3A

3A
15



"Key turun, ayo makan." ucap Ratna sambil mengetuk pintu kamar berwarna putih pink.


Terlihat Keyla yang keluar diikuti Rindu dibelakang nya, mereka sudah bangun dari jam 5 karna paksaan Rindu, Rindu sudah biasa bangun pagi sedangkan Keyla lebih memilih tidur apalagi jika hari minggu seperti sekarang.


"Aduh nak Rindu udah bangun, pasti Keyla susah dibangunin kan?" tanya Ratna.


"Oh, nggak ko tan." ucap Rindu sambil menggaruk kepalanya canggung.


"Jangan panggil Tante dong, masih muda loh. Panggil bunda aja." ucap Ratna sambil merangkul Rindu untuk turun kebawah.


Keyla terdiam, bisa-bisanya dirinya ditinggal begitu saja. Asik berdua seperti tidak ada dirinya. Tapi setelah melihat senyum Rindu Keyla juga ikut tersenyum, akhirnya gadis itu kembali tersenyum.


Bagi Keyla senyum sahabat itu lebih penting, tidak peduli bagaimana keadaan dirinya yang terpenting sahabat senang itu sudah cukup membuatnya juga ikut senang.


Akhirnya mereka semua berkumpul di meja makan, Keyla duduk berdampingan dengan Rindu, dan kedua orangtuanya duduk berdampingan.


"Rindu tinggal disini terus kan? bunda udah dengar loh tentang ibu dan bapa nya Rindu, bunda turut berdukacita ya sayang." ucap Ratna.


"Iya bunda makasih, em.. Rindu cuma sehari aja disini hari ini juga mau pindah, Rindu ga mau ngerepotin bunda sama om." ucap Rindu sambil tersenyum.


"Uhuk.. panggil ayah aja jangan om." ucap Rendi sambil membenarkan rambutnya agar terlihat keren.


"Kenapa sehari aja? tinggal aja disini nemenin Keyla, ga ngerepotin ko malah kami senang ada nak Rindu." ucap Rendi sambil mengambil lauk.


"Eh ga deh om, eh maksudnya yah. Rindu mau mandiri, Rindu mau hidup dengan jerih payah Rindu sendiri." ucap Rindu.


"Aduh emang nak Rindu ini anak idaman, mandiri ga manja kaya onoh." ucap Ratna sambil melirik ke arah Keyla.


"Eh?" Rindu menatap ke arah Keyla.


"Rin, tar ke kosan gue antar ya sekalian nyari juga." ucap Keyla santai.


"Bunda geplak kamu ya Keyla, berani keluar dari rumah ini." ucap Ratna sambil berkacak pinggang.


"Tadi katanya disuruh mandiri, yaudah Keyla juga mau nyari kosan biar bisa main sampe malam, terus begadang, ga sekolah, main game." ucap Keyla sambil membayangkan jika itu benar-benar terjadi.


Tiba-tiba centong nasi melayang dengan sempurna ke arah Keyla, membuat gadis itu meringis.


Keyla menatap bunda nya yang sedang marah, Keyla sama sekali tak berani berucap lagi saat melihat tatapan mematikan dari Ratna.


Rindu tersenyum kecil melihat keluarga kecil Keyla yang begitu harmonis, dia jadi mengingat bagaimana dia dulu bersama kedua orangtuanya, Ah~ dia merindukan masa-masa kebersamaan itu, dimana sang ibu yang marah saat Rindu begadang sambil main game.


Tak terasa air matanya turun, Keyla yang menyadari itu langsung mendekat dan menghapus air mata Rindu.


"Maaf ya, pasti lo ingat sama bapa dan ibu lo." ucap Keyla.


"Hahaha gapapa ko, ga perlu minta maaf. Walaupun mereka udah ga ada mereka bakal selalu ada di hati gue." ucap Rindu sambil tersenyum tulus.


"Kalo nak Rindu ada apa-apa kasih tau aja sama bunda, bunda udah anggap kamu sebagai anak bunda." ucap Ratna sambil berjalan mendekat ke arah Rindu dan memeluk gadis itu, dia juga menarik Keyla untuk bergabung.


"Ada ayah juga, nanti kalo Rindu punya waktu luang mampir ke sini biar kita jalan-jalan bareng." ucap Rendi sambil ikut bergabung.


