
Keyla, Senja, Kyra, dan Fely duduk di bangku dipinggir lapangan sambil memakan batagor yang di bawa Keyla.
Mereka sedang menunggu guru olahraga yang tak terlihat batang hidungnya.
Tiba-tiba terlihat seorang gadis melewati lapangan di susul dengan Alaskar yang duduk di tempat biasa dia duduk ketika menghukum murid.
"Loh Rindu tumben banget telat, gue pikir dia ga masuk." ucap Fely.
"Ayo samperin, gue khawatir sama dia." ucap Kyra, memang Rindu terlihat murung dan acak-acakan.
"Ada kak Alaskar." ucap Senja sambil menunjuk Alaskar.
"Gapapa, ayo." ajak Keyla, untuk apa mengkhawatirkan Alaskar jika keadaan Rindu lebih mengerikan.
Keempat gadis itu berlari menuju ke bawah tiang bendera, kini mereka lebih leluasa untuk melihat penampilan Rindu yang tak terurus, dan... mata nya bengkak seperti habis menangis.
Rindu menatap teman-teman nya, terlihat gadis itu menahan tangis nya.
"Rin..."
"Guys, ibu ikut sama bapa." ucap Rindu lirih.
Semua terdiam mencerna ucapan Rindu, mata mereka terbelalak tak percaya, keempat gadis itu langsung memeluk Rindu.
Rindu menangis sejadi-jadinya dipelukan mereka, Alaskar yang melihat itu hanya diam, dari kelas XI yang berada di tingkat 2 terlihat Rinai juga sedang memperhatikan kelima gadis itu.
Rinai menatap lapangan tanpa ekspresi, Dia juga menatap Alaskar dan berbalik memasuki kelas.
-
"Rindu, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Kyra.
"Semalam pihak rumah sakit nelpon gue dan bilang kalo ibu kritis, makanya gue pulang cepat. Pas sampe di RS gue sempat liat ibu di tangani dokter, tapi ga lama dokter keluar dan bilang kalo ibu udah tenang, disana gue terpukul banget, gue udah ga tau harus gimana selain nangis." jelas Rindu.
"Astaga, kenapa Lo ga ngabarin kita?" tanya Senja.
"Gue lupa, sorry. Ibu dan bapa udah pergi hanya tersisa gue, jadi gue harus bisa cari uang sendiri, gue ragu kalo masih bisa lanjut sekolah." ucap Rindu sambil menunduk.
"Rin, gue tau masalah yang lo hadapi ga gampang. Tapi kalo Lo berhenti sekolah sama aja Lo ngehilangin satu-satunya harapan terakhir kedua orangtua lo. Bukannya mereka pengen liat lo sukses? ayo buktiin kalo lo bisa sukses, mereka pasti senang." ucap Keyla bijak.
"Lo emang kehilangan kedua orangtua lo, tapi bukan berarti lo juga harus kehilangan semangat lo. Rin, lo cewe terkuat yang pernah gue temui, jadi gue yakin lo bisa hadapi masalah ini, ingat Lo ga sendiri di dunia ini." sambung Senja.
Rindu terdiam, apa yang mereka katakan benar. Bukannya Rindu ingin menjadi gadis yang kuat? inilah saat yang tepat untuk dia bangkit dan memulai semua nya dari awal, semoga saja.
"Em.. rumah itu punya orangtua lo kan?" tanya Kyra hati-hati takut jika dia salah bicara.
"Iya, tapi itu dulu sekarang udah punya orang hehe. Jadi setelah selesai pemakaman ibu ada seseorang datang, dia bilang kalo mau nagih hutang, gue kaget, setau gue ibu atau bapa ga pernah ngutang. Ternyata gue salah, hutang itu udah lama banget saat umur gue masih 5 tahun." ucap Rindu.
FLASHBACK ON
Terlihat Rindu kecil sedang main, Rindu bermain sendiri karna orangtuanya sedang berjualan, dia bermain bola.
Saat sedang menendang ternyata tendangan Rindu cukup kuat membuat bola itu terlempar ke tengah jalan, karna masih kecil dan tak mengerti apa-apa akhirnya Rindu berjalan tanpa melihat ke arah kanan dan kiri.
