
Bel berbunyi menandakan jam istirahat, semua murid berhambur menuju kantin termasuk kelima gadis cantik yang baru saling mengenal saat MOS.
"Pesan apa? biar gue yang pesan." ucap Fely sambil berdiri dari duduknya.
"Samain aja kaya lo." ucap Kyra diangguki yang lain.
Fely berlalu pergi untuk memesan, tak menunggu waktu lama dia kembali dengan napan berisi lima bakso diikutin seorang di belakang sambil membawa lima es jeruk.
"Makasih ya bik." ucap Fely sambil tersenyum manis.
Mereka makan dengan tenang tanpa pembicaraan, Senja yang membenci keheningan pun angkat bicara.
"Key, kok Lo bisa dapat semua tanda tangan? apalagi tanda tangan kak Alaskar." tanya Senja sambil menatap Keyla.
"Gatau, mungkin aja gue lagi beruntung." ucap Keyla acuh tanpa menatap Senja.
"Jangan-jangan kak Alaskar suka sama lo."
Keyla tersedak pentol saat mendengar ucapan Senja yang tak masuk akal, mana mungkin cowo aneh itu suka padanya.
"Mana mungkin, semua juga tau kak Alaskar suka sama kak Rinai." jawab Kyra sambil memberi Keyla minum.
Keyla mengangguk, namun kemudian dia menatap Kyra dengan pandangan serius.
"Kak Rinai yang anak OSIS itu?" tanya Keyla.
Kyra mengangguk dan kembali memakan bakso miliknya. Keyla terdiam sambil memikirkan sesuatu, dia baru menyadari satu hal, alasan kenapa Rinai memilih pergi saat hanya tersisa ttd Alaskar. Ternyata karna Alaskar menyukai nya.
"Kenapa lo?" pertanyaan Senja membuat ketiga temannya yang lain ikut menatap Keyla.
"Ah, gapapa." Keyla memang tidak menceritakan dimana dia dibantu oleh Rinai untuk meminta ttd.
"Tapi saran gue, mending jangan sampai ada yang berurusan sama kak Alaskar, apalagi sampai suka. Lo semua juga pasti tau bukan cuma kak Rinai yang jadi saingan tapi juga para fans gila dia, terutama kak Dinda." ucap Fely.
"Siapa juga yang suka sama cowo aneh kaya dia." gumam Keyla, seketika semua mata teman-temannya tertuju pada nya.
"Apa?" tanya Keyla.
"Terutama lo Key, gue khawatir lo bikin masalah dan berakhir berurusan sama dia." ucap Fely dengan wajah khawatir nya.
"Lo tenang aja, gue ga bakal bikin masalah. Gue juga males kalo harus berurusan sama dia, udah cukup gue di hukum di hari pertama." ucap Keyla, jujur saja dia masih punya dendam pada lelaki gila itu.
Fely mengangguk dan senyum manis kembali terukir di wajah nya.
...*****...
Keyla berdiri di gerbang sambil membaca novel, dia menunggu jemputan.
"Hai Kelinci."
Keyla melirik pada orang itu namun kembali fokus ke novel karna merasa bukan kelinci.
"Gue nyapa ga di respon." Angkasa mengambil novel itu dan mengangkat nya tinggi-tinggi.
"Ka balikin, lagian nama gue bukan kelinci." ucap Keyla sambil terus melompat untuk mengambil novel nya, tidak masalah dengan novel nya tapi bahaya jika Angkasa melihat isi dan membaca nya.
"Ambil aja kalo bisa." Angkasa berniat membaca novel itu, dia penasaran kenapa gadis itu sangat fokus sampai mengabaikan dirinya.
"AAAAAA." Angkasa menutup telinganya, bukan cuma Angkasa tapi semua orang yang berada di sekitar mereka.
Dengan cepat Keyla mengambil novel itu dan berlari menuju mobil jemputan nya.
"Untung saja." gumam Keyla, dia menatap novel berjudul 'Kisah Cinta Kurcaci dan 7 Putri Cantik" sambil membayangkan jika Angkasa benar-benar membaca novel itu.