"Makasih." ucap Rindu, dia merasa Keyla benar-benar beruntung memiliki kedua orangtua yang penuh kasih sayang.


...*****...


Terlihat Alaskar baru memasuki tempat tongkrongan anak Medusa, dia langsung duduk di hadapan Semesta.


"Dari mana lo?" tanya Zidan yang melihat penampilan Alaskar yang acak-acakan.


Alaskar hanya diam, seperti nya dia mabuk.


Tiba-tiba setumpuk kertas terlempar di hadapan Alaskar membuat lelaki itu sedikit terkejut dan menatap tajam orang yang melempar kertas itu.


"Elah si Wawan ternyata, gue pikir anak geng lain yang salah masuk tempat." ucap Zidan yang berusaha melawak namun garing.


Kini wajah Awan terlihat serius, dia menatap Alaskar.


"Dia balik."


"Sial." umpat Alaskar


"Dan kayanya mereka udah mulai curiga dengan kehadiran gue." ucap Awan.


"Berhenti saja, gue yakin kalo mereka tau lo mematai mereka Lo bakal di bunuh." ucap Alaskar.


"Tapi tugas gue belum selesai, gue ga bakal berhenti di tengah jalan, Kalo pun gue harus mati di tangan mereka." ucap Awan tegas.


"Ga salah gue jadiin lo tangan kanan gue." ucap Alaskar sambil menepuk pundak Awan.


"Ayo rayain dengan minuman." ucap Zidan sambil berlalu pergi untuk mengambil minuman.


"Ah sorry, gue ga bisa minum alkohol kalian aja." ucap Awan, lelaki itu memilih meminum susu. Plis si awan idaman sekali huhuಥ‿ಥ


-


Keyla bersiap untuk mengantar Rindu ke kosan yang diberitahukan Senja, Senja sudah menunggu di kosan itu dan menanyakan apa masih ada kamar yang kosong, untung saja masih ada satu.


"Ayo Rin." ucap Keyla sambil menarik koper milik Rindu, agar meringankan sedikit beban Rindu.


Kedua gadis itu menuruni tangga, terlihat Ratna dan Rendi sedang menonton tv di ruang tamu.


"Hati-hati Key, jangan ngebut bawa anak orang." ucap Ratna sambil mengikuti kedua gadis itu ke depan pintu diikuti Rendi.


"Ngapain juga ngebut, Keyla masih mau punya laki." ucap Keyla.


"Yang nyuruh kamu mati siapa, bunda cuma nyuruh hati-hati." ucap Ratna.


"Kalo gitu Rindu pamit ya bun, yah." pamit Rindu sambil menyalami kedua orang yang sudah dia anggap orang tua nya sendiri.


Keyla berlalu terlebih dahulu untuk mengambil mobil, dan menyuruh Rindu untuk menunggu di depan.


Tak lama Keyla datang dengan mobil Ferrari miliknya, malkum anak sultan.


Tak menunggu waktu lama akhirnya mereka sampai di kosan, terlihat Senja melambaikan tangannya, gadis itu tak sendiri terlihat teman-teman nya yang lain juga berada disana termasuk Gio.


"Ayo masuk." Ajak Senja memimpin yang lain menuju kamar yang akan di tempati Senja.


Setelah sampai kelima remaja itu masuk, Gio lebih memilih tetap diluar.


Rindu berniat membereskan barang-barang nya namun di cegah Senja.


"Nanti aja, Gio mau ngajak kita makan di restoran yang bakal jadi tempat Lo kerja. Sekalian buat lo liat-liat tempat nya." ucap Senja.


Rindu mengangguk, akhirnya kelima gadis itu keluar dan menghampiri Gio yang sedang duduk sambil asik berbincang dengan pemilik kosan.


"Oke, makasih sebelumnya bu." ucap Gio sambil membungkuk dan berjalan keluar diikuti yang lain.


"Apa yang Lo bicarain?" tanya Keyla.


"Ga ada, gue cuma nanya-nanya aja." jawab Gio.


Keyla tersenyum, dia sudah mengenal Gio lama. Jadi dia sudah tau jika Gio berbohong, dia yakin Gio sedang membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan Rindu, apa mungkin Gio menyuruh pemilik kosan itu untuk menjaga Rindu? tapi mana mungkin.