Saat sudah mendapat bola tiba-tiba dari arah kanan terlihat mobil yang melaju, sepertinya orang yang sedang menyetir itu mabuk jika di lihat dari mobil yang terus melaju tanpa peduli orang di sekitarnya.
Brak...
"Ibu... bapa..." gumam Rindu sebelum akhirnya Rindu menutup matanya.
Rina dan Setya terlihat panik, mereka sedang berdiri di depan salah satu kamar di rumah sakit, tak menunggu lama akhirnya dokter keluar.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya setya.
"Gadis itu terlalu banyak mengeluarkan darah akibat nya dia harus kekurangan banyak darah, dan di bagian kepala nya ada sedikit yang retak, jadi dia memerlukan donor darah dan operasi untuk memperbaiki keretakan pada kepala. Tapi... darah gadis ini cukup langka, kalo pun ada harga nya cukup mahal." jelas dokter itu.
Rina seperti di sambar petir saat mendengar penjelasan dokter, darimana dia harus mendapatkan uang sebanyak itu? bahkan untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan.
Setya menenangkan Rina, dia menyuruh istrinya untuk menunggu dan membiarkan dia yang mencari uang untuk biaya anaknya.
Setya menghubungi semua keluarga mereka untuk meminjam uang namun semua menolak secara blak-blakan, itu semua karna mereka membenci Setya dan Rina. Kisah Setya dan Rina sangat menyakitkan, pernikahan Mereka tidak pernah diinginkan oleh kedua pihak keluarga, namun karna kekuatan cinta, mereka akhirnya memutuskan untuk menikah diam-diam dan berakhir di benci seluruh keluarga.
Setya sudah berkeliling untuk meminjam uang namun tidak ada yang mau meminjamkan nya, uang yang di perlukan memang sangat banyak jadi orang lain ragu untuk meminjamkan nya apalagi melihat dari penampilan Setya mereka semakin tidak yakin jika Setya bisa membayar.
Tapi ada satu orang yang mau meminjamkan uang nya dengan bunga tinggi, Setya tak berpikir panjang dia langsung mengiyakan dengan surat rumah sebagai jaminan.
Akhirnya Operasi Rindu berjalan lancar, gadis itu sudah melalui masa kritis nya, dan perlahan mulai membaik.
FLASHBACK OFF
"Dan sampai sekarang bapa ga ada uang buat bayar karna bunga nya semakin besar melebihi uang yang di pinjam." ucap Rindu mengakhiri kisahnya.
"Terus sekarang Rindu tinggal dimana?" tanya Fely.
"Gue juga ga tau, gue berniat tidur di sekolah. Tapi rasanya ga mungkin." ucap Rindu.
"Gue punya apartemen, gimana kalo lo tinggal di apartemen gue aja?" ucap Keyla.
"Ga perlu, gue udah banyak nyusahin kalian, gue ga mau jadi beban lagi buat kalian. Gue mau hidup dengan jerih payah gue sendiri." ucap Rindu sambil tersenyum.
Senja terlihat berpikir dan kemudian tersenyum.
"Kalo gitu Lo juga harus tetap punya tempat tinggal, di dekat rumah gue ada kosan, harganya murah ko. Jadi kalo dekat Lo bisa main ke rumah gue." ucap Senja.
"Berapa?" tanya Kyra.
"200."
"Mahal itu mah."
"Emang mau berapa? mana ada kosan harga 100." ucap Senja.
"Nah lo ngekos di sana aja, tapi lo juga pasti butuh uang dulu baru bisa ngekos." ucap Fely.
"Nyokap gue baru buka restoran di daerah sekitar sini, Lo kerja di sana aja, lagian yang jaga tuh restoran gue." ucap Gio yang tiba-tiba datang.
Keyla tersenyum, akhirnya cowo itu ada gunanya.
"Nah sekarang semua udah jelas, untuk hari ini Lo tinggal di rumah gue dulu. Gue ga nerima tolakan!" ucap Keyla.
Rindu tersenyum tulus, dia tak menyangka jika memiliki sahabat yang saling melengkapi, dan cowo asing itu juga turut membantu nya.