-
Seperti biasa Keyla datang terlalu pagi, dia memutuskan pergi ke taman untuk tidur, seperti nya taman akan menjadi tempat favorit nya.
"Loh Rindu? gue pikir gue bakal sendirian di kelas." ucap Keyla sambil berjalan kearah Rindu dan duduk disampingnya.
Rindu menatap Keyla sebentar dan tersenyum singkat, dia kembali menatap buku membiarkan Keyla duduk disampingnya.
Keyla menatap Rindu, dia merasa rindu lebih pendiam dan tak banyak bicara, sangat berbeda saat pertama kali mereka bertemu.
"Lo kenapa?" pertanyaan itu lolos dari mulut Keyla.
"Gapapa."
Keyla merasa canggung, dia belum pernah dihadapkan dengan kejadian seperti ini. Takut lebih canggung Keyla memutuskan untuk tidur.
Tak menunggu waktu lama Keyla sudah masuk ke dunia mimpi, Rindu menghembuskan nafas kasar beberapa kali. Dia menatap Keyla yang sedang tertidur dengan tenang, senyuman kecil terukir di wajah Rindu saat melihat wajah polos Keyla.
"Beruntung ya jadi lo, lo punya segalanya." gumam Rindu sebelumnya akhirnya dia berlalu pergi meninggalkan Keyla sendiri.
"WOIII BANGUN." teriakan Senja mampu membuat seorang gadis cantik terbangun dari tidur nya.
"Sialan lo." ucap Keyla, dia menatap sekeliling mencari keberadaan Rindu.
"Rindu mana?" tanya Keyla.
"Ga tau, gue aja baru datang." ucap Senja sambil berjalan ke bangku nya.
Keyla berdiri dan menghampiri Senja, dia duduk dihadapan Senja dengan wajah serius.
"Lo ngerasa ga, kalo Rindu banyak berubah?" Keyla menatap tajam Senja.
"Santai gila muka Lo jelek banget kalo lagi serius." ucap Senja sambil mengeluarkan hp nya.
Keyla mendengus dan menendang kaki gadis yang sangat menyebalkan baginya.
"Gue juga ngerasa gitu, tapi gue ga mau ikut campur urusan pribadi dia." ucap Senja sambil memainkan hp nya.
Keyla terdiam, apa yang di ucapkan Senja benar. Tapi disisi lain dia ingin membantu Rindu, bagaimana pun Rindu teman nya.
"Guys, Rindu kenapa?" Tanya Kyra dari depan pintu.
"Ini juga, datang-datang langsung nanya Rindu. Salam dulu kek." protes Senja.
Kyra hanya memasang wajah datar nya dan berjalan menuju ke arah mereka diikuti Fely.
"Emang kenapa sama Rindu?" kali ini Keyla yang bertanya.
"Masa tadi gue sama Fely nyapa dia, dia nya cuma diam aja." ucap Kyra kesal.
Keyla semakin penasaran dengan Rindu, kenapa dia bisa berubah secepat itu? apa mereka ada salah sama Rindu? entahlah, Keyla juga ragu.
"Mungkin aja dia lagi ada masalah, besok juga balik lagi kaya semula." ucap Senja santai.
Kesal dengan respon Senja, Kyra menabok kepala Senja. Bisa-bisanya keadaan seperti ini dia tetap santai.
"Sakit elah, gue cuma bercanda." ucap Senja sambil mengelus kepalanya.
"Apa kita cari tau aja? tapi gue takut kalo itu justru buat dia jadi benci sama kita." ucap Fely sambil menatap yang lain.
Seketika suasana menjadi hening, mereka juga bingung harus bagaimana.
"Liat aja sampai besok, kalo dia tetap kaya gitu kita selidiki diam-diam." ucap Senja, kali ini dia serius.
Akhirnya semua mengangguk, Keyla kembali ketempat duduknya sedangkan Kyra dan Fely pergi ke kelas mereka. Keyla menjadi sangat canggung karna tempat duduk nya bersebelahan dengan Rindu.
"Huh~ semoga saja hari ini berjalan baik."