat seorang Keyla takut, gadis itu justru membalas tatapan mereka dengan senyuman.


Sampai akhirnya dia melihat tiga pria yang sedang menulis, sepertinya mereka sedang mengerjakan pr.


"Misi kak." ucap Keyla sopan.


Secara serentak ketiga lelaki itu menatap seseorang yang sangat berani mengganggu mereka mengerjakan pr.


"Ah si eneng ternyata, ada apa neng cantik." ucap Zidan.


"Em... kak Alaskar nya dimana ya?" tanya Keyla.


"Alaskar? oh... kalian mau berduaan lagi? atau kalian lagi berantem? tenang aja nanti gue bantu biar kalian baikan lagi, maklum dalam hubungan emang sering ada konflik." ucap Zidan heboh.


Keyla terbelalak mendengar ucapan lelaki itu, bagaimana mungkin pikiran lelaki itu sangat jauh, dan juga hubungan apa?


"Ck ga waras lo, dia bukan mau berduaan tapi mau ngomongin masa depan, kayanya mereka mau nikah muda." ucap Bintang.


Keyla menganga, apa-apaan ini kenapa tidak ada yang waras. Dia jadi kasian dengan Alaskar karna memiliki teman-teman yang kurang waras, Keyla takut jika lelaki itu juga ikut jadi gila.


"Alaskar di taman kayanya dia lagi ada masalah, samperin aja." ucap Semesta.


Keyla bernafas lega karna masih ada satu yang waras, dia menatap iba ke Semesta, Semesta yang mengerti tatapan Keyla hanya tersenyum.


"Mereka emang ga waras, tapi lo tenang aja gue sama Alaskar ga bakal kena virus nya." ucap Semesta.


Keyla bernafas lega.


"Kalo gitu makasih kak." ucap Keyla sambil membungkuk dan berlaku pergi menuju taman.


Keyla berjalan santai, toh dia sudah tau keberadaan Alaskar. Keyla mematung saat sudah sampai di taman, dia menatap Alaskar yang sedang merokok.


Alaskar menyadari kehadiran Keyla, dia hanya menatap gadis itu datar.


Aih Keyla membenci rokok, bau nya benar-benar tak enak.


Keyla menutup hidung nya dan berjalan mendekat ke arah Alaskar.


"Kenapa merokok? ga takut ketahuan guru?" tanya Keyla, gadis itu kesusahan bernafas.


"Udah sering." jawab Alaskar.


"Heh? em.. merokok ga baik kak." ucap Keyla.


"Gue hanya menikmati hidup, setidaknya dengan melakukan apapun yang gue suka." ucap Alaskar.


"Tapi merokok ga baik, bukan cuma buat diri lo tapi juga orang disekitar lo kak." jelas Keyla, Keyla sudah tak tahan lagi dia menarik nafas panjang, Keyla menahan dirinya agar tidak muntah.


Alaskar menatap Keyla,


"Ck, nyusahin." Alaskar melempar rokok itu ke tanah dan menginjak nya.


Keyla bernafas lega, akhirnya dia bisa bernafas dengan normal.


"Ada apa?" tanya Alaskar, lelaki itu memejamkan matanya.


"Makasih."


Alaskar membuka matanya, dia menatap Keyla dengan dahi berkerut.


"Makasih udah bawa gue ke uks, dan bekal nya juga." ucap Keyla.


"Ga usah baper, gue cuma kasian sama lo." ucap Alaskar.


Keyla menatap kesal ke arah Alaskar, siapa juga yang baper? dia hanya mengucapkan terimakasih, apa salah? Keyla jadi ragu apa Alaskar masih punya hati.


"Ck, siapa juga yang baper." ucap Keyla, gadis itu pergi menjauh, dia tak mau lama-lama berhadapan dengan Alaskar.


Alaskar tersenyum kecil melihat wajah kesal gadis itu, sepertinya dia kecanduan wajah kesal Keyla.