
Keyla kembali memisahkan diri dari yang lain, dia sedang tidak mood pergi ke kantin dan memutuskan untuk pergi ke taman, Keyla benyanyi kecil sambil terus melangkah menuju taman.
Keyla terkejut saat melihat seseorang duduk disana sambil mendengar musik, dia berniat melangkah pergi dan menyusul yang lain ke kantin.
"Ck, setiap ada gue pasti kabur." ucap Alaskar sambil menatap Keyla.
Keyla menghentikan langkahnya dan berbalik, dia diam dan memikirkan sesuatu.
"Kan kakak sendiri yang bilang kalo gue cewe murahan, jadi cewe murahan itu ga cocok sama cowo mahal, kak Rinai cewe mahal jadi kalian berdua cocok." ucap Keyla.
"Ga usah banyak alasan, duduk aja." ucap Alaskar, dia memejamkan matanya sambil mendengarkan musik.
Keyla ragu, namun tetap melangkah. Keyla duduk di bawah pohon yang cukup besar, dia berniat tidur. Namun suara Alaskar kembali terdengar membuat Keyla kembali membuka matanya.
"Apa aja yang udah Dinda lakuin ke lo?" tanya Alaskar.
"Ga tau, gue udah lupa." jawab Keyla seadanya, Dia sudah benar-benar mengantuk. Keyla kembali menutup matanya berusaha untuk tidur.
"Biasanya dipohon itu banyak kecoa." ucap Alsakar, dia beralih menatap Keyla namun gadis itu sama sekali tidak bergeming.
"Ada ular juga." ucap nya, namun keyla tetep tidak bergerak.
Alaskar menatap sesuatu dan tersenyum jahil, dia mengambil gelang karet dan memutusnya agar terlihat mirip cacing.
Alaskar berdiri dan menghampiri Keyla, dia menatap gadis itu dari dekat, sepertinya Keyla sudah tertidur, jika dia tau Alaskar memandang dari jarak dekat mungkin gadis itu akan berteriak.
Alaskar meletakkan gelang karet itu di atas kepala Keyla dan bersiap untuk berteriak.
"KEYLA DI KEPALA LO ADA CACING!!" teriak Alaskar, dan hal itu berhasil membuat Keyla bangun dan menyentuh kepalanya, dia langsung berdiri dan menjerit. Tanpa sadar gadis itu berlindung di balik tubuh Alaskar.
Alaskar tertawa melihat tingkah konyol Keyla saat ketakutan, dia bahkan melupakan sifat dingin dan sok cool nya itu.
"Ga lucu banget, gue dari semalam mau tidur pasti ada aja gangguan nya." ucap Keyla kesal, tak lupa dia juga menendang kaki Alaskar namun tendangan Keyla sama sekali tidak terasa apapun bagi Alaskar.
"Salah Lo kenapa tidur di sekolah." ucap Alaskar saat sudah berhenti tertawa.
"Gue begadang, dan paginya harus bangun pagi biar ga di hukum sama lo." ucap Keyla, dia kembali ketempat nya untuk mencoba tidur.
Alaskar mendekati Keyla, dia menatap gadis itu tajam.
"Kenapa Lo kerja?"
Pertanyaan Alaskar membuat Keyla terkejut, bagaimana cowo itu tau jika dia bekerja?
"Gue ga sengaja liat." ucap Alaskar yang seperti mengerti isi pikiran Keyla.
"Em.. gapapa." jawab Keyla.
"Oke gue ngerti, gue bakal kesana setiap pulang sekolah." ucap Alaskar sambil duduk di samping Keyla.
"Ngapain?"
"Mau liat cewe bodoh kerja."
Keyla menatap Alaskar tajam, memang cowo yang satu ini sangat suka membuat Keyla emosi, ingin sekali dia menampar cowo itu dan memukul tubuhnya untuk melampiaskan kekesalannya. Dasar cowo gila!
"Kenapa ga jadi tidur?" tanya Alaskar.
Keyla benar-benar ingin memakan lelaki itu, jiwa psikopat nya meronta-ronta.
"Ya makanya jangan di ajak bicara terus dong." ucap Keyla sedikit menaikan nada bicara nya.
"Yasudah sana tidur." ucap Alaskar.
Keyla tak menjawab, dia memejamkan matanya. Tak menunggu waktu lama gadis itu sudah terlelap.
Alaskar menatap Keyla, dia menyukai cara tidur gadis itu. Wajah polos nya, Alaskar berniat menyentuh pipi Keyla tapi dia urungkan dan kembali menatap ke arah depan.
-
"Siapa orang yang Lo suka di sekolah ini?" tanya Gio pada Senja.
"Kak Angkasa." jawab Senja cepat.
"Angkasa? bukannya dia dekat sama Keyla?" tanya Gio.
"Ya gapapa."
Tiba-tiba Rindu datang dengan wajah kesal nya, dia hanya diam dan tak menatap yang lain sama sekali.
