
"Key, ayo ke kantin." Ajak Kyra.
"Ga deh, kalian aja gue mau ke uks tidur." tolak Keyla.
Mereka mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan Keyla sendiri.
Keyla berjalan menuju uks, dia begadang karna harus bekerja paruh waktu dan pagi nya dia harus bangun untuk sekolah, tentu saja Keyla merasa tidur nya kurang, tapi bukan berarti dia tidak ikhlas berkerja.
Setelah sampai, Keyla langsung berbaring dan mencoba untuk tidur, walau matanya tertutup tapi telinga nya masih bisa mendengar. Terdengar langkah kaki yang mendekat ke arah nya.
Keyla membuka mata nya dengan terpaksa, dia terkejut dengan kehadiran Alaskar yang sedang menatap nya.
Keyla berniat berdiri dan keluar dari uks, namun tangannya seperti di pegang oleh seseorang.
Keyla berbalik namun masih diam, dia menatap Alaskar seolah bertanya 'apa?'
"Mau kemana?" tanya Alaskar datar.
"Bukan urusan lo." jawab Keyla, dia menatap wajah Alaskar sebentar dan melepaskan pegangan Alaskar.
Keyla berjalan namun bukan keluar dari uks melainkan mendekat ke arah P3K. Dia mengambil kotak itu dan berjalan ke arah Alaskar.
"Gue dengar Lo ga mau disentuh siapapun selain kak Rinai, jadi obatin luka Lo sendiri." ucap Keyla sambil meletakkan P3K itu didepan Alaskar.
"Kenapa?" tanya Alaskar.
"Luka ya harus di obati, kalo ga bisa infeksi." jawab Keyla dingin, dia masih membenci Alaskar tapi dia juga tak tega melihat wajah Alaskar yang penuh dengan luka.
"Bukan itu, kenapa gue harus ngobatin sendiri?" tanya Alaskar lagi.
"Karna lo punya tangan." jawab Keyla cepat.
"Mana bisa gue ngobatin muka gue sendiri." ucap Alaskar.
Keyla menatap Alaskar, dia tak habis pikir dengan lelaki yang ada di depan nya ini, sangat cerewet dan menyebalkan.
Tiba-tiba seseorang datang. ah, anak PMR kali ini keberuntungan berpihak pada Keyla.
"Hei, Lo anak PMR kan? nih ada yang terluka, boleh tolong obatin?" ucap Keyla sambil menatap gadis itu.
"Ga perlu, gue kesini cuma mau tidur bukan di obatin." ucap Alaskar dingin. Lelaki itu kemudian berbaring dan memejamkan matanya.
Keyla menatap Alaskar yang menutup matanya, dia berjalan ke arah lelaki itu sambil melambai-lambaikan tangannya di wajah Alaskar untuk memastikan apa lelaki itu sudah tidur atau belum, namun Alaskar sama sekali tidak bergerak.
Keyla mengambil P3K itu dan mulai mengobati wajah Alaskar, setelah selesai Keyla masih tidak bergeming dari tempatnya, dia kembali menatap wajah Alaskar. Jujur saja Keyla terpesona dengan ketampanan lelaki itu saat tidur, dia jauh lebih baik saat tidur ketimbang saat bangun.
Setelah selesai mengagumi lelaki itu Keyla berjalan untuk meletakkan kembali P3K dan berlalu pergi menuju kelas.
Alaskar membuka matanya, senyuman kecil terukir di wajah lelaki itu. Dia sebenarnya tidak tidur, itu hanya akal-akalan Alaskar agar gadis itu sendiri yang mengobatinya bukan orang lain. Entahlah, dia juga bingung kenapa dia melakukan hal gila seperti itu.
-
"Gimana tidur lo? udah puas?" tanya Fely, Kyra dan Fely belum balik ke kelas mereka karna memang belum bel.
"Gimana mau puas, tidur aja nggak." ucap Keyla sambil menyender di bahu Rindu.
"Kenapa? di ganggu sama kak Dinda lagi?" tanya Senja.
"Bukan."
"Terus." ucap keempat gadis itu serentak.
