
"Pak, buka gerbangnya dong nanti saya kena marah." Keyla terus memohon pada pak satpam, namun sama sekali tak di hiraukan.
"Anak baru sudah berani telat." lelaki dengan wajah datarnya tiba-tiba muncul sambil menatap Keyla.
"Tadi saya susah nyari taksi nya kak, makanya jadi telat." Keyla berharap dia di beri ampun untuk pertama kali ini.
"Gua ga butuh alasan, masuk. Waktu istirahat nanti temui gua." setelah mengatakan itu lelaki dengan wajah datar itu pergi.
'aih' Keyla hanya bisa mengumpat dalam hati karna kebodohan nya yang telat bangun karna begadang untuk nonton drakor.
"Hati-hati neng." Keyla menatap satpam yang sedari tadi diam dan hanya mengeluarkan kata-kata untuk menyuruhnya hati-hati, apa maksudnya? dia bahkan tidak pergi kemana mana.
Keyla berjalan masuk dengan pikiran yang terus mencari maksud dari pak satpam itu, hati-hati?
...*****...
"Silahkan kalian istirahat, setelah ini OSIS yang akan memimpin kalian untuk berkeliling sekolah." ucap kepala sekolah sambil berjalan turun dari panggung kecil.
Semua murid mulai berhamburan menuju kantin, perut yang sedari tadi menahan lapar akhirnya bisa terisi. Berbeda dengan Keyla yang justru terlihat sedih, dia menatap sekeliling untuk mencari kakak kelas yang tadi menyuruhnya.
"Hai, Lo murid yang tadi telat kan?"
Keyla berbalik untuk melihat siapa yang berbicara, dia terdiam menatap keempat gadis yang sedang tersenyum manis kepadanya, benar-benar visual yang di luar batas.
"Salah ya?"
"E-eh benar ko, itu gue." Keyla terlihat canggung dan memaksa untuk tetap senyum.
"Oh, gimana berhadapan sama kak Al? datar banget kan?" tanya salah satu dari mereka, terlihat yang lain juga menunggu jawaban dari Keyla.
'Bagaimana mereka tau kalo kakak yang tadi datar?' batin Keyla
"Lumayan lah, sekarang gue lagi nyari dia." ucap Keyla.
"Pasti di hukum, anw salken gue Senja." ucap Senja dengan senyum manis nya.
"Eh? oh iya gue Keyla."
"Gue Rindu."
"Gue Fely."
"Gue Kyra."
"Itu kak Al nya, kalo gitu kami duluan ya." ucap Rindu sambil menunjuk seseorang yang berada di belakang Keyla.
Keyla mengangguk, dan menatap ke belakang. Benar saja lelaki yang datar itu sudah berdiri dibelakang nya.
"Maaf kak, ada apa ya?" tanya Keyla gugup.
"Berdiri di bawah tiang bendera dengan satu kaki diangkat."
Keyla terbelalak mendengar perintah dari lelaki datar itu, tidak mungkin dia berdiri disana dengan cuaca yang cukup panas apalagi dia belum makan apapun karna terlambat bangun.
"Tapi saya belum sarapan, kalo saya pingsan gimana?"
"Gua ga suka di bantah." setelah mengatakan itu dia berlalu pergi menuju tempat duduk yang tepat berada di seberang tiang bendera namun tak terkena sinar matahari karna tertutup pohon.
Jujur saja Keyla bukan tipe orang yang suka membantah, dia akan menurut selagi dia bisa melakukan nya, namun berbeda dengan sekarang dia benar-benar belum memakan apapun dari pagi. kalo dia pingsan yang ada akan menyulitkan orang lain.
Dengan terpaksa Keyla melangkah menuju tiang bendera, melawan pun tak ada gunanya.
15 menit berlalu, dia mulai merasa pusing dan pandangan pun kabur, namun untungnya seseorang datang sambil menepuk pundak Keyla.
"Saya di hukum sama ketua OSIS karna telat." jawab Keyla seadanya.
"Ketua OSIS? siapa?" tanya lelaki itu dengan dahi berkerut.
Keyla juga tak kalah bingung mendengar pertanyaan kakak kelas nya itu, bagaimana mungkin seorang kakak kelas yang lebih dulu berada di sekolah ini tidak tau yang mana ketua OSIS.
"Yang duduk di sana." tunjuk Keyla pada lelaki yang duduk di bawah pohon sambil menatap mereka.