"Kenapa Lo?" tanya Fely.
"Gapapa." ucap Rindu sambil memaksa senyum.
"Bilang aja kali Rin, jangan sembunyi-sembunyi." sambung Kyra.
"ISHH, gue kesel banget sama senior di cafe. Masa dia bilang gue kerja nya ga becus." ucap Rindu sambil memukul-mukul meja.
"Lo kerja?" tanya Gio dengan wajah terkejutnya.
"Em.. iya, buat ngisi waktu luang aja ko." jawab Rindu.
"Terus? Lo di marahin sama bos Lo?" tanya Senja.
"Engga sih, tapi tetap aja. Gue udah kerja sebagus mungkin di bilang ga becus, pengen gue gorok leher nya." Ucap Rindu masih dalam mode kesal.
"Hahaha."
"Kenapa ketawa?"
"Lucu."
"Bisa-bisanya gue lagi kesel di bilang lucu." gumam Rindu.
Mereka kembali makan sambil sesekali bercerita, terutama Senja yang berusaha mencairkan emosi Rindu .
"Hai gadis." sapa Zidan.
"Kalian liat Alaskar?" tanya Bintang.
"Dih mana tau, ngapain juga kami liatin kak Alaskar." jawab Rindu asal.
Semesta mendekati Rindu, dia menatap mata gadis itu.
"Kenapa?"
Deg.
Rindu tertegun, seperti baru disambar petir dia hanya bisa diam mematung. Namun pikiran tiba-tiba menghilang membuat nya kembali sadar.
"Gapapa." jawab Rindu
"Jangan-jangan berduaan sama Keyla lagi." ucap Kyra.
Semua terdiam, memang ada kemungkinan. Karna kedua orang itu sama-sama tidak ada di sini.
"Yaudah makasih." ucap Bintang dan berjalan menjauh diikutin dua orang yang lain.
"Eh, ko muka kak Semesta ganteng ya?" ucap Rindu.
"Lo suka sama yang tadi?" tanya Gio.
"Nggak, cuma muji." jawab Rindu tegas, Rindu memang anak yang sangat sulit suka pada seseorang, tapi sekali suka dia akan setia pada satu orang, dan berjuang mati-matian untuk mendapatkan nya.
"Cie si Gio cemburu." ucap Senja.
"Cemburu apa? gue cuma nanya." ucap Gio acuh.
-
Keyla tiba-tiba bangun, dia menatap ke arah samping di mana Alaskar juga menatap nya dengan dahi berkerut.
"Mimpi buruk?" tanya Alaskar.
"Nggak, haus." jawab Keyla sambil menunduk.
Tiba-tiba trio BSZ ( Bintang, Semesta, Zidan) datang dan langsung duduk di depan mereka. Alaskar hanya menatap mereka sebentar, pandangan nya kembali ke arah depan.
"Cie.. ngapain nih, berduaan sama cewe cantik." ucap Zidan.
"....." tidak ada yang menjawab, semua hanya diam sambil memandang ke arah Zidan.
Keyla berdiri.
"Aku permisi ya kak." ucapnya dan berjalan menjauh.
"Bukannya Lo berdua musuh?" tanya Bintang.
"Ga tau." jawab Alaskar.
"Rinai sakit." ucap Semesta, Alaskar langsung menatap Semesta untuk menuntut penjelasan.
"Tadi gue liat dia ke uks dipapah anak PMR." sambung Bintang.
Alaskar langsung berdiri, dia berlari menuju uks dengan cepat.
"Gua jadi heran, sebenarnya yang di suka sama Alaskar tuh Rinai apa Keyla anjir."
"Terbagi, hanya takdir yang menentukan siapa yang lebih banyak mendapat peran." ucap Semesta.
"Gue di pihak Keyla, entah kenapa kalo sama Rinai si Alaskar selalu jadi pihak yang tersakiti karna ga pernah di balas cintanya sama Rinai." ucap Bintang.
"Dih idih ikut-ikutan aje, kenapa Lo ga milih Rinai aja biar kita bertaruh." ucap Zidan.
"Najis."
"Keyla. Gadis itu sudah besar sekarang." gumam Semesta dengan senyuman dan berlalu pergi meninggalkan dua curut yang masih sibuk adu mulut.
-
Keyla duduk di samping Rindu, semua mata tertuju pada dirinya.
"Abis berduaan sama kak Alaskar?" tanya Senja to the point.
Keyla hanya diam, apa bisa mereka disebut berduaan?
"Kak Rinai sakit, pasti kak Alaskar langsung nyamperin." ucap Kyra berhasil mengalihkan perhatian.
"Tau dari mana lo?" tanya Fely.
"Dari berita sekolah, biasa. Nama nya juga primadona sekolah, sakit sedikit masuk berita." ucap Kyra.
Keyla hanya diam, sepertinya menjadi Rinai sangat enak, di peduliin semua orang. Bahkan sakit sedikit banyak yang khawatir.