"Ada yang sakit, jadi gue kepaksa ngalah." ucap Keyla.
"Oh~" lagi dan lagi mereka kembali serentak.
Keyla ingin menutup matanya, setidaknya dia ingin tidur selama 5 menit.
"Ada Keyla?"
Keyla menghembuskan nafasnya kasar, dia menatap orang itu kesal. Baru saja dia ingin menutup matanya tapi tidak jadi karna suara itu.
"Apa?" tanya Keyla kesal.
"Ada yang nyari lo."
Keyla berjalan sambil menghentakkan kakinya, dia benar-benar mengantuk dan perlu tidur sekarang, bisa-bisanya ada yang mencari nya.
"Ap-" Keyla mematung di tempat, dia menatap orang itu tanpa ekspresi, Dia.
"Hai key." sapa orang itu.
"Ngapain Lo disini?" tanya Keyla dingin.
"Lo ga kangen sama gue? gue jauh-jauh kesini buat nemuin lo, dan kayanya gue bakal sekolah di tempat ini." ucap orang itu.
Keyla diam, dia menatap dalam diam pada orang itu. Tanpa sadar air mata nya menetes. Senja yang lebih dulu melihat langsung berlari untuk memeluk gadis itu, diikuti yang lain.
"Lo siapa anjir, ga ngomong aja udah bikin dia nangis." ucap Senja sambil menatap curiga.
"Gue-" Keyla berlari dan memeluk lelaki itu membuat yang lain menganga, apa maksudnya? bukannya tadi Keyla menangis?
"Lo kemana aja, gue kangen sama lo." ucap Keyla sambil memukul lelaki itu.
"Lo juga tau kalo gue ngikutin kemana papa gue pergi, jadi ya gitu pindah-pindah." jawab lelaki itu sambil cengengesan.
"Ehem.."
Keyla berbalik, hampir saja Keyla melupakan teman-temannya. Akhirnya mereka berbincang-bincang dan menjelaskan siapa lelaki asing itu.
"Jadi dia sahabat kecil lo?" tanya Fely.
Keyla hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Terus tadi kenapa nangis?" kini Senja yang bertanya.
"Terharu." jawab Keyla sambil cengengesan.
"Gila, lo tau Rindu udah khawatir banget sama lo." ucap Senja.
"Dih kenapa jadi gue, perasaan lo yang duluan lari kaya di kejar anjing." ucap Rindu tak terima dituduh.
"Rindu?"
"Iya?"
"Nama lo indah, kaya orang nya." ucap Giorgio.
Keyla menahan tawanya agar tidak pecah.
"Ck gombalan Lo udah basi, mana baper si Rindu kalo gitu." ejek Senja.
"Gue ga gombal, emang kenyataan." ucap Giorgio.
"Hilih."
...*****...
Keyla dan Gio berjalan menuju parkiran, langkah mereka berhenti saat Angkasa tiba-tiba muncul di depan mereka.
Angkasa hanya diam, dia melirik ke arah Gio kemudian menjulurkan tangan memberi Keyla coklat.
"Eh?"
"Gue mau minta maaf, karna gue Lo jadi di bully sama Dinda." ucap Angkasa tulus.
"Oh, gapapa kak santai aja. Mungkin kak Dinda nya cemburu." Keyla tersenyum sambil menolak coklat yang di beri Angkasa.
"Gue ga ada hubungan apapun jadi dia ga ber hak cemburu, sekali lagi gue minta maaf, ambil aja coklat nya. Kalo lo nerima coklat ini artinya Lo maafin gue." ucap Angkasa.
"Oke, makasih." Keyla mengambil coklat itu, Angkasa hanya mengangguk dan berjalan pergi.
"Kaya nya gue mencium bau-bau cinta nih." ucap Gio sambil kembali melanjutkan jalannya.
"Dih mana ada, yang ada Lo kali yang suka sama Rindu." elak Keyla.
"Gue ga suka Rindu, gue suka sama yang satu nya." ucap Gio.
"Siapa? Senja?" tanya Keyla.
Gio hanya tersenyum, dia membayangkan wajah lucu Senja. Wajah gadis itu benar-benar memenuhi pikiran nya.