"Alaskar? hahaha." lelaki itu tertawa.
"Dia bukan ketos, dia wakil. Kenalin gua Angkasa ketua OSIS di sekolah ini." ucap Angkasa dengan senyum manis nya.
Keyla Terbelalak, dia benar-benar malu. Jadi daritadi dia salah orang? lalu kenapa wakil lebih mengerikan dari ketua?
"Masih ada waktu untuk istirahat, pergi aja ke kantin." ucap nya lagi.
Keyla hanya mengangguk dan berlalu pergi sambil menahan malu.
Angkasa berjalan menuju tempat duduk Alaskar, wajah ramah yang biasa Angkasa berikan kepada murid lain hilang saat berhadapan dengan Alaskar.
"Dia anak baru." Angkasa menatap Alaskar dengan tatapan tak suka.
"Gua ga suka orang yang ga disiplin, anak baru sudah berani telat." ucap Alaskar.
"Gua tau, tapi dia anak baru. Di hari pertama nya sudah harus dihukum bagaimana jika pandangan dia jadi buruk tentang sekolah ini?" Angkasa benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran seorang Alaskar.
"Murid bukan cuma satu, jadi sekolah ga butuh pandangan dia." Alaskar berlalu pergi, Angkasa benar-benar lelah dengan sifat Alaskar yang egois.
Alaskar lelaki tampan namun terkenal dingin dan egois, menjadi wakil bukanlah keinginan nya melainkan untuk mendekatkan diri pada seorang gadis yang menjadi sekretaris OSIS. Alaskar sudah mengagumi gadis itu dari lama sekitar 1 tahun, cinta nya tak pernah di balas tak membuatnya putus asa.
Seorang Alaskar ketua geng motor Medusa, memiliki pengalaman percintaan yang buruk, mencintai gadis yang sama sekali tak pernah menganggap nya ada. Bagi Alaskar gadis itu berbeda dari yang, jika orang lain mengejar dia justru di kejar, hampir semua gadis menyukai Alaskar bukan hal sulit jika dia ingin memiliki seorang pacar, namun dia juga tidak ingin sembarang pilih. Dia tau semua wanita menyukainya karna ketampanan dan kekayaan yang dimiliki nya, maka dari itu dia ingin mengejar bukan di kejar.
Angkasa cowo yang tak kalah tampan dari Alaskar, Angkasa juga populer di kalangan para gadis karna kepintaran dan ketampanan nya, ditambah senyum manis yang selalu terukir di wajahnya menambah kesan menawan.
Walaupun mereka berdua memiliki peran yang selalu berhubungan, tetap saja mereka tak pernah akur apalagi soal pelajaran, Alaskar dan Angkasa adalah berlian sekolah, bukan hanya dikenal tampan mereka juga pintar.
-
Keyla menatap sekeliling mencari keberadaan Senja dan yang lain, mata nya tertuju pada meja di pojok.
"Hai." sapa Keyla.
"Lah udah? tumben kak Alaskar baik." ucap Fely.
"Maksudnya?"
"Kak Alaskar itu terkenal kejam loh, dia pasti kalo ngasih hukuman ga nanggung-nanggung, makanya ga ada yang berani cari masalah sama dia." ucap Senja di setujui yang lain.
"Emang, tapi untung ada ketua OSIS yang nolongin gue." ucap Keyla santai.
"Maksud Lo kak Angkasa? kalo dia mah idaman gue banget, udah baik, murah senyum, ganteng, pinter, ah kapan coba gua bisa punya pacar kaya dia." ucap Senja sambil membayangkan jika dia pacaran dengan Angkasa.
Yang lain hanya geleng-geleng, dan beralih menatap Keyla.
"Terus? gue dengar-dengar kak Alsakar sama kak Angkasa ga pernah akur, gue yakin setelah Lo pergi mereka adu mulut." ucap Kyra.
"What? adu mulut? masa sih? enak banget dong serasa di rebutin dua cogan." pekik Rindu.
"Enak darimana nya, ini bakal jadi awal dari masalah, saran gua mending Lo jangan sampai bermasalah sama mereka berdua lagi deh, apalagi Lo tau kalo mereka berdua itu populer yang pastinya punya banyak fans." ucap Kyra.
Keyla hanya mengangguk, sebenarnya dia tak mendengar apa yang di katakan Kyra dia sibuk memikirkan apa benar mereka berdua adu mulut setelah dirinya pergi.